Tuesday, June 30, 2026

Terima kasih Juni


Kopi tubruk pagi itu baru saja saya selesai aduk. Sambil menunggu turun ampasnya saya membuka gawai dan melihat beberapa pesan masuk. Pagi itu memang seperti pagi biasanya, rampak biasa saja, matahari sudah cerah mulai akan menyengat hari, nanyain kutilang dipohon mangga depan rumah tetangga masih berkicau, bau debu dan semen dibelakang rumah dan depan rumah bekas bongkaran kamar mandi juga tersisa. Mulai saya nikmati beberapa teguk awal kopi yang hangat itu dengan tentu saja senyum syukur. 

Hari itu, Sabtu 27 Juni saya berulang tahun dan tentu saja mengenang 4 tahun setelah operasi by pass jantung, saya masih diberi hidup.  "Bukan kebahagiaan yang menjadikan Anda bersyukur. Rasa syukurlah yang menjadikan Anda berbahagia." begitu sebuah kutipan yang saya baca, mengingatkan bahwa kebahagiaan di hari jadi saya tidak tergantung pada kue, ucapan keluarga, ucapan sahabat atau teman-teman (yang dulu dekat malah sekarang lupa, hahahaha) atau juga berapa banyak like dan komen dari postingan sosial media namun kebahagiaan itu karena rasa syukur saya, hidup yang penuh dengan kebaikan dan kemurahanNya semata. 

Jam mulai bergerak, saya ikut mengantar istri mengambil kue pesanan untuk saya bawa ke tempat kerja sebagai bentuk ucapan syukur dan sedikit berbagi nanti. Dan hidup memang demikian adanya, dari sudut mana kita bisa belajar melihat, apakah makin berkurang jatah umurnya di dunia atau bertambah kesempatan menikmati sisa umur yang ada. Hari itu ayat renungan saya adalah Mazmur 118:29 (FAYH), "Bersyukurlah kepada TUHAN karena Ia sungguh baik. Kasih dan kebaikan hati-Nya tetap untuk selama-lamanya." Sepertinya memang tepat sekali Tuhan berbicara hari itu untuk saya supaya terus untuk bersyukur. Kenyataannya memang Tuhan baik, selama-lamanya!

Sunday, April 5, 2026

Minggu Pagi 2000 Tahun Lalu


"Pada hari minggu, ketika fajar menyingsing, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain melihat kubur Yesus." Matius 28:1 (VMD) 

Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus pagi-pagi benar (saat masih gelap) pada hari Minggu untuk merempahi jenazah Yesus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kasih terakhir, karena saat Yesus wafat pada Jumat sore, proses pemakaman dilakukan terburu-buru sebelum hari Sabat dimulai. Tujuan utamanya adalah membawa rempah-rempah untuk meminyaki jenazah Yesus, sebuah tradisi budaya dan ungkapan cinta. Berdasarkan catatan Alkitab, rempah-rempah yang digunakan untuk meminyaki atau mengurapi tubuh Yesus adalah minyak narwastu murni yang sangat mahal. Selain itu, saat penguburan, Nikodemus membawa campuran mur dan aloes (lidah buaya) seberat kurang lebih 75 pon untuk membungkus tubuh Yesus bersama kain linen. 

Pagi-pagi buta setelah hari Sabat berlalu. Saat tiba, Maria mendapati batu kubur sudah terguling dan jenazah Yesus tidak ada. Peristiwa ini menjadikannya salah satu saksi pertama kebangkitan Yesus. Dalam narasi Injil, Maria Magdalena (bersama beberapa perempuan lain) menunjukkan kesetiaan luar biasa dengan mengunjungi makam tersebut, meskipun dalam keadaan sedih dan bingung. 

Tertulis di dalam Matius 28:8, "Perempuan-perempuan itu segera meninggalkan kubur itu. Mereka takut, tetapi juga sangat bersukacita. Mereka berlari-lari menceritakannya kepada pengikut-pengikut tentang yang telah terjadi itu." Perasaan campur aduk sedari pagi yang mereka rasakan sangat menolong kita mengerti bagaimana bergejolaknya perasaan dan pikiran mereka yang menjadi saksi nyata keberadaan Yesus yang benar-benar ada dalam semua peristiwa yang diceritakan sekaligus mereka adalah saksi matanya.

Tadi pagi saya bangun jam 04.30 dan masih belum sepenuhnya sadar meskipun segelas kopi hitam sudah menemani. Beberapa teguk membantu sedikit untuk membuka mata dan mulai mempersiapkan diri berangkat. Tapi Maria Magdalena dan Maria yang lain waktu itu sudah beranjak pergi hendak menunjukkan cinta dan penghormatannya pada Yesus. Selayaknya saya perlu membawa diri saya lebih dulu padaNya, jika besok pagi saya masih bangun kembali. 

Selamat Paskah, Dia Hidup!
(saya juga!)

Friday, April 3, 2026

Alamanda Kuning Yang Berguguran


"Kematian Kristus adalah kejadian yang terpenting dalam sejarah manusia." - Martin Luther

Pagi ini tidak seperti Jumat biasanya, jalanan yang saya lalui menuju ketempat kerja tampak lengang, sepi dan sangat berbeda. Oh iya, selain karena tanggal merah tentu saja karena  ada sejarah besar yang diperingati dihari ini. Ada sejarah besar yang tercatat dan menjadi tonggak sejarah juga dasar iman. Bisa jadi mulai hari ini banyak yang memanfaatkan untuk istirahat dan berlibur. Namun bagi para pengikut Kristus, momen hari Jumat yang syahdu dan penuh makna ini tidak akan begitu saja dilewatkan.

Langkah kaki saya hampir sampai, namun tertahan kemudian berhenti sejenak karena tatapan mata saya tertuju pada bunga berwana kuning yang jatuh dan menyebar diatas pagar tembok didepan sebuah gedung. Saya mencari namanya dan menemukan ternyata bernama bunga Terompet Kuning atau dikenal juga sebagai Bunga Alamanda. Yang saya nikmati dan abadikan adalah bunga-bunga gugur ini bagaimana mereka memahami dan menerima seandainya mereka mampu merasa dan berbicara kemudian menyiapkan diri untuk jatuh, dan kemudian kering lalu membusuk dan hilang. Bahkan sebegitu banyak bersamaan mereka mekar dan mewarnai dunia, mengkin tidak berkesempatan menyatakan keberadaannya. Ah, terlalu aneh pikiran saya ini. Saya tahu, bunga-bunga yang berguguran akan digantikan bunga baru, mekar dan memamerkan keindahannya. Mungkin, bisa jadi pengingat buat saya pagi ini. Waktu kita mekar, mungkin mewangi dan memberikan warna, membagikan keindahan tidak lama, terbatas. Makan menyiapkan diri jika nanti waktunya berguguran, jatuh mengering dan hilang adalah tindakan terbaik.

Menghayati kematian Kristus hari ini, mengingatkan saya sejauh mana saya sudah juga "mematikan" kehidupan lama dan menguburkannya bersama Kristus. Namun jika saya memang harus mati secara badani di dunia ini (entah kapan), saya mengerti bahwa "jatah" waktu saya untuk mekar, mewangi dan mencerahkan hari dengan warna saya sudah selesai. 

Langkah saya ringan menuju gedung selanjutnya. Pagi cerah, langit biru dan sapaan kucing warna oranye didepan pintu gerbang itu membawa saya pada perasaan yang memuaskan. Jika Kristus tidak mati, bagaimana saya akan hidup? Jika bunga tidak gugur bagiamana keindahan akan berlanjut. Jika begitu maka selayaknyalah saya bersyukur.

Sunday, February 15, 2026

Sekotak Kastangel Dari Tangan Kecil


Worship time bersama dengan kelas lain sudah dimulai diruangan kelas elementary dan anak ini bersama nannynya datang kemudian nannyanya bilang, "teacher Amos, A mau kasih sesuatu! " Ooh wow, saya menurunkan posisi badan dan menatap matanya, dengan sedikit senyum dan terlihat bangga sekaligus puas dia mengulurkan tangan kecilnya yang memegang paper bag berisi sekotak kue kastangel. 

Selesai kids service saat mamanya menjemput saya ucapkan terima kasih dan mamanya bercerita kalau kemarin A udah tahu kalau hari ini mau ke gereja jadi dia bilang, "mom, I want to give teacher Amos a gift." Jadilah mamanya bingung mau kasih apa. Untunglah ada kue kastangel yang bisa dibawa hari ini. 

Saya berpikir apa karena dalam rangka momen Valentine's Day atau mau menyambut Imlek, tapi ternyata bukan. Anak ini hanya ingin berbagi saja, mungkin ingin menunjukkan rasa suka atau sayangnya pada saya sebagai guru sekolah minggu di gereja. Justru disinilah saya belajar bahwa anak-anak punya ketulusan dan cara sendiri untuk menghargai seseorang. Dalam kutipannya Mencius mengatakan, "Dia yang mencintai orang lain selalu dicintai oleh mereka. Dia yang menghormati orang lain selalu dihormati oleh mereka." Saya pikir kecintaan saya pada anak-anak yang saya ajar mulai terlihat berbuah manis. Tidak bermaksud menyombongkan diri, hanya melihat bagaimana beberapa orang tua dan juga nanny bercerita anak-anak menyukai sekolah minggu dan menyebut nama saya saat mereka tahu akan pergi kemana di hari Minggu, itu adalah sebuah anugerah tersendiri buat saya bisa menjadi bagian perjalanan iman anak-anak ini mengenal Tuhan dan Juruselamatnya. 

Salah satu tema cerita Alkitab di bulan ini adalah Yesus mengasihi anak-anak yang datang padaNya. Dan ini selalu meyakinkan saya pribadi, bahwa anak-anak ini punya hak yang sama dengan mereka yang sudah dewasa atau merasa "besar" pun "beriman". Kalau A datang kepada saya dengan berani, tulus dalam pemberian dan bahagia, itu juga yang jadi tantangan iman saya setiap hari untuk datang pada Yesus dengan tulus, memberi dengan tulus dan tentu saja memilih berbahagia berjalan bersamaNya. 

Selamat hari Minggu 🍞


"Tetapi Yesus berkata, "Biarkan anak-anak kecil itu datang kepada-Ku. Jangan melarang mereka. Karena orang yang seperti anak-anak itulah yang memiliki Kerajaan Surga. "
Dan sebelum pergi, Ia meletakkan tangan ke atas kepala anak-anak itu serta memberkati mereka." Matius 19:14-15 (FAYH)

Thursday, January 1, 2026

Petai 2026


Foto samping petai pagi ini sambi nganter Mami Lia belanja buat masak dirumah. Eh tapi kok kelihatan nggak ada dagunya ya? Eh, iya memang nggak bisa nambah tinggi malah nambah berat badan lho ini, katanya biar kelihatan bahagia dan hidupnya sukses kalau menggemuk 😀.

Tahun ini kalau kamu punya resolusi mau menurunkan berat badan dan makin sehat saya akan temenin ya. Meskipun kata Kahlil Gibran, "Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti."   Nggak papa kalau belum terbukti, yang penting yakin dulu. Karena yakin adalah kondisi percaya atau merasa sangat pasti (tentu, tidak salah lagi) akan sesuatu, di mana pengetahuan dan pemahaman sudah begitu kuat sehingga keraguan hilang dan hati menjadi tenang.

Nah, iseng saya nanya sama AI apakah petai bisa membantu menurunkan berat badan? Ternyata jawabannya petai bisa membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori tapi kaya serat, membuat kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan berlebih, serta mengandung karbohidrat kompleks untuk energi stabil, menjadikannya camilan sehat untuk menjaga berat badan ideal. Mantap juga ya?

Baiklah, demikian catatan hari ke 2 tahun 2026. Salam petai, biar mambu tapi love you 🫛

Tuesday, December 30, 2025

Jengkol 2025


Tidak perlu Jengkol kalau hidup di tahun 2025 masih kurang. Kurang ganteng bisa ke salon ataw operasi plastik, kurang kaya nggak usah cari pesugihan, bekerja keras dan bersyukur dengan hasilnya, kita bisa merasa kaya, kurang tinggi kayak saya jangan kuatir, obat peninggi badan nggak akan bikin tinggi semangat dan kualitas, nyatanya saya laku kok! 

Tidak usah Jengkol kalau hidup di tahun 2025 masih menyedihkan. Toh yang paling sedih adalah mereka yang membandingkan dirinya, hidupnya dan postingan medsosnya dengan mereka yang memang bisa dan punya, jadi nggak perlu Jengkol bin syedih zheyenk!

Tidak usah Jengkol, saya memang nggak suka makan Jengkol. Dimasak dalam bentuk apapun,  maapkeun saya tetap nggak suka, makanya saya nggak mau terjengkol. Jadi, terus saja berjalan sejengkol demi sejengkol, dan sudah dilihat juga dirasakan tahun 2025 berlalu dengan banyak kebaikan (ya pasti Ada catatan kejengkolannya juga sih!)

Sudah ya, kebanyakan nulisnya nggak banyak yang mbaca juga kan? Selamat melewati 2025 dan menyambut 2026 ya gaes, dimanapun anda berada, Gusti mberkahi 🙏

#catatanakhirtahun2025
#selamattinggal2025
#selamatdatang2026
#jengkol #jengkel #plesetan

Sunday, December 14, 2025

Handuk Pink


Di acara kemarin Christmas potluck party volunteers and family kids church saat acara tukar kado, saya dapat hadiah sebuah handuk pink bergambar minnie mouse. Padahal sebelumnya saya sudah memegang hadiah headphone lumayan, ah..ternyata masih digeeser sekali lagi dan jadilah handuk yang beruntung sekali saya mendapatkannya. Sempat berpikir nggak mungkin anak wedok mau pakai, secara sudah besar, kepikiran ada dua ponakan cewek pasti salah satu mau dikasih hadiahnya. Eh, sebelum pulang si anak malah bilang mau, karena dia membutuhkan sering keringatan pas sekolah dan bisa buat acara-acara kalau pas basah-basahan. 

Selanjutnya saya masih memikirkan mungkin memang ada maksud Tuhan kasih saya handuk dan linknlagi warnanya bkan, nah akhirnya saya bertanyalah kepadan mbah Gugel, dia memberikan jawaban tentang filosofi handuk yaitu antara lain mencakup ajaran kerendahan hati (setiap bagiannya bisa digunakan untuk hal berbeda, bahkan yang "kotor"), persiapan dan kenyamanan (hadiah handuk melambangkan kepedulian akan kesejahteraan), kebersamaan (handuk couple melambangkan hubungan saling melengkapi), hingga makna simbolis dalam budaya seperti "melempar handuk" yang berarti menyerah, dan di Jepang handuk putih bisa bermakna duka, sedangkan dalam Feng Shui, handuk bisa jadi penanda energi hubungan. 

Wow, bagus juga ternyata ya. Tadinya saya malah sempat berpikir kalau Tuhan memang senang bercanda dengan kasih saya hadiah ini buat mengingatkan kalau saya harus lebih sering mandi mungkin, kan saya memang senang mandi sebenarnya. Atau mengingatkan denga warna pink yang umumnya melambangkan cinta, kasih sayang, kelembutan, romansa, dan sering dikaitkan dengan kebahagiaan, harapan, kepolosan, dan keramahan, menciptakan suasana santai dan ceria harus terus saya pegang dan lakukan. 

Senang bisa menjadi bagian perayaan dan memberkati juga tahun ini. 

"Don't Panic, and always know where your towel is." Douglas Adams

Thursday, November 13, 2025

Kisah (ternyata nggak...)Horor 13-11-2025


Kisah horor hari ini, malam Jumat tagggal 13 November 2025. Sebagai pengingat jadi saya tulis disini. Dimulai dari rasa kantuk di kereta MRT, sewaktu turun lewat tangga di stasiun MRT Fatmawati saya menggeser HP ke kantong celana delan sebelah kanan. Biasanya saya kakak jaket dan HP masuk ke dalam kantong jaket. Tau kali ini ngga tahu kenapa kok saya males aja. Setelah tap kartunya keluar dan menuju ke parkiran, perasaan saya sudah saya masukkan kembali kedalam kantong alias saku celana sebelah kanan. Lalu saya kembali masukkan HP juga kesana. 

Sesampai di parkiran, saya duduk di bangku panjang disana. Ada seorang bapak dengan rokok, baju semua hitam dan rambut panjang diikat. Sambil komat-kamit dia menatap layar HPnya, mengejutkan dengan memegang IP13 boba 3, jadi kayaknya bukan dukun deh. Balak-bapak biasa ini mah, hehehehe. Saya kemudian menghubungi anak wedok, kasih tahu kalau sudah sampai supaya dia bisa secepatnya menyusul untuk pulang bersama. 10 menit kemudian dia datang dan kita jaka berdua menuju kendaraan. Sampai di kendaraan saya rogoh saku celana dan saya tidak menemukan kartu flazz saya. Bongkar tas juga nggak ketemu, saya akhirnya berjalan bolak-balik sampai 3 kaki tapi tetap saja tidak ketemu. Jalan satu-satunya supaya bisa keluar dengan aman saya menghubungi petugas parkirnya. Dengan sangat baik mereka membantu, iya pastinya saya kena denda, 40ribu sih. Nggak papa juga yang penting saya bisa bawa pulang kendaraan dengan aman, setelah cross cek STNK, KTP, tanda tangan surat pernyataan dan transfer denda, aman kita bisa keluar parkiran dan pulang. 

Eh, ternyata nggak horor sih, cuma teledor! Alias ceroboh sebenarnya, memang bukan yang pertama kartubsaya jatuh. Tapi kali ini cukup bikin cerita yang beda. Dan satu hal lagi, kartu flazz ini adalah hadiah khusus event tahun lalu yang n ggak semua orang dapat tentunya. Ya sudah, belajar untuk merelakan dan melepaskan supaya kehilangan ini justru jadi jalan berkat. Berkat buat yang menemukan kartun dan menggunakannya. Eniwei, isinya masih 100ribuan lho, lumayan kan? 

Jadi pelajaran yang baik hari ini supaya tidak teledor, ceroboh dan selalu bisa antisipasi. Gitu aja! 

Sunday, November 9, 2025

Daun Minggu Siang


"Saya telah melihat jutaan keajaiban. Mereka ada di sekitar. Setiap daun hijau adalah keajaiban." - Jimmy Dean

Sambil menunggu dijemput siang tadi, didekat trotoar tumbuh pohon semak diantara rerumputan yang saya nggak tahu apa namanya. Ada seperti bunga dibawah setiap daun yang mekar. Panas terik menyengat dan semoat-sempatnya saya mengambil foto. Mungkin sekarang diusia ini lebih menikmati hak-hal kecil dan sederhana seperti memperhatikan tanaman. Tapi apa keajaibannya? 

Saya minta bantuan mbah gugel nyariin jawabannya, selembar daun adalah keajaiban karena melakukan fotosintesis untuk mengubah energi matahari menjadi makanan bagi tumbuhan, memiliki simbolisme mendalam dalam sastra sebagai lambang kerentanan dan siklus kehidupan, serta bisa menjadi sumber penyelamat dalam cerita seperti kisah daun besar yang membusuk untuk memberi kehidupan daun-daun lain. Keajaiban ini terletak pada fungsi vitalnya, makna simbolisnya, dan potensinya sebagai sumber kehidupan.

Ternyata wow banget, dan membuat saya semakin kagum. Ada lumayan banyak tanaman di depan rumah. Berbagai bentuk daun dan jenisnya. Eh, makan daun sayuran mungkin juga salah satu keajaiban kali ya. Minggu saya nikmati dengan hijau dan indah 💚

Saturday, November 8, 2025

Aku, Kamu dan Soto


"Wah, bakalan candle light dinner dimana nih malam ini? " "Lho kok bertiga sama anaknya? Nggak berdua aja malam ini? " Iya, begitulah beberapa pertanyaan yang muncul setelah saya mendapatkan  ucapan "happy anniversary". Tidak semua, tidak banyak memang yang memberikan ucapan selamat, tapi justru mungkin disitu seninya ya, nggak usah membalas banyak ucapan dan sebagainya. 

Sebenarnya, siang tadi sudah kami rayakan sederhana dirumah dengan makan indomie kari ayam dengan telur. Karena memang jarang-jarang kita makan mie instan rebus berkuah nikmat ini. Katanya kan memang ada filosofi dengan makan mie di hari istimewa. Dari berbagai sumber menyebutkan kalau filosofi mie untuk ulang tahun pernikahan adalah simbol panjang umur dan kebahagiaan yang tidak terputus. Bentuknya yang panjang melambangkan usia yang panjang, sedangkan keharusan untuk tidak memotong mie saat dimakan melambangkan rezeki dan keberuntungan yang juga tidak boleh putus. Setelah disantap habis siang tadi tentu saja malam ini jelas lapar ya kan? 

Nah, kami akhirnya memutuskan untuk makan bersama, sebenarnya nggak berdua, cuma menyempatkan berfoto berdua dengan mangkok sotonya. Kali ini yang menjadi pilihan adalah soto kudus, jarang sekali ini di pilih karena soto boyolali biasanya yang jadi langganan. Lagi-lagi saya senang menyambungkan antara makanan dan kehidupan, karena saya menemukan bahwa soto pun memberikan pelajaran.Filosofi soto dalam kehidupan antara lain adalah kehangatan dan kebersamaan karena disajikan panas seperti hangatnya cinta, kesabaran dalam proses pembuatannya yang mirip proses hidup dalam menghadapi berbagai hal, dan penerimaan terhadap perbedaan melalui keberagaman isian yang bersatu dalam satu mangkuk. Penting lho penerimaan antara kita dan pasangan, yang kan?. Nah selain itu soto juga bisa mengajarkan tentang keteguhan hati dari setiap daging yang di pilih disajikan bersama dan juga bagaimana kita bersama menghadapi tantangan hidup seperti yang diwakilkan dari rasa asam jeruk dan pedas sambal. 

Selain perut kenyang, bikin kita tenang tentu saja membuat hari ini menjadi senang. Kebahagiaan perayaan sederhana malam ini terwakili dari kehangatan seporsi soto kudus. Tujuhbelas tahun sudah hari ini bersama dalam kehidupan pernikahan. Semua baik, Tuhan baik! 

08/11/2008 - 08/11/2025
Salam soto 💜

Saturday, November 1, 2025

Onde-onde Satu November


"Kita boleh saja kecewa dengan apa yang telah terjadi, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik."

Jadi malam ini saya makan onde-onde yang sekilas tampaknya sangat menggoda, bulat merata dan wijen yang menyelimutinya sangat terlihat cerah dan sepertinya akan sangat gurih lembut manis. Bayangan saya adalah kacang ijo lembut isian didalamnya. Namun yang terjadi adalah, ternyata tidak demikian. Rasanya memang renyah, tapi gigitan pertama terasa bolong... Oh, iya bolong, isinya nggak penuh dan bukan kacang ijo. Saya menduganya sepertinya antara kacang merah atau coklat bercampur dengan ketan hitam atau apalah saya sampai terkesima dan lupa mencari tahu apa isi sebenarnya. 

Tapi begitulah kehidupan, kadang kenyataan dan harapan memang tidak sesuai ekspedisi eh, maaf... ekspektasi ya. Harapannya kacang ijo isinya malah kacang merah. Kenapa bisa terjadi dan apakah harus kecewa? Mungkin iya, tapi seharusnya tidak berlama-lama. Jangan pernah kita jatuh dan kecewa pada Tuhan, Ibrani 13:8 menyatakan bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, maupun sampai selama-lamanya, yang menekankan sifat-Nya yang tidak berubah. Ayat ini menegaskan bahwa kasih, kuasa, dan janji-Nya tidak akan pernah berubah, memberikan kepastian di tengah dunia yang terus berubah. Solusi terbaik saat harapan tidak sesuai kenyataan adalah tetap berpegang teguh pada Tuhan, yang akan memberikan kekuatan dan keteguhan batin. 

Onde-onde hanyalah alat untuk menyadarkan saya pada sisi hidup yang tidak selalu mulus halus rata dan cepat. Mengawali bulan November dengan selalu mengingat bahwa ada harapan yang pasti, bukan sekedar onde-onde, eh...andai-andai! 

Welcome November 🥯

Thursday, October 30, 2025

31 Oktober 2025


"Kita melupakan hal-hal kecil, jadi tidak heran sebagian dari kita mengacaukan hal-hal besar." - Neil Cavuto

Sudah jam 9 lebih saya mulai merapikan pagar teh-tehan depan rumah. Ternyata si kencana pink yang tumbuh nempel tembok tetangga masih berbunga, sepertinya kemarin saya terlewat karena ada bekas bunga layu di samping yang mekar. Posisinya susah dipindahkan, daripada nanti mati ya sudah nggak papa biar dia hidup disini saja. Kadang dalam keadaan tidak nyaman tetap bertahan itu kekuatan. 

Saya menyadari hampir setiap hari malahan banyak melewatkan hal-hal kecil yang sebenarnya berdampak dalam hidup. Nafas, air yang mengalir, angin yang menggoyang dedaunan, suara burung kutilang pagi hari yang di depan rumah, anak kucing mengeong malam-malam mencari induknya. Ciuman istri, pelukan hangat anak, senyuman ramah rekan kerja, secangkir kopi dari office girl, atau pembicaraan sederhana dengan office boy. Atau apa lagi anda mungkin bisa membantu saya menuliskan lebih banyak lagi. 

Oktober berakhir dengan indah, mari menyambut November dengan sukacita. 


Tuesday, October 21, 2025

Monyet Tidur


Mengapa monyet tidur siang?

Salah satu jawabannya adalah menghemat energi: Tidur siang membantu monyet menyimpan energi, terutama di siang hari yang panas. Ini penting untuk menjaga stamina agar tetap aktif mencari makan dan berinteraksi sosial di sisa hari.

Monyet ini barusan saya lihat di depan warung langganan depan kompleks perumahan sewaktu membeli telur. Dia diselamatakan setelah hampir ditembak seseorang. Sekarang dipelihara oleh pemilik warung. Semoga dia baik-baik saja dan tetap bahagia. 

Eh, tahu nggak buah kesukaan monyet? Yes... Pinter banget kamu 🍌

Sunday, October 19, 2025

Kipas Angin Baru


"Kipas angin itu sederhana, tapi konsisten. Seperti kebahagiaan kecil yang sering kita lupakan." 

Jadi hampir dua minggu kipas angin dirumah tiba-tiba berbau menyengat seperti terbakar dan matilah dia. Mungkin juga sudah kecapekan karena berputar hampir tanpa berhenti lebih dari tiga tahun lamanya sejak dibeli. Jadilah tanpa angin berputar diruangan depan. Nah, sebenarnya memang kita masih punya cadangan seperti kipas angin kotak dengan isian air supaya lebih dingin, sempat dipakai dan sewaktu mode cool alias dingin malahan bocor airnya. Terus  karena bentuknya yang kotak pendek jadi anginnya nggak bisa keatas dan kurang terasa. 

Siang ini, seperti biasa Oma minta diantar beli lauk makan. Jadilah mengambil keputusan untuk sekalian beli kipas angin meskipun kenyataannya sisa uang tinggal nggak seberapa. Mampir ke toko si Uda langganan, orang Padang ini nggak jualan masakan padang tapi barang elektronik, sudah sejak kita pindah rumah selalu langganan beli ditokonya. Tanya-tanya barangnya mana yang bagus tapi nggak mahal, jadilah ditawarkan produk asli Indonesia dengan merek Pisces. Garansi ganti baru satu tahun kalau sampai rusak. Nah ternyata, produk ini waktu saya cek di websitenya sudah ada sejak tahun 2008 dan sudah bersertifikat SNI. 

Terus terang saja, dengan kondisi Indonesia yang sedang menaikkan derajat kehidupan, eh derajat panas udara yang luar biasa ini, punya kipas angin sangat membantu dan juga menolong meredam emosi akibat panas cuaca dan kelembaban yang menyesakkan dada. Sebuah kutipan mengatakan seperti ini, "Kadang kita tidak perlu harus bergerak jauh untuk memberi sebuah arti. Cukup selalu bergerak meski hanya di satu tempat, tapi selalu memberi manfaat. Kipas angin mengajarkan kita tentang konsistensi dan memberi manfaat tanpa pamrih." Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga ya, tapi memang kasihan juga sih si kipas angin ini, sudah nengok kanan kiri terus tapi nggak nyeberang-nyeberang, hahahahaha! 

Selamat menikmati angin dari kipas, 
tetap bersyukur dan waras 
di Indonesia yang lagi panas 🔥

Tuesday, October 7, 2025

Kemuning Hari Ini


Siang ini panas sekali, padahal kemarin mendengar kabar daerah di dekat rumah hujan badai banyak pohon besar roboh. Setelah selesai menjemur cucian yang sudah kesiangan karena tadi pagi harus ambil obat jantung buat bulan ini dan juga mengantar Oma beli lauk makan akhirnya bisa sedikit menikmati grounding dindepan rumah. Dari semalam sudah terlihat bunga kemuning banyak bermekaran dan sangat harum semerbak baunya. 

Bunga kemuning mekar sebagai bagian dari siklus hidup alami tanaman, tetapi dalam kepercayaan masyarakat, bunga yang mekar ini juga dikaitkan dengan makna simbolis seperti kesucian hati, keberuntungan, kemakmuran, dan simbol kebaikan serta kesucian. Bunga kemuning sering digunakan dalam ritual tradisional, hajatan, dan acara pernikahan, serta sebagai hiasan untuk menarik energi positif dan memberikan perlindungan. 

Kalau kalian punya bunga apa yang mekar di halaman rumah?

Sunday, August 31, 2025

Halo September


Menyambut pagi awal bulan September, melihat bibit binahongvmerah muka bermunculan daunnya dengan cantik. Seperti harapan baru yang juga bermunculan dan memberikan kekuatan untuk menghadapi kehidupan yang penuh perjuangan. Saya beli bibit binahongnya dari toko oren dengan harga cukup murah dan selama seminggu kemarin saya pindahkan kedalam pot yang ada. Ternyata tumbuh juga 🌱. 

Daun binahong merah (juga dikenal sebagai Anredera cordifolia) memiliki beragam khasiat seperti mempercepat penyembuhan luka, mengatasi peradangan, membantu mengontrol diabetes dan kolesterol, meningkatkan kesehatan ginjal dan mata, serta merawat kulit dan menjaga kesehatan jantung, berkat kandungan antioksidan dan senyawa aktifnya. 

Semoga bertumbuh subur dan jadi sumber herbal baru di rumah.

Monday, August 18, 2025

3 Tahun


Kenangan 18 Agustus 2022, difoto pagi jam 7.13 beberapa jam sebelumnya baru sadar setelah efek anestesi hilang. 

Hari ini sudah tahun ke-3 dan penyertaanNya tetap tak berubah. Terima kasih orang-orang baik yang mendukung semuanya. 

Friday, August 1, 2025

Layangan Putus


Tadi pagi, sembari menunggu cucian selesai di mesin cuci dan siap dijemur, saya menyiram tanaman di depan rumah. Eh, nggak tahu ada angin tiba-tiba ada layangan turun dari kanopi. Oh, ternyata layangan sudah putus, jatuh aja diatas pohon Dewandaru. Wah, pertanda apa ini pas tanggal 1 Agustus, bulan baru ada layangan putus jatuh di depan rumah? 

Ternyata, kalau di serial web ada juga judulnya layangan putus. Nah, kisahnya kurang lebih tentang proses menerima kenyataan bahwa ada hal-hal dalam hidup yang berada di luar kendali kita, dan belajar untuk melepaskannya dengan lapang dada. Mungkin itu sisi yang punya layangan  ya, kalau yang nemu layangan putus kayak saya gimana ya? Yang jelas sih saya taruh aja di depan pinggir jalan dekat tempat sampah, siapa tahu ada anak-anak yang ambil dan mau mainin lagi, kan saya juga udah nggak mau main layangan lagi kok, beneran! 

Gitu aja sih cerita awal bulan ini, semoga semua yang tidak baik, hal-hal yang diluar kendali kita, semuanya kita lepaskan dengan tenang. Merdeka! 

Thursday, July 17, 2025

Pisang Di Taman


Foto dekat buah pisang
Biar gendud tetap disayang 🍌

Pagi ini habis mengeluarkan yang perlu dikeluarkan, memnyempatkan diri untuk jalan santai di taman depan rumah sakit. Selain cari udara segar tentu saja mengisi jiwa tetap dengan alam, eh kok pas bangetn ada pohon pisang sedang berbuah. 

Pohon pisang umumnya mulai berbuah setelah berusia sekitar 9 hingga 12 bulan setelah ditanam. Butuhkan waktu sekitar 80-120 hari sejak keluarnya jantung pisang untuk matang dan siap dipanen.

Setiap batang pohon pisang hanya akan menghasilkan satu kali panen buah sebelum akhirnya mati dan digantikan oleh tunas baru. 

Inspirasi pagi yang menarik buat saya, meskipun sekali hidup jika dengan baik dan benar menjalaninya, menghasilkan buah dan bisa menjadi berkat kebahagiaan buat orang lain kenapa tidak. Pisang tidak harus menjadi apel atau anggur yang mahal. Menjadi pisang yang terbaik, itu saja!


Tentang Kuatir


Dari lantai 7 ruang rawat inap, di seberang gedung terdapat sebuah sungai yang sedang dilakukan penanganan penumpukan sedimen oleh tiga eskavator. Alat berat ini bekerja menyusuri sungai dan mengeruk lumpur yang menebal didasar sungai. Nah, penumpukan sedimen sungai adalah pengendapan material seperti lumpur, pasir, dan partikel tanah di dasar atau tepi sungai. Hal ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai, penyempitan lebar sungai, dan mengurangi kapasitas tampung sungai. Akibatnya, sungai menjadi lebih rentan terhadap banjir dan aliran air menjadi tidak lancar. 

Sambil menyeruput kopi liong digelas plastik yang saya beli tadi pagi, halaman bacaan saya menunjukkan tentang menghadapi kekhawatiran, siapa yang tidak pernah merasa khawatir dalam hidup? Sepertinya semuanya pasti pernah, kalau masih normal dan hidup sih, hehehehe. Khawatir dan cemas memang perasaan yang normal, namun jika berlebihan akan mengakibatkan mental jadi terganggu. Bahasa kerennya sekarang mental disorder bahkan sampai jadi anxiety. Tentu saja penyebabnya memang banyak,  dari stress jangka panjang, faktor genetik, peristiwa traumatis, gaya hidup dan juga lingkungan berpengaruh. 

Sudah empat hari tiga malam sejak hari Senin siang berada di Rumah Sakit menunggu istri yang sedang di rawat. Bohong kalau saya tidak khawatir atau cemas, entah dari sisi yang mana pasti ada rasa itu. Secara biaya sangat bersyukur karena sudah dicover oleh asuransi, kalau yang lain-lain, hmmm...begitulah, kadang memang tidak mudah dituliskan. "Hidup dengan kekhawatiran berarti hidup melawan kenyataan." Begitu yang ditulis E. Stanley Jones, karena memang pada kenyataannya tidak semua hal perlu dikhawatirkan. Eleanor Roosevelt mengatakan, "Jika hidup dapat diprediksi, maka hidup akan berhenti menjadi hidup dan tidak memiliki rasa." Benar juga kan ya, hidup tidak akan penuh rasa jika berjalan begitu saja, biasa saja dan tanpa naik turun tantangannya. 

Salah satu bagian kotbah di atas bukit yang diperkatakan oleh Tuhan Yesus adalah tentang hal kekuatiran. Di bagian akhir dari Matius 6:34 (TB)  menyatakan, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Tentu saja kebenaran ini yang seharusnya memang saya hidupi dan pegang. Perjalanan iman memang selalu menyegarkan jiwa. Tidak perlu menumpuk kekuatiran menjadi sedimen yang menyebabkan banjir dijiwa dan pikiran kita. Firman-Nya siap mengeruk dan melancarkannya!