Wednesday, January 1, 2020
H+1
Monday, January 29, 2018
Ngopi Pagi
*Ayah :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.
*Anak :* Baik, ayah
Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.
*Ayah :* Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?
*Anak :* rasanya sangat pahit sekali ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* sangat manis sekali, ayah.
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah.
*Ayah :* Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?
Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab.
*Anak :* Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah
*Ayah :* Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.
Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya
*Ayah :* Bagaimana rasanya?
*Anak :* rasanya nikmat, ayah.
*Ayah :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.
*Anak :* Terima kasih atas ilustrasinya, ayah
*Selamat ngopi dgn penuh kenikmatan hari ini...☕*
LUAR BIASA!!!! 👍
sumber: Whatsapp broadcast
Thursday, March 17, 2016
Cerita Kopi Lagi
@TwitFAKTA: Kafein dalam kopi dapat meredakan rasa nyeri dan 40 persen lebih efektif dalam mengobati sakit kepala.
Sepertinya twit diatas cocok sekali dengan apa yang biasanya istri saya alami kalau hari sudah menjelang sore, kerjaan menumpuk plus ngurusin rewelnya orang-orang di kantornya...dan kopi adalah teman sekaligus obat yang manjur dengan situasi itu. Entah mungkin karena tersugesti juga atau memang sedemikian kuat efek nikmat dari kopi yang jelas benar-benar membantu mengurangi beban dikepala bukan beban di dompetnya, hahahahaha!
Terimakasih Tuhan sudah menciptakan kopi dan menumbuhkannya plus memberikan kreativitas pada mereka yang menemukan, mengolah dan meraciknya dengan luar biasa hingga menciptakan minuman yang nikmat dan sehat (sehat menurut twit diatas lho...nyatanya bisa mengobati sakit kepala). Bila tidak ada penemuan kopi menjadi minuman dan semakin majunya jaman membuatnya dapat diracik sedemikian rupa sangatlah luar biasa bukan hasil ciptaan dan Sang Penciptanya?
Terimakasih Tuhan, buat saya nikmat kopi segelas tiga ribu yang saya nikmati di warkop pinggir jalan itu nggak kalah dengan kopi kafe puluhan ribu. Nikmat bukan karena sekedar tempat, harga, dan tampilan kopinya, tapi nikmatnya adalah ketika segelas kopi bertemu dengan pengalaman dan pembelajaran dari mereka yang "menikmati" hidup dengan cara mereka masing-masing.
Yuuuk...sruppuuut lagi!