Showing posts with label nikmat. Show all posts
Showing posts with label nikmat. Show all posts

Wednesday, January 1, 2020

H+1


"Hidup penuh keindahan. Perhatikan itu. Rasakan hujan dan hiruplah udara. Hidupkan kehidupan dengan segala potensimu, dan berjuanglah untuk mimpi-mimpimu." Ashley Smith

Sejak malam sebelum pergantian tahun hujan deras nggak berhenti, bahkan sampai siang bangun tidur masih saja gerimis tidak juga reda. Akhirnya dengan memakai jas hujan saya naik motor ke warung depan konpleks membeli mie instan, kopi dan camilan. Sebenarnya sejak bangun sudah ngopi tapi tampaknya memang nggak nampol, jadi setelah sampai rumah saya bikin kopi lagi saja, sembari memantau berita di tivi daerah Jakarta dan sekitarnya sudah mulai terendam banjir. 

Setelah minum kopi, saya melakukan pelepasan dan habis itu lapar mulai melanda. Jadilah akhirnya saya memasak mie instan, rasa sotomie dengan tambahan tahu, telor dan juga irisan daun bawang. Ini menu makan pertama di tahun baru 2020. Menu sederhana tapi sangat menenangkan dan menyenangkan juga. Cocok dengan suasini (karena disini) bukan disana, kalau disana kan jadinya suasana, hehehehe! Selain itu makanan ini adalah menu andalan dalam banyak situasi, dari situasi yang susah karena kondisi tertentu sampai seperti yang saya alami sekarang di rumah. Tepatnya sih kalau yang saya alami adalah siniasi, karena disini, bukan disitu ... gitu.

Seharian lebih banyak menjadi Kaum Rebahan, selain memang lagi menikmati hari pertama ditahun baru ini, setelah begadang semalam dan tentu saja memang pas sekali untuk bermalas-malasan. Padahal, punya keinginan ditahun baru ini mulai melakukan kegiatan positif seperti olahraga, makan sehat dan lainnya. Tapi apa daya, saya kalau dengan rayuan kasur dan bantal. Jadinya kami semua lebih memilih menikmati hari ini dengan tenang dirumah tanpa perlu melakukan banyak hal lain. Indah bukan? 

Oh, iya...selamat menikmati tahun baru. Apapun keadaannya dirumah, diluar rumah, dikantong, direkening, dikasur, dilantai...dimana saja, kuncinya adalah menikmati. Nikmati saja!

Monday, January 29, 2018

Ngopi Pagi

*Ayah :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

*Anak :* Baik, ayah

Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.

*Ayah :* Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

*Anak :* rasanya sangat pahit sekali ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* sangat manis sekali, ayah.

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah.

*Ayah :* Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab.

*Anak :* Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah

*Ayah :* Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya

*Ayah :* Bagaimana rasanya?

*Anak :* rasanya nikmat, ayah.

*Ayah :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.

*Anak :* Terima kasih atas ilustrasinya, ayah

*Selamat ngopi dgn penuh kenikmatan hari ini...☕*
LUAR BIASA!!!! 👍

sumber: Whatsapp broadcast

Thursday, March 17, 2016

Cerita Kopi Lagi

@TwitFAKTA: Kafein dalam kopi dapat meredakan rasa nyeri dan 40 persen lebih efektif dalam mengobati sakit kepala.

Sepertinya twit diatas cocok sekali dengan apa yang biasanya istri saya alami kalau hari sudah menjelang sore, kerjaan menumpuk plus ngurusin rewelnya orang-orang di kantornya...dan kopi adalah teman sekaligus obat yang manjur dengan situasi itu. Entah mungkin karena tersugesti juga atau memang sedemikian kuat efek nikmat dari kopi yang jelas benar-benar membantu mengurangi beban dikepala bukan beban di dompetnya, hahahahaha!

Terimakasih Tuhan sudah menciptakan kopi dan menumbuhkannya plus memberikan kreativitas pada mereka yang menemukan, mengolah dan meraciknya dengan luar biasa hingga menciptakan minuman yang nikmat dan sehat (sehat menurut twit diatas lho...nyatanya bisa mengobati sakit kepala). Bila tidak ada penemuan kopi menjadi minuman dan semakin majunya jaman membuatnya dapat diracik sedemikian rupa sangatlah luar biasa bukan hasil ciptaan dan Sang Penciptanya?

Terimakasih Tuhan, buat saya nikmat kopi segelas tiga ribu yang saya nikmati di warkop pinggir jalan itu nggak kalah dengan kopi kafe puluhan ribu. Nikmat bukan karena sekedar tempat, harga, dan tampilan kopinya, tapi nikmatnya adalah ketika segelas kopi bertemu dengan pengalaman dan pembelajaran dari mereka yang "menikmati" hidup dengan cara mereka masing-masing.

Yuuuk...sruppuuut lagi!