Showing posts with label kekayaan. Show all posts
Showing posts with label kekayaan. Show all posts

Thursday, January 10, 2019

BERBUAH (LAGI)

"Saya ingin, ibarat pohon, dahan-dahan saya dapat menjadi tempat yang aman untuk burung-burung bersarang dan berbuah banyak manis rasanya tak mengenal musim, sehingga bisa dipetik oleh siapa saja." Anne Avantie

Bulan Januari ini saya menemukan pohon ara di pot saya mulai muncul lagi buahnya setelah sekian bulan tidak berbuah, bahkan daunnya hampir habis karena musim yang tidak menentu juga tidak ada hujan turun. Selain senang tentu saja saya merasakan seperti sebuah tanda yang baru di tahun baru bahwa kebaikan-kebaikan yang baru selalu akan muncul menyertai kehidupan yang akan saya jalani di tahun yang baru ini.

Harapan saya penuh dengan iman untuk mendapatkan janji seperti dalam Ulangan 30:9 (BIMK)  "TUHAN Allahmu akan membuat semua usahamu berhasil; kamu akan mempunyai banyak anak dan banyak ternak; ladang-ladangmu akan memberi hasil yang berlimpah-limpah. TUHAN dengan senang hati menjadikan kamu makmur, seperti Ia juga senang memberi kemakmuran kepada nenek moyangmu."

Wednesday, July 5, 2017

OYBR 5 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 47,48,49
Mazmut 84,85,87

Nats:
Mazmur 49:15 (TB) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Kebahagiaan yang sesungguhnya bukan terletak hanya pada harta

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Kekayaan dan harta benda diakui memang dibutuhkan, tidak salah juga memilikinya dan bahkan dengan kekayaan kita bisa memberikan berbagai kemudahan. Namun bacaan ini memperingatkan bahwa pemilik kekayaan tidak memperoleh jaminan keselamatan dan kebahagiaan yang ssesungguhnya.

Harta kekayaan tidak dapat menjadi bayaran penebusan dosa kita, hanya dengan pengorbanan sejati Yesus di atas kayu salib saja kita teman dibebaskan dari hukuman dosa dan menyelamatkan nyawa kita. Dan itulah kebahagiaan sejati yang sesungguhnya. Bukan kebahagiaan yang didasarkan atas kekayaan dan harta benda.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
-  fokus pada kebahagiaan sejati bukan pada kebahagiaan materi
- mengutamakan Tuhan dalam kepemilikan segala sesuatu sehingga tidak terikat dengan apa yang saya miliki