Showing posts with label keindahan. Show all posts
Showing posts with label keindahan. Show all posts

Saturday, March 26, 2016

Jangan Salahkan Cinta

Mengambil posisi duduk di depan kami, sepasang anak muda ini begitu menikmati trailer yang sedang diputar sambil menunggu film utamanya akan diputar nanti. Tanpa mereka sadari ternyata mereka salah posisi. What? Iya...salah posisi ruangan bioskopnya.

Pasangan muda yang lain sedang sibuk mencari posisi duduknya, bolak-balik memastikan nomer dan letak yang mereka pilih dan akhirnya ditegurlah mereka yang menduduki tempatnya. "Mas, itu tempat duduk  kami deh, coba cek tiketnya?" Lalu si pria mengeluarkan tiketnya dan bilang, "oh iya...salah!" Wanita pasangannya sambil menahan malu menepuk punggung prianya sambil berkata, "gimana sih...." (Menunduk sambil mulai berdiri dan geser ... keluar ruangan)

Jangan salahkan Cinta. Iya...jangan salahkan Cinta, 14 tahun dia menunggu dan akhirnya hanya bisa berkata, "ada air mineral...?" Oh...please, salahkan saja prianya. Kenapa? Karena jelas dia yang memegang tiket, berarti dia yang membeli dan mengajak si wanita nonton (meski nggak tahu juga uangnya dari si wanita, hehehehe). Jadi dia memang tidak mengecek ulang saat masuk ruangan bioskopnya, sudah benar belum nomer ruangannya? Yaah...cinta kadang memang buta katanya, atau mungkin sudah tertutupi rasa hangatnya asmara di sore menjelang malam minggu ini? Ah...entahlah.

Sekali lagi jangan salahkan cinta, meskipun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa kehidupan tidak hanya sekedar memilih film yang kita sukai, membayar tiketnya, masuk keruangan duduk diposisi yang kita bayar sambil menikmati jagung meleduk dan minuman Segar? Lalu film mulai diputar...selesai kemudian pulang. Oh...man, life is not so freakin simple like that but you can enjoy your life in a simple ways.

"Hidup itu terlalu singkat, jadi ciumlah dengan perlahan, tertawalah dengan lepas, mencintai dengan sungguh dan memaafkan dengan segera." Seseorang menulisan demikian untuk mengingatkan betapa kita perlu menikmati kehidupan ini, meskipun membuat kesalahan sekalipun kita masih bisa belajar darinya. Jangan salahkan cinta...karena cinta tidak akan salah jika dia tidak mengalami dehidrasi ringan...tanpa bermaksud menyindir dan membawa nama iklan itu, ah...anda mungkin mengalaminya, betapa cinta begitu kuat efeknya.

Seorang bijak mengatakan, "Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah." Jadi? Nikmatilah...bahwa belajar juga lewat kesalahan, salah masuk, tempat duduk dan kenikmatan bisa mendewasakan dan membuat hidup lebih berarti.

Friday, March 25, 2016

Salut

Saya nggak tahu namanya, jarang-jarang ketemu bule makan di kantin ukm pusat perbelanjaan besar seperti hari ini. Dengan santai dan pede dia berjalan mengitari beberapa tempat penjual makanan dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada pecel ayam, lengkap...plus nambah minta digorengin 4 tempe...saya tahu karena suaranya cukup jelas pagi ini dengan bahasa Indonesia yang lancar dan suasana kantin juga masih belum terlalu ramai.

Lanjut dia memesan rujak dengan sambelnya, minumnya cuma sebotol air mineral dingin. Dan...hebat...makan ayam, tempe dan buah-buahan rujak semuanya dia cocol ke sambal yang menurut saya nggak biasa buat para bule.

Eh, ya sudahlah ya...ngapain saya ribut ngurusin makan seorang bule? Apa jangan-jangan dia lagi ngirit makanya cari tempat makan bukan di food court dan food society plus resto- resto yang lain yang bejibun banyaknya. Yaah...malah nyari-nyari alasan ini namanya saya. Yang jelas...senang lihat orang asking makan makanan asli Indonesia dengan lahap, itu tandanya nikmat. No matter where you eat and how much is the price...yang paling important itu adalah...bagaimana kita menikmatinya! Dengan ucapan syukur atau dengan deg-degan habis itu ngitung-ngitung sisa uang ... Maklum lagi tanggal tua nih! Hahahahaha...anyway, Selamat menikmati keberkahan anda hari ini.

Wednesday, March 9, 2016

Ikan Kecil dan Air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Sumber: Kisah-kisah Inspiratif

Sehabis Hujan Sore Ini

Deres banget hujannya sampai kamar ketahuan kalau ada bocornya. Ya mau gimana kan nggak bisa benerin juga, kayaknya sih hujan plus angin kenceng makanya air juga ikut muter kemana-mana.

Nggak bisa ikutan tidur siang padahal pengen banger, secara cocok banget hawanya. Cuma saya rasanya kok puanas banget. Ya sudah sambil ngadem di depan tivi eh...malah jadi laper. Walhasil tergoda juga untuk masak mie instan, padahal rencannya mulai hari ini makan sehat dimulai. Pagi sarapan kopi hitam dan roti sepotong, siang tumis wortel dan buncis karbonya kentang. Eh...ternyata sorenya nggak kuat...hahahaha!

Nyari daun ginseng dikebun depan buat nambahin mie-nya biar sedep jadi ada ijo-ijonya, motongin sosis punya Abby yang nggak dimakan-makan buat pengganti telor biar jadi tambahan protein dan dengan waktu   5 menit kemudian...tersaji panas-panas, mie instan selera pedas ala saya plus daun ginseng dan sosis.

Selamat menikmati libur hari raya Nyepi dan kenangan Gerhana Matahari Total 2016 yang katanya bakalan ada lagi nanti di tahun 2042. Semua makhluk berbahagia termasuk saya dengan kenikmatan sehabis hujan sore ini....endeeeeessss!

Sunday, August 16, 2015

Kopi Tubruk Sidikalang dan HUT RI Ke-70

Kopi Tubruk Sidikalang dan HUT-RI ke-70

Gubraaaaaakkk...suara sesuati yang jatuh terdengar kencang dibelakang rumah. Saya masih tidur didepan tivi dan Oma kemudian teriak dari kamar, "cepetan dilihat Mos, si Cika (kelinci) takut ketindihan tuh...". Dan ternyata, panggangan yang diletakkan di atas kandang buatan saya jatuh. Walhasil...saya harus bereskan semua dan bikin kandangnya lagi dari awal. (Kandang dari bata ringan yang disusun sederhana dengan genteng diatasnya sih...).

Jadi saya mulai siapkan alat-alatnya. Eh, tunggu...ada yang kurang nih. Ahaaa...kopi! Biar mood dan tenaga lebih mantap. Yup, saya bongkar-bongkar tempat penyimpanan dan menemukan plastik ditali karet dan saya tau dari baunya...hmmm...kopi yang khas, ini kopi yang dibawain temen saya pas pulang ke Medan waktu itu. Sementara kopi Palembang seplastik juga belum dibuka. Lumayan buat stok, hahahahaha. Panas mengepul dan bau yang khas tercipta membuat saya pengen sekali segera menyeruputnya.

Sambil menunggu agak sedikit turun bubuk kopinya, saya mulai membongkar kandang si Cika. Pelan tapi pasti akhirnya selesai dan saya pun pelan tapi pasti seteguk demi seteguk kopi yang digelas saya habis.

Aaah, bertepatan dengan hari ini kan ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke 70, jadi sambil menunggu ikut melihat upacara bendera kenegaraan di tivi saya mandi dulu aja. Semangat perayaan kemerdekaan sangat terasa sekali tahun ini, beda dengan tahun kemarin rasanya. Ada banyak kegiatan dan lomba-lomba di kompleks perumahan, ada banyak liputan dan kegiatan di tivi juga acara-acara yang luar biasa membanggakan dan saya senang melihatnya. Saya belum mengisi kemerdekaan dengan sepenuhnya, setidaknya menikmati kopi tubruk buatan anak bangsa ini adalah kebanggan saya sebagai warga negara. Seruputan terakhir...biar dingin tetep aja nikmat! Dan ... Merdekaaaaa!