Sunday, April 5, 2026
Minggu Pagi 2000 Tahun Lalu
Friday, April 3, 2026
Alamanda Kuning Yang Berguguran
Friday, February 28, 2025
Daun Ara Kuning
Tuesday, December 31, 2024
Mekar Di 2025
Wednesday, December 25, 2024
Ketika Yusuf Menjadi Bapak
Sunday, August 20, 2023
Pertanyaan
Sunday, April 9, 2023
Jangan Takut Percaya Saja
Sunday, December 18, 2022
Batu Dan Pasir
Tuesday, November 1, 2022
FRAGILE
Friday, January 28, 2022
How To Build A Significant Life
Friday, December 24, 2021
Natal 2021
Monday, December 20, 2021
Nama Itu Penting
Thursday, August 5, 2021
Berusaha Sempurna
Friday, March 5, 2021
Kimpul
Friday, January 1, 2021
Hai 2021
Sunday, April 12, 2020
Bangun
Wednesday, January 1, 2020
TABAH SAMPAI AKHIR
Tuesday, December 31, 2019
Pelajaran Dari Simbok Penjual Jagung Di Depan Toko Empal
Memperhatikan dan kemudian saya mencari tahu "kedalaman" sebuah kehidupan yang saya rekam dalam sebuah foto. Filosofi ini memperkaya saya dalam saya berjalan dan menikmati kehidupan itu sendiri :
1. Senik atau Tenggok, anyaman bambu berbentuk bakul atau wadah untuk menyimpan, membawa barang-barang dagangan atau kebutuhan.
Kita harus bisa mempersiapkan wadah untuk berkat-berkat baru ditahun 2020 yang akan kita lalui.
2. Tampah lidi untuk tutup senik atau untuk menampung dagangan lain, lubangnya lebih besar dibandingkan tampah dari bambu, begitu juga fungsi menampi beras tidak berlaku untuk tampah ini.
Persiapan juga cadangan lain, berjaga-jaga dengan wadah baru.
3. Kain lurik gendong, simbol harapan, ungkapan dan pelajaran positif untuk melangkah ke depan.
Kekuatan itu ada dalam tangan Tuhan yang memberikan kepastian dan harapan.
4. Kebaya. Nilai filosofi dari kebaya yaitu kepatuhan, kehalusan dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut.
Kepatuhan/kataatan membawa kehidupan yang penuh kelemahlembutan.
5. Tapih/Jarik/ Kain panjang untuk penutup badan bagian bawah, jarik atau kain yang membebat tubuh. Kain yang membebat tubuh secara langsung akan membuat wanita yang menggunakannnya kesulitan untuk bergerak dengan cepat. Itulah sebab mengapa wanita jawa identik dengan pribadi yang lemah gemulai.
Beranilah membuat batasan, batasan yang baik akan membawa kebaikan untuk taat dan tunduk pada aturan main dariNya.
6. Stagen, Fungsi stagen sebagai ikat pinggang, bentuknya tak ubah seperti kain panjang yang fungsinya untuk ikat pinggang. Tetapi dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhur ditanamkan, yang merupakan simbol agar bersabar/ jadilah manusia yang sabar, kaitannya yang erat dengan peribahasa jawa “Dowo Ususe’ atau panjang usunya yang berarti sabar.
7. Gelung rambut sederhana, gelung atau sanggul dimaknai sebagai kepintaran perempuan dalam menyimpan rahasia, baik rahasia dirinya, maupun rahasia keluarganya. Artinya, bila seorang perempuan memiliki masalah pribadi, maupun masalah tentang keluarganya, biarkan masalah atau rahasia tersebut tetap tersimpan di bagian belakang dirinya (sanggul).
8. Posisi duduk dengan tangan diatas lutut, adalah orang yang berani, percaya diri, dan seorang pemimpin. Seseorang yang tak takut mengambil tanggung jawab tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Juga tak takut pada masalah dan dengan cepat menemukan cara untuk menyelesaikannya.
9. Jagung adalah buah praktis. Cara hidupnya menunjukkan hidup dan berpikir fleksibel. Jagung yang direbus, menandakan bahwa hidup ini membutuhkan proses. Pada saat itu, orang yang merebus jagung akan bangga dan bahagia. Saat jagung itu sudah masak, makan jagung juga penuh keasyikan. Deretan biji jagung tertata rapi. Itulah gambaran orang yang berpikir positif, segalanya akan tertata.
"... kini kamu mempunyai harapan. Kembalilah ke tempat perlindunganmu, Aku akan tetap memberkati kamu. Dengarlah: Dua kali lipat kamu akan Kuberkati karena segala penderitaan yang telah kamu alami." Zakharia 9:12 (BIMK)
*tentang makna dan filosofi arti tulisan dari berbagai sumber di kompilasikan.
Sunday, November 3, 2019
Mendapatkan Ketenangan
Tuesday, December 25, 2018
Taksi Online Hari Natal
Hujan sedari pagi di hari Natal ini tampaknya memang sangat pas dengan suasananya, hari ini kami memang tidak beribadah karena sudah di lakukan perayaannnya di hari Minggu kemarin. Semalam setelah makan malam bersama, nunggu jam 12 malam kita buka kado, dan tentu saja momen ini yang sebenarnya di nantikan oleh Abby, seperti biasanya dia mengharapkan kadonya yang terbanyakdia dapat. Hingga akhirnya kita semua bangun siang, sebenarnya sih saya sudah bangun pagi, antar Oma berangkat dulu baru tidur lagi. Kalau sudah bangun buat saya agak susah tidur lagi, apalagi kopi saya masih belum habis diseruput, jadi sembari menunggu kopi habis, Saya membalas pesan Natal di aplikasi pesan singkat, eh hujan turun nggak berhenti.
Akhirnya setelah jam 12 siang sehabis geletakan di kamar, saya bangun dan mandi. Ternyata si Mami masih menikmati tidurnya di lantai, sementara Abby menikmati film keluarga di tivi sendirian. Sehabis mandi baru saya kasih tahu kalau Oma sudah kirim pesan kalau sudah menunggu di rumah Papa. Jadilah kita semua bersiap-siap dengan semua barang bawaan dan perlengkapan menginap malam ini. Saya mulai mengecek untuk memesan taksi online, cek aplikasi yang satu ternyata harganya masih tinggi jadi saya cek yang satunya lagi, bersyukur cepat dapat pesanannya.
Kurang lebih 10 menitan akhirnya taksinya sampai dan menghubungi lewat pesan singkat, seperti biasa memang di aplikasi agak susah menemukan alamat kita, padahal sudah di taruh point pick upnya tapi mungkin beda di aplikasi driver. Dia menghubungi kasih tahu kalau sudah sampai dan memberibtahu kalau mobilnya Nissan Juke, lhaah memang baru kali ini dapat taksi online keren gini, hebat bener saya pikir, kok mobil sebagus ini buat taksi online. Dan ternyata setelah ngobrol basa-basi saya tahu kalau itu adalah mobil anaknya, mobil yang terdaftar di aplikasi mobil city car kecil gitu. Ya untunglah buat kami sekeluarga ya, pembayaranya lebih murah, naiknya mobil enak.
Sepanjang perjalanan saya dan Pak Dikron sang driver banyak mengobrol, salah satunya adalah tentang arti bahagia. Menurutnya setelah usianya di atas 50tahun sekarang, barulah dia akhirnya menemukan bahwa bahagianya bukan karena memiliki mobil, uang dan sebagainya, bahagia baginya sekarang adalah sehat. Bicara tentang rejeki, berkat atau uang dia bilang, "Saya pernah kerja keras punya uang banyak mas, tapi kalau memang uang itu harus habis atau diminta untuk di gunakan ya sudah gunakan saja. Kalau sudah jadi milik kita dan ngumpul ya pasti jadi milik kita!" Hebat, begitu dalam benak saya, masih dalam pikiran saya dengan momen kebijaksanaan ini saya mendapatkan tambahan lagi, "Yang penting dalam hidup ini harus semangat mas, semangat kerja, jangan malas, itu saja!" Saya makin di yakinkan kalau itu yang juga mesti saya lakukan di waktu-waktu kedepan.
Mobil sudah hampir sampai di tujuan, tapi masih ada satu hal lagi yang dia katakan, "kalau mau mengatasi masalah apapun ya mas, kuncinya cuma satu, harus sabar. Iya sabar itu saja, pasti nanti akan ada jawabannya." Saya kasih kode untuk berbelok dan kemudian mobil berhenti, saya berikan bayaran taksinya dan bilang terimakasih, jawabannya lebih bagus lagi, "Selamat menikmati waktu liburan dengan keluarga mas!" Benar perjalanannya saya bisa membayar, tapi berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya saya tidak bisa membayar. Terimakasih Pak Dikron, saya anggap ini adalah kado Natal saya yang sangat berkesan tahun ini, yang menegaskan pada saya bahwa bahagia adalah memiliki Kesehatan yang maksimal, bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik diwaktu kedepan adalah dengan semangat, kerja keras dan penuh kesabaran. Gusti mberkahi pak!
"Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" Mazmur 31:19