Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Sunday, April 5, 2026

Minggu Pagi 2000 Tahun Lalu


"Pada hari minggu, ketika fajar menyingsing, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain melihat kubur Yesus." Matius 28:1 (VMD) 

Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus pagi-pagi benar (saat masih gelap) pada hari Minggu untuk merempahi jenazah Yesus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kasih terakhir, karena saat Yesus wafat pada Jumat sore, proses pemakaman dilakukan terburu-buru sebelum hari Sabat dimulai. Tujuan utamanya adalah membawa rempah-rempah untuk meminyaki jenazah Yesus, sebuah tradisi budaya dan ungkapan cinta. Berdasarkan catatan Alkitab, rempah-rempah yang digunakan untuk meminyaki atau mengurapi tubuh Yesus adalah minyak narwastu murni yang sangat mahal. Selain itu, saat penguburan, Nikodemus membawa campuran mur dan aloes (lidah buaya) seberat kurang lebih 75 pon untuk membungkus tubuh Yesus bersama kain linen. 

Pagi-pagi buta setelah hari Sabat berlalu. Saat tiba, Maria mendapati batu kubur sudah terguling dan jenazah Yesus tidak ada. Peristiwa ini menjadikannya salah satu saksi pertama kebangkitan Yesus. Dalam narasi Injil, Maria Magdalena (bersama beberapa perempuan lain) menunjukkan kesetiaan luar biasa dengan mengunjungi makam tersebut, meskipun dalam keadaan sedih dan bingung. 

Tertulis di dalam Matius 28:8, "Perempuan-perempuan itu segera meninggalkan kubur itu. Mereka takut, tetapi juga sangat bersukacita. Mereka berlari-lari menceritakannya kepada pengikut-pengikut tentang yang telah terjadi itu." Perasaan campur aduk sedari pagi yang mereka rasakan sangat menolong kita mengerti bagaimana bergejolaknya perasaan dan pikiran mereka yang menjadi saksi nyata keberadaan Yesus yang benar-benar ada dalam semua peristiwa yang diceritakan sekaligus mereka adalah saksi matanya.

Tadi pagi saya bangun jam 04.30 dan masih belum sepenuhnya sadar meskipun segelas kopi hitam sudah menemani. Beberapa teguk membantu sedikit untuk membuka mata dan mulai mempersiapkan diri berangkat. Tapi Maria Magdalena dan Maria yang lain waktu itu sudah beranjak pergi hendak menunjukkan cinta dan penghormatannya pada Yesus. Selayaknya saya perlu membawa diri saya lebih dulu padaNya, jika besok pagi saya masih bangun kembali. 

Selamat Paskah, Dia Hidup!
(saya juga!)

Friday, April 3, 2026

Alamanda Kuning Yang Berguguran


"Kematian Kristus adalah kejadian yang terpenting dalam sejarah manusia." - Martin Luther

Pagi ini tidak seperti Jumat biasanya, jalanan yang saya lalui menuju ketempat kerja tampak lengang, sepi dan sangat berbeda. Oh iya, selain karena tanggal merah tentu saja karena  ada sejarah besar yang diperingati dihari ini. Ada sejarah besar yang tercatat dan menjadi tonggak sejarah juga dasar iman. Bisa jadi mulai hari ini banyak yang memanfaatkan untuk istirahat dan berlibur. Namun bagi para pengikut Kristus, momen hari Jumat yang syahdu dan penuh makna ini tidak akan begitu saja dilewatkan.

Langkah kaki saya hampir sampai, namun tertahan kemudian berhenti sejenak karena tatapan mata saya tertuju pada bunga berwana kuning yang jatuh dan menyebar diatas pagar tembok didepan sebuah gedung. Saya mencari namanya dan menemukan ternyata bernama bunga Terompet Kuning atau dikenal juga sebagai Bunga Alamanda. Yang saya nikmati dan abadikan adalah bunga-bunga gugur ini bagaimana mereka memahami dan menerima seandainya mereka mampu merasa dan berbicara kemudian menyiapkan diri untuk jatuh, dan kemudian kering lalu membusuk dan hilang. Bahkan sebegitu banyak bersamaan mereka mekar dan mewarnai dunia, mengkin tidak berkesempatan menyatakan keberadaannya. Ah, terlalu aneh pikiran saya ini. Saya tahu, bunga-bunga yang berguguran akan digantikan bunga baru, mekar dan memamerkan keindahannya. Mungkin, bisa jadi pengingat buat saya pagi ini. Waktu kita mekar, mungkin mewangi dan memberikan warna, membagikan keindahan tidak lama, terbatas. Makan menyiapkan diri jika nanti waktunya berguguran, jatuh mengering dan hilang adalah tindakan terbaik.

Menghayati kematian Kristus hari ini, mengingatkan saya sejauh mana saya sudah juga "mematikan" kehidupan lama dan menguburkannya bersama Kristus. Namun jika saya memang harus mati secara badani di dunia ini (entah kapan), saya mengerti bahwa "jatah" waktu saya untuk mekar, mewangi dan mencerahkan hari dengan warna saya sudah selesai. 

Langkah saya ringan menuju gedung selanjutnya. Pagi cerah, langit biru dan sapaan kucing warna oranye didepan pintu gerbang itu membawa saya pada perasaan yang memuaskan. Jika Kristus tidak mati, bagaimana saya akan hidup? Jika bunga tidak gugur bagiamana keindahan akan berlanjut. Jika begitu maka selayaknyalah saya bersyukur.

Friday, February 28, 2025

Daun Ara Kuning


"Hiduplah dengan bahagia. Pohon kehidupanmu tidak boleh mati hanya karena kehilangan sehelai daun." D.Wijaya

Daun Ara/Tin/Fig yang menguning tua ini saya temukan kemarin saat menyapu halaman depan rumah. Dari beberapa pohon, hanya satu lembar daun ini saja yang sangat kuning dan jatuh di antara pot-pot pohon ara. Dulu biasanya saya simpan karena bisa dijadikan teh kalau sudah kering, karena memang banyak juga khasiatnya.

Penulis Kitab Kebijaksanaan mengatakan seperti ini, "Siapa yang bersandar pada kekayaannya akan jatuh seperti daun yang layu, tetapi orang baik akan tumbuh seperti daun muda." (Amsal 11:28 VMD). Pengingat di akhir bulan ini, sebuah perenungan sederhana namun membuat saya semakin belajar untuk terus bersandar pada Tuhan saja, bukan bersandar dibahu jalan karena bukan mobil atau bahu pasangan kita karena lagi dalam kemesraan. Karena berkat dari hikmat adalah tidak bersandar pada pengertian kita sendiri tetapi percaya pada Tuhan dengan segenap hati. Gitu!

Tuesday, December 31, 2024

Mekar Di 2025


"Mekarlah seperti bunga, ungkapkan keindahan Anda sendiri." Debasish Mridha

Pagi ini menemukan bunga episcia di depan rumah mekar, baru berbunga pertama kali dan tepat di hari pertama tahun 2025. Sebelumnya saya menemukan bunga ini tinggal bagian kecil hampir mati karena di taruh di pot kecil dan jarang dapat perhatian seperti tanaman lainnya. Kira-kira sebulan lalu saya pindahkan ke pot lebih besar, dan ternyata cocok tumbuh makin besar dan mulai terlihat merambat. Senang sekali karena ternyata dapat tumbuh dengan baik dan akhirnya menyaksikan tumbuh bunganya.

Matshona Dhliwayo menuliskan , "Bunga tidak akan memenuhi takdirnya sampai mekar, dan bintang tidak akan memenuhi takdirnya sampai bersinar." Begitupun dengan kehidupan, saya yakin jika saya bisa sampai "mekar" sekarang mewarnai kehidupan saya dan (mungkin) orang lain sampai akhirnya layu, kering dan tergantikan dengan bunga baru, saya sangat bersyukur. Mungkin "mekar" saya cuma satu, tapi dari yang satu ini, berwarna dan indah mampu membagikan keceriaan di kebun kehidupan.

Berbicara tentang bagaimana tahun ini, 2025 akan berjalan dan dijalani, pagi ini lewat bunga episcia yang mekar saya teringat pernyataan Tuhan Yesus menyatakan dalam Lukas 12:27-31(TSI3), “Perhatikanlah bunga-bunga liar yang tumbuh tanpa bekerja dan tidak perlu membuat pakaiannya sendiri, karena Allah yang menjadikan bunga itu. Aku menegaskan kepadamu: Baju Raja Salomo yang paling mewah pun masih kalah indah dengan bunga itu. Dan kalau Allah memberi keindahan sedemikian rupa kepada tumbuhan liar, padahal tumbuhan itu hidup sebentar saja kemudian layu dan dibuang ke dalam api, maka yakinlah bahwa Dia pasti lebih memperhatikan kamu daripada tumbuhan itu. Dia juga akan menyediakan pakaian bagimu, hai kamu yang kurang percaya! 
“Jadi, janganlah kuatir tentang apa yang akan kamu makan atau minum. Semua hal itu selalu dikuatirkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 
Hal yang harus kamu utamakan adalah hidup dengan cara yang sepatutnya sebagai warga kerajaan Allah, dan Dia akan memberikan juga semua yang kamu perlukan.” 

2025 akan berjalan dengan Sang Pemintal dan Penenun, akan bermekaran dengan indah bersama Tukang Kebun Kehidupan.

Wednesday, December 25, 2024

Ketika Yusuf Menjadi Bapak


"Silahkan Mas Yusuf dinikmati singkong rebusnya, maaf itu budhe  masih di dapur masak air buat kopinya. Gimana, rasanya sekarang jadi bapak?" Tanya Pakdhe tempat Yusuf dan Maria menginap malam itu. "Hmm, deg-deganlah Pakdhe, namanya juga pengalaman pertama, anak pertama dan spesial ini." Jawab Yusuf sembari menggigit singkong hangat di depannya, wajahnya masih terlihat lelah menunggu istrinya melahirkan, juga pegal kakinya belum tuntas diistirahatkan setelah perjalanan yang cukup lama dan jauh dari kampungnya sampai Bethlehem. Pandangannya melayang jauh, senyumnya tertahan melihat bayi dibungkus kain lampin dan ditaruh dipalungan itu. Masih teringat kata malaikat yang datang di mimpinya sembilan bulan yang lalu, "jangan takut...", Ah rasanya dunia sedang berubah dengan cepat. 

Tepukan dipundaknya menyadarkan lamunan, "Mas, ini kopinya ya, kalau mau ditambah gula ambil sendiri disini, maaf tadi budhe agak lama bikin airnya." "Oh, iya budhe nggak papa, sekalian mau ngerepotin boleh nggak dibikinin teh anget manis buat istri saya?" "Tenang mas Yusuf, sudah kok saya bikin buat mbak Maria ya, monggo dinikmati lagi singkongnya nggih?" Kemudian budhe berlalu dari hadapan Yusuf, keceriaannya memberi semangat tersendiri di malam dingin itu. Seruputan kopi ala budhe di Bethlehem malam itu menemani Yusuf mengencangkan tali iman percayanya, berdiri dan menghampiri istrinya, mengelus rambutnya dan memandang bayi dalam palungan itu, dia berkata kepada Maria, "kita bisa ya bu, kita bisa!" Dirapikan selimut usang yang dibawanya dari Nazaret menutupi tubuh Maria. 

Masih ada sedikit sisa kopi yang belum habis, Yusuf ambil kembali mengambil cangkirnya dan menyeruput, dalam hati dia berkata, "aku bakoh, malang-malang putung, rawe-rawe rantas!" Lalu menyelonjorkan kakinya dan kantuk mulai menghampiri. Hari ini dia menjadi bapak!

*Tulisan 3 tahun lalu

Sunday, August 20, 2023

Pertanyaan


Sebuah artikel memberikan definisi dari pertanyaan yaitu sebuah ekspresi keingintahuan seseorang akan sebuah informasi yang dituangkan dalam sebuah kalimat tanya.

Pasti kita juga pernah mendengar konsep untuk bertanya dengan menggunakan prinsip 5W+1H, prinsip ini diambil dari kata-kata tanya dalam bahasa Inggris seperti, What, Who, When, Why, Where, dan How. Dalam bahasa Indonesia kata-kata tanya tersebut adalah Apa, Siapa, Kapan, Mengapa, Di mana, dan Bagaimana.

Tapi yang terjadi pada saya pada saat menggunakan 5W+1H ini menjadi seperti ini : Waduh, Waaduuhh , Waaaduuuhhh, Waaaadddduuuhhhh, Waaaaaddddduuuuuhhhhh, dan Haduuuuuuuuh! 

Hehehehe!

Banyak hal yang saya pertanyakan dalam hidup, saya tanyakan pada diri sendiri, pada orang lain, juga tentu pada Tuhan. Nah, kalau Tuhan yang bertanya pada saya, kira-kira gimana ya? Mungkin seperti yang Rasul Markus catatkan sewaktu mereka memasuki Yerihko, seseorang bernama Bartimeus berteriak pada Yesus. Sampai akhirnya Yesus kemudian bertanya padanya, "Apa yang kau ingin aku perbuat untukmu?" Bartimeus jelas berubah pikirannya, tadinya dia adalah pengemis, tukang minta-minta, dia (mungkin) menggunakan berbagai pertanyaan untuk orang-orang membagi sesuatu padanya. Pertanyaan Yesus kali ini merubah dari sekedar kebutuhan menjadi pemulihan. Dia sembuh! 

Iya, dari semua pertanyaan yang saya mau, saya ingin sembuh. Jelas itu, sekarang yang saya dapatkan tidak cuma sembuh tapi pulih, tentu saja saya harus memilih untuk sembuh dan pulih, bukan hanya sekedar berteriak, bertanya dan meminta. Kutipan dari Joel Osteen menyatakan seperti ini, "Keyakinan adalah tentang mempercayai Tuhan ketika kamu memiliki pertanyaan hidup yang tak terjawab." Itu sudah!

Jadi, sekarang saya bisa menggunakan 5W+1H dengan lebih baik menjadi Wonderful Worthy Whole Warm-hearted Wow + Hooray!

🫀 : 21082022 - 21082023

Sunday, April 9, 2023

Jangan Takut Percaya Saja


Jangan Takut, Percaya Saja!

Siapa yang tidak pernah merasa takut? Normalnya semua pasti pernah merasakan rasa takut, dengan dan dalam keadaan apapun. Dalam KBBI kata takut mempunyai arti merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana, takwa; segan dan hormat, kemudian tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dan sebagainya), kemudiaan gelisah; khawatir (kalau ...).

Yusuf takut mengambil Maria menjadi istrinya, murid-murid takut mati tenggelam saat terkena badai diatas perahu, Petrus takut tiupan angin saat berjalan diatas air lalu mengoyahkannya dan mulai tenggelam, berapa banyak lagi mereka yang disebutkan dalam kita suci merasakan ketakutan. Saya juga pernah dalam situasi dimana saya takut mati, hampir mati, dan sampai bisa menerima mengetahui dengan apa yang terjadi sekarang bisa mati kapan saja.

Wikipedia mencatatkan dalam Lukas 22:43-44 (sering disebut dalam bahasa Inggris: Christ's agony at Gethsemane; "Penderitaan Kristus di Getsemani") adalah suatu nas dalam Injil Lukas pasal 22, yang menggambarkan ketakutan Yesus sebelum menghadapi kesengsaraan-Nya yang segera akan dijalani beberapa saat kemudian. Rasa takut ini menyebabkan Yesus mengalami kondisi hematidrosis atau "keringat darah".

Saya mendapatkan ayat perjamuan dari Markus 5:36 (TB) Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" kisah tentang sebuah tragedi, kematian anak kepala rumah ibadat, dan kisah ini berakhir dengan mujizat, Markus 5:41 (TB) Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" anak itu hidup kembali.

Dua hal yang saya dapatkan, perintah yang jelas untuk dilakukan dalam kehidupan, "jangan takut" dan "percaya saja". Bagaiman caranya supaya tidak takut, ya percaya saja, percaya!

"Di belakang dan di depan ku ada Tuhan dan aku tidak takut." Helen Keller

Sunday, December 18, 2022

Batu Dan Pasir


19/12/2022
Jalan pagi dan menemukan posisi batu dan pasir yang akan digunakan sebagai pondasi rumah yang saya foto dan mengingatkan sekaligus menjadi perenungan. 

Salah satu bagian khotbah di bukit adalah perumpamaan tentang dua macam dasar, dalam  Matius 7:24-27 Versi Mudah Dibaca tertulis judulnya adalah   Orang Bijak dan Orang Bodoh. Mungkin tahun-tahun lalu saya membangun kehidupan dalam dan dengan kebodohan, sehingga teguran keras Tuhan harus terjadi sehingga harus mengalami "rumah roboh". Salah pondasi dan bahan bangunannya. Akhir tahun ini adalah awal baru yang pas untuk kembali membangun kehidupan dengan dasar yang tepat dan benar. Seperti yang tertulis pada ayat 24-25, “Setiap orang yang mendengarkan dan mematuhi ajaran-Ku, ia seperti orang bijaksana yang membangun rumahnya beralaskan batu yang keras.
Hujan turun sangat deras lalu mulailah banjir. Angin bertiup dan melanda rumah itu, tetapi rumah itu tetap tegak, karena dibangun di atas dasar batu yang keras.

Menuju tahun 2023 dengan, "membangun rumah (hidup, pernikahan, kesehatan, keuangan,   dll)" dengan beralaskan Batu Penjuru yang keras dan kuat. Seharusnya!

Tuesday, November 1, 2022

FRAGILE



Fragile dalam bahasa Indonesia diartikan rentan. Menurut kbbi rentan memiliki arti yaitu mudah terkena penyakit, peka; mudah merasa dan lekas marah (sakit hati, patah hati).

Sebuah kata bijak manyatakan seperti ini, "Palu menghancurkan kaca, tetapi palu membentuk baja." Sebuah kaca memiliki sifat rentan, mudah retak, pecah, dan hancur bila terkena benturan. Namun sebaliknya, baja memiliki sifat kuat, kokoh, dan tidak mudah pecah. Mungkin saja pada saat ini jiwa kita rapuh seperti kaca, ketika masalah menghantam maka kita akan mudah hancur. Tetapi harapannya adalah jika kita bermental baja, kita akan tetap tangguh di tengah berbagai masalah yang berat yang datang menimpa.

Tidak mudah memang jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Salomo mengatakan, "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." Demikianlah nyatanya mengapa kita bisa menjadi rentan. Untuk itulah kita butuh kekuatan ekstra, kekuatan supernatural, kekuatan diatas kekuatan manusia yaitu kekuatan Tuhan. Daud menuliskan, "TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya." Mazmur 28:7. Mengakui bahwa hanya Dia kekuatan kita, menjadikan kita tidak mudah rentan sehingga kita bisa menjadi kuat.


Friday, January 28, 2022

How To Build A Significant Life

 
"HOW TO BUILD A SIGNIFICANT LIFE" 

Seorang bijak mengatakan bahwa kunci untuk hidup yang significant/bermakna adalah dengan memiliki sebanyak mungkin momen penting dalam hidup.

Yang perlu disadari adalah memiliki momen hidup yang bermakna bukan karena sudah berada atau mendapatkan puncak penghasilan/prestasi yang tertinggi. Untuk mendapatkan hidup yang bermakna dapat kita cari dan temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Significant adalah momen/saat terjadinya sesuatu pada waktu kita membuat pilihan apakah itu penting atau tidak dan juga menemukan nilai positif atau makna dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani.

Tiap orang memaknai hidupnya dengan cara yang berbeda; namun ada hal-hal umum yang dapat kita temukan untuk memulau hidup yang yang lebih significant/bermakna. Bagaimana mengetahui bahwa hidup kita menjadi dampak dan juga bermakna sehingga bisa disebut hidup yang significant? Beberapa pertanyaan ini akan membantu kita untuk mengetahuinya:

1. Apakah saya melakukan sebuah bentuk pelayanan dalam berbagai bentuk secara kecil maupun besar?

2. Apakah saya mampu memberi tanpa mengharapkan balasan?

3. Apakah saya melakukan sesuatu untuk menjaga pikiran saya tetap baik?

4. Apakah saya menjaga kualitas tubuh fisik saya sendiri?

5. Apakah saya melakukan sesuatu untuk menjaga roh saya tetap bersemangat?

6. Apakah dimentorkan, diajar atau dilatih oleh seseorang?

7. Apakah saya membuat sesuatu yang dapat membuat dampak bagi hidup orang lain?

8. Apakah saya ada bagi keluarga saya?

9. Apakah saya dipimpin dalam belas kasih Tuhan?

10. Apakah saya sudah menyiapkan warisan yang baik bagi keturunan dan orang lain?

Pertanyaan sederhana di atas bisa membantu kita untuk sedikit mengevaluasi apakah hidup kita bermakna dan memberikan dampak bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Berikut ini 3 hal sederhana yang menolong kita untuk memulai hidup yang significant:
 
A. MENYADARI BAHWA KEHIDUPAN YANG BERMAKNA BUKANLAH SEKEDAR KENIKMATAN (REALIZE THAT SIGNIFICANCE DOESN'T MEAN ENJOYMENT).

PENGKHOTBAH 6:2 BIS
“Ada kalanya Allah memberi kekayaan, kehormatan dan harta benda kepada seseorang, sehingga tak ada lagi yang diinginkannya. Tetapi Allah tidak mengizinkan dia menikmati semua pemberian itu. Sebaliknya, orang yang tidak dikenal-Nya akan menikmati kekayaan itu. Jadi, semua itu sia-sia dan menyedihkan.”

Hidup yang signifikan tidak selalu mudah. Ini tidak selalu tentang betapa menyenangkan kita miliki atau berapa banyak kita menikmati apa yang kita lakukan, tetapi tentang bagaimana kita telah diperluas dan berkembang, dan apa yang telah kita diperoleh atau dipelajari.
Kepuasan sejati dan pemenuhan jauh lebih dalam dari sekedar memiliki pengalaman menyenangkan dan indah. Signifance adalah tentang menemukan ARTI dan TUJUAN dan menggunakan POTENSI kita secara penuh.

B. KEHIDUPAN YANG BERMAKNA BERASAL DARI SEBUAH HUBUNGAN, BUKAN HARTA/MATERI (SIGNIFICANCE COMES FROM RELATIONSHIP NOT POSSESSIONS). 
 
ROMA 5:11 BIS
“Dan lebih daripada itu, kita pun bergembira juga atas kebaikan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab melalui Kristus, kita sekarang menikmati hubungan kita yang baik itu dengan Allah.” 
 
2 PETRUS 1:3 BIS
“Allah sudah memakai kuasa ilahi-Nya untuk memberikan kepada kita segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup beribadat. Ia melakukan ini melalui apa yang kita ketahui tentang Yesus Kristus, yang telah memanggil kita untuk menikmati kebesaran dan kebaikan-Nya.”

Pikirkan pengalaman yang paling berkesan dan berharga dari hidup Anda.

Apa yang terjadi pada saat-saat ini? Anda bersama siapa? Apakah Anda dengan beberapa orang penting dan bermakna?Pengalaman yang paling mendalam dan berpengaruh dari kehidupan kita sering melibatkan orang lain yang kita peduli atau yang dekat dengan kita. Di sinilah kita bisa mulai membangun momen penting. Hubungan dengan Tuhan adalah yang utama, seperti yang dijelaskan Ps.Jeffrey minggu yang lalu. Lalu keluarga kita sendiri, kemudia gereja, DATE, dan lain-lain.

Ketika Anda sampai ke akhir hidup Anda, orang-orang yang membangun dan menyetuh emosional kitalah yang bukan seberapa banyak materi yang kita punya dan seberapa hebat kita di dunia karir kita.
 

C. BELAJAR UNTUK MEMPERKAYA HIDUP ANDA (LEARN TO ENRICH YOUR LIFE).

1 KORINTUS 1:5 BIS
“Karena kalian sudah menjadi milik Kristus, maka hidupmu kaya dalam segala hal. Pengetahuanmu tentang segala sesuatu sangat dalam, dan kalian pandai mengajar pengetahuan itu.”

Hidup dapat mulai tampak buram dan monoton jika kita mulai kehilangan pandangan akan pentingnya NILAI-NILAI dalam hal-hal yang kita temui.Kita harus terus belajar untuk memperkaya hidup dengan menyalakan kembali gairah yang kita punya di awal kita cinta Tuhan dan mulai mengingat apa yang membuat kita jadi penasaran, tertarik, dan terpesona dari awal. Yesus sudah memperkaya kita sedemikian rupa, namun kita harus terus belajar memperkaya diri kita dengan pengetahuan, kebaikan dan kebenaran Illahi yang akan menuntun kita dalam kehidupan.

Akhirnya buat kita semua mari membangun hidup yang significant dan menjadi dewasa seperti ayat ini: 

KOLOSE 1:28 BIS
“Kristus itulah yang kami beritakan kepada setiap orang. Kami mengingatkan dan mengajar mereka semuanya dengan segala kebijaksanaan. Tujuan kami ialah supaya setiap orang dapat dibawa kepada Allah, sebagai orang yang dewasa dalam hal-hal rohani, karena sudah bersatu dengan Kristus.”

Menyadari bahwa kehidupan yang bermakna bukanlah sekedar kenikmatan/ realize that significance doesn’t mean enjoyment.

Amin, Tuhan memberkati!


#DATE CINERE Sharing 27 Jan. 2016 by Amos Verdhian

Friday, December 24, 2021

Natal 2021


Katanya mbah Winston Churchill, "Natal adalah musim bukan hanya untuk sukacita, tetapi juga refleksi." Lha iya memang bener juga, sejak pandemi melanda saya nggak pernah lagi refleksi. Dan bulan lalu tempat langganan refleksi tutup, jadi makin bingung mau refleksi dimana yang enak, murah, cocok gitu. Eh, ini bukan pijat ya? Ternyata refleksi yang lain, hehehehe. Menurut kbbi refleksi memiliki arti,  yang pertama gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Yang kedua gerakan otot (bagian badan) yang terjadi karena suatu hal dari luar dan di luar kemauan atau kesadaran. Dan yang ketiga yaitu cerminan; gambaran. Tapi sebenarnya sih saya beneran pengen pijat refleksi dan beneran belum menemukannya. Nah, yang dimaksud mbah Churchill mungkin adalah refleksi diri, katanya refleksi diri merupakan bagian dari proses introspeksi diri, dengan jalan melihat kembali dan merenungkan berbagai hal yang telah terjadi di dalam hidup.

Tahun 2021 hampir berakhir, saya memang jarang membuat refleksi lalu berlanjut menjadi resolusi. Tapi tahun ini sepertinya harus saya catat, tuliskan dan mejadikannya kenangan tersendiri. Kenapa? Karena saya masih bisa bernafas, padahal sudah hampir kehilangan nafas. Meskipun sering terjadi serangan asma yang menyusahkan pernafasan, kali ini bukan paru-paru, tapi jantung. Hidup dan bernafas adalah pemberian surga yang terbaik. Seperti tulisan Yakobus, "Setiap pemberian yang baik dan hadiah yang sempurna datangnya dari surga, diturunkan oleh Allah, Pencipta segala terang di langit." Natal, hidup dan bernafas adalah pemberian yang baik, hadiah yang sempurna buat saya, keluarga dan buat anda semua.

Selamat merayakan dan menikmati sukacita Natal. Allah beserta kita semua!

Monday, December 20, 2021

Nama Itu Penting

Saya sih memang tidak setuju dengan perkataan Shakespeare tentang "apa arti sebuah nama?", ya tentu saja jelas berarti buat saya. Bayangkan jika tanpa nama yang jelas, terus saya akan panggil istri saya sebut saja mawar gitu? Atau hanya dengan kata dia, dia...diapain dong? Hahahaha. Nah penting kan ternyata memiliki nama yang jelas.

Clarissa adalah nama yang awalnya berasal dari nama Jerman yaitu Clarice. Nama Clarice sendiri dikembangkan dari nama Clara yang berasal dari kata sifat dalam bahasa Latin yaitu “clarus” yang berarti “terang, jernih, terkenal”. Begitulah harapan yang terkandung dalam nama yang saya pilih untuk anak saya, Clarissa saya taruh di tengah namanya supaya terangnya menyebar dengan merata dalam kehidupannya.

Untunglah, Yusuf tidak seperti saya.  Beberapa waktu sebelum anak saya lahir, saya sibuk mencari nama buat saya. Pada saat dia hendak memikirkan untuk memutuskan pertunangannya dengan Maria secara diam-diam, ketika tertidur malaikat datang kepadanya dalam mimpi dan memberikan perintah bukan pilihan, dan perintahnya jelas , "Sementara ia memikirkan hal itu, ia tertidur dan bermimpi melihat malaikat berdiri di sisinya. "Hai Yusuf, anak Daud, " kata malaikat itu, "janganlah engkau ragu-ragu memperistri Maria, karena anak yang dikandungnya itu dari Roh Kudus!
Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau harus menamai anak itu Yesus (artinya ‘Juruselamat’), sebab Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Matius 1:20-21 (FAYH). Begitulah kebenarannya, pemberian nama Yesus bukan sekedar pikiran manusia, tapi kehendak surgawi yang harus diwujudkan dalam ragawi bayi anak Maria. Bukan nama biasa, bukan sembarang nama, nama yang mengubahkan peradaban, mengubahkan kehidupan, dan mengubahkan dunia. Yesus, nama yang menyelematkan dari dosa. Natal tanpa Yesus adalah kemustahilan, skenario surga mencatatkan bahwa nama Yesus akan jadi tonggak sejarah baru. Proyek penyelamatan yang sebenarnya dalam diri manusia diturunkan dari surga, dan kemanusiaan sejati juga keillahian yang murni menyatu. Natal tanpa nama Yesus adalah keharusan!

Lalu bagaimana dengan nama saya? Ah nggak usah dibahas ya, nama anda sendiri? Ya coba dicari saja, sekiranya bisa menambah kekuatan dan keimanan kenapa tidak, ya, kan? Selamat menyongsong natal, mengingatkan bahwa sebuah nama itu berarti, penting dan bermakna!

Thursday, August 5, 2021

Berusaha Sempurna



"The victory over our inner self is a daily struggle. Be strong and do not give up." Lailah Gifty Akita

Sebuah kisah menceritakan tentang seorang murid yang bertanya kepada gurunya, "Guru, bagaimana saya bisa mendapatkan kesempurnaan dalam hidup ini?" Lalu gurunya pun menjawab, "Berjalanlah di taman ini, petiklah bunga yang menurutmu paling indah, lalu lanjutkan kembali berjalan jangan pernah kembali ke belakang." Kemudian murid ini pun berjalan mengitari taman, dari ujung ke ujung dan kembali pada gurunya tanpa membawa sepucuk bunga pun. "Mengapa kamu tidak membawa satu bunga pun? Tanya sang guru, dan si murid menjawab, " jadi sebenarnya aku sudah mendapatkan,  tapi tidak aku petik, aku pikir mungkin di depan masih ada yang lebih bagus." 

Yah, begitulah, di dalam hidup ini semua orang ingin mendapatkan yang paling sempurna, namun ternyata yang terjadi kenyataannya tidak demikian. Malah kadang tidak mendapatkan apa-apa. Tau kenapa? Karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan, band Andra and the backbone, dan Demian illusionist (sambil muter tangan di depan kamera bilang...sempurnah!). Eh, maaf, kalau yang pertama sih benar sekali, kalau yang kedua kan memang lagu, kalau yang ketiga kan diucapkan setelah shownya berhasil. Tapi memang bener sih, rasa ragu jangan-jangan ada pilihan lain yang lebih baik membuat sudah mengambil keputusan sekarang, akibatnya malah tidak melakukan apa-apa.

Saya bukan orang yang sempurna, kehidupan saya juga tidak sempurna, pernikahan saya juga, tapi sebagai orang percaya kita harus berusaha, betul berusaha supaya menjadi sempurna. Seperti kata Paulus kepada jemaat Korintus,  "Akhirnya, Saudara-saudara, hendaklah kalian bergembira, dan berusahalah menjadi sempurna." 2 Korintus 13:11 (BIMK)

Friday, March 5, 2021

Kimpul


Kalau mertua bilang namanya kimpul, jaman almarhum papi mertua masih ada sering mengkonsumsi ini sebagai pengganti nasi. Sudah hampir seminggu beli ini nggak sempat memasaknya, siang tadi istri mengingatkan jangan sampai numbuh atau busuk nggak sempat dimakan, sayang buang-buang uang nantinya. Jadilah akhirnya saya bersihkan dan siapkan untuk direbus eh bukan dikukus maksudnya. Maksude hati buat cemilan sehabis hujan sore tadi, eh makan satu potong saja sudah lumayan mengganjal perut dengan didampingi menyeruput sisa kopi yang sudah dingin, buat saya sudah lengkap kenikmatannya.

Seseorang bernama Auguste Escoffier mengatakan, "hidangan terhebat sangat sederhana." Dan memang jarang bahkan kita menyadari dengan benar bahwa hal sederhana seperti sebuah kimpul atau ubi talas ini yang hanya dikukus ini hebat, ya sederhana dan hebat. Sederhana dalam mengolah dan menikmati, hebat dalam memberikan pelajaran. Sederhana dalam bentuk, hebat dalam kekuatan dan kandungannya. 

Friday, January 1, 2021

Hai 2021


"Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu." Yesaya 52:12 (TB)

Akan jadi pengingat sepanjang tahun ini bahwa :
1. Tidak perlu terburu-buru
2. Tidak perlu berlari

Karena :
1. Tuhan akan berjalan didepanku (petunjuk didepan, mempersiapkan jalan, memimpin dan mendampingi perjalanan).
2. Tuhan akan menjadi penutup barisan (mengamankan, menjaga, menutup kemungkinan tidak baik).

Haleluya!

Sunday, April 12, 2020

Bangun


Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Kisah ini tercatat di Markus 5:41-42, padahal sebelumnya Yesus ditertawakan orang banyak disitu, karena berkata bahwa anak itu tertidur bukan mati. Sementara sebelumnya anak kepala rumah ibadat ini sudah ditangisi oleh orang-orang disitu. Sewaktu dirumah ibadat, keluarga yang menyampaikan berita kematian itu meminta tidak usah lagi mengganggu Yesus, kematian sudah terjadi, tidak ada harapan lagi. Tapi yang terjadi selanjutnya adalah Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"


Beberapa hari yang lalu anak kami dirawat karena demam berdarah, malam pertama di rumah sakit meskipun sudah mendapatkan penangan dari rumah sakit ternyata terjadi penurunan trombosit yang lumayan, tadinya dia masih bisa tertawa karena dingin dan badannya gemetar menggigil, namun lama kelamaan getarannya tidak terkontrol, dia yang biasanya tenang kali ini ketakutan dan menangis, tidak bisa mengontrol gerakan badannya lagi yang naik turun diatas diatas kasur. Kami berdua harus menahan getarannya diatas badannya, memegang dan menggosok badan juga kakinya supaya hangat, hampir lima belas  menit kejadiannya dan rasanya sangat sedih dan juga takut. Lalu kita kontak perawat dan disuntikkan obat tambahan sampai akhirnya bisa tenang kembali. Yang ada dipikiran kami orang tua adalah bagaimana anak ini bisa cepat sembuh, bangun kembali dari tempat tidurnya sekarang. Tidak bisa membayangkan apa yang ada dipikiran kepala rumah ibadat yang mendengar anaknya mati dikisah diatas.

O.O Marden menulis seperti ini, “Tidak ada obat semanjur harapan, tidak ada pendorong sehebat harapan dan tidak ada tonikum sekuat mengharapkan sesuatu terjadi pada hari esok.” Ya begitulah yang kami punya hari-hari kemarin, tetap ada sampai hari ini. Hanya harapan yang terbaik, sembuh! Dan akhirnya kami mendapatkannya. Saya mendapatkan penguatan yang hebat dari ayat ini, "Tidak untuk selamanya orang miskin dilupakan; tidak untuk seterusnya orang sengsara tanpa harapan."
Mazmur 9:18 (BIMK). Sangat menguatkan dan memberikan pengharapan.

Dua hal yang Yesus katakan pada kepala rumah ibadat saat mendengar anaknya mati :
1. Jangan takut
2. Percaya saja
Syarat ini juga berlaku sekarang dalam menghadapi situasi kondisi yang sangat tidak nyaman, satu hal yang juga Yesus lakukan sebelum mengatakan hal diatas adalah tidak menghiraukan perkataan orang-orang yang negatif, perkataan yang tidak menolong dan bahkan mematikan.


Talita kum! Terimakasih Tuhan sudah membuat anak kami bangun. Membuat hidup kami bangun, membuat kami tidak takut dan percaya saja kepadaMu, bahwa hidup kami aman ditangani yang tepat. "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan," 1 Petrus 1:3

Selamat Paskah 2020
"Jangan takut, percaya saja"


Wednesday, January 1, 2020

TABAH SAMPAI AKHIR



Diatas kapal selam Tjandrasa, pada tanggal 6 Oktober 1966, di dermaga Tanjung Priok,Jakarta, Presiden Soekarno mengatakan, “Sekali menyelam, maju terus.Tiada jalan untuk timbul, sebelum menang, tabah sampai akhir…”. Kalimat “tabah sampai akhir” atau Wira Ananta Rudhira , itulah motto kapal selam TNI AL, sejak dioperasikan tahun 1959. Bagaimana tidak tabah sampai akhir, pasukan satuan komando kapal selam ini akan berjuang habis-habisan bukan dipermukaan air tapi didalam air, didalam laut yang penuh dengan ketidak pastian. Kita bisa mencari tahu dan mendapatkan banyak informasi bagaimana mereka berjuang bagi NKRI.


Yosafat bin Asa, menggantikan ayahnya memerintah Israel dan membuat perbedaan besar di masa pemerintahannya. Dia memperkuat pasukannya, dia mengikuti jejak pendahulunya, dia mencari Allah ayahnya sehingga hasilnya adalah kerajaannya dikokohkan oleh Tuhan. Ia menjadi kaya dan terhormat.


Belajar dari kegigihan dan ketabahan pasukan hiu kencana, pasukan kapal selam Indonesia yang hebat dan kuat untuk tetap berjuang sampai akhir dengan baik. Belajar dari Yosafat bin Asa untuk mengubahkan kerajaannya dalam penundukan dan takut akan Tuhan yang benar yang membawanya pada kehidupan yang berkemenangan, maka saya akan mempersiapkan diri untuk tetap tabah sampai akhir 2020 dan tabah hati seperti Yosafat supaya jalan hidup saya seturut dengan kehendak-Nya.


"Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN." 2 Tawarikh 17:6 (TB)  

Tuesday, December 31, 2019

Pelajaran Dari Simbok Penjual Jagung Di Depan Toko Empal



Memperhatikan dan kemudian saya mencari tahu "kedalaman" sebuah kehidupan yang saya rekam dalam sebuah foto. Filosofi ini memperkaya saya dalam saya berjalan dan menikmati kehidupan itu sendiri : 


1. Senik atau Tenggok, anyaman bambu berbentuk bakul atau wadah untuk menyimpan, membawa barang-barang dagangan atau kebutuhan.
Kita harus bisa  mempersiapkan wadah untuk berkat-berkat baru ditahun 2020 yang akan kita lalui.


2. Tampah lidi untuk tutup senik atau untuk menampung dagangan lain, lubangnya lebih besar dibandingkan tampah dari bambu, begitu juga fungsi menampi beras tidak berlaku untuk tampah ini.
Persiapan juga cadangan lain, berjaga-jaga dengan wadah baru.


3. Kain lurik gendong, simbol harapan, ungkapan dan pelajaran positif untuk melangkah ke depan.
Kekuatan itu ada dalam tangan Tuhan yang memberikan kepastian dan harapan.


4. Kebaya. Nilai filosofi dari kebaya yaitu kepatuhan, kehalusan dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut.
Kepatuhan/kataatan membawa kehidupan yang penuh kelemahlembutan.


5. Tapih/Jarik/ Kain panjang untuk penutup badan bagian bawah, jarik atau kain yang membebat tubuh. Kain yang membebat tubuh secara langsung akan membuat wanita yang menggunakannnya kesulitan untuk bergerak dengan cepat. Itulah sebab mengapa wanita jawa identik dengan pribadi yang lemah gemulai.
Beranilah membuat batasan, batasan yang baik akan membawa kebaikan untuk taat dan tunduk pada aturan main dariNya.


6. Stagen, Fungsi stagen sebagai ikat pinggang, bentuknya tak ubah seperti kain panjang yang fungsinya untuk ikat pinggang. Tetapi dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhur ditanamkan, yang merupakan simbol agar bersabar/ jadilah manusia yang sabar, kaitannya yang erat dengan peribahasa jawa “Dowo Ususe’ atau panjang usunya yang berarti sabar.


7. Gelung rambut sederhana, gelung atau sanggul dimaknai sebagai kepintaran perempuan dalam menyimpan rahasia, baik rahasia dirinya, maupun rahasia keluarganya. Artinya, bila seorang perempuan memiliki masalah pribadi, maupun masalah tentang keluarganya, biarkan masalah atau rahasia tersebut tetap tersimpan di bagian belakang dirinya (sanggul).


8. Posisi duduk dengan tangan diatas lutut, adalah orang yang berani, percaya diri, dan seorang pemimpin. Seseorang yang tak takut mengambil tanggung jawab tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Juga tak takut pada masalah dan dengan cepat menemukan cara untuk menyelesaikannya.


9. Jagung adalah buah praktis. Cara hidupnya menunjukkan hidup dan berpikir fleksibel. Jagung yang direbus, menandakan bahwa hidup ini membutuhkan proses. Pada saat itu, orang yang merebus jagung akan bangga dan bahagia. Saat jagung itu sudah masak, makan jagung juga penuh keasyikan. Deretan biji jagung tertata rapi. Itulah gambaran orang yang berpikir positif, segalanya akan tertata.


"... kini kamu mempunyai harapan. Kembalilah ke tempat perlindunganmu, Aku akan tetap memberkati kamu. Dengarlah: Dua kali lipat kamu akan Kuberkati karena segala penderitaan yang telah kamu alami." Zakharia 9:12 (BIMK)

*tentang makna dan filosofi arti tulisan dari berbagai sumber di kompilasikan.

Sunday, November 3, 2019

Mendapatkan Ketenangan


 "Ia membaringkan aku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku menuju air yang tenang."
Mazmur 23:2 BIMK

Tuesday, December 25, 2018

Taksi Online Hari Natal

Hujan sedari pagi di hari Natal ini tampaknya memang sangat pas dengan suasananya, hari ini kami memang tidak beribadah karena sudah di lakukan perayaannnya di hari Minggu kemarin. Semalam setelah makan malam bersama, nunggu jam 12 malam kita buka kado, dan tentu saja momen ini yang sebenarnya di nantikan oleh Abby, seperti biasanya dia mengharapkan kadonya yang terbanyakdia dapat. Hingga akhirnya kita semua bangun siang, sebenarnya sih saya sudah bangun pagi, antar Oma berangkat dulu baru tidur lagi. Kalau sudah bangun buat saya agak susah tidur lagi, apalagi kopi saya masih belum habis diseruput, jadi sembari menunggu kopi habis, Saya membalas pesan Natal di aplikasi pesan singkat, eh hujan turun nggak berhenti.

Akhirnya setelah jam 12 siang sehabis geletakan di kamar, saya bangun dan mandi. Ternyata si Mami masih menikmati tidurnya di lantai, sementara Abby menikmati film keluarga di tivi sendirian. Sehabis mandi baru saya kasih tahu kalau Oma sudah kirim pesan kalau sudah menunggu di rumah Papa. Jadilah kita semua bersiap-siap dengan semua barang bawaan dan perlengkapan menginap malam ini. Saya mulai mengecek untuk memesan taksi online, cek aplikasi yang satu ternyata harganya masih tinggi jadi saya cek yang satunya lagi, bersyukur cepat dapat pesanannya.

Kurang lebih 10 menitan akhirnya taksinya sampai dan menghubungi lewat pesan singkat, seperti biasa memang di aplikasi agak susah menemukan alamat kita, padahal sudah di taruh point pick upnya tapi mungkin beda di aplikasi driver. Dia menghubungi kasih tahu kalau sudah sampai dan memberibtahu kalau mobilnya Nissan Juke, lhaah memang baru kali ini dapat taksi online keren gini, hebat bener saya pikir, kok mobil sebagus ini buat taksi online. Dan ternyata setelah ngobrol basa-basi saya tahu kalau itu adalah mobil anaknya, mobil yang terdaftar di aplikasi mobil city car kecil gitu. Ya untunglah buat kami sekeluarga ya, pembayaranya lebih murah, naiknya mobil enak.

Sepanjang perjalanan saya dan Pak Dikron sang driver banyak mengobrol, salah satunya adalah tentang arti bahagia. Menurutnya setelah usianya di atas 50tahun sekarang, barulah dia akhirnya menemukan bahwa bahagianya bukan karena memiliki mobil, uang dan sebagainya, bahagia baginya sekarang adalah sehat. Bicara tentang rejeki, berkat atau uang dia bilang, "Saya pernah kerja keras punya uang banyak mas, tapi kalau memang uang itu harus habis atau diminta untuk di gunakan ya sudah gunakan saja. Kalau sudah jadi milik kita dan ngumpul ya pasti jadi milik kita!" Hebat, begitu dalam benak saya, masih dalam pikiran saya dengan momen kebijaksanaan ini saya mendapatkan tambahan lagi, "Yang penting dalam hidup ini harus semangat mas, semangat kerja, jangan malas, itu saja!" Saya makin di yakinkan kalau itu yang juga mesti saya lakukan di waktu-waktu kedepan.

Mobil sudah hampir sampai di tujuan, tapi masih ada satu hal lagi yang dia katakan, "kalau mau mengatasi masalah apapun ya mas, kuncinya cuma satu, harus sabar. Iya sabar itu saja, pasti nanti akan ada jawabannya." Saya kasih kode untuk berbelok dan kemudian mobil berhenti, saya berikan bayaran taksinya dan bilang terimakasih, jawabannya lebih bagus lagi, "Selamat menikmati waktu liburan dengan keluarga mas!" Benar perjalanannya saya bisa membayar, tapi berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya saya tidak bisa membayar. Terimakasih Pak Dikron, saya anggap ini adalah kado Natal saya yang sangat berkesan tahun ini, yang menegaskan pada saya bahwa bahagia adalah memiliki Kesehatan yang maksimal,  bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik diwaktu kedepan adalah dengan semangat, kerja keras dan penuh kesabaran. Gusti mberkahi pak!

"Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" Mazmur 31:19