"Pada hari minggu, ketika fajar menyingsing, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain melihat kubur Yesus." Matius 28:1 (VMD)
Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus pagi-pagi benar (saat masih gelap) pada hari Minggu untuk merempahi jenazah Yesus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kasih terakhir, karena saat Yesus wafat pada Jumat sore, proses pemakaman dilakukan terburu-buru sebelum hari Sabat dimulai. Tujuan utamanya adalah membawa rempah-rempah untuk meminyaki jenazah Yesus, sebuah tradisi budaya dan ungkapan cinta. Berdasarkan catatan Alkitab, rempah-rempah yang digunakan untuk meminyaki atau mengurapi tubuh Yesus adalah minyak narwastu murni yang sangat mahal. Selain itu, saat penguburan, Nikodemus membawa campuran mur dan aloes (lidah buaya) seberat kurang lebih 75 pon untuk membungkus tubuh Yesus bersama kain linen.
Pagi-pagi buta setelah hari Sabat berlalu. Saat tiba, Maria mendapati batu kubur sudah terguling dan jenazah Yesus tidak ada. Peristiwa ini menjadikannya salah satu saksi pertama kebangkitan Yesus. Dalam narasi Injil, Maria Magdalena (bersama beberapa perempuan lain) menunjukkan kesetiaan luar biasa dengan mengunjungi makam tersebut, meskipun dalam keadaan sedih dan bingung.
Tertulis di dalam Matius 28:8, "Perempuan-perempuan itu segera meninggalkan kubur itu. Mereka takut, tetapi juga sangat bersukacita. Mereka berlari-lari menceritakannya kepada pengikut-pengikut tentang yang telah terjadi itu." Perasaan campur aduk sedari pagi yang mereka rasakan sangat menolong kita mengerti bagaimana bergejolaknya perasaan dan pikiran mereka yang menjadi saksi nyata keberadaan Yesus yang benar-benar ada dalam semua peristiwa yang diceritakan sekaligus mereka adalah saksi matanya.
Tadi pagi saya bangun jam 04.30 dan masih belum sepenuhnya sadar meskipun segelas kopi hitam sudah menemani. Beberapa teguk membantu sedikit untuk membuka mata dan mulai mempersiapkan diri berangkat. Tapi Maria Magdalena dan Maria yang lain waktu itu sudah beranjak pergi hendak menunjukkan cinta dan penghormatannya pada Yesus. Selayaknya saya perlu membawa diri saya lebih dulu padaNya, jika besok pagi saya masih bangun kembali.
Selamat Paskah, Dia Hidup!
(saya juga!)
No comments:
Post a Comment