Friday, January 3, 2025
Doa Tukang Es Kopi
Wednesday, January 1, 2020
TABAH SAMPAI AKHIR
Saturday, September 1, 2018
Teh, Kopi dan Gerobak
"Jangan pernah sekalipun menilai sesuatu dari kulit luarnya saja" Strange Magic
Panas menyengat siang ini entah menimbulkan suasana yang berbeda, apakah karena tadi pagi gerimis menyiram mengawali bulan ini? Ah, bisa saja terjadi tapi yang jelas setelah pekerjaan saya selesai saya menyempatkan diri meneguk segelas air teh kemasan murah seharga seribu limaratus supaya sedikit melegakan tenggorokan.
Beberapa tegukan saya nikmati kemudian mampir seseorang pemberi barang bekas dengan gerobaknya, wajahnya kusam seberat perjuangannya hari ini mungkin, beberapa kardus terikat dan beberapa jerigen bekas tertampung di gerobaknya. Segelas kopi susu di pesannya dan dengan pelan dia menyeruput kopi itu. Saya beranikan diri menyapa dengan pertanyaan sederhana, "sudah muter ke mana aja ini pak kelihatan penuh bawaannya?" "Ah, kemana saja kaki membawa melangkah mas..." "Lumayan ya pak kardusnya banyak dapatnya? Berapa sekilonya sekarang pak?" Tanya saya lagi. Matanya memandang gerobaknya sambil tangannya memegang kembali gelas kopi, bibirnya sebentar meniup panasnya dan kemudian kembali di minumnya, kemudian dia menjawab saya, "yaah...murah mas, kayak nggak ada harganya sekilo cuman seribu, coba berapa saya harus beli dari penjual dan orang-orang? enak mah pengepul mas udah pasti dapat harganya dari pabrik." Saya mencoba berhitung tapi tidak menemukan hitungan yang saya rasa menghasilkan uang yang cukup buatnya, saya ajukan lagi pertanyaan, "kalau besi bukannya mahal Pak?" "Sama aja mas, sekilo cuman enam ribu, kalau saya bisa dapat sepuluh kilo berarti dapat enam puluh ribu, tapi modalnya berapa coba kalau saya beli besi bekasnya dari orang? Sekilo palingan saya untung dua ribuan, kalau sepuluh kilo ya untungnya dua belasribu, buat makan sama ngopi udah habis sehari."
Saya menyedot teh manis gelas sampai tandas kemudian masih sempat menatapnya sembari berkata dalam hati, "kamu hebat pak, kalau saya jadi bapak belum tentu saya kuat setiap hari berjuang seperti ini." "Ah...pak, maaf ngomong-ngomong saya duluan ya pak, masih ada urusan ini, saya pamit duluan." "Oh, iya mas, hati-hati mas." jawabnya.
Saya meninggalkannya dengan sebuah pelajaran berharga, namanya adalah berjuang...ya terus berjuang, tidak peduli berapapun hasilnya yang terpenting saya belajar hari ini, jangan berhenti berjuang!
"Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti..." Mazmur 132:15
Friday, December 1, 2017
Tuhan di Lembah Landai Saya
Maka tampillah abdi Allah dan berkata kepada raja Israel: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu, bahwa Akulah TUHAN." 1 Raja-raja 20:28 (TB)
Ada saat dan kesempatan dimana saya berada dilantai 10 sebuah gedung bertingkat. Pemandangan dibawah terlihat semua dengan jelas dan kita bisa melihat dari kejauhan berbagai tempat. Apa yang terjadi dari kejauhan semisal kemacetan dan tempat lain begitu mudah dilihat. Namun berbeda dengan saat kami bersama berjalan-jalan kepersawahan disekitar perumahan, tanah yang landai justru menghasilkan. Meskipun harus melewati perjuangan lebih dulu, diolah, dipupuk, ditanami dan ditunggu hingga panen. Tanah yang landai dan datar memang berbeda dengan tanah yang tinggi diatas gunung atau pemandangan diatas gedung.
Ada saat dimana kita semua harus berada di tempat yang datar dan landai, kadang kita merasa terpaksa karena sebenarnya disitulah kita bisa merasakan pengalaman bersama Tuhan. Menikmati dan mengetahui Tuhan yang setiap saat selalu dan berada bersama ditempat yang terendah yang kita rasakan.
Jika kita setia didalam pengalaman dilembah datar dan landai bersama Tuhan kita akan mengalami dimensi baru yang kadang tidak terpikirkan. Ada panenan hikmat dan kebijaksanaan yang bernilai saat kita tertanam dan bertumbuh dilembah landai.
Saya sedang menikmati perjalanan kehidupan menyusuri lembah landai, mengetahui ini adalah sebuah tempat pengujian hingga mengasilkan sebuah panenan. Ini adalah nilai dari sebuah pengetahuan dan pengalaman bersamaNya dan saat melihat pengalaman itu ada dalam hati dan hari-hari kita, maka kita mengerti benar bahwa penyertaan Tuhan itu tidak pernah berhenti.
Tuhan ada dilembah landai saya bahkan yang terdalam sekalipun.
Saturday, July 22, 2017
OYBR 22 Juli
Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
2 Raja 20:1-29
Yesaya 38-39
2 Tawarikh 32:24-31
Nats:
2 Raja-raja 20:5-7 (TB) "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.
Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."
Kemudian berkatalah Yesaya: "Ambillah sebuah kue ara!" Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia.
1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Masih ada mujizat yang terjadi bahkan sekalipun keadaan menyatakan hampir mati.
2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Tuhan mengajarkan pengharapan yang sejati, yang sebenar-benarnya bahwa segala sesuatu yang tampak terjadi tidak baik dalam kehidupan bisa saja diubahkan dan dibalikkan sebegitu mudahnya.
Hizkia memperlihatkan bahwa dia bisa menerima mujizat karena hidup dengan setia dan tulus hati juga melakukan kebaikan, seperti dalam 2 Raja-raja 20:3 (TB) "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Tetap mengharapkan mujizat terjadi.
Tetap percaya dan berharap penuh pada janji Tuhan.
Hidup dalam kesetiaan, tulus hati dan melakukan kebaikan.
Sunday, July 9, 2017
OYBR 9 Juli
Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 105,106
Nats:
Mazmur 106:44-45 (BIMK) Tetapi TUHAN mendengar teriakan mereka, Ia memperhatikan kesusahan mereka.
Demi mereka Ia ingat akan perjanjian-Nya dan menyayangi mereka karena kasih-Nya yang besar.
1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Kasih dan pengampunan Tuhan yang tidak terbatas
2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Meskipun jatuh dalam dosa berkali-kali Tuhan masih dengan sabar menerima kembali saya apa apa adanya, sama seperti yang Dia lakukan kepada bangsa Israel. Jelas melakukan tindakan dosa bukanlah pilihan. Namun tidak ada satupun orang yang kebal dengan dosa termasuk saya. Untuk itulah pemazmur mengingatkan kembali betapa kasih penyertaan dan pengampunan Allah selalu tersedia bagi saya.
3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- akui dosa dan kesalahan segera dan mohon pengampunan
- minta bimbingan dan pertolongan Roh Kudus supaya membimbing untuk hidup benar dan kudus
Tuesday, June 27, 2017
39 Kebahagiaan
"Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia"
Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.
1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.
2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.
3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, "kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?" Jawabnya, "ya iyalah pap!" Ah, melegakan hati.
4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, "mau masak apa hari ini?"
5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.
6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti.
7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.
8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.
9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.
10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.
11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.
12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.
13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya.
14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.
15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.
16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.
17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.
18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.
19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.
20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya.
21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!
22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.
23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.
24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.
25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.
26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.
27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.
28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.
29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.
30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.
31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.
32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!
33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.
34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.
35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.
36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.
37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.
38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!
39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!
Friday, May 12, 2017
Membebaskan!
Mazmur 68:6 (BIMK) (68-7)
Allah memberi tempat tinggal kepada orang yang kesepian; _Ia membebaskan orang tahanan sehingga mereka bahagia._ Tetapi orang-orang yang melawan TUHAN harus tinggal di tanah yang gersang.
Bahwa penyertaan Tuhan ada dalam setiap musim kehidupan
Kalau saya mengalami himpitan kondisi dan keadaan yang tidak nyaman, saya percaya Tuhan ijinkan untuk memperbesar kapasitas saya dan belajar melihat, merasakan dan bergantung pada penyertaan Tuhan.
Janji ini sangat menguatkan bahwa Dia adalah tempat yang pas untuk berkeluh kesah dan memohon.
Jaminan ini saya pikir yang bisa menyertai saya bahwa dalam "belenggu/penjara" apapun, kebahagiaan akan tetap bisa saya nikmati.
Mungkin Ahok juga bisa menikmatinya, badannya bisa dipenjara tapi jiwa/pikiran/rohnya punya kebebasan penuh dan juga kebahagiaan dalam Tuhan Yesus
Monday, January 9, 2017
Teruslah Menjalaninya
"Dan kesusahan yang tidak seberapa ini, yang kami alami untuk sementara, akan menghasilkan bagi kami suatu kebahagiaan yang luar biasa dan abadi. Kebahagiaan itu jauh lebih besar kalau dibandingkan dengan kesusahan itu sendiri." 2 Korintus 4:17 (BIMK)
Salah seorang wakil presiden Amerika Serikat pernah mengalami dan merasakan kesusahan yang berat dalam hidupnya. Pada tahun 1972, is kehilangan istri dan anaknya yang masih berusia satu tahun tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun demikian dalam sebuah pidatonya is justru menyatakan sebuah penguatan kepada para keluarga yang kehilangan anggota kekuarganya dalam medan peperangan , jika ia bisa mengatasi rasa dukacitanya makan mereka pun pasti bisa juga melewatinya.
Salah satu kesusahan yang kita alami adalah kehilangan. Bisa jadi kehilangan anggota keluarga, kehilangan harta benda, kehilangan semangat dan kehilangan kepercayaan mungkin bisa terjadi. Yang pasti janji dari semua yang telah kita alami dalam setiap kesusahan yang terjadi ada kebahagiaan yang tersedia bahkan bukan semata kebahagiaan sementara didunia namun kebahagiaan kekal dan abadi.
"Yang di mata kita tampak sebagai kemalangan sering kali merupakan berkah terselubung." - Oscar Wilde
Monday, July 11, 2016
Cukup!
Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia,
cukup cobaan untuk membuat kamu kuat,
cukup penderitaan untuk membuat kamu
menjadi manusia yang sesungguhnya,
dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan. (anonim)
"Dengan demikian kalian akan serba cukup dalam segala hal sehingga kalian selalu dapat memberi dengan murah hati. Dan pemberian-pemberianmu yang kami bagi-bagikan, menyebabkan banyak orang mengucap terima kasih kepada Allah." 2 Korintus 9:11 (BIMK)
Friday, July 8, 2016
Dahsyatnya 10 Kekuatan Manusia
Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang (Tokoh Genius & Hebat di Zaman Sam Kok / Tiga Kerajaan) pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu :
1. Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.
2. Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.
3. Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.
4. Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.
5. Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.
6. Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.
7. Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”
8. Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.
9. Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”
10. Kekuatan Kesederhanaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “