Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts
Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

CABE MATI

"Cabe memang pedas, garam memang asin, bawang memang membuat mata bisa perih, tapi kalau bisa meramunya secara tepat dan pas, dukacita dan perkelahian bisa membuat keluarga jadi kokoh dan kuat, sekaligus bisa membuat keluarga menjadi taman jiwa yang terindah." Gede Prama

Pagi ini datang ke tempat kerja saya menyempatkan diri mengecek tanaman di pot-pot kecil yang biasa anak-anak siram sewaktu nature time dan menemukan pohon cabe kecil yang berbuah hanya satu itu mulai mati. Entah memang harus mati karena sudah saatnya atau karena selalu terlewati tidak mendapat siraman air. Saya berpikir waktu itu bisa jadi contoh pohon kecil yang unik dan menarik, cabe yang kecil saja bisa menghasilkan buah dibandingkan dengan pohon cabe besar dekat dinding pembatas yang memang selalu berbuah. Tapi kenyataan memang berbicara lain, pohonnya harus mati.

Pak Gede Prama mengibaratkan hancurnya cabe dalam cobek dengan teman-teman yang lain adalah sebuah dukacita dan perkelahian yang positif yang hasilnya membuat jiwa semakin indah. Tapi proses dihancurkan itu menyakitkan, apalagi kalau saya menemukan cabe yang mati sebelum di nikmati adalah kesedihan. Terlalu baper hanya gara-gara cabe mati ya saya, iya kali ya, sedihnya adalah belum sempat anak-anak menyaksikan proses dari cabe kecil hijau menjadi matang, dia sudah mati duluan.

Tapi ini adalah hal bagus buat jiwa saya, kenapa? Karena saya mendapat peringatan bahwa segala sesuatu pada waktunya akan ada akhirnya. Jadi baik kapan waktunya entah apapun itu bahkan nyawa saya pun, akan ada akhirnya. Kalau saya sudah berbuah dan bisa "dinikmati" mungkin saya bisa sedikit lega. Tapi kalau belum? Saatnya saya menunjukkan buah saya dan membuatnya matang Dan siap di hancurkan untuk dinikmati.

Thursday, January 3, 2019

MO to the GOK

B 6958 ZII

Plat nomor yang sempat saya catat sebelum dia beranjak mengambil orderan selanjutnya. Dia driver ojek online yang menolong saya sore ini, setelah tiba-tiba motor saya mogok, untung saja pas dipinggir jalan kemudian saya dorong, dia menolong saya menstarter ulang sampai tidak bisa akhirnya menolong saya memberi petunjuk ke bengkel yang terdekat. Saya dorong lag motornya, menyeberang jalan lagi, saya masuk ke area ruko ternyata bengkelnya tutup. Tiba-tiba si bapak ojol ini muncul lagi dan mengajak saya mengikutinya, akhirnya sampai di sebuah rumah petak kontrakan, saya tidak melihat ada bengkel, eh ternyata bengkelnya ada di depan kontrakannya, nyempil kecil kira-kira selebar satu meter dan sepanjang hampir dua meter saja. Sementara dia masuk dan menunjukkan motor saya mogok, ternyata si abang bengkel masih ngerjain motor lain.  Tapi dengan cekatan si abang langsung berpindah dan mulai mengecek dan kemudian membongkar motor saya, agak lama di kutak-katik sambil saya konsultasi dikit-dikit masalah motor, untung orangnya sangat supel dan ramah. Sampai kira-kira setengah jam kemudian motor saya kembali menyala dan siap untuk perjalanan lagi. Ongkosnya murah saja, padahal barusan dia cerita ada tukang ojol juga malam-malam kasusnya sama motor mogok, dipalak sama tukang bengkel bayar seratus lima puluh ribu hanya untuk benerin begitu saja.

Oh iya, nampaknya bapak ojol yang menolong saya adalah langganan bengkel kecil ini. Atau mungkin juga mereka berteman dan akhirnya bisa saling menguntungkan mendatangkan rejeki. Satu hal yang saya selalu rasakan setiap kali motor saya mogok, selalu ada bapak-bapak driver ojol yang meolong saya, dari yang bertanya, menawarkan bensin sampai yang mendorong "nyetut" istilahnya disini, dorong motor sambil naik motor.

Kebaikan berbuah kebaikankah? Ah, bisa iya bisa juga tidak. Apakah saya sudah banyak berbagi kebaikan jadi saya boleh menerima balasan kebaikan? Belum tentu juga. Yang saya tahu kebaikan ada dimana saja, orang baik masih banyak bisa kita temui dan pertolongan selalu tersedia. Perkataan ini buat saya sangatlah nyata hari ini, "Ingatlah bahwa Tuhan akan memberikan penghargaan kepada setiap orang yang melakukan kebaikan..." Efesus 6:8 (VMD), doa saya menyertai untuk bapak driver ojol yang menolong saya dan si abang bengkel yang memberi servis baik dan murah juga. Kebaikan kalian akan berbalas kebaikan juga.

Tuesday, December 25, 2018

Taksi Online Hari Natal

Hujan sedari pagi di hari Natal ini tampaknya memang sangat pas dengan suasananya, hari ini kami memang tidak beribadah karena sudah di lakukan perayaannnya di hari Minggu kemarin. Semalam setelah makan malam bersama, nunggu jam 12 malam kita buka kado, dan tentu saja momen ini yang sebenarnya di nantikan oleh Abby, seperti biasanya dia mengharapkan kadonya yang terbanyakdia dapat. Hingga akhirnya kita semua bangun siang, sebenarnya sih saya sudah bangun pagi, antar Oma berangkat dulu baru tidur lagi. Kalau sudah bangun buat saya agak susah tidur lagi, apalagi kopi saya masih belum habis diseruput, jadi sembari menunggu kopi habis, Saya membalas pesan Natal di aplikasi pesan singkat, eh hujan turun nggak berhenti.

Akhirnya setelah jam 12 siang sehabis geletakan di kamar, saya bangun dan mandi. Ternyata si Mami masih menikmati tidurnya di lantai, sementara Abby menikmati film keluarga di tivi sendirian. Sehabis mandi baru saya kasih tahu kalau Oma sudah kirim pesan kalau sudah menunggu di rumah Papa. Jadilah kita semua bersiap-siap dengan semua barang bawaan dan perlengkapan menginap malam ini. Saya mulai mengecek untuk memesan taksi online, cek aplikasi yang satu ternyata harganya masih tinggi jadi saya cek yang satunya lagi, bersyukur cepat dapat pesanannya.

Kurang lebih 10 menitan akhirnya taksinya sampai dan menghubungi lewat pesan singkat, seperti biasa memang di aplikasi agak susah menemukan alamat kita, padahal sudah di taruh point pick upnya tapi mungkin beda di aplikasi driver. Dia menghubungi kasih tahu kalau sudah sampai dan memberibtahu kalau mobilnya Nissan Juke, lhaah memang baru kali ini dapat taksi online keren gini, hebat bener saya pikir, kok mobil sebagus ini buat taksi online. Dan ternyata setelah ngobrol basa-basi saya tahu kalau itu adalah mobil anaknya, mobil yang terdaftar di aplikasi mobil city car kecil gitu. Ya untunglah buat kami sekeluarga ya, pembayaranya lebih murah, naiknya mobil enak.

Sepanjang perjalanan saya dan Pak Dikron sang driver banyak mengobrol, salah satunya adalah tentang arti bahagia. Menurutnya setelah usianya di atas 50tahun sekarang, barulah dia akhirnya menemukan bahwa bahagianya bukan karena memiliki mobil, uang dan sebagainya, bahagia baginya sekarang adalah sehat. Bicara tentang rejeki, berkat atau uang dia bilang, "Saya pernah kerja keras punya uang banyak mas, tapi kalau memang uang itu harus habis atau diminta untuk di gunakan ya sudah gunakan saja. Kalau sudah jadi milik kita dan ngumpul ya pasti jadi milik kita!" Hebat, begitu dalam benak saya, masih dalam pikiran saya dengan momen kebijaksanaan ini saya mendapatkan tambahan lagi, "Yang penting dalam hidup ini harus semangat mas, semangat kerja, jangan malas, itu saja!" Saya makin di yakinkan kalau itu yang juga mesti saya lakukan di waktu-waktu kedepan.

Mobil sudah hampir sampai di tujuan, tapi masih ada satu hal lagi yang dia katakan, "kalau mau mengatasi masalah apapun ya mas, kuncinya cuma satu, harus sabar. Iya sabar itu saja, pasti nanti akan ada jawabannya." Saya kasih kode untuk berbelok dan kemudian mobil berhenti, saya berikan bayaran taksinya dan bilang terimakasih, jawabannya lebih bagus lagi, "Selamat menikmati waktu liburan dengan keluarga mas!" Benar perjalanannya saya bisa membayar, tapi berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya saya tidak bisa membayar. Terimakasih Pak Dikron, saya anggap ini adalah kado Natal saya yang sangat berkesan tahun ini, yang menegaskan pada saya bahwa bahagia adalah memiliki Kesehatan yang maksimal,  bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik diwaktu kedepan adalah dengan semangat, kerja keras dan penuh kesabaran. Gusti mberkahi pak!

"Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" Mazmur 31:19

Wednesday, June 14, 2017

"Lemesin Aja"

"Perubahan dimulai saat seseorang mengetahui langkah selanjutnya." 
(William Drayton)

Perubahan dimulai seperti membersihkan sebuah lemari:
1. Buka, buka hati dan pikiran untuk Tuhan bekerja
2. Bongkar, bongkar semua isi yang tidak berkenan kepada-Nya. Pisahkan kebaikan dan keburukan yang ada
3. Buang, Buang semua kepahitan, luka, kecewa, sakit hati dan penyesalan karena Tuhan menyiapkan ganti yang lebih baik meskipun kadang sekarang terlihat tidak baik!

Alan Cohen mengatakan seperti ini, "Dibutuhkan banyak keberanian untuk melepaskan keadaan yang akrab dan tampaknya aman, untuk merangkul hal baru. Tetapi tidak ada keamanan yang nyata dalam apa yang tidak lagi bermakna. Ada keamanan lebih dalam petualangan yang menarik, karena dalam gerakan ada kehidupan, dan dalam perubahan ada kekuatan."

Sama seperti yang Nuh alami dalam kehidupannya. Istilah yang lagi ngetrend itu "lemesin aja jangan dilawan", jadi Nuh hanya taat dan ikut apa yang Tuhan perintahkan padanya meskipun keadaan yang dia alami nggak enak. Perubahan yang baru yang nampaknya tidak terlihat nyata baiknya ada didepan mata. Namun keadaan yang tidak baik dibuatnya sebagai bentuk penyembahan. Nuh, menyembah dengan mengutamakan Tuhan – Kejadian 8:13-20.

Fakta bahwa hal pertama yang dilakukan Nuh setelah keluar dari bahtera dan mengalami masa-masa yang sulit dan ekstrem adalah mendirikan mezbah bagi Tuhan, menunjukkan bahwa Nuh adalah seorang penyembah sejati. Dalam ayat  sebelumnya tidak ditemukan perintah bahwa Allah menyuruh Nuh melakukannya, tapi sekalipun Allah tidak menyuruhnya, persembahan yang Nuh lakukan membawa efek yang sangat dahsyat. 

Musa menulis tentang hal itu dalam pimpinan Roh Kudus demikian: “Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam” – Kejadian 8:21-22.

Pertanyaan renungan:
Pernahkah Anda berada di lingkungan yang sulit untuk mengutamakan Tuhan? Apa yang Anda lakukan?

Thursday, May 11, 2017

Pada Mas Montir Aku Belajar

Untuk bekerja dengan baik tidak hana sekedar skill dan pengetahuan yang baik, tetapi juga dedikasi, disiplin dan desire atau passion ( bahasane duwur...sok tinggi biar kayak tulisane motipator) hahahahaha!
Tapi tampaknya memang demikian yang saya dapatkan hari ini sewaktu saya sedang menyempatkan diri servis motor dibengkel yang baru pertama saya datangi. Servis standar injeksi motor, ganti oli mesin, ganti oli gardan, ganti ban depan, mindahin ban depan ke belakang, servis komstir setang karena terasa goyang kalau jalan. Lumayan di saat minggu terakhir sebelum gajian malah setoran ke bengkel. Lha kalau nggak di servis malah bisa nombok nanti ujung-ujungnya lebih bahaya.
Eniwei, saya menemukan catatan bagus di depan tempat saya membayar setelah selesai servis. Ada terpampang jadwal kerja harian plus nama-nama daftar hadir para montir, juga ada tanggal gajian mereka masing-masing. Dan yang paling saya kaget juga ada peraturan tertulis yang menurut saya jarang-jarang saya temukan di sebuah bengkel, seperti berikut ini tulisannya:
Telat 15menit denda 30.000
Telat 30menit tidak usah masuk
Tidak pakai seragam denda tambahan
Masing-masing libur 1 hari di hari yang berbeda dalam 1 minggu
Wow...
Sementara dikerjaan saya saja telat nggak papa yang penting ada pemberitahuan dan sekarang lebih banyak nggak ngasih tahu, toh...nggak dipotong gajinya. Enak kan? Coba jadi montir ini, habis sudah uang makan dan transport tiap hari. Mumet nggak kira-kira? Nggak pakai seragam? Lha udah ada hari bebas nggak pakai seragam, kerja cuma 5 hari dapat seragam 3 buah masih aja cari alasan karena seragamnya inilah itulah...whatever soever terserah dan nggak kena marah, yang penting rapi dan masih senada kan? Ya kan? Libur? Jelas sudah pasti wong kerjanya cuman dari Senin sampai Jumat saja, ada jadwal libur lainnya plus bisa nambah libur "bila perlu", uenaknyaaaaaaa....! Itu cuma sementara alias nggak akan lama. Iya nggak akan lama lagi bisa merasakan seperti sekarang. Jadi nikmati dan bersiap-siap saja kalau keadaan, situasi, kondisi, aturan dan bahkan denda akan dihadapi!
Kalau montir aja bisa, mosok saya nggak bisa? Wis...gitu aja!

Sunday, April 16, 2017

Kupat Di Hari Paskah

Suasananya memang tidak seramai dan semarak Natalan, jelas kalau hiasan dan keriaannya nggak bisa dibandingkan. Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah hingga saat ini. Tradisi menikmati kupat di perayaan Paskah di gereja di mana saya di besarkan memang sangat khas dan selalu dirindukan.

Mengapa kemudian kupatan ada di tradisi gereja kami? Saya sendiri kurang begitu mengetahuinya, yang jelas sedari saya masih anak-anak tradisi menikmati kupat tahu ala Jawa dengan tambahan tauge, irisan tipis kol yang sudah direndam air panas, sedikit mie goreng, tempe goreng dan karak alias kerupuk nasi dan tentu saja sambal kecapnya membuatnya menjadi racikan yang tidak hanya menyentuh lidah, namun benar-benar menyentuh kenangan dan juga perasaan yang berbicara tentang cinta, pengampunan dan keberkahan.

Kupat menurut tradisi Jawa dan menurut beberapa sumber mengartikan dari perpaduan dua kata ngaku lepat yang artinya mengakui kesalahan. Dengan menikmati kupat kita di ajak untuk menghayati proses penebusan yang Tuhan Yesus lakukan di atas kayu salib. Mengakui segala kesalahan kita bahwa kita tidak akan bisa menyelamatkan diri kita dengan perbuatan baik kita. Bahwa pengakuan kesalahan dan dosa inilah yang membawa pada akhirnya pengakuan dan kebutuhan akan seorang Juruselamat. Dengan memakan atau menikmati kupat ini kita diperkaya dengan kebaikan, dilimpahkan dengan berkat, disadarkan dengan sebuah kebutuhan yang hakiki dalam kehidupan, bahwa hanya lewat pencurahan darah di atas kayu saliblah semua dosa kita di hapuskan, lewat kematian Tuhan Yesus kita juga ikut mati namun dengan kebangkitanNya di hari ini kita pun ikut bangkit dan memperoleh kemenangan dalam hidup. 

Roma 5:17 (BIMK)  Karena pelanggaran satu orang, kematian menjalar ke mana-mana melalui orang yang satu itu. Betapa lebih besar lagi akibat dari apa yang dilakukan oleh satu orang yang lain, yaitu Yesus Kristus. Melalui Dia, Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada begitu banyak orang, dan dengan cuma-cuma memungkinkan mereka berbaik kembali dengan Allah; mereka akan berkuasa di dunia ini melalui Kristus.
1 Yohanes 4:10 (BIMK)  Inilah kasih: Bukan kita yang sudah mengasihi Allah, tetapi Allah yang mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya supaya melalui Dia kita mendapat pengampunan atas dosa-dosa kita.
Efesus 1:7 (BIMK)  Sebab, oleh kematian Kristus, kita dibebaskan oleh Allah, berarti Ia sudah mengampuni kita dari dosa-dosa kita.

Selamat Menikmati Paskah, jangan lupa untuk ngaku lepat alias mengakui kesalahan, nikmat hidup ini di dapat karena sudah dilepaskannya segala kesalahan kita.
Gusti Mberkahi.

Saturday, July 9, 2016

Rahasia Di Balik Doa"

Αdα seorang pemuda yang rajin berdoa, minta sesuatu pada Tuhan. Tapi doanya tak kunjung terkabulkan.

Sebulan menunggu masih belum terkabul juga.

Tetap dia setia berdoa.

3 bulan juga belum.

Tetap dia setia berdoa.

Hingga hampir 1 tahun dia berdoa, belum terkabul juga.

Dia melihat teman kantornya, orangnya biasa saja, tak istimewa, ibadah ke gereja pun jarang. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering menipu, bohong sana-sini.

Tapi anehnya, apa yang dia doakan, semuanya dpenuhi. Pemuda ini pun heran, akhirnya, dia pun datang ke seorang pendeta. Ceritalah dia akan permasalahan yang sedang dihadapi, tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat dan setia, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah pendeta ini.
Bertanyalah pendeta kepada pemuda ini :

"Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, main musik tidak benar, suara fals, bagaimana?"

Pemuda tadi menjawab, "Segera saya kasih uang, gak tahan melihat & dengerkan dia lama-lama disitu, sambil nyanyi pula."

Pendeta bertanya lagi, "Kalau pengamennya rapi, main musiknya enak, suaranya merdu, menyanyi lagu yang kamu suka, bagaimana ?"

Pemuda ini pun menjawab, "Wah kalau itu saya dengarkan, pak. Saya biarkan dia nyanyi sampai habis. Lama pun tidak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela mendengarkannya. Kalau pengamen urakan tadi saya kasih 2rb, yang ini 100rb pun saya rela."

Pak pendeta pun tersenyum.

"Begitulah, Tuhan ketika melihat engkau yang taat dan setia datang menghadapNya, Tuhan betah dengarkan doamu, melihat kamu. Dan Tuhan ingin sering ketemu kamu dalam waktu yang lama.

Buat Tuhan, memberi apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia ingin nahan kamu lebih lama, biar lebih intim sama Dia. Coba bayangkan, kalau doamu cepat dikabulkan, apa kamu bakal sedekat ini ?

Dan dipenghujung nanti, apa yang kamu dapatkan jauh lebih besar dari apa yang kamu minta."

Amin...

Friday, July 8, 2016

Dahsyatnya 10 Kekuatan Manusia

Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang (Tokoh Genius & Hebat di Zaman Sam Kok / Tiga Kerajaan) pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu :

1. Kekuatan Keheningan

Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

2. Kekuatan Hidup Hemat

Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

3. Kekuatan Membuat Perencanaan

Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

4. Kekuatan Belajar

Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

5. Kekuatan Nilai Tambah

Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

6. Kekuatan Kecepatan

Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

7. Kekuatan Karakter

Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

8. Kekuatan Waktu

Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

9. Kekuatan Imaginasi

Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

10. Kekuatan Kesederhanaan

Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “

Thursday, June 16, 2016

Penjara Pikiran

Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis. Dia memakai tulang yang dilubanginya kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang, serta mengelemnya menjadi satu.

William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama ‘Du Pont’ pada tahun 1938.

Tahukah Anda, bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di penjara? Tubuhnya di penjara, tapi pikirannya tidak terpenjara. Sementara banyak orang yang tidak di penjara, tetapi seringkali memenjarakan pikirannya sendiri.Penjara itu berupa kata-kata:
“Tidak mungkin”,
“Tidak bisa”,
“Tidak mau”,
“Tidak berani”, dan tidak tidak lainnya, yang kerap menjadi penghalang kita untuk berkembang.

Sang Pencipta memberikan kita potensi untuk dikembangkan, secara positif dan semaksimal mungkin. Jadi, jangan mengizinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita.

Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan.

Service Ala Mama

Hai, hari ini saya belajar service ala “Mama”. Belajar dari Lee Cockerell. Bukan hanya pengajar service, namun praktisi service kelas dunia. Mejabat sebagai direktur F&B di Hilton (termasuk Waldorf-Astoria) dan juga di Disney World.

Service ala mama ini menarik. Selama ini saya hanya dapat bayangannya, kali ini dijelaskan secara gamblang.

Seperti yang kita tau bersama, bahwa karyawan terbaik untuk service adalah yang memang sudah mempunyai jiwa service. Karyawan yang lagi pingsanpun tersenyum. Karyawan yang memang sifat dasarnya sudah baik. Nah, dari mana training itu datang? Ya dari rumahnya. Dari mamanya.

Mama yang mengajarkan dan menerapkan nilai-nilai terbaik untuk diri kita. Nah saat melakukan bisnis, pasti kadang tergoda untuk melakukan bisnis yang ‘nyerempet’ atau ‘abu-abu.’ Maka butuh patokan jelas.

Salah satu patokan terbaik adalah, "Jangan lakukan sesuatu yang bakal membuat kita merasa cemas kalau sampai mama tau."

Pelajaran lain dari mama adalah untuk selalu membuat semua customer merasa welcome dan comfortable. Saat ada tamu yang datang ke rumah, kita menyambut tamu dengan ramah. Kita boleh saja jadi anak yang menonjol, namun tetap mama pengen kita jadi team player. Karena “Service Excellence is a Team Sport“.

Mama selalu meminta kita membantu mengembangkan teman-teman. Main bersama. Menyemangati mereka, menolong saat mereka berbuat kesalahan, juga menghargai kalau mereka perform well. Kalau ada anak lain yang gak tau caranya main, tunjukkan gimana caranya dengan baik.

Pelajaran yang kita dapat dari mama, bisa sangat berguna di dalam mengembangkan Service Excellence. Misalnya:
* Kalau minta sesuatu, pakai kata, “Please” atau “Tolong.” Saat menerima sesuatu bilang, “Thank you.”
* Sapa seseorang dengan eye contact dan pakai senyum
* Selalu minta maaf saat sudah berbuat salah atau mengecewakan seseorang
* Selalu tepati janji yang sudah dibuat
* Jangan pernah bohong
* Jangan berani keluar rumah dengan penampilan (pakaian) seperti itu.
* Kalau gak bisa ngomong sesuatu yang baik, gak usah ngomong
* Coba lihat dari sudut pandang orang lain
* Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan
* Lakukan dengan baik atau gak usah lakukan sama sekali

Karyawan-karyawan yang bekerja dengan prinsip ini akan bisa bekerja dengan jauh lebih baik. Mama pengen kita bukan hanya punya skill bagus, namun juga punya dasar sikap baik yang kuat.

Semua ibu ingin anaknya lebih menonjol. Nah, di ekonomi yang makin lama makin keras, kita tidak bisa menjadi pelaku bisnis yang rata-rata.

Jadi kita mesti berjuang memberikan service yang membuat mama sedemikian bangganya sampai pengen cerita ke tetangga-tetangganya.

Mama juga punya visi jangka panjang. Mama selalu berpikir ke depan. Berpikir nanti akan jadi apa anaknya di masa depan. Itu makanya mama selalu mengutamakan pendidikan. Itu makanya mama selalu menanamkan percaya diri pada anaknya. Mama selalu membuat anaknya merasa aman dan berharga, sejak anaknya lahir. Mama selalu bilang bahwa dia percaya kita bisa.

Maka sebagai seorang pemimpin kita juga harus melakukan hal yang sama. Kita pikirkan jangka panjang. Kita ingin karyawan kita menjadi seperti apa? Kita didik mereka. Bangun kepercayaan diri mereka. Buat mereka merasa dilindungi dan dihargai. Tunjukkan pada mereka bahwa kita percaya pada mereka.

Tentu saja belum tentu semua karyawan kita akan berhasil. Karena anak mama juga belum tentu semuanya berhasil. Namun setidaknya ini akan membantu mereka jauh lebih baik di masa depan.

Satu saran yang paling Dahsyat. Setiap kali kita dipuji oleh customer, atau oleh bos, atau kita berhasil melakukan sesuatu yang membanggakan, telepon mama. Kalau misalnya mama sudah nggak ada, kita bisa membayangkan ngomong sama mama. Seolah-olah mama ada di samping kita.

Lalu katakan pada mama, “Hai ma, hari ini ada kabar baik dan saya cuma mau bilang terima kasih. Terima kasih buat semua yang sudah mama lakukan dan ajarkan buat saya. Saya sadar bahwa saya bisa jadi seperti sekarang karena mama.”

Abraham Lincoln menyampaikannya dengan sangat baik. “Saya bisa jadi seperti sekarang ini atau jadi seperti apa di masa depan, saya berhutang pada malaikat saya yang bernama mama.”

Salam Dahsyat!
by: Hendrik Ronald
# fb  888 Inspirasi Harian

Wednesday, June 1, 2016

Mengotori Langit

Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui Sang Kakek. Dia mendamprat Kakek dengan kata-kata kasar. Sang Kakek mendengarkanya dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.

Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” “Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.

”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek .”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.

Kita tidak bisa mengotori langit (Meludah ke langit)

Tuesday, May 3, 2016

Ketekunan

Ketekunan adalah Kekuatan Anda

Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari hasil usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan suatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan.

Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang.

Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.

Pepatah mengatakan bahwa “ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah”. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil.

Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali.

Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda.

Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.

Sumber: fb kisah2 inspiratif

Monday, May 2, 2016

Kesuksesan

Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D (penulis The Millionaire Next Door)
mungkin akan mengubah apa yang kita percayai selama ini.
Penelitian beliau menunjukkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya diurutan ke-21, bersekolah di sekolah favourite diurutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses diurutan ke-30. Kaget ?
Ingin tahu 10 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan ?
Silahkan renungkan kembali apa yang kita percayai setelah membaca 10 urutan dibawah ini:

1. Jujur.
2. Disiplin.
3. Gaul (good interpersonal skill).
4. Dukungan dari komunitas (bagi yg menikah: pasangan hidup).
5. Bekerja lebih keras daripada yang lain.
6. Mencintai apa yang tengah dihidupi dan dikerjakan (memiliki passion)
7. Kepemimpinan yang baik dan kuat (good & strong leadership).
8. Semangat dan berkepribadian kompetitif.
9. Pengelolaan kehidupan yang baik (Good life management): manajemen diri
10. Kemampuan menjual gagasan dan produk (abilty to sell idea or product)

Setelah sekian lama hidup dan bekerja, kita punya berapa dari 10 itu?

Sumber: FB Heru Krisnata

Monday, April 11, 2016

Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.

Source: fb kisah2 inspiratif

Thursday, April 7, 2016

Pengampunan

Pengampunan

Abraham Lincoln

Saat Abraham Lincoln (1809-1865) masih pengacara muda, ia sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasusnya. Suatu hari, ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior. Tapi ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia! Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!”

Lincoln berpura-pura tidak mendengar, walaupun dia tahu kalau hinaan itu disengaja. Biarpun malu, dia tetap bersikap tenang. Kemudian ketika pengadilan berlangsung, Lincoln diabaikan. Namun pengacara yang telah menghina Lincoln dengan begitu kejamnya, ternyata bisa membela kliennya dengan brillian. Penanganannya atas kasus itu membuat Lincoln terpesona. Katanya dalam hati, “Nalarnya sangat bagus. Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan! Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi.”

Waktu berlalu…

Lincoln menjadi presiden Amerika Serikat pada bulan Maret 1861. Di antara kritikus utamanya, terdapat Edwin M. Stanton, pengacara yang pernah menghinanya dan melukai hatinya begitu dalam. Namun Lincoln mengangkatnya di posisi penting sebagai Sekretaris Perang. Ia tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas, yang amat dibutuhkan negaranya.

Saat Lincoln meninggal, Stanton berkata, “Dia merupakan mutiara milik peradaban.”

Hanya seseorang yang berkarakter dan mau memaafkan seperti Lincoln, dapat bangkit & berhasil di atas penghinaan! Maka, jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik dan belajarlah memafkan. Jadikan “sampah” sebagai “pupuk” atau “bahan bakar” untuk maju—baik di lingkungan keluarga, kerja, atau tempat tinggal kita.

Source: fb kisah2 inspiratif

Wednesday, April 6, 2016

Palu Menghancurkan Kaca

"Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja."

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa “masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Source: fb kisah2 inspiratif

Tuesday, April 5, 2016

Pengurus Kuda

Seorang bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga yang miskin untuk dipekerjakan. Yang tegap sebagai pengurus kuda. Yang kurus & kecil sebagai pengurus kambing.

Suatu ketika si tegap berkata kepada si kecil: "Hai sobat. Aku lebih besar & tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku mengurus kambing. Kamu mengurus kuda. Awas kalau tidak mau! Aku habisi kamu!"

Sore hari, dengan galau & langkah gontai dia pulang ke rumah.

Melihat kegalauan anaknya, si ibu bertanya: "Nak, coba ceritakan ke ibu".

Si anak pun menceritakan peristiwa yg terjadi.

"Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam & memaksa aku untuk mengurus kuda liar. Dia memilih kambing. Bagamana aku bisa mengejar-ngejar kuda yang begitu besar. Sungguh jelek nasibku".

Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak. Pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi & terima dengan besar hati. Jika kamu mampu belajar & kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat & bermanfaat untuk masa depanmu."

Sejak saat itu, si kurus dengan susah payah setiap hari bergelut dengan kuda-kuda yang besar & liar. Dari hari ke hari keahlian menguasai kuda-kuda pun membaik. Badannya berkembang menjadi tinggi, tegap & perkasa.

Suatu hari, pecah perang antar negara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda.

Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin & memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya & dikenal banyak orang karena kebesaran namanya.

Dia adalah pemimpin bangsa Mongol yang tersohor bernama: Genghis Khan.

==========

Tak jarang seseorang berteriak, mangaduh dan mengeluh kepada Tuhan mengapa membiarkan cobaan, halangan dan rintangan terjadi di dalam kehidupannya. Semua itu Tuhan ijinkan terjadi di dalam kehidupan Anda supaya Anda menjadi kuat dan siap untuk menerima berkat indah yang telah DIA sediakan untukmu.

Jalanilah semua yang harus anda jalani dan hadapi. Sertakan selalu Tuhan dalam setiap langkah kehidupan Anda. Mintalah bimbingan dan penyertaan Tuhan untuk dapat melalui semua yang harus Anda lalui untuk mencapai rencana indah yang Tuhan telah siapkan untukmu.

Mari songsong semua yang harus kita jalani dengan ucapan syukur dan semangat untuk menjalaninya

# Source: fb  888 Inspirasi Harian

Saturday, March 26, 2016

BERUBAH atau MATI.

RAJAWALI merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dpt mencapai 70 thn. Tapi utk mencapai umur itu seekor RAJAWALI hrs membuat keputusan besar pd umurnya yg ke 40.

Saat umur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya mjd sgt berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yg menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung utk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia hrs mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dr mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia hrs mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yg baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali.  Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN.  Berani  membuang kebiasaan2 lama yg mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yg menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri...Bersediakah Anda Berubah....??

https://yudoprasonto.wordpress.com/2010/02/23/kisah-burung-rajawali-dan-7-prinsip-hidupnya/

Sunday, March 20, 2016

KEBENARAN TERWUJUD DALAM PERILAKU

🐝.  KEBENARAN TERWUJUD DALAM PERILAKU.                      Copas

Hiduplah seorang Guru yang bijaksana.
Suatu hari sang Guru menyuruh muridnya yang gagu untuk turun gunung,

"Besok, sebarkanlah ajaran Kebenaran yang telah ku kabarkan kepada semua orang."

Muridnya yang gagu itu merasa rendah diri dan  segera menulis di atas kertas,

"Maafkan saya, Guru...
Bagaimana mungkin saya dapat menyebarkan ajaran Guru, saya ini kan gagu ?

Mengapa Guru tidak menyuruh murid lain saja yg tentu mampu mengabarkan ajaran Guru dengan lebih baik?"

Sang Guru tersenyum dan meminta muridnya merasakan sebiji anggur yang di berikan olehnya.

"Anggur ini manis sekali," tulis muridnya
Sang Guru kembali memberikan sebiji anggur yg lain.

"Anggur ini masam sekali," tulis muridnya

Kemudian Gurunya melakukan hal yang sama pada seekor burung beo.

Biarpun di beri anggur yang manis maupun masam beo itu tetap saja mengoceh, "Masam... masam..."

Sang Guru menjelaskan pada muridnya, "Kebenaran bukanlah untuk di hafal,
bukan pula cuma untuk di pelajari,
tapi yang terutama adalah untuk di praktekkan dalam kehidupan sehari-sehari.

Kita jangan seperti sebuah sendok yang penuh dengann madu, tapi tidak pernah mengetahui manisnya madu itu.

Kita jangan seperti beo yang pintar mengoceh, tapi tidak mengerti apa yang di ocehkannya.

Mungkin kau memang tidak mampu berbicara dengan baik, tapi bukankah kau bisa bicara Kebenaran dengan cara-cara lain, misalnya menulis buku ?

Dan yang lebih penting, bukankah perilaku mu yang sesuai dengan kebenaran akan menjadi panutan bagi yang lain?

Itulah cara mengajar yang Terbaik :
- TELADANKAN, KEBENARAN DALAM PERILAKU MU, BUKAN CUMA DALAM OMONGANMU."
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

🙏.  God bless you All

Friday, March 18, 2016

Kura-kura dan Kalajengking

Karena tidak mampu berenang, seekor kalajengking suatu hari meminta seekor kura-kura agar memberinya tumpangan di punggung untuk menyeberangi sungai. "Apa kamu gila?" teriak kura-kura itu. "Kamu akan menyengatku pada saat aku berenang dan aku akan tenggelam".

Kalajengking itu tertawa sambil menjawab, "Kura-kura yang baik, jika aku menyengatmu, engkau akan tenggelam dan aku akan ikut bersamamu. Kalau begitu, apa gunanya? Aku tidak akan menyengatmu karena ini berarti kematianku sendiri!"

Untuk beberapa saat, kura-kura itu berpikir tentang logika dari jawaban tersebut. Akhirnya dia berkata, "Kamu benar. Naiklah!". Kalajengking itu naik ke punggung kura-kura tadi. Namun baru setengah jalan, dia menyengat kura-kura itu dengan sengit.

Sementara kura-kura mulai tenggelam perlahan-lahan menuju dasar sungai dengan kalajengking di atas punggungnya, dia mengerang dengan pedih, "Kamu sudah berjanji, namun sekarang engkau menggigitku! Mengapa? Sekarang kita sama-sama celaka."

Kalajengking yang tenggelam itu menjawab dengan sedih, "Aku tidak dapat menahan diri. Memang sudah tabiatku untuk menyengat."

Pelajari karakter seseorang sebelum menjadikannya sebagai kawan. Peran yang dia mainkan akan mempengaruhi kehidupan Anda!

Amsal 13:20
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.