Showing posts with label makanan indonesia. Show all posts
Showing posts with label makanan indonesia. Show all posts

Monday, January 14, 2019

BAKWAN MALANG

Bakso/Bakwan Malang yang tiap hari lewat di kompleks rumah, semangkok paket full hanya Rp 12.000, cocok banget pas hujan-hujan kemarin. Hebatnya mas penjualnya bilang, dalam 1 hari ada 2 shift kerja dan lokasi, lokasi yang sama bisa 2x putaran, siang-sore dan sore-malam, dengan kisaran rata-rata 50porsi mangkok maka omset sehari bisa dapat Rp 600.000. Lumayan kan? Jika pendapatan bersih sehari Rp 200.000 saja maka sebulan bisa mengantongi Rp 6.000.000.

Ini hanya uneg-uneg sederhana sebelum tidur malam ini. Dari tukang bakso keliling ini saya belajar selama orang masih mau makan, jajan dan hidup tentu saja pasti mereka berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan penghasilan bagi kehidupannya. Saya sih ikut optimis ya, ikut terus melihat kebaikan dan hasil kerja nyata. Itu saja sih, buat yang berseberangan selera baksonya bisa kontak saya dan ajak saya makan biar fair sudut pandang kita.

Saturday, August 25, 2018

Kemana Patahnya?

Seperti biasa pagi ini tidak curiga sedikitpun kalau akan terjadi sesuatu. Saya mampir ngopi dulu sebentar sebelum sampai tempat kerja. Sepotong gorengan tempe saya gigit pelan karena memang masih panas, sekaligus biar nikmat juga.

Selesai saya menikmati kopi dan gorengan saya hendak melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja dan ada sesuatu yang terasa beda di dalam mulut, terasa tajam...ternyata gigi saya bagian atas sudah patah. Jadi patahannya ke mana? Waaaaah...jangan-jangan pas lagi gigit tempe tadi patah dan kemudian ikut tertelan? Waduh, ada-ada saja. Seingat saya pagi tadi sehabis sikat gigi masih aman-aman saja tidak ada yang patah gigi saya. Tapi ya sudahlah...nggak papa, kalau nanti ada uang lagi bisa saya tambal atau cabut sekalian. Satu buah gigi terakhir kemarin nambal seharga tiga ratus lima puluh ribu rupiah, lumayan kan? Jadi nikmati aja sekarang.

Nggak masalah gigi saya patah, bahkan tertelan. Yang penting semangat saya nggak patah tertelan ketegangan dan tekanan hidup, itu penting! Semangat karena sudah pecah telor kemarin di kerjaan jadi bulan depan bisa dapat tambahan lagi!

Friday, March 25, 2016

Salut

Saya nggak tahu namanya, jarang-jarang ketemu bule makan di kantin ukm pusat perbelanjaan besar seperti hari ini. Dengan santai dan pede dia berjalan mengitari beberapa tempat penjual makanan dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada pecel ayam, lengkap...plus nambah minta digorengin 4 tempe...saya tahu karena suaranya cukup jelas pagi ini dengan bahasa Indonesia yang lancar dan suasana kantin juga masih belum terlalu ramai.

Lanjut dia memesan rujak dengan sambelnya, minumnya cuma sebotol air mineral dingin. Dan...hebat...makan ayam, tempe dan buah-buahan rujak semuanya dia cocol ke sambal yang menurut saya nggak biasa buat para bule.

Eh, ya sudahlah ya...ngapain saya ribut ngurusin makan seorang bule? Apa jangan-jangan dia lagi ngirit makanya cari tempat makan bukan di food court dan food society plus resto- resto yang lain yang bejibun banyaknya. Yaah...malah nyari-nyari alasan ini namanya saya. Yang jelas...senang lihat orang asking makan makanan asli Indonesia dengan lahap, itu tandanya nikmat. No matter where you eat and how much is the price...yang paling important itu adalah...bagaimana kita menikmatinya! Dengan ucapan syukur atau dengan deg-degan habis itu ngitung-ngitung sisa uang ... Maklum lagi tanggal tua nih! Hahahahaha...anyway, Selamat menikmati keberkahan anda hari ini.