Showing posts with label natal. Show all posts
Showing posts with label natal. Show all posts

Sunday, December 14, 2025

Handuk Pink


Di acara kemarin Christmas potluck party volunteers and family kids church saat acara tukar kado, saya dapat hadiah sebuah handuk pink bergambar minnie mouse. Padahal sebelumnya saya sudah memegang hadiah headphone lumayan, ah..ternyata masih digeeser sekali lagi dan jadilah handuk yang beruntung sekali saya mendapatkannya. Sempat berpikir nggak mungkin anak wedok mau pakai, secara sudah besar, kepikiran ada dua ponakan cewek pasti salah satu mau dikasih hadiahnya. Eh, sebelum pulang si anak malah bilang mau, karena dia membutuhkan sering keringatan pas sekolah dan bisa buat acara-acara kalau pas basah-basahan. 

Selanjutnya saya masih memikirkan mungkin memang ada maksud Tuhan kasih saya handuk dan linknlagi warnanya bkan, nah akhirnya saya bertanyalah kepadan mbah Gugel, dia memberikan jawaban tentang filosofi handuk yaitu antara lain mencakup ajaran kerendahan hati (setiap bagiannya bisa digunakan untuk hal berbeda, bahkan yang "kotor"), persiapan dan kenyamanan (hadiah handuk melambangkan kepedulian akan kesejahteraan), kebersamaan (handuk couple melambangkan hubungan saling melengkapi), hingga makna simbolis dalam budaya seperti "melempar handuk" yang berarti menyerah, dan di Jepang handuk putih bisa bermakna duka, sedangkan dalam Feng Shui, handuk bisa jadi penanda energi hubungan. 

Wow, bagus juga ternyata ya. Tadinya saya malah sempat berpikir kalau Tuhan memang senang bercanda dengan kasih saya hadiah ini buat mengingatkan kalau saya harus lebih sering mandi mungkin, kan saya memang senang mandi sebenarnya. Atau mengingatkan denga warna pink yang umumnya melambangkan cinta, kasih sayang, kelembutan, romansa, dan sering dikaitkan dengan kebahagiaan, harapan, kepolosan, dan keramahan, menciptakan suasana santai dan ceria harus terus saya pegang dan lakukan. 

Senang bisa menjadi bagian perayaan dan memberkati juga tahun ini. 

"Don't Panic, and always know where your towel is." Douglas Adams

Wednesday, December 25, 2024

Ketika Yusuf Menjadi Bapak


"Silahkan Mas Yusuf dinikmati singkong rebusnya, maaf itu budhe  masih di dapur masak air buat kopinya. Gimana, rasanya sekarang jadi bapak?" Tanya Pakdhe tempat Yusuf dan Maria menginap malam itu. "Hmm, deg-deganlah Pakdhe, namanya juga pengalaman pertama, anak pertama dan spesial ini." Jawab Yusuf sembari menggigit singkong hangat di depannya, wajahnya masih terlihat lelah menunggu istrinya melahirkan, juga pegal kakinya belum tuntas diistirahatkan setelah perjalanan yang cukup lama dan jauh dari kampungnya sampai Bethlehem. Pandangannya melayang jauh, senyumnya tertahan melihat bayi dibungkus kain lampin dan ditaruh dipalungan itu. Masih teringat kata malaikat yang datang di mimpinya sembilan bulan yang lalu, "jangan takut...", Ah rasanya dunia sedang berubah dengan cepat. 

Tepukan dipundaknya menyadarkan lamunan, "Mas, ini kopinya ya, kalau mau ditambah gula ambil sendiri disini, maaf tadi budhe agak lama bikin airnya." "Oh, iya budhe nggak papa, sekalian mau ngerepotin boleh nggak dibikinin teh anget manis buat istri saya?" "Tenang mas Yusuf, sudah kok saya bikin buat mbak Maria ya, monggo dinikmati lagi singkongnya nggih?" Kemudian budhe berlalu dari hadapan Yusuf, keceriaannya memberi semangat tersendiri di malam dingin itu. Seruputan kopi ala budhe di Bethlehem malam itu menemani Yusuf mengencangkan tali iman percayanya, berdiri dan menghampiri istrinya, mengelus rambutnya dan memandang bayi dalam palungan itu, dia berkata kepada Maria, "kita bisa ya bu, kita bisa!" Dirapikan selimut usang yang dibawanya dari Nazaret menutupi tubuh Maria. 

Masih ada sedikit sisa kopi yang belum habis, Yusuf ambil kembali mengambil cangkirnya dan menyeruput, dalam hati dia berkata, "aku bakoh, malang-malang putung, rawe-rawe rantas!" Lalu menyelonjorkan kakinya dan kantuk mulai menghampiri. Hari ini dia menjadi bapak!

*Tulisan 3 tahun lalu

Saturday, December 24, 2022

Bakso Malang Di Malam Natal


Malam Natal tahun ini tidak ada acara masak memasak di rumah. Bahkan memang dari pagi untuk urusan makan memilih untuk membeli saja, bukan karena tidak mau memasak. Mungkin lebih memilih menikmati dengan mudah saja tanpa harus berlelah-lelah memasak. Kebetulan biasanya Oma yang memasak memang, tapi karena kemarin Oma baru saja divaksin booster, masih terasa efeknya dan memilih untuk istirahat. 

Malam ini akhirnya dipilih menu sederhana, bakso alias bakwan Malang. Tapi ternyata Oma dan anak memilih mie ayam bakso, saya dan istri memilih bakso dengan bihun. Panas, segar dan pedas memberikan cita rasa tersendiri malam ini, pas banget sepertinya dengan hawanya diluar yang masi mendung, sore tadi lumayan dapat hujan sebentar. Kalau anda pecinta varian bakso Malang pasti anda akan tahu banyak pilihan untuk isinya, ada tahu, bakso goreng, bakso urat, pangsit goreng dan lain-lain. Mungkin anda tidak seperti kami menikmati malam natal dengan makanan sederhana, bisa jadi anda memasak khusus dengan keluarga, atau makan direstoran, atau maaf justru biasa saja, tidak ada acara makan bersama, tidak jadi masalah juga. 

Siapa yang mengira saya masih bisa menikmati makan malam bersama kali ini. Setahun lalu, saya terkena serangan jantung dan hasilnya sangat tidak bagus. Minggu ini sudah terhitung empat bulan saya dalam masa pemulihan setelah operasi by pass. Dan saya sangat bersyukur dengan kondisi kesehatan yang semakin baik. Memang tidak tertulis malam sebelum Yesus lahir, Maria dan Yusuf makan apa, bisa jadi saking capeknya mereka lupa makan karena harus mencari tempat untuk menginap. Mungkin menghabiskan sisa bekal makanan yang mereka bawa, atau mendapat kebaikan dari pemilik kandang domba.

Sebuah kata bijak mengatakan, 
"Hidup itu tentang sebuah perjalanan, caramu menjalaninya, dan caramu berjalan memberi arti pada perjalananmu itu." Saya bersyukur saya masih diberikan kesempatan menjalani, berjalan di tahun ini, dan saya berharap bisa memberikan arti ditahun baru dengan perjalanan baru juga. Terima kasih banyak bakso Malang!



Saturday, December 25, 2021

Ngopi di Bethlehem


"Silahkan Mas Yusuf dinikmati singkong rebusnya, maaf itu budhe  masih di dapur masak air buat kopinya. Gimana, rasanya sekarang jadi bapak?" Tanya Pakdhe tempat Yusuf dan Maria menginap malam itu. "Hmm, deg-deganlah Pakdhe, namanya juga pengalaman pertama, anak pertama dan spesial ini." Jawab Yusuf sembari menggigit singkong hangat di depannya, wajahnya masih terlihat lelah menunggu istrinya melahirkan, juga pegal kakinya belum tuntas diistirahatkan setelah perjalanan yang cukup lama dan jauh dari kampungnya sampai Bethlehem. Pandangannya melayang jauh, senyumnya tertahan melihat bayi dibungkus kain lampin dan ditaruh dipalungan itu. Masih teringat kata malaikat yang datang di mimpinya sembilan bulan yang lalu, "jangan takut...", Ah rasanya dunia sedang berubah dengan cepat. 

Tepukan dipundaknya menyadarkan lamunan, "Mas, ini kopinya ya, kalau mau ditambah gula ambil sendiri disini, maaf tadi budhe agak lama bikin airnya." "Oh, iya budhe nggak papa, sekalian mau ngerepotin boleh nggak dibikinin teh anget manis buat istri saya?" "Tenang mas Yusuf, sudah kok saya bikin buat mbak Maria ya, monggo dinikmati lagi singkongnya nggih?" Kemudian budhe berlalu dari hadapan Yusuf, keceriaannya memberi semangat tersendiri di malam dingin itu. Seruputan kopi ala budhe di Bethlehem malam itu menemani Yusuf mengencangkan tali iman percayanya, berdiri dan menghampiri istrinya, mengelus rambutnya dan memandang bayi dalam palungan itu, dia berkata kepada Maria, "kita bisa ya bu, kita bisa!" Dirapikan selimut usang yang dibawanya dari Nazaret menutupi tubuh Maria. 

Masih ada sedikit sisa kopi yang belum habis, Yusuf ambil kembali mengambil cangkirnya dan menyeruput, dalam hati dia berkata, "aku bakoh, malang-malang putung, rawe-rawe rantas!" Lalu menyelonjorkan kakinya dan kantuk mulai menghampiri. Hari ini dia menjadi bapak!


Friday, December 24, 2021

Natal 2021


Katanya mbah Winston Churchill, "Natal adalah musim bukan hanya untuk sukacita, tetapi juga refleksi." Lha iya memang bener juga, sejak pandemi melanda saya nggak pernah lagi refleksi. Dan bulan lalu tempat langganan refleksi tutup, jadi makin bingung mau refleksi dimana yang enak, murah, cocok gitu. Eh, ini bukan pijat ya? Ternyata refleksi yang lain, hehehehe. Menurut kbbi refleksi memiliki arti,  yang pertama gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Yang kedua gerakan otot (bagian badan) yang terjadi karena suatu hal dari luar dan di luar kemauan atau kesadaran. Dan yang ketiga yaitu cerminan; gambaran. Tapi sebenarnya sih saya beneran pengen pijat refleksi dan beneran belum menemukannya. Nah, yang dimaksud mbah Churchill mungkin adalah refleksi diri, katanya refleksi diri merupakan bagian dari proses introspeksi diri, dengan jalan melihat kembali dan merenungkan berbagai hal yang telah terjadi di dalam hidup.

Tahun 2021 hampir berakhir, saya memang jarang membuat refleksi lalu berlanjut menjadi resolusi. Tapi tahun ini sepertinya harus saya catat, tuliskan dan mejadikannya kenangan tersendiri. Kenapa? Karena saya masih bisa bernafas, padahal sudah hampir kehilangan nafas. Meskipun sering terjadi serangan asma yang menyusahkan pernafasan, kali ini bukan paru-paru, tapi jantung. Hidup dan bernafas adalah pemberian surga yang terbaik. Seperti tulisan Yakobus, "Setiap pemberian yang baik dan hadiah yang sempurna datangnya dari surga, diturunkan oleh Allah, Pencipta segala terang di langit." Natal, hidup dan bernafas adalah pemberian yang baik, hadiah yang sempurna buat saya, keluarga dan buat anda semua.

Selamat merayakan dan menikmati sukacita Natal. Allah beserta kita semua!

Thursday, December 23, 2021

Alasan


Menurut Wikipedia arti alasan adalah proses penyampaian kesimpulan dari data. Alasan terdiri atas bukti (data), tuntutan (kesimpulan), dan pemikiran yang membenarkan gerakan dari data menuju kesimpulan. Sedangkan menurut kbbi arti alasan adalah
dasar bukti (keterangan) yang dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dan sebagainya). Hal yang menjadi pendorong (untuk berbuat). Hal yang membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa. Dasar. Asas. Hakikat. Banyak banget ternyata sebuah kata alasan ini artinya, dan saya juga kadang membenarkan diri dengan kata alasan. 

Si leher beton Mike Tyson mengatakan, "Tuhan membiarkan semuanya terjadi dengan satu alasan. Semua itu adalah sebuah proses belajar dan kamu harus melewati setiap tingkatannya." Hmm, sepertinya ada benarnya juga ya, alasan mengapa akhir tahun 2021 menjelang Natal saya harus menerima kenyataan bahwa kondisi kesehatan saya tidak baik-baik saja. Sepanjang minggu masih saja mencari-cari alasan apa sebenarnya penyebabnya, meskipun dari dokter orthopedi, dokter penyakit dalam dan dokter jantung sudah mengungkapkan banyak sekali alasannya mengapa bisa terjadi pada tubuh saya. Namanya juga manusia ya, kadang memang begitu, eh begini sih! 

Yang paling pasti adalah alasan mengapa Natal itu penting, alasan sorga inilah yang membuat saya begitu percaya bahwa segala sesuatu ada dalam skenario surga. Yohanes 3:16 (BIMK)  menyatakan seperti ini, "Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal." Untuk hal lain dalam kehidupan saya, alasan apalagi yang harus saya cari? Seharusnya cukup dengan menerima, mengenal dan menghidupi alasan Surga yang turun ke bumi di Natal ini. Karena kasih karunia itu cukup, ya cukup!

Monday, December 20, 2021

Nama Itu Penting

Saya sih memang tidak setuju dengan perkataan Shakespeare tentang "apa arti sebuah nama?", ya tentu saja jelas berarti buat saya. Bayangkan jika tanpa nama yang jelas, terus saya akan panggil istri saya sebut saja mawar gitu? Atau hanya dengan kata dia, dia...diapain dong? Hahahaha. Nah penting kan ternyata memiliki nama yang jelas.

Clarissa adalah nama yang awalnya berasal dari nama Jerman yaitu Clarice. Nama Clarice sendiri dikembangkan dari nama Clara yang berasal dari kata sifat dalam bahasa Latin yaitu “clarus” yang berarti “terang, jernih, terkenal”. Begitulah harapan yang terkandung dalam nama yang saya pilih untuk anak saya, Clarissa saya taruh di tengah namanya supaya terangnya menyebar dengan merata dalam kehidupannya.

Untunglah, Yusuf tidak seperti saya.  Beberapa waktu sebelum anak saya lahir, saya sibuk mencari nama buat saya. Pada saat dia hendak memikirkan untuk memutuskan pertunangannya dengan Maria secara diam-diam, ketika tertidur malaikat datang kepadanya dalam mimpi dan memberikan perintah bukan pilihan, dan perintahnya jelas , "Sementara ia memikirkan hal itu, ia tertidur dan bermimpi melihat malaikat berdiri di sisinya. "Hai Yusuf, anak Daud, " kata malaikat itu, "janganlah engkau ragu-ragu memperistri Maria, karena anak yang dikandungnya itu dari Roh Kudus!
Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau harus menamai anak itu Yesus (artinya ‘Juruselamat’), sebab Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Matius 1:20-21 (FAYH). Begitulah kebenarannya, pemberian nama Yesus bukan sekedar pikiran manusia, tapi kehendak surgawi yang harus diwujudkan dalam ragawi bayi anak Maria. Bukan nama biasa, bukan sembarang nama, nama yang mengubahkan peradaban, mengubahkan kehidupan, dan mengubahkan dunia. Yesus, nama yang menyelematkan dari dosa. Natal tanpa Yesus adalah kemustahilan, skenario surga mencatatkan bahwa nama Yesus akan jadi tonggak sejarah baru. Proyek penyelamatan yang sebenarnya dalam diri manusia diturunkan dari surga, dan kemanusiaan sejati juga keillahian yang murni menyatu. Natal tanpa nama Yesus adalah keharusan!

Lalu bagaimana dengan nama saya? Ah nggak usah dibahas ya, nama anda sendiri? Ya coba dicari saja, sekiranya bisa menambah kekuatan dan keimanan kenapa tidak, ya, kan? Selamat menyongsong natal, mengingatkan bahwa sebuah nama itu berarti, penting dan bermakna!

Tuesday, December 25, 2018

Taksi Online Hari Natal

Hujan sedari pagi di hari Natal ini tampaknya memang sangat pas dengan suasananya, hari ini kami memang tidak beribadah karena sudah di lakukan perayaannnya di hari Minggu kemarin. Semalam setelah makan malam bersama, nunggu jam 12 malam kita buka kado, dan tentu saja momen ini yang sebenarnya di nantikan oleh Abby, seperti biasanya dia mengharapkan kadonya yang terbanyakdia dapat. Hingga akhirnya kita semua bangun siang, sebenarnya sih saya sudah bangun pagi, antar Oma berangkat dulu baru tidur lagi. Kalau sudah bangun buat saya agak susah tidur lagi, apalagi kopi saya masih belum habis diseruput, jadi sembari menunggu kopi habis, Saya membalas pesan Natal di aplikasi pesan singkat, eh hujan turun nggak berhenti.

Akhirnya setelah jam 12 siang sehabis geletakan di kamar, saya bangun dan mandi. Ternyata si Mami masih menikmati tidurnya di lantai, sementara Abby menikmati film keluarga di tivi sendirian. Sehabis mandi baru saya kasih tahu kalau Oma sudah kirim pesan kalau sudah menunggu di rumah Papa. Jadilah kita semua bersiap-siap dengan semua barang bawaan dan perlengkapan menginap malam ini. Saya mulai mengecek untuk memesan taksi online, cek aplikasi yang satu ternyata harganya masih tinggi jadi saya cek yang satunya lagi, bersyukur cepat dapat pesanannya.

Kurang lebih 10 menitan akhirnya taksinya sampai dan menghubungi lewat pesan singkat, seperti biasa memang di aplikasi agak susah menemukan alamat kita, padahal sudah di taruh point pick upnya tapi mungkin beda di aplikasi driver. Dia menghubungi kasih tahu kalau sudah sampai dan memberibtahu kalau mobilnya Nissan Juke, lhaah memang baru kali ini dapat taksi online keren gini, hebat bener saya pikir, kok mobil sebagus ini buat taksi online. Dan ternyata setelah ngobrol basa-basi saya tahu kalau itu adalah mobil anaknya, mobil yang terdaftar di aplikasi mobil city car kecil gitu. Ya untunglah buat kami sekeluarga ya, pembayaranya lebih murah, naiknya mobil enak.

Sepanjang perjalanan saya dan Pak Dikron sang driver banyak mengobrol, salah satunya adalah tentang arti bahagia. Menurutnya setelah usianya di atas 50tahun sekarang, barulah dia akhirnya menemukan bahwa bahagianya bukan karena memiliki mobil, uang dan sebagainya, bahagia baginya sekarang adalah sehat. Bicara tentang rejeki, berkat atau uang dia bilang, "Saya pernah kerja keras punya uang banyak mas, tapi kalau memang uang itu harus habis atau diminta untuk di gunakan ya sudah gunakan saja. Kalau sudah jadi milik kita dan ngumpul ya pasti jadi milik kita!" Hebat, begitu dalam benak saya, masih dalam pikiran saya dengan momen kebijaksanaan ini saya mendapatkan tambahan lagi, "Yang penting dalam hidup ini harus semangat mas, semangat kerja, jangan malas, itu saja!" Saya makin di yakinkan kalau itu yang juga mesti saya lakukan di waktu-waktu kedepan.

Mobil sudah hampir sampai di tujuan, tapi masih ada satu hal lagi yang dia katakan, "kalau mau mengatasi masalah apapun ya mas, kuncinya cuma satu, harus sabar. Iya sabar itu saja, pasti nanti akan ada jawabannya." Saya kasih kode untuk berbelok dan kemudian mobil berhenti, saya berikan bayaran taksinya dan bilang terimakasih, jawabannya lebih bagus lagi, "Selamat menikmati waktu liburan dengan keluarga mas!" Benar perjalanannya saya bisa membayar, tapi berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya saya tidak bisa membayar. Terimakasih Pak Dikron, saya anggap ini adalah kado Natal saya yang sangat berkesan tahun ini, yang menegaskan pada saya bahwa bahagia adalah memiliki Kesehatan yang maksimal,  bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik diwaktu kedepan adalah dengan semangat, kerja keras dan penuh kesabaran. Gusti mberkahi pak!

"Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" Mazmur 31:19

Monday, December 24, 2018

Pesan Malam Natal

"Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya... perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!"
Hagai 2:18-19

Thursday, December 1, 2016

Tanda

Bacaan : Yesaya 7:14-17

Nats: Yesaya 7:14 (TB)  Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Imanuel atau Immanuel adalah sebuah nama yang berasal daribahasa Ibrani עִמָּנוּאֵל ""El" atau Allah beserta kita". Nama ini terdiri dari dua kata Ibrani: אל (El, artinya Allah) dan עמנו (Immanu, artinya dengan kita). Dalam Kekristenan nama ini juga dipakai sebagai salah satu nama Yesus Kristus.

Perkataan Nabi Yesaya ini kemudian terwujud atau digenapi di dalam ayat ini Matius 1:23 (TB)  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. Yesus adalah Imanuel artinya melalui kelahiran Yesus, Allah datang ke dunia untuk menyertai dan menolong manusia. Allah bukan lagi Allah yang jauh, tetapi kini melalui Yesus, Dia adalah Allah yang dekat, yang mendengarkan doa dan yang tahu kebutuhan hidup kita.

Hari ini saya belajar bagaimana tanda yang besar itu di wujudkan dan di genapi dengan luar biasa. Menjelang Natal tahun ini saya percaya Tuhan akan menunjukkan tanda-tanda kebaikanNya yang akan menolong saya dan keluarga lebih menikmati setiap berkat yang Dia berikan.

Tanda apa sajakah yang bisa saya percayai dan dapatkan?

1. Anak dara yang melahirkan; Maria yang masih perawan belum menikah bisa hamil. Maksudnya adalah...Mujizat akan dan masih juga pasti terjadi. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menunjukkan mujizatNya bagi saya dan keluarga.

2. Anak yang lahir; Immanuel. Bahwa keberadaan berkat dan mujizat itu sesungguhnya sudah berada di antara kami. Di dalam kehidupan yang kami jalani sekarang. Berkat penyertaan, pertolongan, kebaikan, kekuatan, kesabaran, damai sejahtera dan banyak hal lain yang tidak hanya berwujud material, benda, uang atau barang-barang yang lain.

Jadi apakah yang harus saya lakukan? Kepekaan untuk melihat tanda itu hadir dan menyertai dalam kehidupan saya. Terimakasih Tuhan untuk tanda yang Kau tunjukkan hari ini.