Showing posts with label berbagi. Show all posts
Showing posts with label berbagi. Show all posts

Friday, January 3, 2025

Doa Tukang Es Kopi


"Saya benar-benar percaya pada doa." - Shanice Williams

Berapa banyak anda mendengar kata-kata dari seorang, "saya akan berdoa untuk anda!" Mungkin ada, tapi bisa jadi tidak banyak. Mungkin hanya ungkapan untuk menyenangkan hati kita, belum tentu juga kita benar-benar disebutkan dalam doa mereka. Tapi saya percaya, bahwa benar-benar ada, banyak orang yang tulus hati dan penuh pengharapan mendoakan saya. 

Saya membuktikan kuasa doa itu, bagaimana saya kurang lebih dua tahun lalu melewati masa-masa kritis dan kekuatan doa itu nyata mengubah kenyataan menjadi kebaikan. Dan saya masih tetap percaya itu terjadi, masih percaya meskipun banyak yang tidak lagi kontak secara langsung, dalam hati, pikiran dan doa mereka masih menyebut nama saya.

"Doa adalah kekuatan terbesar manusia!"  begitu yang dikatakan W. Clement Stone, dan sehari setelah tahun baru penjual es kopi keliling yang saya beli dagangannya mendoakan dengan wajah ceria dan senyum tulus di depan pintu rumah sambil mengantar pesanan saya. "Semoga sukses dan dilancarkan semuanya ya pak, terima kasih banyak sudah ngelarisin dagangan saya, mudah-mudahan semuanya berkah!". Kata-katanya sederhana, tapi buat saya itu adalah kekuatan tulus yang nyata dari seseorang yang tidak saya kenal membagikan kebahagiaannya.

Sebuah pengingat hari ini, saya sudah berdoa buat siapa saja? Tuhan mampukan saya 🙏

Thursday, July 30, 2020

Ketupat Lebaran Idul Adha


Bahagia itu bukan milik sendiri, tapi ketika dibagikan. Kami juga menikmati kebahagiaan Idul Adha hari ini, tetangga sebelah rumah berbagi makanan, jadilah lengkap siang ini, libur, menikmati waktu dengan keluarga, makan enak. Berkah!

Bukan hanya sekali dua kali kami dibagi makanan, bahkan bukan hanya pada momen-momen spesial atau acara saja. Kehidupan saling berbagi memang tidak seperti dulu di kampung, apa saja bisa saling dibagikan antar tetangga, saling memberi dan juga merasakan sesuatu yang kita punya. 

"Berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan." Begitu kata bijak entah siapa yang nulis ya, saya bukan yang berbagi kali ini tapi saya juga bersyukur dengan apa yang saya dapatkan. Jadi kalau masih ada yang mau berbagi dengan saya, boleh banget ya, saya siap menunggu. 

Selamat Idul Adha, selamat merayakannya dengan bahagia, syukur dan berbagi.

Monday, June 1, 2020

KANGKUNG DAN BAYAM


"Setiap pemberian dari seorang teman adalah sebuah harapan akan kebahagiaanmu." Richard Bach

Maghrib baru saja selesai dan kembali rencananya saya dan istri mau keluar rumah, belanja beberapa obat-obatan sekalian beli es krim untuk penyemangat si Pumpkin besok mau ujian. Tiba-tiba suara wanita muncul di depan pintu rumah, dan ternyata tetangga samping rumah membawakan dua ikat sayuran segar, kangkung can bayam. Jadi memang sejak awal bulan puasa kemarin sampai Lebaran, Kita tetangga kanan kiri rumah saling bergantian berbagi makanan. Indah sekali bukan? 

Saling berbagi alias melakukan pemberian yang bergantian ini ternyata bermanfaat lho, meskipun mungkin bukan jadi hal yang besar atau luar biasa, biasanya hal-hal sederhana itu akan lebih bermakna menurut saya. Misalnya saja, manfaat saling berbagi itu membuat Kita yang bertetangga akan lebih akrab satu sama lain. Kita juga berusaha akan memberikan yang baik pada saat berbagi. Hasil yang terlihat adalah kebahagiaan yang menular, percayalah yang berbagi bahagia karena bisa memberikan sesuatu, yang dibagi juga senang bisa mendapatkan sesuatu, dan bisa jadi seperti malam ini, kembali saling memberi, berbagi sesuatu.

Sebuah pepatah dalam bahasa Jawa berkata seperti ini, "Urip kang utama, mateni kang sempurna" yang berarti selama kita hidup, kita melakukan perbuatan yang baik maka akan menemukan kebahagiaan di kehidupan yang selanjutnya. Dan saya kira pelajaran sederhana berbagi ini semakin menjadikan saya bisa menyebutnya sebagai kekuatan kecil yang nyata, berbagi itu bahagia.

Monday, April 27, 2020

MENDOAN


"Makanan itu untuk dinikmati, bukan untuk dipelototi." Donna Widjajanto

Tinggal gerimis kecil yang tersisa sore ini, sementara Saya rebahan dilantai sambil membalas beberapa pesan WhatsApp yang masuk. Tiba-tiba so Mami beranjak dari kursinya dan menyahut, "pap ada tante datang...ngembaliin mangkuk " eh iya, ternyata tante sebelah rumah yang kemarin awalpuasa kita berbagi kolak. Dan dikembalikan dengan isi dong, mangkuk ada isi dua pepes dan piringnya empat buah mendoan yang masih hangat. 

Pas banget kebetulan saya lagi laper sore ini, jadi dengan segera saya eksekusi dengan nasi hangat. Plus saya ambil cabe rawit buat temennya. Nikmatnya uedyan mantaplah. Namanya juga lagi laper ya.  Saya tutup dengan tambahan cap cay rumahan bikinan Oma, makin lengkap sudah kenyangnya. Indah sekali sore ini buat saya.

Kenyang, gegoleran alias rebahan lagi aja, eh kopinya masih ada, sekalian deh habisin. Gitu ceritanya hari ini, hujan dan mendoan perpaduan yang sepadan kan?

Wednesday, December 4, 2019

Nggak Ada Dorongannya


"Mereka yang menunggu sampai memiliki kemampuan untuk melakukan semua kebaikan besar pada saat bersamaan akan berakhir dengan tidak pernah melakukan apa-apa." Samuel Johnson

Kelas hampir berakhir saat saya mendengar riuh anak-anak mulai bersiap dan bernyanyi "Sayonara", dari pintu samping muncul Pak OB, kemudian menawarkan pada saya minum kopi bersama. Saya bilang belum waktunya minum kopi lagi, karena pagi sudah ngopi. Selesai dia mengaduk kopinya dan membawa kopinya mendekat pada saya kemudian bilang, "enak ngopi tapi nggak ada dorongannya nih!" Saya tahu maksudnya, ngopi nggak ada camilannya memang kurang pas. Nah, kebetulan tadi pagi memang ada salah satu nenek dari murid yang baik hati berbagi kue buatannya, dan kita semua memang belum sempat mencicipi. Saya melihat lirikan mata Pak OB pada kue diatas meja, langsung tanpa banyak kata saya tawarkan saja padanya, "ambil saja pak, tuh ada dorongannya di meja." Jawabnya, "wah, boleh nih Pak, saya ambil yaah." Kemudian dia mengambil kue dan melangkah kembali keluar ruangan menuju ke depan dimana dia biasa berjaga.

Saya senang meskipun bukan saya yang berbagi langsung, saya membagikan kue yang di juga dibagikan buat kami, jadilah kami semua bisa menikmati kue itu bersama-sama. Camilan setelah makan siang, meskipun nggak pakai kopi tapi tetap nikmat. Berbagi pas nggak Ada yang bisa dibagikan tapi bisa melakukannya itu kebahagiaan tersendiri. Dan jika masih ada kesempatannya saya masih mau melakukannya. Tidak perlu alasan sebenarnya, tapi kalau alasannya karena nggak ada ya apa boleh buat. Hehehehe...yang penting sayaembagikan senyum dulu di aqal pembicaraan, biar tidak membuat suasana yang panas semakin panas. Jadi bisa berbagi apa saja kali ini? Mari kita mencobanya dengan apa yang kita punya dan apa yang kita bisa. Selamat berbagi.

Thursday, January 17, 2019

Semangat (dari yang) Kecil



“Jika Anda ingin bahagia, tetapkan sasaran yang membangkitkan pikiran, membebaskan energi, dan menginspirasi harapan Anda.” – Andrew Carnegie


“Mau yang mana nih? Dibikinin atau bikin sendiri?” Kata si bapak sambil menunjukkan sekaleng susu kental manis dan kopi bubuk tanpa merek yang baunya lumayan enak semerbak. Tentu saja saya jawab, “ya jelas mau dibikinin dong pak? biasa pak  lagi ribet ruwet sendiri ini.” Dan selang beberapa menit kemudian segelas kopi susu tersaji didepan saya, nggak cuma nikmat tapi juga memberi semangat lebih di pagi ini setelah tadi berangkat saya kehujanan. Saya ucapkan terimakasih, dan senyumnya mengembang lebar sambil berlalu mengerjakan bagiannya yang lain lagi, sementara saya masih tidak beranjak dari tempat duduk saya di depan komputer, kemudian saya berpaling memandang kopi yang mengepulkan asap tipis siap di seruput.

Bukan hal yang besar yang mungkin bisa dilakukan oleh seseorang untuk membuat orang lain itu menjadi senang, bahagia atau bertambah semangatnya. Justru kebanyakan hal-hal kecil dan sederhanalah yang membuat orang jadi berubah suasana hati, pikiran dan tindakannya. Persis seperti apa yang dilakukan oleh pak office boy tadi pagi pada saya.

Wednesday, January 9, 2019

BUNGKUS

"Semua orang yang berbahagia harus berbagi karena kebahagiaan terlahir kembar." Lord George Byron

Saya menemani teman-teman sekerja makan siang di warung mie ayam kampung dekat dengan tempat kerja. Sebenarnya tepatnya bukan warung karena gerobak mie ayamnya ada didepan gerbang rumah kosong yang besar itu sedangkan tempat kita makan berada di halaman, dibawah pohon rambutan dengan suasana yang berbeda, ada tiga kurungan burung yang didalamnya saya nggak tahu apa nama burungnya tapi yang jelas mereka saling bersahutan berkicau.

Setelah teman-teman mendapatkan pesanannya tiba-tiba pakdhe datang membawa baskom kecil yang ternyata adalah masakannya berupa ayam bumbu kuning pedas, kemudian menyuruh kami semua mencicipi masakannya. Tidak berhenti disitu kemudian dia mengambil lagi satu masakannya, ayam goreng dengan potongan kecil-kecil, rasanya dua-duanya mantap. Dan yang pasti adalah tidak menambahi harga mie ayam dan juga es tehnya.

Selesai makan masih saja pakdhe menawarkan kamu untuk membawa ayam masakannya, kemudian dia sibuk mengambil plastik dan memindahkan ayam bumbu kuning dan ayam gorengnya kedalam plastik dan meminta kami membawanya pulang. Makan siang yang menyenangkan dan berkesan.

Berbagi itu tidak mengenal miskin dan kaya, bahkan tidak melulu di ukur dengan harta benda. Siang ini saya mendapatkan pelajaran berbagi dari pakdhe mie ayam, meskipun dia bisa menjualnya dan menambah penghasilan, dia memilih membagikan hasil masakannya di samping jualannya. Terimakasih pakdhe sudah mengukurkan kebaikan sederhana yang pakdhe punya dengan ketulusan.

Monday, January 29, 2018

Ngopi Pagi

*Ayah :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

*Anak :* Baik, ayah

Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.

*Ayah :* Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

*Anak :* rasanya sangat pahit sekali ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* sangat manis sekali, ayah.

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah.

*Ayah :* Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab.

*Anak :* Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah

*Ayah :* Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya

*Ayah :* Bagaimana rasanya?

*Anak :* rasanya nikmat, ayah.

*Ayah :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.

*Anak :* Terima kasih atas ilustrasinya, ayah

*Selamat ngopi dgn penuh kenikmatan hari ini...☕*
LUAR BIASA!!!! 👍

sumber: Whatsapp broadcast

Sunday, July 30, 2017

OYBR 27 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Yesaya 58,59,60,61,63,63

Nats:
Yesaya 58:11 (BIMK)  Aku akan selalu membimbing kamu dan mengenyangkan kamu di tanah yang kering; Aku akan menjaga kamu supaya tetap sehat dan kuat. Kamu akan seperti taman yang cukup airnya, seperti mata air yang tak pernah menjadi kering.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Penyertaan dan penyediaan Tuhan tidak pernah berhenti.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Tuhan menentang puasa dan doa yang ternyata hanya digunakan untuk memuaskan nafsu dan juga menunjukkan kesalehan rohani saja. Tuhan menunjukkan bahwa bahwa hal-hal yang terlihat rohani bisa jadi kadang hanya kamuflase semu semata demi dipandang baik dan saleh namun tanpa isi dan kebenaran.
Namun Tuhan juga menyediakan kebaikan dan janji-janji manis yang akan diperoleh jika dalam berpuasa melakukan kebaikan dan pertolongan. Tindakan iman yang nyata, dan ini menjadi tantangan bagi saya jika saya mau mendapatkan jawaban untuk kebaikan penyertaan dan penyediaan oleh-Nya maka saya harus menunjukkan ketulusan dan kemurahan hati saya dalam menolong sesama.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Belajar melakukan apa yang saya bisa lakukan bagi orang lain dengN tulus ikhlas.
Menanti dengan sungguh dalam kerendahan hati jawaban janji Tuhan.

Saturday, July 1, 2017

OYBR 1 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:

2 Tawarikh 29:3-17, 18-36
2 Tawarikh 30:1-27
2 Tawarikh 31:1-21

2 Tawarikh 31:20-21 (BIMK)  Di seluruh Yehuda, Raja Hizkia menjalankan keadilan, berlaku jujur, dan menyenangkan hati TUHAN Allahnya.
Ia berhasil, karena segala yang dibuatnya untuk Rumah TUHAN atau untuk mentaati hukum-hukum TUHAN, dijalankannya dengan sepenuh hati dan dengan cinta kepada TUHAN Allahnya.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Rahasia sukses dari seorang raja Hizkia

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Tuhan menunjukkan bahwa keberhasilan, kesuksesan bisa didapatkan dan dinikmati namun dengan cara yang benar. Cara yang dilakukan Hizkia adalah dengan:
a. menjalankan keadilan, berlaku jujur, dan menyenangkan hati TUHAN Allahnya.
b. manaati segala hukum Tuhan
c. menjalankan semuanya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- jadi diri sendiri yang orisinil bukan fotokopian; Hizkia menunjukkannya dengan memperlihatkan di seluruh Yehuda apa adanya dia. Demikian saya belajar memperlihatkan diri saya apa adanya
- melibatkan Tuhan dalam setiap perkara bukan karena sedang dalam "perkara" saja.

Wednesday, November 25, 2015

Menjadi Guru

Menjadi guru itu bukan pekerjaan (menurut saya lho...) Kalau pekerjaan ya pasti akan dibayar sesuai dengan beratnya tanggung jawab ngajarin anak murid, ngurusin mereka dari urusan pipis, cebok, nangis Sampai baca dan nulis (kok terasa curhat nulisnya...hahahahaha). Lha kalau memang mau jujur dan memang mau tahu rasanya, cobalah mengajar dikelas playgroup dan TK, anda akan merasakan nikmatnya mengajar dan merasakan pengalaman yang emejing dengan anak-anak kecil ini.

Menurut Wikipedia Indonesia Guru (bahasa Sanskerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Indoberita.com menceritakan sejarah hari jadi guru seperti berikut ini. Sebetulnya, peringatan Hari Guru Nasional sudah tercatat diperingati setiap tanggal 25 November 2015 pada sebuah Keputusan Presiden, No 78 Tahun 1994 silam. Akan tetapi, dengan perjuangan panjang baru sepakat jika setiap tanggal 25 November menjadi Hari Guru Nasional. Apabila Google memperingati dengan tulisan National Teacher’s Day, maka tepat di Indonesia diperingari sebagai Hari Guru nasional dan Hari jadi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Sejarahnya sendiri adalah disaat waktu itu bukan bernama PGRI akan tetapi PGHB atau Persatuan Guru Hindia Belanda, tahun 1912 silam. Organisasi tersebut mempunyai sifat sekedar unitaristik yang beranggotakan guru bantu, guru desa, kepala sekolah, juga para pemilik sekolah. Usai sekitar 2 dekade, PGHB pun berubah menjadi PGI (Persatuan Guru Indonesia), sehingga langsung menjadi heboh dan membuat geram Pemerintah Belanda, Pemerintah Belanda waktu itu tidak mau jika rasa patriotisme bangsa Indonesia ada sehingga merekapun marah dan terjadi banyak insiden memilukan. Akan tetapi, para guru yang tegabung dalam PGI tetap semangat berjuang untuk lepas dari bayang-bayang bangsa Belanda, dengan satu kata ‘Merdeka’. Akan tetapi, sangat disayangkan setelah PGI lepas dari nama Hindia Belanda, tepat ketika masa pendudukan Jepang hampir semua organisasi pun dilarang sehingga sekolah banyak yang ditutup sampao organisasi PGI yang tak lagi aktiv bersuara. Sehingga, usai adanya proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 Organisasi yang digawangi para guru tersebut, PGI, langsung lakukan Kongres Guru Indonesia tepatnya pada tanggal 24 sampai 25 November 1945, bertempat di Surakarta. Sehingga, hasil kongres mencatatkan sejarah baru, dimana pada tanggal 25 November 1945, PGRI pun selanjutnya berdiri, sehingga sebagai rasa penghormatan dan terima kasih pada para para guru, pemerintah pun langsung menetapkan jika hari lahir PGRI sama sebagai Hari Guru Nasional, atau Hari Guru Nasional.

Balik lagi kalau saya katakan menjadi guru itu bukan sebuah pekerjaan tapi sebuah panggilan. A life calling. Kenapa? Mengajar dan mendidik itu tidak hanya membutuhkan skill alias kemampuan namun juga lebih dari itu adalah hati. Iya, hati untuk memberi dan membagikan sesuatu dalam hidupnya kepada kehidupan orang lain, murid-muridnya. Seseorang menulia arti dari panggilan hidup seperti ini : Panggilan berarti seruan yang membuat orang mengarahkan pandangan kepada si penyeru. Dengan demikian panggilan hidup adalah seruan yang membuat seseorang mengarahkan hidupnya kepada suatu titik. Bila dihubungkan dengan panggilan Tuhan, maka panggilan hidup itu sendiri berarti seruan Tuhan kepada setiap orang supaya mengarahkan hidup mereka kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan. Seruan ini bisa bersifat umum bagi seluruh manusia, tapi juga bersifat khusus untuk setiap individu secara unik.

Jadi kalau guru bukan sekedar pekerjaan tapi panggilan hidup karena orang yang terpanggil menjadi guru menurut saya memang bukan orang biasa. Orang yang dipilih dan dimampukan untuk secara khusus mengubahkan hidup. Mengubah anak-anak dari yang biasa menjadi luar biasa. Saya merasa bahwa pintar dan pandai bukanlah ukuran keberhasilannya tapi anak-anak yang berubah hidupnya itulah keberhasilan seorang guru yang sebenarnya.

Selamat Hari Guru Nasional 2015. Mari terus berkarya dan mengubahkan kehidupan.

Monday, November 9, 2015

(Masih Terus Belajar) Menolong

Saya sedang melakukan penghematan beberapa waktu terakhir ini. Dengan berbagai cara dilakukan untuk memperlambat pengeluaran hal-hal yang tidak diperlukan. Dan tiba-tiba siang ini bbm datang dari seorang teman lama, berniat meminjam uang. Tidak terlalu besar, hanya seratus ribu. Ya besar juga sih kalau saat seperti ini. Hehehehehe! Teman lama dulu di Solo, partner MC dan menggila bersama. Ceritanya dia sedang tidak ada uang sama sekali dan tiba- tiba motor rusak harus ditinggal di bengkel. Saya tahu rasanya bila alat bantu utama kita ngadat dan berjuang untuk memperbaikinya.

Rasanya memang campur aduk, antara kesusahan saya dan niat untuk memolongnya. Disatu sisi saya sedang berhemat, disisi lain saya juga ingin menolongnya. Saya teringat perkataan dikotbah semalam yang saya dengarkan, dengan mengucap syukur kita membebaskan diri kita dari setiap tekanan dan keraguan bahkan masalah yang sedang kita hadapi. Jadi saya memutuskan untuk melakukan transfer seratus ribu padanya. Saya pikir saya bisa menjadi bagian dari penyelesaian masalah yang dia hadapi. Mungkin tidak seberapa, tapi bisa jadi itu adalah hal besar untuknya sekarang. Paling tidak menjadi jawaban dari apa yang sedang dia hadapi.

1 Tesalonika 5:14 (BIMK)  dibagian akhir ayat ini mengatakan, "... tolonglah orang yang perlu ditolong dan sabarlah terhadap semua orang." Tidak ada keraguan pada akhirnya bahwa saya mengambil bagian penting untuk seseorang yang sedang dalam kebutuhan untuk ditolong. Dan lebih lagi kitab kebijaksaan berkata di Amsal 11:25 (BIMK) "Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga." Saya percaya kalau saya banyak ditolong orang lain maka sudah selayaknyalah saya juga melakukan bagian saya menolong orang lain. Jiak saatnya saya membutuhkan pertolongan maka saya pun pasti akan mendapatkan pertolongan dari orang lain.

Hidup adalah perjalanan yang saling membutuhkan antara orang lain. Kita tidak berdiri dan berjalan sendiri, kita juga butuh orang lain menopang kita. Tuhan tidak begitu saja menurunkan tanganNya, karena Dia memakai tangan-tangan yang kita kenal ataupun tidak untuk berbagi dan menjadi penolong dalam kesulitan yang kita hadapi.