Thursday, January 17, 2019
Semangat (dari yang) Kecil
Thursday, January 10, 2019
BERBUAH (LAGI)
"Saya ingin, ibarat pohon, dahan-dahan saya dapat menjadi tempat yang aman untuk burung-burung bersarang dan berbuah banyak manis rasanya tak mengenal musim, sehingga bisa dipetik oleh siapa saja." Anne Avantie
Bulan Januari ini saya menemukan pohon ara di pot saya mulai muncul lagi buahnya setelah sekian bulan tidak berbuah, bahkan daunnya hampir habis karena musim yang tidak menentu juga tidak ada hujan turun. Selain senang tentu saja saya merasakan seperti sebuah tanda yang baru di tahun baru bahwa kebaikan-kebaikan yang baru selalu akan muncul menyertai kehidupan yang akan saya jalani di tahun yang baru ini.
Harapan saya penuh dengan iman untuk mendapatkan janji seperti dalam Ulangan 30:9 (BIMK) "TUHAN Allahmu akan membuat semua usahamu berhasil; kamu akan mempunyai banyak anak dan banyak ternak; ladang-ladangmu akan memberi hasil yang berlimpah-limpah. TUHAN dengan senang hati menjadikan kamu makmur, seperti Ia juga senang memberi kemakmuran kepada nenek moyangmu."
Tuesday, December 25, 2018
Taksi Online Hari Natal
Hujan sedari pagi di hari Natal ini tampaknya memang sangat pas dengan suasananya, hari ini kami memang tidak beribadah karena sudah di lakukan perayaannnya di hari Minggu kemarin. Semalam setelah makan malam bersama, nunggu jam 12 malam kita buka kado, dan tentu saja momen ini yang sebenarnya di nantikan oleh Abby, seperti biasanya dia mengharapkan kadonya yang terbanyakdia dapat. Hingga akhirnya kita semua bangun siang, sebenarnya sih saya sudah bangun pagi, antar Oma berangkat dulu baru tidur lagi. Kalau sudah bangun buat saya agak susah tidur lagi, apalagi kopi saya masih belum habis diseruput, jadi sembari menunggu kopi habis, Saya membalas pesan Natal di aplikasi pesan singkat, eh hujan turun nggak berhenti.
Akhirnya setelah jam 12 siang sehabis geletakan di kamar, saya bangun dan mandi. Ternyata si Mami masih menikmati tidurnya di lantai, sementara Abby menikmati film keluarga di tivi sendirian. Sehabis mandi baru saya kasih tahu kalau Oma sudah kirim pesan kalau sudah menunggu di rumah Papa. Jadilah kita semua bersiap-siap dengan semua barang bawaan dan perlengkapan menginap malam ini. Saya mulai mengecek untuk memesan taksi online, cek aplikasi yang satu ternyata harganya masih tinggi jadi saya cek yang satunya lagi, bersyukur cepat dapat pesanannya.
Kurang lebih 10 menitan akhirnya taksinya sampai dan menghubungi lewat pesan singkat, seperti biasa memang di aplikasi agak susah menemukan alamat kita, padahal sudah di taruh point pick upnya tapi mungkin beda di aplikasi driver. Dia menghubungi kasih tahu kalau sudah sampai dan memberibtahu kalau mobilnya Nissan Juke, lhaah memang baru kali ini dapat taksi online keren gini, hebat bener saya pikir, kok mobil sebagus ini buat taksi online. Dan ternyata setelah ngobrol basa-basi saya tahu kalau itu adalah mobil anaknya, mobil yang terdaftar di aplikasi mobil city car kecil gitu. Ya untunglah buat kami sekeluarga ya, pembayaranya lebih murah, naiknya mobil enak.
Sepanjang perjalanan saya dan Pak Dikron sang driver banyak mengobrol, salah satunya adalah tentang arti bahagia. Menurutnya setelah usianya di atas 50tahun sekarang, barulah dia akhirnya menemukan bahwa bahagianya bukan karena memiliki mobil, uang dan sebagainya, bahagia baginya sekarang adalah sehat. Bicara tentang rejeki, berkat atau uang dia bilang, "Saya pernah kerja keras punya uang banyak mas, tapi kalau memang uang itu harus habis atau diminta untuk di gunakan ya sudah gunakan saja. Kalau sudah jadi milik kita dan ngumpul ya pasti jadi milik kita!" Hebat, begitu dalam benak saya, masih dalam pikiran saya dengan momen kebijaksanaan ini saya mendapatkan tambahan lagi, "Yang penting dalam hidup ini harus semangat mas, semangat kerja, jangan malas, itu saja!" Saya makin di yakinkan kalau itu yang juga mesti saya lakukan di waktu-waktu kedepan.
Mobil sudah hampir sampai di tujuan, tapi masih ada satu hal lagi yang dia katakan, "kalau mau mengatasi masalah apapun ya mas, kuncinya cuma satu, harus sabar. Iya sabar itu saja, pasti nanti akan ada jawabannya." Saya kasih kode untuk berbelok dan kemudian mobil berhenti, saya berikan bayaran taksinya dan bilang terimakasih, jawabannya lebih bagus lagi, "Selamat menikmati waktu liburan dengan keluarga mas!" Benar perjalanannya saya bisa membayar, tapi berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya saya tidak bisa membayar. Terimakasih Pak Dikron, saya anggap ini adalah kado Natal saya yang sangat berkesan tahun ini, yang menegaskan pada saya bahwa bahagia adalah memiliki Kesehatan yang maksimal, bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik diwaktu kedepan adalah dengan semangat, kerja keras dan penuh kesabaran. Gusti mberkahi pak!
"Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" Mazmur 31:19
Saturday, January 13, 2018
Menghidupi Tahun 2018 Dengan Janji Tuhan
"Meskipun pohon ara tak ada buahnya dan pohon anggur tak ada anggurnya, biarpun panen zaitun menemui kegagalan dan hasil gandum di ladang mengecewakan, walaupun domba-domba mati semua dan kandang ternak tiada isinya,
aku akan gembira selalu, sebab Engkau TUHAN Allah penyelamatku.
Engkau memberi aku kekuatan seperti kaki rusa, kakiku Kaukokohkan. Engkau membimbing aku supaya aman waktu berjalan di pegunungan."
Habakuk 3:17-19 (BIMK)
Friday, December 1, 2017
Tuhan di Lembah Landai Saya
Maka tampillah abdi Allah dan berkata kepada raja Israel: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu, bahwa Akulah TUHAN." 1 Raja-raja 20:28 (TB)
Ada saat dan kesempatan dimana saya berada dilantai 10 sebuah gedung bertingkat. Pemandangan dibawah terlihat semua dengan jelas dan kita bisa melihat dari kejauhan berbagai tempat. Apa yang terjadi dari kejauhan semisal kemacetan dan tempat lain begitu mudah dilihat. Namun berbeda dengan saat kami bersama berjalan-jalan kepersawahan disekitar perumahan, tanah yang landai justru menghasilkan. Meskipun harus melewati perjuangan lebih dulu, diolah, dipupuk, ditanami dan ditunggu hingga panen. Tanah yang landai dan datar memang berbeda dengan tanah yang tinggi diatas gunung atau pemandangan diatas gedung.
Ada saat dimana kita semua harus berada di tempat yang datar dan landai, kadang kita merasa terpaksa karena sebenarnya disitulah kita bisa merasakan pengalaman bersama Tuhan. Menikmati dan mengetahui Tuhan yang setiap saat selalu dan berada bersama ditempat yang terendah yang kita rasakan.
Jika kita setia didalam pengalaman dilembah datar dan landai bersama Tuhan kita akan mengalami dimensi baru yang kadang tidak terpikirkan. Ada panenan hikmat dan kebijaksanaan yang bernilai saat kita tertanam dan bertumbuh dilembah landai.
Saya sedang menikmati perjalanan kehidupan menyusuri lembah landai, mengetahui ini adalah sebuah tempat pengujian hingga mengasilkan sebuah panenan. Ini adalah nilai dari sebuah pengetahuan dan pengalaman bersamaNya dan saat melihat pengalaman itu ada dalam hati dan hari-hari kita, maka kita mengerti benar bahwa penyertaan Tuhan itu tidak pernah berhenti.
Tuhan ada dilembah landai saya bahkan yang terdalam sekalipun.
Wednesday, July 5, 2017
OYBR 5 Juli
Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 47,48,49
Mazmut 84,85,87
Nats:
Mazmur 49:15 (TB) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela
1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Kebahagiaan yang sesungguhnya bukan terletak hanya pada harta
2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Kekayaan dan harta benda diakui memang dibutuhkan, tidak salah juga memilikinya dan bahkan dengan kekayaan kita bisa memberikan berbagai kemudahan. Namun bacaan ini memperingatkan bahwa pemilik kekayaan tidak memperoleh jaminan keselamatan dan kebahagiaan yang ssesungguhnya.
Harta kekayaan tidak dapat menjadi bayaran penebusan dosa kita, hanya dengan pengorbanan sejati Yesus di atas kayu salib saja kita teman dibebaskan dari hukuman dosa dan menyelamatkan nyawa kita. Dan itulah kebahagiaan sejati yang sesungguhnya. Bukan kebahagiaan yang didasarkan atas kekayaan dan harta benda.
3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- fokus pada kebahagiaan sejati bukan pada kebahagiaan materi
- mengutamakan Tuhan dalam kepemilikan segala sesuatu sehingga tidak terikat dengan apa yang saya miliki
Monday, July 3, 2017
OYBR 3 Juli
Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Amsal 30-31
Nats:
Amsal 30:15a (VMD) Orang rakus mengetahui hanya dua hal: “Berikan kepadaku,” dan “Berikan kepadaku.”
1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Pengendalian diri ; seperti salah satu buah roh dalam Galatia 5:23
2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Arti dari kata rakus adalah:
1. suka makan banyak dengan tidak memilih; lahap; gelojoh;
2. keinginan memperoleh lebih banyak dari yang diperlukan; loba; tamak; serakah;
Kisah Gehazi adalah pelajaran yang berharga sebagai contoh tentang orang yang rakus/tamak/serakah ; baca di 2 Raja-raja 5:20-27, karena kerakusannya dia berbohong untuk mendapatkan persembahan/harta dari Naaman dan yang terjadi kemudian adalah penyakit Naaman berpindah kepadanya. Selalu ada resiko dan konsekuensi dari apa yang dilakukan dengan tidak benar.
3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- belajar untuk mengerti apa yang menjadi keinginan atau kebutuhan yang harus dipilah.
- belajar mengendalikan diri terhadap keinginan yang tidak membangun atau menjadikan saya tidak berkembang/bertumbuh dengan baik.
- mengendalikan diri adalah proses perjuangan setiap waktu; jadi selalu mengandalkan kekuatan Tuhan untuk menolong saya bisa melakukannya.
Sunday, July 2, 2017
OYBR 2 Juli
Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Bacaan : Amsal 25-29
Nats : Amsal 29:17 (TB) Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.
1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?
Kata Didiklah, beberapa versi menyebutkan dengan kata tegurlah dan discipline.
Arti kata didik/mendidik : memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Arti kata tegur : memperingatkan, menasihatkan
Arti kata discipline : the practice of training people to obey rules or a code of behavior, using punishment to correct disobedience.
Bagi saya sebagai orang tua dan pengajar ayat ini berbicara dengan luar biasa untuk menunjukkan bahwa saya perlu melakukan disiplin yang baik bagi anak saya dan murid-murid saya. Disisi lain, ayat ini berbicara dengan keras bahwa saya harus mendisiplinkan diri, siap belajar terus (mendapatkan didikan juga) dan siap ditegur.
2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Buat saya bagian ini menunjukkan bahwa ketentraman dan kebahagiaan hidup salah satunya adalah mempunyai anak yang baik. Anak yang terdidik dengan baik. Mendidik anak adalah sebuah tugas yang tidak mudah, bukan sekedar tugas sampingan. Bukan tugas salah satu istri atau suami saja. Sebagai orang tua mendidik dalam kebenaran adalah keharusan, disinilah tantangannya bahwa kita yang menjadi orang tanya harus terlebih dahulu intim dan dekat dengan Sumber Kebenaran itu sendiri.
3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- belajar menjadi orang tua dan pengajar yang mengandalkan kasih dan kebenaran
- terus memperlengkapi diri dengan pengetahuan yang baru
- belajar mendisiplinkan diri termasuk membaca Alkitab salah satunya
- menunggu hasil proses disiplin yang baik yang akan menghasilkan buah yang baik
Wednesday, June 14, 2017
"Lemesin Aja"
"Perubahan dimulai saat seseorang mengetahui langkah selanjutnya."
(William Drayton)
Perubahan dimulai seperti membersihkan sebuah lemari:
1. Buka, buka hati dan pikiran untuk Tuhan bekerja
2. Bongkar, bongkar semua isi yang tidak berkenan kepada-Nya. Pisahkan kebaikan dan keburukan yang ada
3. Buang, Buang semua kepahitan, luka, kecewa, sakit hati dan penyesalan karena Tuhan menyiapkan ganti yang lebih baik meskipun kadang sekarang terlihat tidak baik!
Alan Cohen mengatakan seperti ini, "Dibutuhkan banyak keberanian untuk melepaskan keadaan yang akrab dan tampaknya aman, untuk merangkul hal baru. Tetapi tidak ada keamanan yang nyata dalam apa yang tidak lagi bermakna. Ada keamanan lebih dalam petualangan yang menarik, karena dalam gerakan ada kehidupan, dan dalam perubahan ada kekuatan."
Sama seperti yang Nuh alami dalam kehidupannya. Istilah yang lagi ngetrend itu "lemesin aja jangan dilawan", jadi Nuh hanya taat dan ikut apa yang Tuhan perintahkan padanya meskipun keadaan yang dia alami nggak enak. Perubahan yang baru yang nampaknya tidak terlihat nyata baiknya ada didepan mata. Namun keadaan yang tidak baik dibuatnya sebagai bentuk penyembahan. Nuh, menyembah dengan mengutamakan Tuhan – Kejadian 8:13-20.
Fakta bahwa hal pertama yang dilakukan Nuh setelah keluar dari bahtera dan mengalami masa-masa yang sulit dan ekstrem adalah mendirikan mezbah bagi Tuhan, menunjukkan bahwa Nuh adalah seorang penyembah sejati. Dalam ayat sebelumnya tidak ditemukan perintah bahwa Allah menyuruh Nuh melakukannya, tapi sekalipun Allah tidak menyuruhnya, persembahan yang Nuh lakukan membawa efek yang sangat dahsyat.
Musa menulis tentang hal itu dalam pimpinan Roh Kudus demikian: “Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam” – Kejadian 8:21-22.
Pertanyaan renungan:
Pernahkah Anda berada di lingkungan yang sulit untuk mengutamakan Tuhan? Apa yang Anda lakukan?
Monday, January 16, 2017
Sikap Pada "Lelucon"
"dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar" Kolose 1:11 (TB)
Kisah ini sudah banyak di tulis ulang dan di ceritakan kembali karena nilai isinya yang bagus sekali. Diceritakan seorang bijaksana sering didatangi oleh banyak orang dengan keluhan yang sama. Ketika orang banyak berkumpul ditempatnya ia mulai menceritakan sebuah lelucon yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak. Sesaat kemudian ia menceritakan kisah lelucon yang sama dan hasilnya hanya beberapa orang saja tersenyum. Dan hingga ketiga kalinya dia masih saja menceritakan lelucon yang sama dan tidak ada satu orang pun yang datang tertawa bahkan tersenyum saja tidak. Lalu orang bijaksana ini berkat, "Kalian tidak bisa tertawa untuk sebuah lelucon yang sama yang aku ceritakan berulang kali. Bagaimana kalian bisa mengeluh untuk satu hal yang sama juga?"
Tanpa sadar kita sering berkeluh kesah dan mengulang-ulang sebuah masalah yang sama. Bisa jadi memang kita mengambil sebuah sikap yang bisa dibilang aneh, nyaman dengan kondisi yang susah namun enggan meninggalkannya atau tidak mau menyelesaikannya. Padahal sebenarnya kita bisa mengakhirinya dengan mengambil keputusan yang jelas, berhenti mengeluh dan berhenti bersikap menyebalkan! Haaah...mudah? Tentu saja tidak, namun selalu dengan bantuan Tuhan, bukan karena kuat dan gagah kita. Ayat ini berbicara dengan jelas dalam 1 Korintus 10:13 (BIMK) mengatakan, "Setiap cobaan yang Saudara alami adalah cobaan yang lazim dialami manusia. Tetapi Allah setia pada janji-Nya. Ia tidak akan membiarkan Saudara dicoba lebih daripada kesanggupanmu. Pada waktu Saudara ditimpa oleh cobaan, Ia akan memberi jalan kepadamu untuk menjadi kuat supaya Saudara dapat bertahan."
Kalau saya kurang bersyukur dan merasa sengsara dengan keluhan yang datang dalam bentuk masalah apapun berarti saya masih mengulang-ulang "lelucon" yang sama. Saya harus mengambil sikap, saya kuat dan bertahan karena Allah bersama saya dalam setiap cobaan.
"Satu-satunya ketidakmampuan dalam hidup adalah sikap yang menyebalkan." - Scott Hamilton
Thursday, June 16, 2016
Penjara Pikiran
Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis. Dia memakai tulang yang dilubanginya kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang, serta mengelemnya menjadi satu.
William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama ‘Du Pont’ pada tahun 1938.
Tahukah Anda, bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di penjara? Tubuhnya di penjara, tapi pikirannya tidak terpenjara. Sementara banyak orang yang tidak di penjara, tetapi seringkali memenjarakan pikirannya sendiri.Penjara itu berupa kata-kata:
“Tidak mungkin”,
“Tidak bisa”,
“Tidak mau”,
“Tidak berani”, dan tidak tidak lainnya, yang kerap menjadi penghalang kita untuk berkembang.
Sang Pencipta memberikan kita potensi untuk dikembangkan, secara positif dan semaksimal mungkin. Jadi, jangan mengizinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita.
Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan.
Wednesday, June 1, 2016
Mengotori Langit
Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui Sang Kakek. Dia mendamprat Kakek dengan kata-kata kasar. Sang Kakek mendengarkanya dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.
Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” “Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.
”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek .”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”
Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.
Kita tidak bisa mengotori langit (Meludah ke langit)