Showing posts with label syukur. Show all posts
Showing posts with label syukur. Show all posts

Tuesday, June 30, 2026

Terima kasih Juni


Kopi tubruk pagi itu baru saja saya selesai aduk. Sambil menunggu turun ampasnya saya membuka gawai dan melihat beberapa pesan masuk. Pagi itu memang seperti pagi biasanya, rampak biasa saja, matahari sudah cerah mulai akan menyengat hari, nanyain kutilang dipohon mangga depan rumah tetangga masih berkicau, bau debu dan semen dibelakang rumah dan depan rumah bekas bongkaran kamar mandi juga tersisa. Mulai saya nikmati beberapa teguk awal kopi yang hangat itu dengan tentu saja senyum syukur. 

Hari itu, Sabtu 27 Juni saya berulang tahun dan tentu saja mengenang 4 tahun setelah operasi by pass jantung, saya masih diberi hidup.  "Bukan kebahagiaan yang menjadikan Anda bersyukur. Rasa syukurlah yang menjadikan Anda berbahagia." begitu sebuah kutipan yang saya baca, mengingatkan bahwa kebahagiaan di hari jadi saya tidak tergantung pada kue, ucapan keluarga, ucapan sahabat atau teman-teman (yang dulu dekat malah sekarang lupa, hahahaha) atau juga berapa banyak like dan komen dari postingan sosial media namun kebahagiaan itu karena rasa syukur saya, hidup yang penuh dengan kebaikan dan kemurahanNya semata. 

Jam mulai bergerak, saya ikut mengantar istri mengambil kue pesanan untuk saya bawa ke tempat kerja sebagai bentuk ucapan syukur dan sedikit berbagi nanti. Dan hidup memang demikian adanya, dari sudut mana kita bisa belajar melihat, apakah makin berkurang jatah umurnya di dunia atau bertambah kesempatan menikmati sisa umur yang ada. Hari itu ayat renungan saya adalah Mazmur 118:29 (FAYH), "Bersyukurlah kepada TUHAN karena Ia sungguh baik. Kasih dan kebaikan hati-Nya tetap untuk selama-lamanya." Sepertinya memang tepat sekali Tuhan berbicara hari itu untuk saya supaya terus untuk bersyukur. Kenyataannya memang Tuhan baik, selama-lamanya!

Sunday, October 19, 2025

Kipas Angin Baru


"Kipas angin itu sederhana, tapi konsisten. Seperti kebahagiaan kecil yang sering kita lupakan." 

Jadi hampir dua minggu kipas angin dirumah tiba-tiba berbau menyengat seperti terbakar dan matilah dia. Mungkin juga sudah kecapekan karena berputar hampir tanpa berhenti lebih dari tiga tahun lamanya sejak dibeli. Jadilah tanpa angin berputar diruangan depan. Nah, sebenarnya memang kita masih punya cadangan seperti kipas angin kotak dengan isian air supaya lebih dingin, sempat dipakai dan sewaktu mode cool alias dingin malahan bocor airnya. Terus  karena bentuknya yang kotak pendek jadi anginnya nggak bisa keatas dan kurang terasa. 

Siang ini, seperti biasa Oma minta diantar beli lauk makan. Jadilah mengambil keputusan untuk sekalian beli kipas angin meskipun kenyataannya sisa uang tinggal nggak seberapa. Mampir ke toko si Uda langganan, orang Padang ini nggak jualan masakan padang tapi barang elektronik, sudah sejak kita pindah rumah selalu langganan beli ditokonya. Tanya-tanya barangnya mana yang bagus tapi nggak mahal, jadilah ditawarkan produk asli Indonesia dengan merek Pisces. Garansi ganti baru satu tahun kalau sampai rusak. Nah ternyata, produk ini waktu saya cek di websitenya sudah ada sejak tahun 2008 dan sudah bersertifikat SNI. 

Terus terang saja, dengan kondisi Indonesia yang sedang menaikkan derajat kehidupan, eh derajat panas udara yang luar biasa ini, punya kipas angin sangat membantu dan juga menolong meredam emosi akibat panas cuaca dan kelembaban yang menyesakkan dada. Sebuah kutipan mengatakan seperti ini, "Kadang kita tidak perlu harus bergerak jauh untuk memberi sebuah arti. Cukup selalu bergerak meski hanya di satu tempat, tapi selalu memberi manfaat. Kipas angin mengajarkan kita tentang konsistensi dan memberi manfaat tanpa pamrih." Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga ya, tapi memang kasihan juga sih si kipas angin ini, sudah nengok kanan kiri terus tapi nggak nyeberang-nyeberang, hahahahaha! 

Selamat menikmati angin dari kipas, 
tetap bersyukur dan waras 
di Indonesia yang lagi panas 🔥

Monday, January 6, 2025

PRB


"Sampai kamu menghargai diri sendiri, kamu tidak akan menghargai waktu. Sampai kamu menghargai waktu, kamu tidak akan melakukan apa pun dengannya." - M. Scott Peck

PRB disebutnya, sampai saya akhirnya menanyakan maksudnya atau singkatan apa itu pada perawat yang membantu saya di RS.Jantung Siloam Diagram. Ternyata maksudnya adalah Pasien Rawat Balik, yang artinya saya dikembalikan ke faskes 1 bpjs, sebuah klinik dimana saya terdaftar disana, untuk ambil obat saja antara enam sampai dua belas bula kedepan. 

Hari ini, setelah di cek EKG dan hasilnya bagus oleh dokter jantung yang biasa menangani saya, akhirnya saya hanya meneruskan untuk minum obat saja. Kecuali dengan kondisi khusus yang terjadi dan harus bertemu dengan dokter, saya boleh untuk datang konsultasi lagi. Tentu saja harapan saya kedepan tidak terjadi apa-apa lagi. Puas dan bersyukur selama perjalanan dua tahun lebih setelah operasi by pass jantung, perkembangan kesehatan saya semakin baik. Namun, tentu saja saya harus tetap harus menjaga kondisi tubuh saya dengan baik. 

"Begitu kamu menyadari bahwa kamu layak mendapatkan masa depan yang cerah, melepaskan masa lalu yang kelam adalah pilihan terbaik yang akan kamu buat". begitu kata Roy T. Bennett, dan meskipun membacanya mudah, melakukannya tentu saja tidak mudah. Pilihan melepaskan masa lalu itu sebuah proses, buat saya proses tiap hari untuk memilih bahwa hari ini yang diberikan, dijalani dan dinikmati adalah sebuah masa depan cerah. Begitulah harus melihatnya! Karena seperti nyatanya bahwa hidup adalah kesempatan. Kesempatan untuk hidup kembali, bukan sekedar jadi makhluk hidup!

Saya menyukai kata-kata dari Joel Osteen, seorang pendeta dan pembicara yang memberikan motivasi yang bagus, sebuah pernyataannya seperti ini, "Memilih untuk bersikap positif dan memiliki sikap bersyukur akan menentukan bagaimana kamu akan menjalani hidupmu." Ya, ini adalah tantangan bagi saya untuk selalu memulai setiap hari memilih hidup dengan sikap positif dan bersyukur!

Kiranya Allah menolong!

Monday, January 1, 2024

Terima Kasih 2023


"Kalau misalnya ada rampok yang masuk kerumahku dan mereka nyari uang, aku cuma akan ketawa dan ikutan nyari bareng mereka." Kata-kata Topi

Saya nggak jadi beli topinya sih, bukan karena nggak suka, cuma karena warnanya biru. Eh, ada yang lain warna hitam, beda tulisannya, akhirnya itu yang saya pilih. Nah, kata-katanya lumayan nyelekit ya, nyinggung banget buat kaum rata-rata kayak saya, iya bener kebanyakan rata dompetnya, hahahaha! 

Tapi kata-kata di topi ini mengingatkan saya, bahwa kebahagiaan dan ukurannya tidak selalu harus dengan uang, meskipun jelas uang akan membantu kita buat bahagia juga. 

Saya hanya mau bersyukur di akhir tahun 2023, hari ini banyak hal yang tidak bisa dirampok, keluarga yang saya punya, kesehatan yang terus dipulihkan, pekerjaan sekaligus pelayanan yang baru, dan akan banyak lagi jika ditulis satu persatu. Perampok kebahagiaan yang bernama kuatir, takut, kecewa dan kesedihan lainnya tentu saja mencoba mengambil alih sukacita saya. “Bukan seberapa banyak yang kita punya, melainkan seberapa banyak yang kita nikmati, itulah yang membuat kebahagiaan.” begitu kata Charles Spurgeon. Dan selama masih bernyawa saya akan tetap memilih bahagia. 

Terima kasih 2023.

#dijalani #disyukuri #dinikmati #janganlupabahagia #bye2023 #thankyou2023 #selamattinggal2023 #terimakasih2023

Sunday, April 9, 2023

Jangan Takut Percaya Saja


Jangan Takut, Percaya Saja!

Siapa yang tidak pernah merasa takut? Normalnya semua pasti pernah merasakan rasa takut, dengan dan dalam keadaan apapun. Dalam KBBI kata takut mempunyai arti merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana, takwa; segan dan hormat, kemudian tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dan sebagainya), kemudiaan gelisah; khawatir (kalau ...).

Yusuf takut mengambil Maria menjadi istrinya, murid-murid takut mati tenggelam saat terkena badai diatas perahu, Petrus takut tiupan angin saat berjalan diatas air lalu mengoyahkannya dan mulai tenggelam, berapa banyak lagi mereka yang disebutkan dalam kita suci merasakan ketakutan. Saya juga pernah dalam situasi dimana saya takut mati, hampir mati, dan sampai bisa menerima mengetahui dengan apa yang terjadi sekarang bisa mati kapan saja.

Wikipedia mencatatkan dalam Lukas 22:43-44 (sering disebut dalam bahasa Inggris: Christ's agony at Gethsemane; "Penderitaan Kristus di Getsemani") adalah suatu nas dalam Injil Lukas pasal 22, yang menggambarkan ketakutan Yesus sebelum menghadapi kesengsaraan-Nya yang segera akan dijalani beberapa saat kemudian. Rasa takut ini menyebabkan Yesus mengalami kondisi hematidrosis atau "keringat darah".

Saya mendapatkan ayat perjamuan dari Markus 5:36 (TB) Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" kisah tentang sebuah tragedi, kematian anak kepala rumah ibadat, dan kisah ini berakhir dengan mujizat, Markus 5:41 (TB) Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" anak itu hidup kembali.

Dua hal yang saya dapatkan, perintah yang jelas untuk dilakukan dalam kehidupan, "jangan takut" dan "percaya saja". Bagaiman caranya supaya tidak takut, ya percaya saja, percaya!

"Di belakang dan di depan ku ada Tuhan dan aku tidak takut." Helen Keller

Monday, February 28, 2022

Kebahagiaan Dan Singkong


Kata Dennis Waitley, "Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dari menikmati setiap detik kehidupan kita dengan penuh rasa cinta, rasa syukur dan terima kasih serta pengabdian kepada Tuhan yang menciptakan kita." Dan itulah pengalaman kebahagiaan sederhana yang saya rasakan hari ini, sederhana sekali, hanya bisa makan singkong goreng. Ya, mungkin anda tertawa dengan pernyataan saya, atau anda menganggap hal ini bukan hal yang istimewa. Tidak dengan saya, ini adalah istimewa. Kenapa istimewa? Karena, ya karena ini sederhana tapi spesial, karena dua bulan lebih saya tidak makan singkong goreng, dan hari ini saya boleh makan singkong goreng, plus minumnya kopi susu. 

Saya sangat bersyukur karena diperbolehkan hari ini makan singkong goreng dan minum kopi susu, karena sejak terkena serangan jantung, saya berhenti makan gorengan dan minum dairy product yaitu susu dan semua keturunannya. Sebenarnya sih, sebelum terkena serangan jantung, dokter penyakit dalam menyarankan untuk saya mengatur pola makan, rendah garam, minyak juga produk dari susu. Berhasil? Saya boleh bilang 80% sudah bisa dilakukan, 20% sisanya memang masak masih pakai minyak meskipun bukan dengan minyak sawit, lauk juga masih beberapa digoreng. Tapi paling tidak, mengubah kebiasaan dan pola makan sudah bisa dilakukan.

Akhir Februari yang indah buat saya, dan sangat menikmati kebersamaan dengan keluarga hari ini. Seperti kata bijak Siddhartha Gautama, "Tak ada jalan menuju kebahagiaan. Kebahagiaan adalah jalannya." Ayo menjalani kehidupan dengan kebahagiaan. 

Monday, January 17, 2022

Kok Masih Relate Ya?


Akhirnya kemarin sekitaran jam 19.30 malam, melewati panas hujan dan ngantuk, lukisan bebek dijendela kaca ini selesai juga jadi hari ini kelas bisa dipakai dengan nyaman dan indah. Kenapa pilihannya pada bebek berenang ini bukan pada kodok diatas daun? Karena konon katanya bebek berenang ini memperlihatkan keanggunan dan ketenangan dalam menghadapi riak arus gelombang air kehidupan, iya gitu...badannya di atas tetap tenang tapi kedua kakinya terus mengayuh didalam air, kalau berhenti kelelep kali ya?

Terus lihat deh tatapannya tegas kedepan, optimis gitu, nggak tahu juga kalau hari itu dapat makanan atau enggak, tapi dia percaya alam dan Pemilik Alam menyediakan yang pasti untuk bagiannya.

Dia juga nggak ngeluh jadi kodok yang teriak-teriak kalau hujan, lompat-lompatan aja di air, apalagi anak-anaknya tuh si cebong...eh, ups. Anak-anak bebek selalu belajar patuh, nurut, dan ikut dibelakangnya, diaturannya. Coba aja kalau dia ngeluh pengen jadi ayam yang nggak perlu repot berenang, pasti dia lebih enak, padahal dia tahu juga ayam lebih banyak dipilih digoreng, hahahaha (kayak tahu aja pikiran bebek gue ya! hufft).

Eniwei, saya menyemangati diri sendiri, meskipun besok weekend masih harus berjuang bukan bersenang-senang, harus tetap menghadapinya seperti bebek dengan tenang. Yup ... Sebelum sampai dipenggorengan dan disajikan dengan lalapan juga sambel ijo yang endeus, sedapatnya jangan ngeluh dan terus berenang!

Catatan Hari Ini!
(Tulisan 2 tahun lalu, 17 Januari 2020)

Tuesday, January 11, 2022

Tidur Tenang


Tidur tenang!

Kucing milik tetangga ini setiap hari tidur dihalaman rumah kami direrumputan dan dibawah pohon. Begitu nyaman dan tenang juga menikmati sampai saya memotretnya dia tidak bergerak bangun.

Seperti ketenangan pemazmur diperkatakannya ketenangan hidupnya dalam Tuhan. Mazmur 131:2 (BIMK) "Sesungguhnya, hatiku tenang dan tentram; seperti bayi yang habis menyusu, berbaring tenang di pangkuan ibunya, setenang itulah hatiku."

Selamat menikmati ketenangan dan berbahagia.

Tulisan 12/01/2018

Thursday, December 30, 2021

Mengatasi Kesulitan Hidup


Mengatasi Keruwetan Hidup!

Tahun 2021 hampir berakhir, siapa yang tidak mengalami masalah di masa pandemi ini? Hampir semua orang. Ruwet, iya seruwet kabel bergulung yang saya foto, saling bertumpuk dan bakalan butuh effort untuk menguraikannya. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Dari Psychology Today memberikan cara menghadapi keruwetan hidup, antara lain :
1. Meditasi
2. Bersikap Terbuka dan Berserah Diri
3. Selalu Bersyukur dan Berdoa
4. Menghadapi Rasa Takut
5. Meningkatkan Optimisme
6. Melihat Sudut Pandang Lain

Menurut saya sih semuanya baik yang bisa dilakukan diatas, tetapi tidak akan mengatasi keruwetan hidup, enam hal diatas hanya bisa untuk menghadapi saja. Kalau mau mengatasi ya jelas harus naik, biar diatas! Diatas keruwetan, jadi bisa mengatasi. Kalau dibawah namanya jadi membawahi, gitu kan? Hahahaha, hidup sudah seruwet kabel-kabel itu, jangan ditambahi lagi ya. Mari lebih selow tapi jangan melow!

Selamat menikmati akhir tahun 2021, jangan lupa mengatasi supaya bisa menghadapi!

Monday, December 20, 2021

Penghiburan


"Dalam kesusahan dan kesesakanku, perintah-perintah-Mu menghibur aku." Mazmur 119:143 (FAYH) 


Wednesday, August 18, 2021

Nglarisi


Awal bulan Agustus biasanya banyak penjual bendera dengan gerobaknya muter di kompleks, tapi tahun ini berbeda. Sejak kekejaman pandemi menyerang banyak yang terdampak dan begitu terasa berat. Saya lupa, iya lupa selupa-lupanya kalau menyimpan bendera yang biasa tiap bulan Agustus dikibarkan. Untunglah ada satu orang penjual bendera lewat, pakai motor, dan dagangannya nggak terlalu banyak. Ngobrol dengan penjualnya katanya sepi, sudah berputar dan mangkal di beberapa tempat tidak terlalu laku dagangannya. Dia bilang biasanya tiap tahun hampir delapan puluh orang teman-temannya berjualan bendera di Jakarta, tahun ini tidak sampai empat puluh orang. 

Saya tanya berapa harga tiang dan bendera sekaligus, dia bilang bendera yang agak besar dan tiangnya seratus ribu saja. Hmmm...dalam hati mahal juga ya, tapi dari dalam rumah istri saya mengiyakan tanpa menawar lagi. Kebaikan hatinya memang tidak terkalahkan, dia keluarkan selembar merah dari dompet dan diberikan ke saya. Saya berikan ke tukang jual bendera dan ditambah servis dipasang dengan di ikat di pohon Pagar depan rumah. Saya melanjutkan memotong daun-daun muda pagar depan rumah. Dia membereskan dagangannya, dua kali mengucapkan terima kasih, menyalakan mesin motornya dan berjalan kembali berkeliling, semoga rejekinya terkumpul hari itu.

Nglarisi, meskipun sebenarnya masih bisa mencari bendera yang ada dirumah, tapi lebih baik memilih membeli baru, hitung-hitung membantu melancarkan jualan orang. Membeli meskipun tidak terlalu membutuhkan memang terlihat sederhana, tapi saya tidak tahu, mungkin rejeki yang dia dapatkan terkumpul hari itu, bisa menolong kehidupan keluarganya di kampung. Melanjutkan perjuangan hidup. Dan memang belum merdeka, tapi paling tidak Agustus ini bisa sedikit merasakan dan merayakan juga kemerdekaan ditengah pandemi.

Semoga tetap tangguh dan bisa terus tumbuh rejekinya ya Pak!

Saturday, July 31, 2021

Halo Agustus


Selamat pagi Agustus 🌿

Pagi ini bangun, membuka pintu belakang dan ternyata pohon kenikir bertumbangan. Semalam Puji Tuhan dapat hujan, tapi nggak tahu juga apakah ada angin kencang atau hujannya yang deras sampai empat pohon kenikir ambruk semua. Tidak apa-apa sih, karena masih ada beeraoa yang kecil yang mulai tumbuh lagi. Jadi saya ambil saja daun mudanya, nggak tahu sih rencananya mau direbus aja atau dimasak apa, ya kemungkinannya sih bakalan direbus buat teman sambel dahsyat bikinan oma, tinggal goreng tempe dan kerupuk masih ada, klop sudah.

Sebut saja berkat awal bulan, jika diperkenankan. Kadang tidak seperti apa yang kita mau, tapi bisa jadi apa yang kita butuhkan. Daun kenikir memiliki kandungan vitamin B dan C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sifat anti bakteri pada daun kenikir juga mampu melindungi tubuh dari berbagi macam bakteri. Dan kandungan vitamin C didalamnya akanembantueningkatkan metabolisme tubuh, begitu kata info di internet yang saya baca. Wow, mantap juga kan berkat hari ini?

Alan Cohen menulis, “Berbahagialah dengan apa yang kamu miliki. Bersemangatlah dengan apa yang kamu inginkan." Betul memang keadaan sedang tidak nyaman, apa yang kita miliki terbatas, tapi kita masih punya harapan dan semangat. Jadi tetaplah (berusaha) bahagia. Selamat menikmati bulan Agustus. 

Sunday, June 27, 2021

Kue Ulang Tahun


Terima kasih Tuhan untuk pertambahan usia. Terima kasih istriku untuk kue ulang tahun spesial yang kau buat. Terima kasih untuk semua ucapan, doa dan harapan dari setiap pribadi yang mengirimkan ucapan hari ini.

Terima kasih!


Ya Allah, belalah aku. Perjuangkanlah perkaraku terhadap orang yang tidak mengenal-Mu. Lindungilah aku dari pendusta yang jahat.
Ya Allah, Engkaulah tempat perlindunganku. Mengapa Engkau meninggalkan aku? Mengapa aku harus sangat menderita kesedihan yang sedemikian karena kekejaman musuhku?
Kirimlah terang-Mu dan kebenaran-Mu memanduku untuk menuntunku ke gunung suci-Mu, ke rumah-Mu.
Aku mau datang ke mezbah Allah, kepada Allah yang membuatku sangat bersukacita. Ya Allah, Allahku, aku mau memainkan kecapiku dan menyanyikan pujian bagi-Mu.
Mengapa aku begitu sedih? Mengapa aku begitu gelisah? Aku berkata kepada diriku sendiri, “Tunggulah pertolongan Allah. Engkau akan mendapat kesempatan memuji-Nya, Allahmu, yang akan menyelamatkan engkau.”
Mazmur 43:1-5 (VMD)  

Saturday, May 29, 2021

Tempe Gembus Goreng


Sudah pernahkah menikmati Tempe gembus? yup, tempe yang berasal dari ampas tahu ini cukup lumayan enak lho. Nah, sore ini saya menggoreng sendiri dan menikmatinya bersama secangkir Kopi plus cocok banget dimakan hangat,-hangat karena lagi hujan. Tahu nggak teman-teman dalam buku yang berjudul Makanan Tradisional Indonesia Seri Kelompok Makanan Fermentasi dan Makanan yang Populer di Masyarakat (2017) karya Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc dkk., tempe gembus mengandung sejumlah gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Di antaranya yakni:
Protein sebesar 4 % Serat kasar 30,4 %. Kandungan serat pada tempe gembus memang tergolong cukup tinggi. Serat kasar yang mengalami fermentasi itu diyakini dapat memberikan keuntungan, yaitu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Wow, meskipun sederhana, dari ampas bekas tapi ternyata masih bisa berguna dan memberikan sebuah kebaikan, buat saya kenikmatan dan kenyang.

Jadi jangan takut kalau memang kita sedang jadi ampas, jadi sisa, cuma bahan yang murah, tidak dilirik bahkan karena dianggap tidak ada nilainya. Suara say pasti akan berubah, prosesnya nggak enak, tapi hasil akhirnya berharap jadi enak! Semoga "Tangan" yang menggoreng kita akan membawa kita pada proses perbaikan dan kebaikan. 

Salam kriuk!

Friday, April 2, 2021

Nasi Goreng Pertama Bulan Ini


1 April 2020

Menutup hari pertama bulan ini dengan memasak nasi goreng sendiri buat makan malam. Tidak ada April fool karena mungkin dengan masa pandemi ini semua orang sudah fool atau full? Whateverlah ya. Nasi dingin yang tidak termakan kemarin pas beli pecel ayam disimpan dikulkas, jadi saya diamkan sebentar kemudian mulailah menyiaokan semua perlengkapan, sambelnya, telor, irisan kubis sisa lalapan dan daun bawang. Masak semuanya dan hasilnya....kurang asin. Hahahaha, lupa kasih tambahan garamnya, tapi nggak papa, kata istri saya tetap enak kok.

Memanfaatkan yang ada saja buat menyenangkan eh mengenyangkan perut, selain nggak jajan lagi juga bisa berkreasi sesuai dengan selera saya. Kalau kalian masak dan makan apa buat hari pertama bulan ini?

Friday, November 20, 2020

12 Ribu


Menu makan siang tadi karena nggak bawa bekal dari rumah. Dengan 12 Ribu rupiah saya mendapatkan nasi setengah, telor dadar sepotong, sayur kangkung, sambel, dan dua tempe jaket. Lumayan bukan?  Saya membelinya di warteg depan tempat kerja.

Yang lebih nikmat adalah makanya sambil ngeprint dan ngegunting berlembar-lembar kertas sekaligus mengecek layar laptop. Apakah ini yang dinamakan multitasking? Tentu saja tidak, ini adalah mempergunakan waktu sebaik mungkin supaya kerjaannya bisa dikerjakan, ya iyalah namanya juga kerja, ya kan?

Rahasia lainnya adalah, saya tidak mendapatkan sendok dari warteg, tapi saya selalu membawa sendok sendiri dan ada didalam tas. Jadi tetap aman, nggak harus menggunakan jurus tangan kosong.

Well, that's it! TGIF : Thanks God It's Food for my perut hari ini.

Thursday, July 30, 2020

Ketupat Lebaran Idul Adha


Bahagia itu bukan milik sendiri, tapi ketika dibagikan. Kami juga menikmati kebahagiaan Idul Adha hari ini, tetangga sebelah rumah berbagi makanan, jadilah lengkap siang ini, libur, menikmati waktu dengan keluarga, makan enak. Berkah!

Bukan hanya sekali dua kali kami dibagi makanan, bahkan bukan hanya pada momen-momen spesial atau acara saja. Kehidupan saling berbagi memang tidak seperti dulu di kampung, apa saja bisa saling dibagikan antar tetangga, saling memberi dan juga merasakan sesuatu yang kita punya. 

"Berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan." Begitu kata bijak entah siapa yang nulis ya, saya bukan yang berbagi kali ini tapi saya juga bersyukur dengan apa yang saya dapatkan. Jadi kalau masih ada yang mau berbagi dengan saya, boleh banget ya, saya siap menunggu. 

Selamat Idul Adha, selamat merayakannya dengan bahagia, syukur dan berbagi.

Monday, June 1, 2020

KANGKUNG DAN BAYAM


"Setiap pemberian dari seorang teman adalah sebuah harapan akan kebahagiaanmu." Richard Bach

Maghrib baru saja selesai dan kembali rencananya saya dan istri mau keluar rumah, belanja beberapa obat-obatan sekalian beli es krim untuk penyemangat si Pumpkin besok mau ujian. Tiba-tiba suara wanita muncul di depan pintu rumah, dan ternyata tetangga samping rumah membawakan dua ikat sayuran segar, kangkung can bayam. Jadi memang sejak awal bulan puasa kemarin sampai Lebaran, Kita tetangga kanan kiri rumah saling bergantian berbagi makanan. Indah sekali bukan? 

Saling berbagi alias melakukan pemberian yang bergantian ini ternyata bermanfaat lho, meskipun mungkin bukan jadi hal yang besar atau luar biasa, biasanya hal-hal sederhana itu akan lebih bermakna menurut saya. Misalnya saja, manfaat saling berbagi itu membuat Kita yang bertetangga akan lebih akrab satu sama lain. Kita juga berusaha akan memberikan yang baik pada saat berbagi. Hasil yang terlihat adalah kebahagiaan yang menular, percayalah yang berbagi bahagia karena bisa memberikan sesuatu, yang dibagi juga senang bisa mendapatkan sesuatu, dan bisa jadi seperti malam ini, kembali saling memberi, berbagi sesuatu.

Sebuah pepatah dalam bahasa Jawa berkata seperti ini, "Urip kang utama, mateni kang sempurna" yang berarti selama kita hidup, kita melakukan perbuatan yang baik maka akan menemukan kebahagiaan di kehidupan yang selanjutnya. Dan saya kira pelajaran sederhana berbagi ini semakin menjadikan saya bisa menyebutnya sebagai kekuatan kecil yang nyata, berbagi itu bahagia.

Friday, May 22, 2020

CAKWE


Malam ini padahal saya sudah makan, cukup kenyang dan mengobati kepala pusing setelah lelah melewati percakapan panjang di henpon. Ternyata sudah jam delapam malam lebih, pantesan makin lapar. Selesai makan, Saya diminta untuk mendokumentasikan kegiatan Mami di dapur, ternyata sedang merealisasikan janjinya pada di Pumpkin mau membuat cemilan sederhana, dan diawalnya yang sedikit ragu karena adonannya terlihat lengket dan berbeda dengan yang ada ditutorial. Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya mulai juga dia, memipihkan adonan, memotong-motong adonan, memipihkan dengan sumpit dan kemudian menggorengnya. Beberapa bagian dan posisi sudah diabadikan difoto. Dan akhirnya, taaraaaaaa...akhirnya pas masih anget kita diminta mencicipi dan tentu saja pas makan harus difoto, buat konten Instagram kan harus terlihat okey ocey to? 

Hebat euy, berhasil lagi kali ini masaknya
 Puas banget wajahnya, dan tentu saja Saya juga senang ada cemilan lagi. Bicara soal keberhasilan, memang butuh usaha terus menerus, kalau gagal lagi? Ya udah nggak papa, coba lagi aja, kalau masih nggak bisa, ya wis ganti yang lain. Mungkin bukan bagian kita itu,nggak usah maksa tapi setidaknya sudah mencoba.

Sedikit cerita dibalik Cakwe, bahwa sebenarnya makanan ini adalah sebuah bentuk protes, Cakwe merupakan dialek Hokkian, yang artinya Hantu yang Digoreng merujuk simbolisme Qin Hui dan istrinya sebagai Perdana Menteri Kaisan Tan Gaozong. Di daerah asalnya sana di China, Saya nggak suka pakai kata tiongkok, Cakwe disebut dengan berbagai nama sesuai dengan dialek daerah masing-masing. Lebih lengkapnya gugling aja deh. Tapi memang ya keberhasilan dari Jenderal Yue Fie membuat iri Perdana Menteri Qin Hui, sampai dengan cara licik dan berbagai tuduhan, Yue Fie istrinya dan pengikutnya harus dihukum mati. Seorang pedagang makanan bernama Wang dan Li membuat adonan tepung berbentuk seperti manusia saling membelakangi, adonan itu digoreng dan mengambang dalam minyak panas, saat itulah mereka berteriak, "dijual Hui goreng!" Nah, kata Hui itu mengacu pada Perdana Menteri Qin Hui yang membuat Jenderal Yue dihukum mati. Gitu ceritanya, sedih sih ya, orang baik dan berhasil kadang memang harus kalah demi jabatan dan iri dari orang lain. Tapi jejaknya pasti akan tetap terjaga, dan itu terjadi pada Cakwe!

Thursday, April 30, 2020

TELUR DADAR


"Telur hari ini lebih baik dari hari esok." Francois Rabelais

Makan malam. Karena hari ini nggak masak jadi makan aja apa yang ada. Sudah malam dan saya masih asyik posting jualan di medsos akhirnya istri yang masih didepan laptop mengingatkan, "makan dulu hon!". Baiklah, jadi saya kedapur kemudian korek-korek lihat apa saja yang masih tersisa. Dan ada bawang daun, cabai rawit cetar dan bawang merah sisa masak. Saya rajang semuanya dan mulai memecahkan telur, kasih sedikit garam dan lada, kocok dan kemudian saya tambahkan irisan yang tadi. Goreng sebentar dan jadilah lauk makan malam saya.

Oke, begitulah ceritanya hari ini. Kondisi badan sedang tidak terlalu fit tapi tetap memaksa melakukan banyak hal dan juga melewatkan beberapa hal. Tidak mengapa, namanya juga hidup dan bertahan dirumah. Oh iya, ngomong-ngomong ini kan tanggal terakhir di bulan April. Semoga segala kebaikan datang dan segala hal yang tidak baik selama ini segera pergi. Dengan kekuatan telur dadar...berubah!