Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Sunday, February 15, 2026

Sekotak Kastangel Dari Tangan Kecil


Worship time bersama dengan kelas lain sudah dimulai diruangan kelas elementary dan anak ini bersama nannynya datang kemudian nannyanya bilang, "teacher Amos, A mau kasih sesuatu! " Ooh wow, saya menurunkan posisi badan dan menatap matanya, dengan sedikit senyum dan terlihat bangga sekaligus puas dia mengulurkan tangan kecilnya yang memegang paper bag berisi sekotak kue kastangel. 

Selesai kids service saat mamanya menjemput saya ucapkan terima kasih dan mamanya bercerita kalau kemarin A udah tahu kalau hari ini mau ke gereja jadi dia bilang, "mom, I want to give teacher Amos a gift." Jadilah mamanya bingung mau kasih apa. Untunglah ada kue kastangel yang bisa dibawa hari ini. 

Saya berpikir apa karena dalam rangka momen Valentine's Day atau mau menyambut Imlek, tapi ternyata bukan. Anak ini hanya ingin berbagi saja, mungkin ingin menunjukkan rasa suka atau sayangnya pada saya sebagai guru sekolah minggu di gereja. Justru disinilah saya belajar bahwa anak-anak punya ketulusan dan cara sendiri untuk menghargai seseorang. Dalam kutipannya Mencius mengatakan, "Dia yang mencintai orang lain selalu dicintai oleh mereka. Dia yang menghormati orang lain selalu dihormati oleh mereka." Saya pikir kecintaan saya pada anak-anak yang saya ajar mulai terlihat berbuah manis. Tidak bermaksud menyombongkan diri, hanya melihat bagaimana beberapa orang tua dan juga nanny bercerita anak-anak menyukai sekolah minggu dan menyebut nama saya saat mereka tahu akan pergi kemana di hari Minggu, itu adalah sebuah anugerah tersendiri buat saya bisa menjadi bagian perjalanan iman anak-anak ini mengenal Tuhan dan Juruselamatnya. 

Salah satu tema cerita Alkitab di bulan ini adalah Yesus mengasihi anak-anak yang datang padaNya. Dan ini selalu meyakinkan saya pribadi, bahwa anak-anak ini punya hak yang sama dengan mereka yang sudah dewasa atau merasa "besar" pun "beriman". Kalau A datang kepada saya dengan berani, tulus dalam pemberian dan bahagia, itu juga yang jadi tantangan iman saya setiap hari untuk datang pada Yesus dengan tulus, memberi dengan tulus dan tentu saja memilih berbahagia berjalan bersamaNya. 

Selamat hari Minggu 🍞


"Tetapi Yesus berkata, "Biarkan anak-anak kecil itu datang kepada-Ku. Jangan melarang mereka. Karena orang yang seperti anak-anak itulah yang memiliki Kerajaan Surga. "
Dan sebelum pergi, Ia meletakkan tangan ke atas kepala anak-anak itu serta memberkati mereka." Matius 19:14-15 (FAYH)

Saturday, November 8, 2025

Aku, Kamu dan Soto


"Wah, bakalan candle light dinner dimana nih malam ini? " "Lho kok bertiga sama anaknya? Nggak berdua aja malam ini? " Iya, begitulah beberapa pertanyaan yang muncul setelah saya mendapatkan  ucapan "happy anniversary". Tidak semua, tidak banyak memang yang memberikan ucapan selamat, tapi justru mungkin disitu seninya ya, nggak usah membalas banyak ucapan dan sebagainya. 

Sebenarnya, siang tadi sudah kami rayakan sederhana dirumah dengan makan indomie kari ayam dengan telur. Karena memang jarang-jarang kita makan mie instan rebus berkuah nikmat ini. Katanya kan memang ada filosofi dengan makan mie di hari istimewa. Dari berbagai sumber menyebutkan kalau filosofi mie untuk ulang tahun pernikahan adalah simbol panjang umur dan kebahagiaan yang tidak terputus. Bentuknya yang panjang melambangkan usia yang panjang, sedangkan keharusan untuk tidak memotong mie saat dimakan melambangkan rezeki dan keberuntungan yang juga tidak boleh putus. Setelah disantap habis siang tadi tentu saja malam ini jelas lapar ya kan? 

Nah, kami akhirnya memutuskan untuk makan bersama, sebenarnya nggak berdua, cuma menyempatkan berfoto berdua dengan mangkok sotonya. Kali ini yang menjadi pilihan adalah soto kudus, jarang sekali ini di pilih karena soto boyolali biasanya yang jadi langganan. Lagi-lagi saya senang menyambungkan antara makanan dan kehidupan, karena saya menemukan bahwa soto pun memberikan pelajaran.Filosofi soto dalam kehidupan antara lain adalah kehangatan dan kebersamaan karena disajikan panas seperti hangatnya cinta, kesabaran dalam proses pembuatannya yang mirip proses hidup dalam menghadapi berbagai hal, dan penerimaan terhadap perbedaan melalui keberagaman isian yang bersatu dalam satu mangkuk. Penting lho penerimaan antara kita dan pasangan, yang kan?. Nah selain itu soto juga bisa mengajarkan tentang keteguhan hati dari setiap daging yang di pilih disajikan bersama dan juga bagaimana kita bersama menghadapi tantangan hidup seperti yang diwakilkan dari rasa asam jeruk dan pedas sambal. 

Selain perut kenyang, bikin kita tenang tentu saja membuat hari ini menjadi senang. Kebahagiaan perayaan sederhana malam ini terwakili dari kehangatan seporsi soto kudus. Tujuhbelas tahun sudah hari ini bersama dalam kehidupan pernikahan. Semua baik, Tuhan baik! 

08/11/2008 - 08/11/2025
Salam soto πŸ’œ

Thursday, July 17, 2025

Pisang Di Taman


Foto dekat buah pisang
Biar gendud tetap disayang 🍌

Pagi ini habis mengeluarkan yang perlu dikeluarkan, memnyempatkan diri untuk jalan santai di taman depan rumah sakit. Selain cari udara segar tentu saja mengisi jiwa tetap dengan alam, eh kok pas bangetn ada pohon pisang sedang berbuah. 

Pohon pisang umumnya mulai berbuah setelah berusia sekitar 9 hingga 12 bulan setelah ditanam. Butuhkan waktu sekitar 80-120 hari sejak keluarnya jantung pisang untuk matang dan siap dipanen.

Setiap batang pohon pisang hanya akan menghasilkan satu kali panen buah sebelum akhirnya mati dan digantikan oleh tunas baru. 

Inspirasi pagi yang menarik buat saya, meskipun sekali hidup jika dengan baik dan benar menjalaninya, menghasilkan buah dan bisa menjadi berkat kebahagiaan buat orang lain kenapa tidak. Pisang tidak harus menjadi apel atau anggur yang mahal. Menjadi pisang yang terbaik, itu saja!


Tentang Kuatir


Dari lantai 7 ruang rawat inap, di seberang gedung terdapat sebuah sungai yang sedang dilakukan penanganan penumpukan sedimen oleh tiga eskavator. Alat berat ini bekerja menyusuri sungai dan mengeruk lumpur yang menebal didasar sungai. Nah, penumpukan sedimen sungai adalah pengendapan material seperti lumpur, pasir, dan partikel tanah di dasar atau tepi sungai. Hal ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai, penyempitan lebar sungai, dan mengurangi kapasitas tampung sungai. Akibatnya, sungai menjadi lebih rentan terhadap banjir dan aliran air menjadi tidak lancar. 

Sambil menyeruput kopi liong digelas plastik yang saya beli tadi pagi, halaman bacaan saya menunjukkan tentang menghadapi kekhawatiran, siapa yang tidak pernah merasa khawatir dalam hidup? Sepertinya semuanya pasti pernah, kalau masih normal dan hidup sih, hehehehe. Khawatir dan cemas memang perasaan yang normal, namun jika berlebihan akan mengakibatkan mental jadi terganggu. Bahasa kerennya sekarang mental disorder bahkan sampai jadi anxiety. Tentu saja penyebabnya memang banyak,  dari stress jangka panjang, faktor genetik, peristiwa traumatis, gaya hidup dan juga lingkungan berpengaruh. 

Sudah empat hari tiga malam sejak hari Senin siang berada di Rumah Sakit menunggu istri yang sedang di rawat. Bohong kalau saya tidak khawatir atau cemas, entah dari sisi yang mana pasti ada rasa itu. Secara biaya sangat bersyukur karena sudah dicover oleh asuransi, kalau yang lain-lain, hmmm...begitulah, kadang memang tidak mudah dituliskan. "Hidup dengan kekhawatiran berarti hidup melawan kenyataan." Begitu yang ditulis E. Stanley Jones, karena memang pada kenyataannya tidak semua hal perlu dikhawatirkan. Eleanor Roosevelt mengatakan, "Jika hidup dapat diprediksi, maka hidup akan berhenti menjadi hidup dan tidak memiliki rasa." Benar juga kan ya, hidup tidak akan penuh rasa jika berjalan begitu saja, biasa saja dan tanpa naik turun tantangannya. 

Salah satu bagian kotbah di atas bukit yang diperkatakan oleh Tuhan Yesus adalah tentang hal kekuatiran. Di bagian akhir dari Matius 6:34 (TB)  menyatakan, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Tentu saja kebenaran ini yang seharusnya memang saya hidupi dan pegang. Perjalanan iman memang selalu menyegarkan jiwa. Tidak perlu menumpuk kekuatiran menjadi sedimen yang menyebabkan banjir dijiwa dan pikiran kita. Firman-Nya siap mengeruk dan melancarkannya! 

Friday, June 27, 2025

Bertunas



"Semua hal baik yang diinginkan membutuhkan waktu dan kesabaran. Jika kamu memiliki kesabaran itu akan memakan waktu, jika kamu punya waktu, kamu akan mendapatkan kesabaran." - Karen Rivello

Akhirnya pagi ini menemukan tunas baru di ujung batang pohon ara yang saya stek beberapa minggu lalu. Tiga atau empat batang lainnya kering dan tidak bertahan, sementara yang ini tetap kuat dan menunjukkan kemampuan untuk kembali tumbuh. Ditengah gempuran panas yang menyengat dan hujan deras yang tiba-tiba datang, perubahan cuaca yang sangat mencolok, tetap kuat dan bertahan memang tidak mudah. 

Bulan lalu, sebenarnya ada satu pohon ara yang mati dalam pot karena saya kelupaan menyiram dan memperhatikannya. Jadilah saya memilah beberapa dahan yang bisa saya potong dan coba tanam dengan metode stek. Ternyata memang tidak mudah, salah satu kemungkinannya adalah kualitas tanah yang saya punya untuk pertumbuhan tanaman yang sehat. Tanah yang berkualitas baik menyediakan unsur hara, air, dan struktur yang mendukung akar tanaman untuk tumbuh dengan baik, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Tanah yang subur akan menghasilkan tanaman yang kuat dan produktif. Ya, mungkin beberapa hal yang mendukung tidak ada di pot tanah yang saya punya. 

Amit Ray menuliskan, "Di setiap perubahan, di setiap daun yang jatuh ada rasa sakit, ada keindahan. Dan begitulah cara daun baru tumbuh." Saya berpikir demikian juga hidup yang sedang saya jalani. Ada perubahan selalu, ada rasa sakit tapi tentu saja ada keindahan yang Tuhan selalu sediakan. Cara pandang saya tentu saja juga ikut berubah. Bagaiamana Dia selalu terlibat, bahkan disaat tidak mungkin sekalipun. Harapan kecil seperti tunas tumbuh baru di pagi ini memberikan kekuatan baru untuk melihat kebaikan demi kebaikan tumbuh terus dalam kehidupan saya. 

CiRes🌱
28/06/2025

Wednesday, April 2, 2025

Membandingkan


"Hal yang sering membuat kita tidak bersyukur adalah membandingkan diri sendiri dengan orang lain." - Deassy M. Destiani

Tiba-tiba tadi siang sembari saya memotong pagar tanaman depan rumah yang ujungnya beberapa bagian mulai tumbuh lagi dan tidak rata kok kepikiran sesuatu yang sepertinya sepele tapi agak mengganjal gitu, disaat liburan ini orang-orang bisa pulang kampung, jalan-jalan, staycation, atau setidaknya bepergian kok saya nggak. Ah, apa memang sedang muncul saja perasaan yang sedang gundah membandingkan apa yang orang lain bisa dengan apa yang tidak bisa saya lakukan.

Setelah selesai, lumayan panas, keringat membasahi kaos saya. Masuklah saya ke dalam rumah dan menyeruput sisa kopi saya tadi pagi yang masih ada, kemudian duduk istirahat sembari mengeringkan badan. Bunga mata kucing pink di depan rumah beberapa yang tersisa mulai bermunculan bunganya, saya teringat ada perkataan yang menyebutkan bahwa bunga tidak bersaing satu sama lain, mereka mekar dengan indahnya sendiri. Menghargai nikmat, keindahan hidup dan berkat sendiri tanpa melihat dan membandingkan dengan orang lain adalah pelajaran hebat buat saya hari ini.

"Nikmati hidupmu sendiri tanpa membandingkannya dengan kehidupan orang lain." Begitu kata Marquis de Condorcet, kalau bahasa gaulnya mungkin "Being content" berarti merasa puas, senang, dan tenang dengan apa yang dimiliki atau dialami, tanpa merasa perlu lebih banyak atau menginginkan sesuatu yang lain. Ah, bisa jadi perasaan dan pikiran ini terjadi karena saya kepanasan diluar, kurang minum air putih dan lapar karena jam buka puasa intermittent fasting belum pas untuk makan. Yah, namanya juga manusia ya, nggak melulu pikirannya tenang, aman dan nyaman, kadang juga agak sedikit belok, sedikit aja sih..hehehehe!

Bau ayam dengan bumbu yang baru dipesan istri saya dan sedang dipanggang mengalihkan pikiran saya, yes ... sepertinya makan siang akan lebih nikmat hari ini!

Monday, March 31, 2025

Istirahat


"Meski penting bagi kita untuk menjadi warga negara yang produktif dan meluangkan waktu untuk bekerja, mungkin kita perlu lebih menghargai pentingnya waktu senggang dan relaksasi." - Sage Wilcox

Kemarin pagi masih masuk kerja, saya menyempatkan mampir warung kopi pinggir jalan diantara gedung-gedung tinggi Jakarta. Sambil duduk di kursi dan meja ala kadarnya, didepan saya tertidur dengan nyenyak seorang bapak ojek online. Sangat terlihat lelah dan bisa dengan tenang tanpa terganggu dengan orang-orang yang datang dan pergi ngopi pagi itu. Mungkin semalaman dia mencoba peruntungan hingga lelah tak tertahan jadi baru bisa tertidur menjelang pagi.

Saya bersyukur tidak harus bergulat dengan waktu dan keranya jalanan Jakarta. Ya, saya tahu setiap orang punya kesempatan dan bagian masing-masing untuk rejeki, berkatnya yang bisa dinikmati setiap hari. Dan hari ini, hari terakhir bulan Maret saya bisa menikmati kebahagiaan kecil. Bangun siang dengan tanpa gangguan. Sederhana saja tapi sangat berharga. Kenapa? Karena beberapa waktu memang sangat susah tidur buat saya, nyeri-nyeri disekitar lutut sangat mengganggu sehingga jam tidur saya sangat kacau...bukan karena meletus balon hijau kok, hehehe! Kurang tidur memang sangat mengganggu!

"Istirahatlah saat kamu lelah. Segarkan dan perbarui dirimu, tubuhmu, pikiranmu, jiwamu. Lalu kembali bekerja." Begitu kata Ralph Marston, dan itu memang benar adanya. Penting untuk istirahat demi kesegaran tubuh dan jiwa. Ditengah badai lautan yang menyerang murid-muridnya, Markus menuliskan bahwa Yesus tertidur di buritan kapal dengan kepalanya di atas bantal. Ditengah badai kehidupan dan kesulitan ini, kita tetap butuh tidur, istirahat dan tenang. Istirahat adalah anugerah. Istirahat adalah mekanisme yang dirancang untuk membawa kita ke tempat yang berkembang dalam rencana Tuhan.

Selamat berlibur, selamat beristirahat!

Friday, February 28, 2025

Daun Ara Kuning


"Hiduplah dengan bahagia. Pohon kehidupanmu tidak boleh mati hanya karena kehilangan sehelai daun." D.Wijaya

Daun Ara/Tin/Fig yang menguning tua ini saya temukan kemarin saat menyapu halaman depan rumah. Dari beberapa pohon, hanya satu lembar daun ini saja yang sangat kuning dan jatuh di antara pot-pot pohon ara. Dulu biasanya saya simpan karena bisa dijadikan teh kalau sudah kering, karena memang banyak juga khasiatnya.

Penulis Kitab Kebijaksanaan mengatakan seperti ini, "Siapa yang bersandar pada kekayaannya akan jatuh seperti daun yang layu, tetapi orang baik akan tumbuh seperti daun muda." (Amsal 11:28 VMD). Pengingat di akhir bulan ini, sebuah perenungan sederhana namun membuat saya semakin belajar untuk terus bersandar pada Tuhan saja, bukan bersandar dibahu jalan karena bukan mobil atau bahu pasangan kita karena lagi dalam kemesraan. Karena berkat dari hikmat adalah tidak bersandar pada pengertian kita sendiri tetapi percaya pada Tuhan dengan segenap hati. Gitu!

Tuesday, January 21, 2025

Kekuatan Menjalani Hidup


"Kekuatan tidak datang dari kapasitas fisik. Itu datang dari keinginan yang kuat." Mahatma Gandhi

Kalau dari perawakannya terlihat bahwa usianya jelas di atas lima puluh tahunan, tapi saya juga tidak bisa memastikan. Dengan tenaganya dia mulai membongkar paving block depan rumah untuk jalur masuk pipa air proyek pemerintah daerah. Ternyata, setelah saya lihat, dan mungkin memang tanpa bertanya posisinya salah, jadi saya meminta untuk menutup lagi dan mencari posisi yang tepat untuk pemasangannya.

Secangkir kopi hitam manis dan panas saya siapkan, meskipun hanya untuk dia, karena sebenarnya memang banyak pekerja lain yang masing-masing mengerjakan bagian di depan rumah tetangga. Kerjanya lumayan cepat dan ternyata sistem kerja samanya juga lumayan bagus, ada yang menggali,  memasang sambungan jaringan pipa, memasang meteran air, dan yang terakhir adalah yang membuat  meteran air aman dengan adukan semen dan pasir. Sebuah kinerja tim yang meskipun seperti terlihat biasa, ternyata mereka justru memperlihatkan kinerja profesional menurut saya.

Dari car bicara mereka dengan bahasa Sunda, pasti bukan tukang dari daerah sekitar tempat tinggal. Bayangan saya adalah mereka memang tukang yang ikut proyek dimana saja ada kerjaan. Meninggalkan anak istri dan bekerja jauh dari rumah demi kebutuhan hidup. Merry Riana seorang motivator mengatakan, "Aku akan perintahkan diriku dan mengatakan bahwa aku mampu! Aku akan mengalahkan keraguan, rasa takut, perasaan minder, dan menukarnya dengan keberanian." Kemungkinan bapak tukang ini nggak akan tahu dengan kata-kata ini, tapi saya bisa merasakan bahwa dengan kondisi dan keadaan  hidupnya dia mau tidak mau memerintahkan dirinya untuk mampu, untuk melepaskan diri dari ragu, takut dan berani menghadapi kenyataan bahwa hidup menuntutnya untuk bekerja, bekerja keras dan menghidupi dengan keras!

Meruyung
22/01/2025

Friday, January 3, 2025

Doa Tukang Es Kopi


"Saya benar-benar percaya pada doa." - Shanice Williams

Berapa banyak anda mendengar kata-kata dari seorang, "saya akan berdoa untuk anda!" Mungkin ada, tapi bisa jadi tidak banyak. Mungkin hanya ungkapan untuk menyenangkan hati kita, belum tentu juga kita benar-benar disebutkan dalam doa mereka. Tapi saya percaya, bahwa benar-benar ada, banyak orang yang tulus hati dan penuh pengharapan mendoakan saya. 

Saya membuktikan kuasa doa itu, bagaimana saya kurang lebih dua tahun lalu melewati masa-masa kritis dan kekuatan doa itu nyata mengubah kenyataan menjadi kebaikan. Dan saya masih tetap percaya itu terjadi, masih percaya meskipun banyak yang tidak lagi kontak secara langsung, dalam hati, pikiran dan doa mereka masih menyebut nama saya.

"Doa adalah kekuatan terbesar manusia!"  begitu yang dikatakan W. Clement Stone, dan sehari setelah tahun baru penjual es kopi keliling yang saya beli dagangannya mendoakan dengan wajah ceria dan senyum tulus di depan pintu rumah sambil mengantar pesanan saya. "Semoga sukses dan dilancarkan semuanya ya pak, terima kasih banyak sudah ngelarisin dagangan saya, mudah-mudahan semuanya berkah!". Kata-katanya sederhana, tapi buat saya itu adalah kekuatan tulus yang nyata dari seseorang yang tidak saya kenal membagikan kebahagiaannya.

Sebuah pengingat hari ini, saya sudah berdoa buat siapa saja? Tuhan mampukan saya πŸ™

Wednesday, January 1, 2025

Torenia Di Hari Kedua

 

"Bunga mengajarkan kita untuk bersabar, karena keindahan membutuhkan waktu untuk tumbuh."

Dua warna bunga mata kucing atau wishbone flower atau juga torenia di halaman depan mekar dengan indah. Satu berwarna ungu putih dan satu lagi pink putih. Dulu saya mendapatkan benihnya dari ibu saya, beberapa tahun lalu, ditabur di depan rumah dan akhirnya beranak pinak. Banyak yang sudah mati, dipindahkan, dicabut dan sebagainya, tapi ternyata selalu ada benih yang tersebar disekitar halaman dan mulailah bermunculan bibit-bibit yang baru. Bijinya yang sangat kecil jarang memang terlihat jelas, apalagi kalau sudah kering dan pecah dari kelopak bunganya. Memang bunganya tidak bertahan lama mekar, pohonnya selalu membutuhkan asupan air, kalau terlambat menyiram dengan cepat mereka layu dan bisa mati. 

Sewaktu mengecek harganya dijual di marketplace dari ribuan sampai belasan ribu, tergantung besar kecil dan warnanya sepertinya. Lumayan juga ya kalau bisa dikembangkan dan dijual, tapi saya tidak berpikir kesana, untuk memelihara dan menikmati setiap hari di halaman depan rumah ini saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri buat saya. "Di mana bunga mekar, begitu pula harapan", begitu kata Lady Bird Johnson, mungkin itu juga yang membuat saya menulis hari ini, harapan akan selalu ada, mekar dan membawa keindahan. Pelajaran sederhana bagaimana bersabar dalam proses seperti proses mekarnya bunga menjadikan kita makin mengerti akan sebuah perjalanan dan juga penyertaan Sang Pemberi Warna bahwa dari hal kecil ini saja kita bisa melihat segala sesuatu ada dalam sebuah perencanaan semesta.

Tahun ini semoga harapannya akan membuat saya makin bertumbuh dalam proses, mekar berwarna dan mungkin lebih mewangi dalam kehidupan. Tidak harus menjadi rangkaian terpajang dalam keranjang atau hiasan. Paling tidak ada di kebun kehidupan sendiri saja sudah cukup. Cukup untuk mengenal Sang Tukang Kebun bekerja dengan hati dalam pertumbuhan saya.

Tuesday, December 31, 2024

Mekar Di 2025


"Mekarlah seperti bunga, ungkapkan keindahan Anda sendiri." Debasish Mridha

Pagi ini menemukan bunga episcia di depan rumah mekar, baru berbunga pertama kali dan tepat di hari pertama tahun 2025. Sebelumnya saya menemukan bunga ini tinggal bagian kecil hampir mati karena di taruh di pot kecil dan jarang dapat perhatian seperti tanaman lainnya. Kira-kira sebulan lalu saya pindahkan ke pot lebih besar, dan ternyata cocok tumbuh makin besar dan mulai terlihat merambat. Senang sekali karena ternyata dapat tumbuh dengan baik dan akhirnya menyaksikan tumbuh bunganya.

Matshona Dhliwayo menuliskan , "Bunga tidak akan memenuhi takdirnya sampai mekar, dan bintang tidak akan memenuhi takdirnya sampai bersinar." Begitupun dengan kehidupan, saya yakin jika saya bisa sampai "mekar" sekarang mewarnai kehidupan saya dan (mungkin) orang lain sampai akhirnya layu, kering dan tergantikan dengan bunga baru, saya sangat bersyukur. Mungkin "mekar" saya cuma satu, tapi dari yang satu ini, berwarna dan indah mampu membagikan keceriaan di kebun kehidupan.

Berbicara tentang bagaimana tahun ini, 2025 akan berjalan dan dijalani, pagi ini lewat bunga episcia yang mekar saya teringat pernyataan Tuhan Yesus menyatakan dalam Lukas 12:27-31(TSI3), “Perhatikanlah bunga-bunga liar yang tumbuh tanpa bekerja dan tidak perlu membuat pakaiannya sendiri, karena Allah yang menjadikan bunga itu. Aku menegaskan kepadamu: Baju Raja Salomo yang paling mewah pun masih kalah indah dengan bunga itu. Dan kalau Allah memberi keindahan sedemikian rupa kepada tumbuhan liar, padahal tumbuhan itu hidup sebentar saja kemudian layu dan dibuang ke dalam api, maka yakinlah bahwa Dia pasti lebih memperhatikan kamu daripada tumbuhan itu. Dia juga akan menyediakan pakaian bagimu, hai kamu yang kurang percaya! 
“Jadi, janganlah kuatir tentang apa yang akan kamu makan atau minum. Semua hal itu selalu dikuatirkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 
Hal yang harus kamu utamakan adalah hidup dengan cara yang sepatutnya sebagai warga kerajaan Allah, dan Dia akan memberikan juga semua yang kamu perlukan.” 

2025 akan berjalan dengan Sang Pemintal dan Penenun, akan bermekaran dengan indah bersama Tukang Kebun Kehidupan.

Wednesday, December 25, 2024

Ketika Yusuf Menjadi Bapak


"Silahkan Mas Yusuf dinikmati singkong rebusnya, maaf itu budhe  masih di dapur masak air buat kopinya. Gimana, rasanya sekarang jadi bapak?" Tanya Pakdhe tempat Yusuf dan Maria menginap malam itu. "Hmm, deg-deganlah Pakdhe, namanya juga pengalaman pertama, anak pertama dan spesial ini." Jawab Yusuf sembari menggigit singkong hangat di depannya, wajahnya masih terlihat lelah menunggu istrinya melahirkan, juga pegal kakinya belum tuntas diistirahatkan setelah perjalanan yang cukup lama dan jauh dari kampungnya sampai Bethlehem. Pandangannya melayang jauh, senyumnya tertahan melihat bayi dibungkus kain lampin dan ditaruh dipalungan itu. Masih teringat kata malaikat yang datang di mimpinya sembilan bulan yang lalu, "jangan takut...", Ah rasanya dunia sedang berubah dengan cepat. 

Tepukan dipundaknya menyadarkan lamunan, "Mas, ini kopinya ya, kalau mau ditambah gula ambil sendiri disini, maaf tadi budhe agak lama bikin airnya." "Oh, iya budhe nggak papa, sekalian mau ngerepotin boleh nggak dibikinin teh anget manis buat istri saya?" "Tenang mas Yusuf, sudah kok saya bikin buat mbak Maria ya, monggo dinikmati lagi singkongnya nggih?" Kemudian budhe berlalu dari hadapan Yusuf, keceriaannya memberi semangat tersendiri di malam dingin itu. Seruputan kopi ala budhe di Bethlehem malam itu menemani Yusuf mengencangkan tali iman percayanya, berdiri dan menghampiri istrinya, mengelus rambutnya dan memandang bayi dalam palungan itu, dia berkata kepada Maria, "kita bisa ya bu, kita bisa!" Dirapikan selimut usang yang dibawanya dari Nazaret menutupi tubuh Maria. 

Masih ada sedikit sisa kopi yang belum habis, Yusuf ambil kembali mengambil cangkirnya dan menyeruput, dalam hati dia berkata, "aku bakoh, malang-malang putung, rawe-rawe rantas!" Lalu menyelonjorkan kakinya dan kantuk mulai menghampiri. Hari ini dia menjadi bapak!

*Tulisan 3 tahun lalu

Thursday, August 15, 2024

Hari Ini Dua Tahun Lalu


Hari ini tanggal 15 Agustus, dua tahun yang lalu, kira-kira pada saat jam yang sama saya menulis ini, hampir jam tujuh malam saya baru saja keluar dari ruang operasi. Dalam keadaan masih tidak sadar, karena operasi besar yang dilakukan dari pagi jam sebelas kira-kiranya. 

Melihat bekas luka dada yang dibelah, bekas luka di kedua belah kaki bekas pembuluh darah yang diambil untuk operasi by pass jantung, saya selalu merasa diberkati. Saya masih hidup. 

Tadi siang di ruang kantor sempat terjadi pembicaraan dengan Mami Kunze, dia bilang kalau sepertinya mau sampai 90 tahun dengan kondisi yang sehat dan masih kuat. Saya tidak berani menjawab, sepertinya memang kalau secara fisik meskipun dia hampir 60tahun, saya nggak ada apa-apanya. Berjalan kaki 10 ribu langkah tiap hari, berenang 2000meter, dan masih berpuasa dengan kuat. Tapi pernyataannya melecut semangat saya, ya tentu saja, saya mau sehat, tidak tahu sampai kapan bisa tetap kuat dan setiap tahun akan mengingat kembali kebaikan dan berkat Tuhan yang terjadi.

Jika memang saya masih diberikan kesempatan untuk hidup dan berbagi, saya masih bisa menikmati kehidupan, rencanaNya masih terus berjalan. Saya yang akan menjalaninya, dengan bahagia!

Tuesday, April 2, 2024

Berkah Ramadhan


“Kebaikan adalah sinar matahari di mana kebajikan tumbuh.” – Robert Green Ingersoll

Teman-teman muslim yang akan merayakan Idul Fitri dan mereka yang bekerja biasanya sudah mulai mendapatkan THR di minggu -minggu ini. Kalau saya THRnya sih nanti akhir tahun saja. Meskipun saya kristen saya juga mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan di bulan puasa menjelang lebaran tahun ini.

Pagi ini mumpung lagi dirumah, biasa belanja ke warung sayur budhe langganan di depan kompleks bersama @liagreeber. Eh, sudah selesai belanja mau pulang pas lagi muter motor disamperin sama budhe sambil bawa tas kresek hitam kecil. Lalu sambil menyerahkan tas kresek itu budhe bilang, “maturnuwun yo mas, sudah banyak belanja di budhe.” “Nggih budhe, sami-sami!” Jawab saya. “Iya mas, sehat-sehat selalu ya.” Iya budhe, itu yang paling mahal, maturnuwun doanya.” Kami lanjut belanja yang lain dan pulang.

Sampai rumah, kami buka belanjaan termasuk tas kresek tadi, dan ternyata isinya daging. Iya daging banget, apa karena tadi kita ada pembicaraan kalau disini juga ada daging, nanti kalau Oma mau masak daging bisa kesini aja belanjanya gitu.

Kebaikan adalah kebaikan, entah apa pun musimnya, momentnya atau bahkan motifnya. Seseorang menuliskan seperti ini “Kebaikan yang tulus bukanlah tindakan biasa, melainkan anugerah keindahan yang langka.” Ya betul, kebaikan adalah keindahan.

Dari semuanya, tentu saja semua karena Dia. Tuhan baik.

Maturnuwun budhe, berkah dan lancar selalu jualannya 🌿

Wednesday, March 20, 2024

Buah Kelengkeng Hijau Dan Kisah Hari Ini


Siapa menyangka setelah keluar dari ruang rawat inap siang ini setelah menjenguk adik rohani yang sedang sakit demam berdarah dan tipes. Dia adalah seseorang sangat membantu proses panjang saya menghadapi masalah kesehatan dirumah sakit. Nah, saat saya sedang memfoto buah kelengkeng yang masih hijau yang pohonnya tumbuh disamping gedung rawat inap itu menjadi awal sebuah kesadaran bahwa Tuhan itu sungguh nyata menjalin sebuah cerita dan rencana dalam hidup saya, nyata adanya. Sambil menunggu angin yang tidak menggoyangkan buah-buah kelengkeng muda saat difoto, tiba-tiba ada seorang ibu yang ikut berkomentar, "nah kapan lagi kan ada pohon kelengkeng yang berbuah di rumah sakit." Kemudian dia juga mengambil telepon genggamnya dan mulai ikut mengabadikan buah kelengkengnya. 

Setelah berjalan beberapa langkah, istri saya memulai pembicaraan, "sepertinya aku kenal ibu-ibu itu? Kayaknya dia doktermu waktu kateter itu deh hon!" "Yah, aku lupa beneran lho, nggak bisa ingat sama sekali!" Jawab saya. Eh, tiba-tiba dia mendatangi ibu-ibu itu dan bertanya, "ibu dokter ya?" Dan sambil menengok dia pun menjawab, "iya betul...!" "Terima kasih dok!" Sahut istri saya. "Ah, senangnya aku udah ngomong terima kasih ke dokter itu, meski lupa siapa namanya ya, mengingatkan jasanya pernah menolong kamu sewaktu mau pasang ring jantung meski gagal"

Sambil berjalan kemudian saya bilang, "tahu nggak ini bukan sesuatu yang kebetulan, hari ini itu seperti memang sudah disiapkan begitu rupa sama Tuhan! Pagi ini sewaktu aku baca firman di mobil, pas banget yang dikatakan Mazmur 20:1a (FAYH) Pada masa kesulitanmu kiranya TUHAN menyertai engkau. Aku perkatakan dengan iman kalau ini jadi penuntun hari ini." 

Saya tidak mengira meskipun menunggu agak lama proses di rumah sakit baru buat cek jantung ternyata tidak seperti yang saya pikir dan takutkan. Semua berjalan lancar, dari pendaftaran, cek ekg, proses konsultasi yang menghasilkan keputusan yang baik sekali dengan dokter yang mau mendengar dan membantu, cek darah cepat, ambil obat dan bantuan kasir yang menjelaskan dengan baik.

Saya pikir, sepertinya akan terjadi proses kateterisasi dan mungkin sampai ct scan jantung. Dan terbayang memang ketakutan prosesnya gagal lagi. Hmmm...lebih dari sebulan saya berperang dengan pikiran dan perasaan sampai akhirnya hari ini berada di depan dokter. Sebelum sampai diparkiran, saya bilang ke istri saya, lucu ya Tuhan itu memang bikin sesuatu yang memang tidak tertebak, tidak ada yang kebetulan. Pertemuan dengan dokter yang membantu proses pemasangan ring jantung yang gagal hari ini juga bertemu dengan dokter baru yang memberikan keputusan tidak perlu melakukan proses kateterisasi, ct scan apalagi pasang ring seperti sebuah urutan yang sungguh diluar pemikiran saya. Mereka adalah orang-orang baik yang berjasa dalam proses kesehatan saya.

Kejadian saya hari ini bisa disebut kebetulan, bisa jadi karena tidak saya rencanakan, atau karena kejadian tersebut terjadi begitu tiba-tiba dan tidak bisa dipahami oleh akal budi. Ternyata saya belajar bahwa dalam perjalanan rohani ada istilah blessing in disguise atau rahmat yang tersembunyi. Yang jelas dan sebenarnya tidak ada kebetulan di dunia ini, sebab semuanya telah dirancang oleh Tuhan. Roma 8:28  menuliskan, "Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi mereka yang mengasihi Dia." Saya percaya di dalam keadaan apapun yang saya alami Tuhan tetap peduli dan Dia sangat tahu dengan apa yang saya lewati.

Buah kelengkeng hijau itu menjadi saksi!

Thursday, December 30, 2021

Mengatasi Kesulitan Hidup


Mengatasi Keruwetan Hidup!

Tahun 2021 hampir berakhir, siapa yang tidak mengalami masalah di masa pandemi ini? Hampir semua orang. Ruwet, iya seruwet kabel bergulung yang saya foto, saling bertumpuk dan bakalan butuh effort untuk menguraikannya. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Dari Psychology Today memberikan cara menghadapi keruwetan hidup, antara lain :
1. Meditasi
2. Bersikap Terbuka dan Berserah Diri
3. Selalu Bersyukur dan Berdoa
4. Menghadapi Rasa Takut
5. Meningkatkan Optimisme
6. Melihat Sudut Pandang Lain

Menurut saya sih semuanya baik yang bisa dilakukan diatas, tetapi tidak akan mengatasi keruwetan hidup, enam hal diatas hanya bisa untuk menghadapi saja. Kalau mau mengatasi ya jelas harus naik, biar diatas! Diatas keruwetan, jadi bisa mengatasi. Kalau dibawah namanya jadi membawahi, gitu kan? Hahahaha, hidup sudah seruwet kabel-kabel itu, jangan ditambahi lagi ya. Mari lebih selow tapi jangan melow!

Selamat menikmati akhir tahun 2021, jangan lupa mengatasi supaya bisa menghadapi!

Thursday, December 23, 2021

Alasan


Menurut Wikipedia arti alasan adalah proses penyampaian kesimpulan dari data. Alasan terdiri atas bukti (data), tuntutan (kesimpulan), dan pemikiran yang membenarkan gerakan dari data menuju kesimpulan. Sedangkan menurut kbbi arti alasan adalah
dasar bukti (keterangan) yang dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dan sebagainya). Hal yang menjadi pendorong (untuk berbuat). Hal yang membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa. Dasar. Asas. Hakikat. Banyak banget ternyata sebuah kata alasan ini artinya, dan saya juga kadang membenarkan diri dengan kata alasan. 

Si leher beton Mike Tyson mengatakan, "Tuhan membiarkan semuanya terjadi dengan satu alasan. Semua itu adalah sebuah proses belajar dan kamu harus melewati setiap tingkatannya." Hmm, sepertinya ada benarnya juga ya, alasan mengapa akhir tahun 2021 menjelang Natal saya harus menerima kenyataan bahwa kondisi kesehatan saya tidak baik-baik saja. Sepanjang minggu masih saja mencari-cari alasan apa sebenarnya penyebabnya, meskipun dari dokter orthopedi, dokter penyakit dalam dan dokter jantung sudah mengungkapkan banyak sekali alasannya mengapa bisa terjadi pada tubuh saya. Namanya juga manusia ya, kadang memang begitu, eh begini sih! 

Yang paling pasti adalah alasan mengapa Natal itu penting, alasan sorga inilah yang membuat saya begitu percaya bahwa segala sesuatu ada dalam skenario surga. Yohanes 3:16 (BIMK)  menyatakan seperti ini, "Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal." Untuk hal lain dalam kehidupan saya, alasan apalagi yang harus saya cari? Seharusnya cukup dengan menerima, mengenal dan menghidupi alasan Surga yang turun ke bumi di Natal ini. Karena kasih karunia itu cukup, ya cukup!

Monday, December 20, 2021

Nama Itu Penting

Saya sih memang tidak setuju dengan perkataan Shakespeare tentang "apa arti sebuah nama?", ya tentu saja jelas berarti buat saya. Bayangkan jika tanpa nama yang jelas, terus saya akan panggil istri saya sebut saja mawar gitu? Atau hanya dengan kata dia, dia...diapain dong? Hahahaha. Nah penting kan ternyata memiliki nama yang jelas.

Clarissa adalah nama yang awalnya berasal dari nama Jerman yaitu Clarice. Nama Clarice sendiri dikembangkan dari nama Clara yang berasal dari kata sifat dalam bahasa Latin yaitu “clarus” yang berarti “terang, jernih, terkenal”. Begitulah harapan yang terkandung dalam nama yang saya pilih untuk anak saya, Clarissa saya taruh di tengah namanya supaya terangnya menyebar dengan merata dalam kehidupannya.

Untunglah, Yusuf tidak seperti saya.  Beberapa waktu sebelum anak saya lahir, saya sibuk mencari nama buat saya. Pada saat dia hendak memikirkan untuk memutuskan pertunangannya dengan Maria secara diam-diam, ketika tertidur malaikat datang kepadanya dalam mimpi dan memberikan perintah bukan pilihan, dan perintahnya jelas , "Sementara ia memikirkan hal itu, ia tertidur dan bermimpi melihat malaikat berdiri di sisinya. "Hai Yusuf, anak Daud, " kata malaikat itu, "janganlah engkau ragu-ragu memperistri Maria, karena anak yang dikandungnya itu dari Roh Kudus!
Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau harus menamai anak itu Yesus (artinya ‘Juruselamat’), sebab Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Matius 1:20-21 (FAYH). Begitulah kebenarannya, pemberian nama Yesus bukan sekedar pikiran manusia, tapi kehendak surgawi yang harus diwujudkan dalam ragawi bayi anak Maria. Bukan nama biasa, bukan sembarang nama, nama yang mengubahkan peradaban, mengubahkan kehidupan, dan mengubahkan dunia. Yesus, nama yang menyelematkan dari dosa. Natal tanpa Yesus adalah kemustahilan, skenario surga mencatatkan bahwa nama Yesus akan jadi tonggak sejarah baru. Proyek penyelamatan yang sebenarnya dalam diri manusia diturunkan dari surga, dan kemanusiaan sejati juga keillahian yang murni menyatu. Natal tanpa nama Yesus adalah keharusan!

Lalu bagaimana dengan nama saya? Ah nggak usah dibahas ya, nama anda sendiri? Ya coba dicari saja, sekiranya bisa menambah kekuatan dan keimanan kenapa tidak, ya, kan? Selamat menyongsong natal, mengingatkan bahwa sebuah nama itu berarti, penting dan bermakna!

Saturday, July 31, 2021

Halo Agustus


Selamat pagi Agustus 🌿

Pagi ini bangun, membuka pintu belakang dan ternyata pohon kenikir bertumbangan. Semalam Puji Tuhan dapat hujan, tapi nggak tahu juga apakah ada angin kencang atau hujannya yang deras sampai empat pohon kenikir ambruk semua. Tidak apa-apa sih, karena masih ada beeraoa yang kecil yang mulai tumbuh lagi. Jadi saya ambil saja daun mudanya, nggak tahu sih rencananya mau direbus aja atau dimasak apa, ya kemungkinannya sih bakalan direbus buat teman sambel dahsyat bikinan oma, tinggal goreng tempe dan kerupuk masih ada, klop sudah.

Sebut saja berkat awal bulan, jika diperkenankan. Kadang tidak seperti apa yang kita mau, tapi bisa jadi apa yang kita butuhkan. Daun kenikir memiliki kandungan vitamin B dan C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sifat anti bakteri pada daun kenikir juga mampu melindungi tubuh dari berbagi macam bakteri. Dan kandungan vitamin C didalamnya akanembantueningkatkan metabolisme tubuh, begitu kata info di internet yang saya baca. Wow, mantap juga kan berkat hari ini?

Alan Cohen menulis, “Berbahagialah dengan apa yang kamu miliki. Bersemangatlah dengan apa yang kamu inginkan." Betul memang keadaan sedang tidak nyaman, apa yang kita miliki terbatas, tapi kita masih punya harapan dan semangat. Jadi tetaplah (berusaha) bahagia. Selamat menikmati bulan Agustus.