Showing posts with label keuangan. Show all posts
Showing posts with label keuangan. Show all posts

Wednesday, July 5, 2017

OYBR 5 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 47,48,49
Mazmut 84,85,87

Nats:
Mazmur 49:15 (TB) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Kebahagiaan yang sesungguhnya bukan terletak hanya pada harta

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Kekayaan dan harta benda diakui memang dibutuhkan, tidak salah juga memilikinya dan bahkan dengan kekayaan kita bisa memberikan berbagai kemudahan. Namun bacaan ini memperingatkan bahwa pemilik kekayaan tidak memperoleh jaminan keselamatan dan kebahagiaan yang ssesungguhnya.

Harta kekayaan tidak dapat menjadi bayaran penebusan dosa kita, hanya dengan pengorbanan sejati Yesus di atas kayu salib saja kita teman dibebaskan dari hukuman dosa dan menyelamatkan nyawa kita. Dan itulah kebahagiaan sejati yang sesungguhnya. Bukan kebahagiaan yang didasarkan atas kekayaan dan harta benda.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
-  fokus pada kebahagiaan sejati bukan pada kebahagiaan materi
- mengutamakan Tuhan dalam kepemilikan segala sesuatu sehingga tidak terikat dengan apa yang saya miliki

Friday, July 8, 2016

PEMENANG KEHIDUPAN

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,.."

Mengapa dikatakan orang benar akan bertunas seperti pohon korma ?

Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dashyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup. Pohon korma dianggap sebagai pohon yang tahan banting.

Mengapa bisa demikian kuat di tengah situasi yang sangat tidak bersahabat ?

Kekuatan pohon korma ada di akarnya. Petani menanam biji korma ke dalam pasir, lalu ditutup dengan batu.

Mengapa biji itu harus ditutup batu ? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, maka hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, bahkan sampai menembus lapisan tanah yang berair di gurun tandus,  barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.

Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah. Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa ?

Demikian juga Tuhan kerap mengijinkan tekanan hidup datang dalam hidup kita. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Tuhan mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat.
Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang mengakar kuat itu akan menjebol "Batu Masalah" yang selama ini menekan kita.

Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Hidup seperti pohon korma, kuat menghadapi tekanan, menang dalam kehidupan dan terus berbuah lebat, bahkan pada masa tua sekalipun.

Tekanan hidup apapun yang anda alami saat ini, ingatlah bahwa anda didesain Tuhan menjadi seperti pohon korma.
Sebab itu, jadilah orang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa
melemahkan, tapi justru akan membuat kita menjadi Pemenang Kehidupan.

#MentalSukses  #NetworkMarketing #GoPRO

Source : http://www.IndraJayaPurba.com

Monday, April 29, 2013

Bagaimana Menjadi Kaya Raya?

Pengusaha Amerika Serikat Donald Trump, 66 tahun, memberi pandangannya tentang bagaimana menjadi kaya raya.

Diketahui, berdasarkan data dari Wikipedia, kekayaan besih Donald Trump di tahun 2013 sebesar 3,2 miliar dollar AS.

Berikut pandangan dia seperti dilansir dari majalah FHM Indonesia:

Berpikir besar
Dalam beberapa hal, lebih mudah membangun sebuah gedung pencakar langit dibandingkan membangun sebuah rumah di bagian kota yang buruk.

Kebanyakan orang lebih memilih berinvestasi pada suatu gedung bagus dibandingkan rumah jelek. Dan kalau tidak berhasil, apa bedanya kehilangan ratusan ribu dengan ratusan juta dollar? Berapapun itu, kita mengalami kerugian, jadi ambil saja risikonya.

Tetap ikuti perkembangan
William Levitt, pengusaha real estate top yang menjual perusahaannya seharga 100 juta dollar pada tahun 1956, mengajarkan kepada saya pentingnya menjaga momentum.

Ketika ia berusaha kembali ke dunia bisnis 20 tahun sesudah ia menjual perusahaan itu, nasibnya berakhir bangkrut. Jadi
seberapapun suksesnya kamu dulu, tetaplah ikuti dan pahami seluk-beluk dunia bisnis yang pernah kamu jalani.

Jangan pernah lepas pandangan Anda
Tahun 1980-an saya berada di atas segalanya, tapi kemudian saya kehilangan fokus. Saya sering bepergian ke Eropa untuk menghadiri fashion show dan saya tidak memerhatikan apa yang saya kenakan.

Kekurangperhatian ini membuat saya kehilangan bisnis dan pasar real estate jatuh dan saya berhutang 9 miliar dollar. Tapi saya kini belajar dari pengalaman.

http://family.ghiboo.com

Tuesday, January 29, 2013

Sumber Pemborosan Tiap Hari

Tanpa sadar sehari-hari kita melakukan pemborosan. Kenali apa saja hal kecil yang bisa berpotensi menguras kantong Anda secara diam-diam.

1. Telat bayar tagihan
Denda dengan jumlah yang kecil memang kesannya sepele. Tapi lama-lama tak terasa akan menjadi banyak. Usahakan selalu tepat waktu dalam membayar berbagai tagihan listrik, telepon, Internet, sampai kartu kredit. Gunakan fitur pengingat di kalender ponsel, bila Anda tipe pelupa. Jika lembar tagihan belum datang dan tenggat tagihan sudah dekat, sebaiknya hubungi perusahaan bersangkutan untuk mengetahui jumlah tagihan. Apalagi untuk kartu kredit, terlambat bukan hanya membayar denda, tapi juga bunga.

2. Pembelian yang tidak masuk akal
Sering wanita membeli pakaian yang terlalu besar dengan niat membawanya ke tukang jahit. Atau sebaliknya, terlalu kecil dengan harapan suatu saat akan pas di badan setelah diet habis-habisan. Percayalah, hampir sebagian besar kasus ini tidak akan berakhir sesuai rencana. Kemungkinan Anda terlalu sibuk untuk membawa baju tersebut ke tukang jahit atau tak sempat melakukan diet sehingga baju tersebut hanya akan menjadi penghuni abadi lemari Anda.

3. Terlalu sering makan di luar
Ini merupakan pemborosan terselubung yang tidak terasa. Bukan berarti Anda dilarang makan di luar atau ngopi-ngopi bersama teman usai bekerja. Tetapi ketahui batasan Anda dan jika sudah melebihi jatah bulanan, mau tak mau kompensasikan dengan mengurangi pengeluaran lain. Misalnya sesekali membawa makan dari rumah untuk makan siang di kantor atau berkumpul bersama teman-teman di rumah ditemani cemilan dan makanan buatan sendiri.

4. Biaya ATM
Seringkali Anda harus dihadapkan pada situasi tak ada ATM bank pilihan Anda dan terpaksa tarik tunai di ATM bank lain. Sesekali memang tak ada salahnya, tapi jangan dibiasakan. Jika Anda harus naik dari lantai dasar ke lantai 6 untuk menuju ATM bank Anda sedangkan di depan mata ada ATM bank lain, jangan mudah tergoda. Usahakan menarik uang sebisa mungkin tanpa biaya. Pelajari penawaran dari bank Anda. Beberapa bank menawarkan transaksi gratis dengan syarat tertentu.

5. Pembelian impulsif
Diskon atau promosi kartu kredit seringkali menjadi titik lemah para wanita saat berbelanja. Promosi beli satu dapat satu ekstra, potongan harga jika berbelanja dengan jumlah tertentu, atau hadiah spesial dengan pembelanjaan khusus seringkali merupakan penawaran yang sulit ditolak. Memang kedengarannya klasik, tapi apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Jika Anda belum bisa membayangkan menggunakan benda tersebut lebih dari dua kali, sebaiknya lupakan saja niat membeli. Bayangkan ada berapa barang di lemari Anda yang belum pernah dipakai, bahkan sekali pun.

6. Benda sekali pakai
Karena ada acara olahraga di kantor, Anda memaksakan diri membeli celana olahraga baru atau membeli gaun berwarna emas agar sesuai dengan tema pernikahan kawan. Lalu apa yang terjadi setelah acara tersebut? Biasanya benda yang dibeli hanya menjadi penghuni lemari. Maksimalkan kreativitas dan koneksi Anda dalam hal ini. Apakah kakak ipar atau sahabat Anda punya benda yang dibutuhkan sehingga bisa dipinjam? Coba lihat kembali lemari Anda siapa tahu ada beberapa benda yang bisa “didaur ulang”.

7. Menggunakan kendaraan untuk jarak dekat
Pergi ke supermarket yang jaraknya hanya dua blok dari rumah tentu tak perlu menggunakan mobil atau motor. Usahakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk menuju tempat yang masih terjangkau tenaga. Selain mendapat manfaat karena gerak badan, Anda juga terhindar dari pemborosan yang tidak perlu dengan menggunakan bensin serta kendaraan untuk jarak yang bisa dicapai dengan kaki. Selain hemat, Anda juga membantu mengurangi polusi akibat asap kendaraan.

8. Pemborosan alat listrik
Matikan peralatan listrik atau lampu ketika sedang tidak digunakan. Ini terdengar sepele, tapi baru akan terasa saat Anda membayar tagihan listrik. Untuk apa menyalakan pendingin ruangan saat Anda tak berada dalam ruangan tersebut. Matikan lampu halaman segera saat matahari mulai bersinar. Penghematan penggunaan listrik ini, selain ramah lingkungan juga ramah dompet.

Trik Agar Gaji Tak Selalu Habis

Bingung gaji bulanan seringkali habis tak bersisa, bahkan masih pertengahan bulan kita sudah teriak gaji habis. Anda mungkin berdalih kalau semuanya serba mahal dan gaji tidak cukup untuk membiayai pengeluaran bulanan.
Eits tunggu dulu, jangan-jangan semua itu karena Anda kurang baik dalam mengelola keuangan Anda dan bisa jadi juga dipengaruhi gaya hidup Anda yang boros. Padahal, kalau Anda ingat sebelumnya gaji Anda lebih kecil dari sekarang toh cukup-cukup saja.
Agar kebiasaan ini tidak terus menerus dan merugikan Anda, berikut ada beberapa tips untuk mengelola gaji Anda:

Nabung dulu, jangan tunggu sisanya
Kebanyakan orang menabung ketika sisa gaji hampir habis, ini pemikiran yang salah. Mulailah sekarang menyisihkan gaji Anda sesuai kemampuan untuk ditabung. Anda bisa buka rekening baru tanpa menggunakan ATM atau ikut program tabungan recana yang ada di hampir setiap bank.


Budgeting adalah keharusan
Tiap awal bulan kamu harus membuat budgeting yang rapi agar pengeluaranmu bisa terkontrol. Pisahkan kewajiban seperti misalnya hutang dan cicilan. Untuk asuransi dan tabungan juga harus ada porsinya tersendiri

Disiplin dalam perencanaan keuangan
Jika kamu sudah merencanakan keuangan maka kamu harus berdisiplin. Jika jatah untuk bersenang-senang sudah habis jangan memaksakan diri mengambil porsi dari pos pengeluaran lain.

Belanja sesuai kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.

Batasi penggunaan kartu kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika Anda tidak bisa mengontrol penggunaannya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk.

Jangan remehkan uang receh
Anda tentunya sering menerima kembalian dari swalayan atau sehabis makan di restoran. Coba deh untuk menyimpannya di dompet khusus, uang receh ini bisa Anda gunakan untuk membayar parkir, membeli cemilan atau bisa juga digunakan untuk membeli kebutuhan kecil tak terduga.

Buat dana cadangan
Dana cadangan ini penting banget lho untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga misalnya seperti kondangan, membeli hadiah atau sekedar mengganti ban mobil yang sudah rusak.

Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.

sumber: ghiboo.com

Mari Menabung Dengan Cara yang Benar

Mendengar kata "menabung", banyak orang yang otomatis mengasosiasikannya dengan gaya hidup hemat. Akhir-akhir ini malah kata menabung dan berhemat malah kadang berkonotasi negatif karena cenderung terkesan serba pelit terhadap segala sesuatu. Tetapi menabung bukan hanya sekedar hidup hemat.

It’s so much more than just spending less money. So let’s try a new perspective:
menabung adalah cara kita ‘membayar’ diri sendiri di masa depan dengan menyisihkan sebagian pendapatan kita hari ini. Menabung bukan lagi merupakan celengan yang hanya diisi uang receh dari sisa-sisa belanja atau rekening dengan saldo yang naik turun karena ada ATM yang memungkinkan kita menarik dana setiap saat. 

Idealnya, menabung menjadi fokus utama. Jangan menunggu sisa penghasilan untuk ditabungkan, karena di masa yang akan datang kita pasti akan membutuhkan dana yang kita sisihkan saat ini.

Memang pada kenyataannya, seringkali hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Banyak sekali tantangan menabung, antara lain menetukan berapa yang harus kita tabung, apakah produk yang tepat untuk digunakan, dan bagaimana memastikan uang yang sudah kita sisihkan tidak kita sabotase dikemudian hari.

Jadi, bagaimanakah cara yang tepat untuk mulai menyusun tujuan finansial yang realistis dan mengoptimalkan uang yang kita miliki? Berikut langkah-langkahnya:

1. Pilah-pilah utangmu

Berapa banyak penghasilan Anda setiap bulan yang digunakan untuk membayar utang? Ini dapat menyadarkan Anda bahwa melunasi utang adalah cara yang paling sederhana agar Anda bisa menabung lebih banyak. Pada sebagian orang, rasio utang terhadap pendapatan berbanding terbalik dengan rasio menabung terhadap pendapatan. Singkatnya, semakin besar cicilan utang, semakin kecil uang yang ditabung untuk kebutuhan nanti.

Maka, tuliskan semua utang Anda dan pisahkan utang produktif seperti KPR, KPM, KPA, dan utang usaha, dengan uutang non produktif seperti cicilan kartu kredit. Sedapat mungkin, lunasi utang kartu kredit Anda. Sadari bahwa Anda sedang belajar menabung untuk masa depan dan Anda dapat menabung lebih besar jika Anda tidak perlu membayar berbagai macam cicilan utang berikut bunganya.

2. Bangun dana darurat
Satu-satunya alasan yang dapat membuat Anda menunda pelunasan utang adalah untuk membangun dana darurat Anda. Besarnya dana ini berkisar antara 4 – 12 kali dari pengeluaran Anda per bulan. Hitung kebutuhan Anda dan mulailah menabung untuk mencapainya. Membangun dana darurat dapat menjadi latihan awal Anda untuk membiasakan diri Anda menabung dengan disiplin. 

3. "Tujuan lo apa?"
...adalah pertanyaan yang menjadi trademark Ligwina Hananto, CEO QM Financial, untuk menggambarkan bahwa menabung perlu tujuan. Selain untuk membantu Anda menentukan produk yang sesuai, tujuan inilah yang nantinya membatasi diri Anda ketika Anda tergoda untuk menyabotase dana yang sudah Anda tabung.

Jika Anda menyabotase dana pensiun, maka Anda tidak akan dapat mempertahankan gaya hidup Anda sekarang saat sudah pensiun nanti. Jika Anda menyabotase dana liburan, maka Anda hanya dapat gigit jari ketika teman-teman Anda sibuk meng-update foto liburan mereka di Facebook. Jika Anda menyabotase dana uang muka rumah, maka untuk seterusnya Anda akan tinggal dengan orangtua atau mertua, dan seterusnya.

Maka tentukan tujuan finansial Anda dan jangan lupa untuk menentukan jangka waktu realistis yang  dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut agar Anda fokus dan semangat mencapainya.

Untuk tujuan jangka pendek, hal ini mudah dilakukan karena Anda hanya perlu mencari angkanya dan menabung secara rutin untuk mencapainya. Untuk tujuan jangka panjang seperti dana pensiun atau dana kuliah anak, Anda perlu memperhitungkan faktor inflasi ke dalam perhitungan Anda. Ada baiknya Anda belajar mengenai produk-produk investasi agar dana yang berhasil Anda tabung dikelola dengan optimal.

4. A journey of a thousand miles begins with a single step
Sekarang selalu merupakan saat yang baik untuk mulai menabung. Jika Anda tidak segera memulai, dana pensiun, dana liburan, dana pendidikan, dan dana-dana untuk tujuan finansial Anda lainnya tidak akan terkumpul dengan sendirinya. Sadarilah bahwa untuk mencapai kebebasan finansial yang selama ini Anda idamkan, ada proses panjang yang harus Anda lalui.

Tidak usah terlalu stress memikirkan jika Anda gagal menabung bulan ini. Niatkan saja bahwa Anda akan lebih baik pada saat gajian berikutnya.


www.qmfinancial.com

Monday, January 28, 2013

Sembilan Aturan Keuangan yang Harus Diikuti

"Jangan meminjam atau meminjamkan." Kata-kata Shakespeare ini telah terbukti benar seiring berjalannya waktu, tidak seperti sebagian besar saran keuangan yang mungkin pernah Anda dengar.

Namun kita banyak terus mengikuti aturan pengelolaan keuangan yang sudah kuno, beberapa di antaranya bahkan sangat buruk untuk dicoba, dan membuat kita lebih boros dan tidak bisa menabung. Pelajari mana saja tip yang layak dilupakan dan mana saja tip baru yang benar-benar membantu.


1. Seimbangkan kembali portofolio Anda setiap tahun.
Jika Anda memiliki portofolio investasi campuran, seperti tabungan pensiun yang berisi obligasi dan saham, cobalah beli dan tahan pergeseran rasio investasi ini selama beberapa tahun, karena instrumen investasi yang berisiko biasanya tumbuh lebih cepat. "Anda bisa mengambil lebih banyak risiko sekarang, yang tidak akan Anda inginkan saat usia semakin tua," kata Eleanor Blayney, seorang advokat konsumen untuk CFP Board (organisasi yang memberikan sertifikasi kepada para perencana keuangan) dan penulis “Women’s Worth: Finding Your Financial Confidence”.

Untuk menghindari hal tersebut, Eleanor menyarankan agar masyarakat menyiapkan tabungan pensiun untuk kembali menyeimbangkan risiko secara otomatis setiap tahun.


2. Lunasi dulu utang yang termurah
Jika Anda ingin mendapat dorongan psikologis untuk melunasi utang dan mendapat hasil dengan cepat, perhatikan saran terbaru di atas dari Angie Grainger, seorang perencana keuangan, serta  penulis “Principles of Mastery for Wealth and Relationships”.

"Jika Anda membayar Rp1 juta untuk kartu kredit dengan tagihan paling rendah, dan hanya Rp250 ribu untuk dua kartu kredit lainnya, ketika kartu pertama lunas Anda harus membayar Rp1,25 juta untuk membayar kartu kedua. Ketika kartu yang kedua lunas, maka Anda akan membayar utang Rp1,5 juta untuk kartu ketiga," jelasnya. "Melakukan lebih banyak pembayaran untuk utang Anda akan membuat Anda termotivasi sampai Anda melunasi utang tersebut."


4. Asuransi kesehatan Anda adalah hal yang paling utama.
Tidak ada yang menyenangkan saat kehilangan pekerjaan. Tapi itu bukanlah alasan utama kebangkrutan, setidaknya di AS: Krisis kesehatan adalah penyebab utamanya. "Utang secara medis adalah saat Anda tidak memiliki asuransi yang dibutuhkan dan tidak memiliki dana cadangan untuk menutupi biaya yang keluar ketika Anda tidak dapat bekerja karena sakit," kata Blayney.

Solusinya sangatlah jelas: Makan yang benar, berolahraga dan menjaga kesehatan sebaik yang Anda bisa. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah selalu miliki asuransi kesehatan, bahkan jika itu adalah asuransi yang hanya membayar kerugian bencana, dan teruskan asuransi tersebut bahkan jika Anda menjadi pengangguran.


5. Investasi untuk diri sendiri.
Apakah dengan menghabiskan uang sebesar Rp50 juta untuk renovasi kamar mandi akan menghasilkan uang lebih ketika Anda menjualnya suatu hari nanti? Anda mungkin akan balik modal lebih tinggi saat berinvestasi pada diri Anda sendiri.

"Uang yang Anda peroleh sepanjang hidup Anda, dengan memperhitungkan inflasi, kemungkinan akan mencapai $1 juta (setara Rp9,6 miliar)," kata Blayney. "Anda bisa mendapatkan uang yang lebih banyak melalui pendidikan atau pelatihan, yang cenderung merupakan investasi yang lebih baik."


6. Jangan pinjamkan uang kepada orang dekat.
Misalnya saudara Anda memiliki masalah keuangan dan Anda memiliki kemampuan dan keinginan untuk membantu. Meminjamkan uang kepadanya adalah tindakan yang baik, namun secara permanen dapat membahayakan hubungan. "Masalahnya adalah, tidak ada aturan untuk menjaga agar orang tersebut berlaku jujur," ungkap Blayney.

"Jika keuangannya sangat pas-pasan, saudara Anda mungkin akan lebih memilih membayar tagihan internet dan kredit mobil dan bukan membayar utangnya kepada Anda." Jika ini terjadi, potensi perselisihan sangatlah besar. Jadi memberi pinjaman uang kepada anggota keluarga sebaiknya dilakukah hanya jika "Anda siap secara mental dan finansial untuk merelakannya dan menganggapnya sebagai hadiah," saran Blayney.


7. Beli hanya apa yang Anda butuhkan ketika Anda membutuhkannya.
Membeli enam bungkus pasta gigi sekaligus memang lebih murah daripada membeli satuan. Tapi membeli dalam jumlah besar tidaklah menghemat uang secara signifikan. "Anda harus menyiapkan banyak uang tunai," ungkap Grainger. "Uang itu bukanlah uang yang seharusnya ada di saku Anda. Ditambah, ada risiko nyata bahwa Anda tidak akan menggunakan semua yang telah Anda beli."

Dan membeli lebih dapat berarti mengonsumsi lebih banyak. "Anda mungkin bisa mendapat diskon bila membeli sepuluh yogurt sekaligus, tapi kini Anda harus makan semua yoghurt itu sebelum kadaluarsa," kata Grainger. "Saya lebih suka memiliki uang Rp100 ribu daripada dua lusin yoghurt yang saya tidak mau makan," katanya.


8. Berhati-hatilah terhadap diskon menggiurkan.
Sepatu yang Anda dapatkan dengan setengah harga memang bagus. Tetapi jika Anda tidak terlalu membutuhkan barang tersebut, maka Anda akan terpancing untuk menghabiskan uang yang tidak perlu Anda keluarkan. Formulir berlangganan gratis hanya berlaku sampai tenggat waktu yang ditentukan, dan siapa yang ingat tenggat waktu itu?

Dan saat Anda membeli sebuah sofa untuk ruang keluarga dengan bunga cicilan 0 persen selama dua tahun karena Anda tidak mampu membelinya tunai, maka menjelang akhir dua tahun cicilan itu Anda memiliki depresiasi aset karena anak-anak Anda menumpahkan minumannya di sofa tersebut, dan Anda masih harus melunasinya. "Maka itu tidak akan terasa seperti diskon lagi," kata Blayney.


9. Buatlah transaksi perbankan Anda secara otomatis dan periksa sebulan sekali.
Sangat penting untuk menstabilkan keuangan Anda, tetapi memeriksanya dengan menggunakan kertas, pensil dan buku cek merupakan cara yang lama dan tidak efektif. Ada banyak peluang dalam kesalahan perhitungan, dan rasa bosan melakukan pemeriksaan keuangan semacam itu mungkin bisa menghambat Anda melakukan pemeriksaan secara rutin.

ATM tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber Anda untuk mengetahui saldo di rekening, lagipula ada kelemahan dalam informasi mengenai penambahan deposito dan pengambilan debet. Ada cara yang lebih cerdas dengan mendaftar layanan online melalui bank Anda, sehingga Anda dapat memantau pembayaran, penarikan dan deposito dan bahkan menyiapkan tagihan otomatis untuk membayar tagihan bulanan yang tetap.

Anda masih perlu untuk memeriksa akun Anda secara teratur dan pastikan semuanya sudah benar, tapi "komputer tidak membuat kesalahan sebanyak yang dilakukan manusia," kata Blayney, "dan memeriksa transaksi perbankan secara otomatis dapat membantu membuat Anda mendapat lebih banyak informasi tentang kondisi keuangan Anda."

sumber: yahoo.com

5 Cara Kaya yang Salah

Semua orang pingin kaya. Tapi jangan sampai Anda ikuti cara- cara salah berikut ini demi jadi miliuner!
1. Gila Kerja

Tidak ada orang yang melarang Anda menjadi seorang pekerja keras. Sukses memang tak datang dengan sendirinya, sehingga kita memang harus bekerja dengan tekun dan giat kalau ingin berhasil?termasuk dalam hal keuangan. Tapi ada baiknya kita semua bisa work smart, bukan sekadar work hard. Yuk, dicek!
-
Manfaatkan waktu dengan efisien dan efektif.

Kalau nggak perlu-perlu amat, ngapain harus lembur? Maksimalkan jam kerja untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda, supaya bisa pulang tepat waktu. Waktu luang serta hari libur kamu sangat berharga, bisa dimanfaatkan untuk menambah pemasukan juga, lho!
-
Ingat istirahat dan jaga kesehatan.
Diri Anda sendir, termasuk kesehatan merupakan aset yang paling berharga. Uang atau harta sebanyak apa pun nggak akan bisa Anda nikmati, jika Anda tak memelihara kesehatan.
-
Bukan pekerjaan Anda? Kalau begitu, jangan memaksa diri untuk melakukannya.
Membantu teman sih boleh saja, tapi Anda juga bukan superwoman. Jangan sampai tenaga, waktu, apalagi uang Anda terkuras dengan sia-sia.
-
Hati-hati dengan comfort zone.
Seringkali Anda bertahan di satu tempat kerja hanya karena nyaman, terbiasa, dan takut untuk memulai sesuatu yang baru. Padahal, sebenarnya
Anda merasa hasil kerjamu kurang dihargai, gaji relatif kecil, tunjangan atau fasilitas kurang memadai, dan sebagainya. Jangan ragu untuk mengembangkan potensi dan mencari penghasilan yang lebih baik. You deserve it!
2. Tak Sempat Sosialisasi Sibuk kuliah dan kerja kerap membuat teman-teman S mengaku nggak punya waktu untuk bersosialisasi. Sayang banget deh kalau hal seperti itu harus Anda alami. Soalnya, so, sialisasi sangat penting buat pengembangan karier dan keuangan
3. Pelit ≠ Hemat

Yup, gaya hidup hemat bisa meningkatkan finansial dan membuat Anda lebih kaya. Tapi bedakan dengan pelit, ya. Contoh hemat misalnya membawa bekal makan siang ke kampus; sedangkan yang pelit memilih minta makanan (gratis) dari teman teman−sampai kenyang.
4. Menumpuk Uang

"Kaya" seringkali identik dengan banyak uang. Padahal, uang hanyalah salah satu jenis kekayaan saja. Therefore, uang bukan satu-satunya hal yang perlu Anda kumpulkan bila ingin kaya. Selain menyimpan atau menabung uang tunai di bank, tak ada salahnya Anda membeli barang-barang berharga seperti alat-alat elektronik, mobil atau motor, bahkan rumah. Anda bisa lakukan pembelian dengan cara mencicil.
5. Malas Beramal

Meski bukan kewajiban yang bisa dipastikan jumlahnya, memberi amal merupakan salah satu tindakan keuangan yang penting untuk dilakukan. Beramal memang bisa terlihat seperti "membuang" uang, sebab kita nggak memperoleh imbalan langsung setelah melakukannya. Tapi sebenarnya amal bisa mengajarkan banyak hal buat Anda , di antaranya keterampilan dan kedisiplinan untuk menyisihkan uang (seperti halnya menabung). Daripada harus kehilangan uang dengan terpaksa di tangan pencuri misalnya, lebih baik beramal kan? (lia)

(Majalah Spice! edisi April 2011)