Showing posts with label semangat. Show all posts
Showing posts with label semangat. Show all posts

Thursday, January 1, 2026

Petai 2026


Foto samping petai pagi ini sambi nganter Mami Lia belanja buat masak dirumah. Eh tapi kok kelihatan nggak ada dagunya ya? Eh, iya memang nggak bisa nambah tinggi malah nambah berat badan lho ini, katanya biar kelihatan bahagia dan hidupnya sukses kalau menggemuk 😀.

Tahun ini kalau kamu punya resolusi mau menurunkan berat badan dan makin sehat saya akan temenin ya. Meskipun kata Kahlil Gibran, "Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti."   Nggak papa kalau belum terbukti, yang penting yakin dulu. Karena yakin adalah kondisi percaya atau merasa sangat pasti (tentu, tidak salah lagi) akan sesuatu, di mana pengetahuan dan pemahaman sudah begitu kuat sehingga keraguan hilang dan hati menjadi tenang.

Nah, iseng saya nanya sama AI apakah petai bisa membantu menurunkan berat badan? Ternyata jawabannya petai bisa membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori tapi kaya serat, membuat kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan berlebih, serta mengandung karbohidrat kompleks untuk energi stabil, menjadikannya camilan sehat untuk menjaga berat badan ideal. Mantap juga ya?

Baiklah, demikian catatan hari ke 2 tahun 2026. Salam petai, biar mambu tapi love you 🫛

Tuesday, June 27, 2023

Jangan Menyerah


Menyerah?

Ah sudahlah, saya pikir sudah cukup, sudah selesai, capek, saya kalah, saya menyerah saja. Kalau orang lain ada yang menyerah juga kenapa saya harus tidak menyerah, harus tetap kuat dan pantang tumbang! 

Pernah, pernah terbersit berpikir demikian, mungkin juga anda, meski tidak terkatakan dan tersampaikan, mungkin saja anda pernah. Dalam banyak hal, hidup,  pekerjaan, hubungan, keuangan, atau yang lain. Bisa jadi memang perasaan tidak kuat, ternyata lebih kuat daripada kekuatan yang ada. Bisa jadi.

Tahun ini banyak hal yang berbicara secara pribadi pada saya dengan kata "never give up", "don't give up" "jangan menyerah", dan memang sudah seharusnya. Banyak hal yang bisa membuat saya salah dan kalah, tapi menyerah bisa jadi pilihan yang salah.

Kalau Abraham menyerah mungkin tidak ada Ishak dan janji Tuhan terjadi tergenapi, tapi seperti yang tertulis, "Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya." Ibrani 6:15 (TB), saya akan belajar banyak selama saya masih diberi waktu untuk menanti dan dengan sabar.

Terima kasih Tuhan untuk usia baru!
#Semangat45

Monday, January 17, 2022

Kok Masih Relate Ya?


Akhirnya kemarin sekitaran jam 19.30 malam, melewati panas hujan dan ngantuk, lukisan bebek dijendela kaca ini selesai juga jadi hari ini kelas bisa dipakai dengan nyaman dan indah. Kenapa pilihannya pada bebek berenang ini bukan pada kodok diatas daun? Karena konon katanya bebek berenang ini memperlihatkan keanggunan dan ketenangan dalam menghadapi riak arus gelombang air kehidupan, iya gitu...badannya di atas tetap tenang tapi kedua kakinya terus mengayuh didalam air, kalau berhenti kelelep kali ya?

Terus lihat deh tatapannya tegas kedepan, optimis gitu, nggak tahu juga kalau hari itu dapat makanan atau enggak, tapi dia percaya alam dan Pemilik Alam menyediakan yang pasti untuk bagiannya.

Dia juga nggak ngeluh jadi kodok yang teriak-teriak kalau hujan, lompat-lompatan aja di air, apalagi anak-anaknya tuh si cebong...eh, ups. Anak-anak bebek selalu belajar patuh, nurut, dan ikut dibelakangnya, diaturannya. Coba aja kalau dia ngeluh pengen jadi ayam yang nggak perlu repot berenang, pasti dia lebih enak, padahal dia tahu juga ayam lebih banyak dipilih digoreng, hahahaha (kayak tahu aja pikiran bebek gue ya! hufft).

Eniwei, saya menyemangati diri sendiri, meskipun besok weekend masih harus berjuang bukan bersenang-senang, harus tetap menghadapinya seperti bebek dengan tenang. Yup ... Sebelum sampai dipenggorengan dan disajikan dengan lalapan juga sambel ijo yang endeus, sedapatnya jangan ngeluh dan terus berenang!

Catatan Hari Ini!
(Tulisan 2 tahun lalu, 17 Januari 2020)

Friday, January 1, 2021

Hai 2021


"Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu." Yesaya 52:12 (TB)

Akan jadi pengingat sepanjang tahun ini bahwa :
1. Tidak perlu terburu-buru
2. Tidak perlu berlari

Karena :
1. Tuhan akan berjalan didepanku (petunjuk didepan, mempersiapkan jalan, memimpin dan mendampingi perjalanan).
2. Tuhan akan menjadi penutup barisan (mengamankan, menjaga, menutup kemungkinan tidak baik).

Haleluya!

Monday, May 4, 2020

PISANG COKLAT


Pas waktunya saya setelah membuat kopi sore, Oma dan Pumpkin praktek di dapur melakukan sesuatu. Dari mengaduk adonan tepung, memotong pisang, ada juga kulit lumpia dan meises. Kemudian tiba-tiba sudah jadi aja pisang coklatnya. Tentu saja ketika masah hangat nikmat saya dapat bagian untuk mencicipinya.

Tidak Semua sore menyenangkan, karena setelah menikmati hangat nikmat manis coklat pisangnya malahan mendapatkan berita di media percakapan dengan sebuah rentetan pertanyaan yang cukup membuat tidak manis. Ya sudahlah, memang harus dihadapi meskipun tidak enak. Tapi kalau pisang coklat nggak cuma dihadapi tapi dinikmati tentunya.

Begitulah, bahkan diantara sisi manis sebuah selalu saja ada yang salah. Iya, memang akan ada saja yang salah, pisangnya terlalu lembek, kulitnya sudah bau, coklatnya kurang, gorengnya kelamaan jadi gosong, ah...akan sua dicari kurang dan salahnya. Tapi akan tetap Ada bagian yang baik dan nikmat, digigit...dikunyah...rasakan percampurannya antara bahan-bahan yang menyatu, telan! Biarin aja yang salah, kalau nggak suka ya udah, nggak usah masak, nggak usah makan atau apalah. Eh, apa sih kok jadi pisang coklat baper? Hahahaha...yaudahlah ya, kalau memang sudah nggak cocok ... coklat kocok, ya salah! 

Sunday, May 3, 2020

SATE AYAM


Karena Oma males makan malam ini, jadinya kita tawarkan mau enggak makan dengan lauk sate ayam. Oma bilang oke, jadilah kita keluar kompleks buat beli sate ayam. Ini adalah sate ayam Madura, khas banget dan asli yang jualan orang Madura beneran. Ada dua jenis sate ayam yang dijual, bukan dua tusuk yang difoto diatas ya. Yang pertama adalah sate ayam premium, full semua isi daging, harganya lebih mahal dibandingkan yang satunya. Nah, kalau yang satunya nggak premium tapi pertamax, eh...bukan dong bukan bahas bbm. Maksudnya adalah satenya ada campurannya lemak alias gajih ditengah-tengah antara daging dalam tusukannya. Selesai sudah pesan, ternyata si Mami pesen lebih dua bungkus, katanya sih mau dibagikan buat Pak satpam yang jaga malam kompleks. Bersyukur ya bisa berbagi.

Eh, bersyukur lagi ternyata si oma senang makannya can lumayan habis lima tusuk. Semoga kenyang dan aman, karena biasanya dia menolak makan malam. 

Besok Senin, dan semoga tidak ada tusuk menusuk hati, dompet, perasaan atau apapun yah. Tusuk daging bolehlah asal jangan menusuk dari belakang, nggak cuma sakit sih, luka dan kecewanya itu lama lho sembuhnya. Apalagi habis ditusuk lalu dibakar...aduh! Eh...apaan sih ini, hehehehe. Sudahlah ya bahas satenya.

Friday, May 1, 2020

BOLU KUKUS MILO


A : "kamu tahu nggak kenapa bolu buatanmu itu bolong tengahnya?"
L : "enggak, emang kenapa gitu."
A : "karena yang utuh penuh itu cuma cintaku padamu ❤️"
L : 😘

Kira-kira begitulah kisah bolu hari ini dalam sebuah konteks gombalan. Karena bolu bisa menjadikan kekuatan cinta menyebar begitu rupa. Bolu anda protes, bolu anda juga menyukainya. Tapi yang jelas, kerja keras L membuat bolu adalah sebuah semangat, pencapaian dan inspirasi di awal bulan ini.

Kalau kenyataannya memang harus diakui bulan ini akan berat, ya apa bolu buat? Hehehehe! Semangat bolu aja ya! Bolu..bolu...bolu...yes!

Thursday, April 30, 2020

TELUR DADAR


"Telur hari ini lebih baik dari hari esok." Francois Rabelais

Makan malam. Karena hari ini nggak masak jadi makan aja apa yang ada. Sudah malam dan saya masih asyik posting jualan di medsos akhirnya istri yang masih didepan laptop mengingatkan, "makan dulu hon!". Baiklah, jadi saya kedapur kemudian korek-korek lihat apa saja yang masih tersisa. Dan ada bawang daun, cabai rawit cetar dan bawang merah sisa masak. Saya rajang semuanya dan mulai memecahkan telur, kasih sedikit garam dan lada, kocok dan kemudian saya tambahkan irisan yang tadi. Goreng sebentar dan jadilah lauk makan malam saya.

Oke, begitulah ceritanya hari ini. Kondisi badan sedang tidak terlalu fit tapi tetap memaksa melakukan banyak hal dan juga melewatkan beberapa hal. Tidak mengapa, namanya juga hidup dan bertahan dirumah. Oh iya, ngomong-ngomong ini kan tanggal terakhir di bulan April. Semoga segala kebaikan datang dan segala hal yang tidak baik selama ini segera pergi. Dengan kekuatan telur dadar...berubah!

Monday, March 16, 2020

Ganti Resleting

"Meski saat sulit atau menyakitkan, orang-orang harus menghargai arti sebuah kehidupan." Yato - Noragami

Sambil nunggu cucian di mesin selesai, saya bersihkan pohon-pohon ginseng jawa yang mulai banyak di samping cucian. Begitu mau saya bawa kedepan rumah supaya bisa saya masukkan ke dalam komposter, eh mas San tukang jahit keliling pas banget lewat sambil teriak, "servis celana...jahit, jahit!" Langsung saja saya teriak memanggilnya untuk mampir. Mampir bukan sembarang mampir, mampir kerumah ada yang mau dipikir...eh malahan kayak pantun. Maksudnya mau gantiin resleting kantong celana kerja tepatnya, sekaligus juga jahit tas yang dipakai si Mami kemarin lusa tiba-tiba jebol ketarik atau entah bagaimana, mungkin juga karena keberatan bawa barang bawaan.

Sambil ngobrol, kok lama nggak kelihatan, berkeluh kesah tentang naiknya iuran bepejees, karena dia harus menanggung 4 orang lainnya di kampung sana, sampai cerita tentang hari ini makan apa saja. Saya mulai melihat langit sudah sangat mendung, entah sebentar lagi hujan atau enggak, Hawa dingin dan perubahan suasana menjelang sore semakin nggak enak rasanya. Sama mungkin seperti yang dirasa oleh mas San, mungkin sih. Yah siapa orang yang tidak berkeluh kesah, tapi selalu ada hal baik dibalik semua kesusahan. Sebuah kata bijaksana berkata, "Meski saat sulit atau menyakitkan, orang-orang harus menghargai arti sebuah kehidupan." 

Kehidupan masih terus berjalan, cara menghargainya bukan hanya dengan menjalaninya, tapi menikmatinya dengan ucapan syukur dan bahagia. Tiga resleting dan jahit tas seharga tigapuluh lima ribu menutup perbincangan saya. Saya senang celana dan tasnya kembali bisa dipakai, mas San senang sudah hampir malam pulang bawa uang.

Apakah kalian sudah ganti resleting? 

Wednesday, January 1, 2020

H+1


"Hidup penuh keindahan. Perhatikan itu. Rasakan hujan dan hiruplah udara. Hidupkan kehidupan dengan segala potensimu, dan berjuanglah untuk mimpi-mimpimu." Ashley Smith

Sejak malam sebelum pergantian tahun hujan deras nggak berhenti, bahkan sampai siang bangun tidur masih saja gerimis tidak juga reda. Akhirnya dengan memakai jas hujan saya naik motor ke warung depan konpleks membeli mie instan, kopi dan camilan. Sebenarnya sejak bangun sudah ngopi tapi tampaknya memang nggak nampol, jadi setelah sampai rumah saya bikin kopi lagi saja, sembari memantau berita di tivi daerah Jakarta dan sekitarnya sudah mulai terendam banjir. 

Setelah minum kopi, saya melakukan pelepasan dan habis itu lapar mulai melanda. Jadilah akhirnya saya memasak mie instan, rasa sotomie dengan tambahan tahu, telor dan juga irisan daun bawang. Ini menu makan pertama di tahun baru 2020. Menu sederhana tapi sangat menenangkan dan menyenangkan juga. Cocok dengan suasini (karena disini) bukan disana, kalau disana kan jadinya suasana, hehehehe! Selain itu makanan ini adalah menu andalan dalam banyak situasi, dari situasi yang susah karena kondisi tertentu sampai seperti yang saya alami sekarang di rumah. Tepatnya sih kalau yang saya alami adalah siniasi, karena disini, bukan disitu ... gitu.

Seharian lebih banyak menjadi Kaum Rebahan, selain memang lagi menikmati hari pertama ditahun baru ini, setelah begadang semalam dan tentu saja memang pas sekali untuk bermalas-malasan. Padahal, punya keinginan ditahun baru ini mulai melakukan kegiatan positif seperti olahraga, makan sehat dan lainnya. Tapi apa daya, saya kalau dengan rayuan kasur dan bantal. Jadinya kami semua lebih memilih menikmati hari ini dengan tenang dirumah tanpa perlu melakukan banyak hal lain. Indah bukan? 

Oh, iya...selamat menikmati tahun baru. Apapun keadaannya dirumah, diluar rumah, dikantong, direkening, dikasur, dilantai...dimana saja, kuncinya adalah menikmati. Nikmati saja!

Monday, January 7, 2019

SAME DAY ORDER

Jaman sekarang belanja nggak harus ke pasar. Eh ke toko, maksudnya ke tempat yang jualan. Nggak usah repot intinya. Kalau punya telepon pintar dan paket data tinggal install aplikasi belanja macam-macam dan tinggal bikin akun, masuk dan lihat deh berbagai macam jualan disana. Dari yang asli, kawe, seken sampai impor pun ada.

Hari ini saya belanja online, sebenarnya sih sudah di intip barangnya semalam sebelumnya, bukan buat saya tapi buat istri saya. Hadiah ulang tahun ceritanya. Nggak ada surprise lagilah, jadinya harus ditanya maunya dikado apa, yang berguna dan sesuai dengan seleranya. Jangan sampai suaminya beliin kado tahunya nggak suka dan numpang lewat aja. Dan dipilihlah jam tangan digital yang tidak mahal. Paling nggak cocok dan sesuai dengan seleranya. Saya mulai order pagi ini lewat aplikasi dan minta tolong teman kerja melakukan pembayaran lewat transfer virtual account. Beres deh, hebatnya lagi dengan tambahan biaya bisa dikirim hari yang sama. Saya order kira-kira jam 10 pagi dan menunggu jam 5an sore sampai.

Hebatnya kemajuan teknologi ya, sekarang nggak perlu capek dan susah-susah. Oh iya, saya juga mengikuti perkembangan bisnis di era digital ini dan menjadi pemainnya. Meskipun masih bermain di area dropship saya sudah merasakan hasilnya. Nggak besar tapi pengalamannya itu yang membuat nagih. Bahkan istri saya yang nggak pernah jualan dan bilang nggak bisa akhirnya juga bisa ikut dan merasakan bisnis modern ini.

Friday, January 4, 2019

MEMPENGARUHI

"Bebaskan dirimu dari kerumitan dan drama oleh kehidupan. Sederhanakanlah. Lihat lebih dalam. Kita semua memiliki bakat dan talenta masing-masing. Kita harus menjalankan berkat yang telah diberikan sesuai dengan tujuan hidup kita." Steve Maraboli

Saya senang menulis, meskipun tulisan saya sederhana sekali dan hanya seputar hal-hal yang saya alami dalam keseharian, tapi buat saya selain memotret kehidupan dalam tulisan, banyak hal yang saya pelajari tidak akan hilang menguap begitu saja dalam ingatan. Buat saya menulis adalah sebuah kenikmatan tersendiri, merangkai kata dan menceritakan ulang sebuah peristiwa adalah sebuah berkat, ya berkat karena saya bisa melihat dan merasakan berbagai hal dengan cara dan sudut pandang saya sendiri.

Malam kemarin seperti biasa, saat stalking di sebuah akun penulisan, saya menemukan sebuah kesempatan untuk ikut merangkai cerita singkat dengan sebuah kata tema wajib dan lokasi untuk menjelaskannya dalam sebuah format. Saya menemukan dan mengikutinya sudah lama sebenarnya, sebelum ada Instagram, masih dengan Twitter dan website. Dan memang menjadi keasyikan tersendiri mengikuti tantangan sederhana ini, membaca mereka yang piawai merangkai kata dan menerjemahkannya dalam sebuah cerita adalah sebuah pembelajaran baru, iya selalu baru buat saya, memikirkan sebuah ide dan dan menyelesaikanya itu adalah pencapaian.

Dan malam tadi, saya mengirimkan link menulisnya ke teman lama, seorang ibu rumah tangga yang juga aktif menulis, peduli dengan tumbuh kembang anak, menjadi host di radio dan penyuka buku. Dan hasilnya, dia ikut menulis juga. Senang, tentu saja, karena mengajak seseorang untuk menulis itu tidak mudah. Apalagi menulis dengan tema dan tenggat waktu bukan perkara kecil untuk mereka yang tidak biasa. Tapi yang penting dari semuanya adalah pengaruh, maksudnya adalah ajakan kita adalah sebuah pengaruh bagi orang lain. Apapun bentuknya dan caranya, saya memilih mempengaruhi dengan cara mengajak menulis. Itu adalah kebahagian, karena mereka yang terpengaruh sedang mengembangkan bakat dan talentanya. Dan itu juga adalah pencapaian.

Dan menulis lagi di awal tahun ini, lagi-lagi adalah pencapaian juga buat saya.

Wednesday, January 2, 2019

BERGERAK

Kata orang, sekarang itu harta yang paling berharga selain keluarga adalah Kesehatan. Iya sehat, seperti kata driver taksi online yang kita naik waktu itu, dia bilang setelah umur limapuluhan baru kerasa, sudah nggak muda lagi, sudah nggak bisa melakukan banyak hal dan yang jelas sudah mulai merasakan hal-hal yang nggak enak di badannya.

Sebelum tahun 2018 berakhir, memang kita sempatkan waktu itu memeriksakan diri ke apotek terdekat, bukan dokter. Kenapa? Karena dengan limapuluhan ribu saja bisa dapat periksa diabetes, kolesterol, asam urat dan tensi tekanan darah. Hasilnya? Puji Tuhan Saya yang tadinya kolesterol sangat tinggi sudah normal, bahkan angkanya dibawah rata-rata. Diabetes aman, tensi aman, hanya kadar asam urat yang masih naik, nggak tinggi sih, tapi tetap harus waspada.

Nah, akhirnya kita, nggak cuma tapi juga istri memutuskan untuk benar-benar mulai rajin berolahraga. Olahraga yang murah tapi enak dan menyehatkan. Selain jogging, yang biasa kita lakukan adalah Tabata, semacam olahraga high intensive course gitu, cardio habis-habisan sih. Cuma empat menit, yah total bisa dua kali lipat dengan pemanasannya, tapi hasilnya ngos-ngosannya mantap, keringatan full dan enak di badan. Hari ini dimulai dengan yang ini saja, simpel dan lumayan bikin seger. Besok-besok semoga tetap terus bisa melakukannya.

Intinya sih, kalau badan sehat, pikiran tenang dan menikmati hidup. Nggak cuma bisa hidup lama, tapi bisa menyaksikan anak cucu bertumbuh, bertambah dan bahagia, itu saja. Soal utang, kerjaan dan lain-lain sudah ada jatahnya.

Tuesday, January 1, 2019

1,25 silinder dan 1,25

Senin, 31 Desember 2018
Lokasi di sebuah Toko Kacamata daerah selatannya Jakarta Selatan

Setelah melihat ada harga promo diskon yang cukup ringan dan tampaknya memang sangat dibutuhkan, makanya memberanikan diri menanyakan dan mengajak si Pumpkin untuk di cek matanya. Dari di cek didepan pakai apalah itu namanya, kemudian di dalam beberapa kali tes dengan lensa dan diminta membaca beberapa huruf, hingga sampai disuruh memakai kacamata besi itu kurang lebih lima menit supaya tahu pusing atau enggak kepalanya setelah pakai dan di akhiri dengan memilih model lensa kacamatanya, eh sebenarnya sih di akhiri dengan membayarnya sih.

Dan mau tidak mau, akhirnya si Pumpkin harus berkacamata, sedih sih baru SD sudah pakai kacamata sementara papinya dulu mau nikah baru pakai kacamata. Tapi nggak papa, mungkin itu yang terbaik yang sekarang harus di hadapi dan tentu saja harus di nikmati. Minus 1,25 juga silinder sebelah kiri dan minus 1,25 sebelah kanan. "Pasti nanti jadi juara ya kak!" Begitu kata si Om penjual kacamatanya soalnya bacanya makin jelas dan terang di sekolah, matanya nggak susah lagi melihatnya.

Ah, Pumpkin sayang, 2019 tahun baru jadi awal baru, jadi 4 matamu. Semangat terus ya sayang.

Tuesday, December 25, 2018

Taksi Online Hari Natal

Hujan sedari pagi di hari Natal ini tampaknya memang sangat pas dengan suasananya, hari ini kami memang tidak beribadah karena sudah di lakukan perayaannnya di hari Minggu kemarin. Semalam setelah makan malam bersama, nunggu jam 12 malam kita buka kado, dan tentu saja momen ini yang sebenarnya di nantikan oleh Abby, seperti biasanya dia mengharapkan kadonya yang terbanyakdia dapat. Hingga akhirnya kita semua bangun siang, sebenarnya sih saya sudah bangun pagi, antar Oma berangkat dulu baru tidur lagi. Kalau sudah bangun buat saya agak susah tidur lagi, apalagi kopi saya masih belum habis diseruput, jadi sembari menunggu kopi habis, Saya membalas pesan Natal di aplikasi pesan singkat, eh hujan turun nggak berhenti.

Akhirnya setelah jam 12 siang sehabis geletakan di kamar, saya bangun dan mandi. Ternyata si Mami masih menikmati tidurnya di lantai, sementara Abby menikmati film keluarga di tivi sendirian. Sehabis mandi baru saya kasih tahu kalau Oma sudah kirim pesan kalau sudah menunggu di rumah Papa. Jadilah kita semua bersiap-siap dengan semua barang bawaan dan perlengkapan menginap malam ini. Saya mulai mengecek untuk memesan taksi online, cek aplikasi yang satu ternyata harganya masih tinggi jadi saya cek yang satunya lagi, bersyukur cepat dapat pesanannya.

Kurang lebih 10 menitan akhirnya taksinya sampai dan menghubungi lewat pesan singkat, seperti biasa memang di aplikasi agak susah menemukan alamat kita, padahal sudah di taruh point pick upnya tapi mungkin beda di aplikasi driver. Dia menghubungi kasih tahu kalau sudah sampai dan memberibtahu kalau mobilnya Nissan Juke, lhaah memang baru kali ini dapat taksi online keren gini, hebat bener saya pikir, kok mobil sebagus ini buat taksi online. Dan ternyata setelah ngobrol basa-basi saya tahu kalau itu adalah mobil anaknya, mobil yang terdaftar di aplikasi mobil city car kecil gitu. Ya untunglah buat kami sekeluarga ya, pembayaranya lebih murah, naiknya mobil enak.

Sepanjang perjalanan saya dan Pak Dikron sang driver banyak mengobrol, salah satunya adalah tentang arti bahagia. Menurutnya setelah usianya di atas 50tahun sekarang, barulah dia akhirnya menemukan bahwa bahagianya bukan karena memiliki mobil, uang dan sebagainya, bahagia baginya sekarang adalah sehat. Bicara tentang rejeki, berkat atau uang dia bilang, "Saya pernah kerja keras punya uang banyak mas, tapi kalau memang uang itu harus habis atau diminta untuk di gunakan ya sudah gunakan saja. Kalau sudah jadi milik kita dan ngumpul ya pasti jadi milik kita!" Hebat, begitu dalam benak saya, masih dalam pikiran saya dengan momen kebijaksanaan ini saya mendapatkan tambahan lagi, "Yang penting dalam hidup ini harus semangat mas, semangat kerja, jangan malas, itu saja!" Saya makin di yakinkan kalau itu yang juga mesti saya lakukan di waktu-waktu kedepan.

Mobil sudah hampir sampai di tujuan, tapi masih ada satu hal lagi yang dia katakan, "kalau mau mengatasi masalah apapun ya mas, kuncinya cuma satu, harus sabar. Iya sabar itu saja, pasti nanti akan ada jawabannya." Saya kasih kode untuk berbelok dan kemudian mobil berhenti, saya berikan bayaran taksinya dan bilang terimakasih, jawabannya lebih bagus lagi, "Selamat menikmati waktu liburan dengan keluarga mas!" Benar perjalanannya saya bisa membayar, tapi berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya saya tidak bisa membayar. Terimakasih Pak Dikron, saya anggap ini adalah kado Natal saya yang sangat berkesan tahun ini, yang menegaskan pada saya bahwa bahagia adalah memiliki Kesehatan yang maksimal,  bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik diwaktu kedepan adalah dengan semangat, kerja keras dan penuh kesabaran. Gusti mberkahi pak!

"Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" Mazmur 31:19

Saturday, August 25, 2018

Kemana Patahnya?

Seperti biasa pagi ini tidak curiga sedikitpun kalau akan terjadi sesuatu. Saya mampir ngopi dulu sebentar sebelum sampai tempat kerja. Sepotong gorengan tempe saya gigit pelan karena memang masih panas, sekaligus biar nikmat juga.

Selesai saya menikmati kopi dan gorengan saya hendak melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja dan ada sesuatu yang terasa beda di dalam mulut, terasa tajam...ternyata gigi saya bagian atas sudah patah. Jadi patahannya ke mana? Waaaaah...jangan-jangan pas lagi gigit tempe tadi patah dan kemudian ikut tertelan? Waduh, ada-ada saja. Seingat saya pagi tadi sehabis sikat gigi masih aman-aman saja tidak ada yang patah gigi saya. Tapi ya sudahlah...nggak papa, kalau nanti ada uang lagi bisa saya tambal atau cabut sekalian. Satu buah gigi terakhir kemarin nambal seharga tiga ratus lima puluh ribu rupiah, lumayan kan? Jadi nikmati aja sekarang.

Nggak masalah gigi saya patah, bahkan tertelan. Yang penting semangat saya nggak patah tertelan ketegangan dan tekanan hidup, itu penting! Semangat karena sudah pecah telor kemarin di kerjaan jadi bulan depan bisa dapat tambahan lagi!

Saturday, January 13, 2018

Menghidupi Tahun 2018 Dengan Janji Tuhan

"Meskipun pohon ara tak ada buahnya dan pohon anggur tak ada anggurnya, biarpun panen zaitun menemui kegagalan dan hasil gandum di ladang mengecewakan, walaupun domba-domba mati semua dan kandang ternak tiada isinya,
aku akan gembira selalu, sebab Engkau TUHAN Allah penyelamatku.
Engkau memberi aku kekuatan seperti kaki rusa, kakiku Kaukokohkan. Engkau membimbing aku supaya aman waktu berjalan di pegunungan."
Habakuk 3:17-19 (BIMK) 

Sunday, December 31, 2017

Selamat Datang 2018

“Datanglah kepada-Ku, setiap kalian yang sudah lelah menanggung kesusahan-kesusahan yang berat, karena Aku akan menolongmu mengatasi setiap kesusahanmu itu dan kamu akan merasa lega."
Matius 11:28 (TSI)

Friday, December 29, 2017

Memungut Rejeki

Kaki kanannya tidak bisa di lipat ketika hendak mengambil botol bekas minuman dan gelas plastik bekas di dekat motor yang terparkir. Tangan kanannya menyangga tongkat yang membantu untuk berjalan, bergoyang dan sepertinya sakit dipaksakan untuk terus melangkah. Tangan kirinya dengan sigap mengangkat plastik keresek besar untuk mewadahi hasil pengumpulannya. Beberapa kali berhenti, menengok tumpukan sampah dan mengaisnya, dan saya hanya menatap nanar hingga dia menghilang di pemandangan mata.

Kudu kuat di lakoni! Harus kuat dijalani!

Selama masih kuat jalan...masih bisa berusaha dan menghasilkan tidak ada kata berhenti berusaha! Hasilnya? Serahkan saja pada Yang Maha Mengatur, tugas kita adalah berusaha.

Dan Tuhan berbicara dengan caraNya, kurang bersyukur apa saya dengan keCUKUPan yang saya nikmati saat ini. Sembah nuwun Gusti berkahnya selalu ada dalam kenikmatan saya.

Wednesday, August 9, 2017

OYBR 10 Agustus

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Yeremia 16,17,18,35

Nats:
Yeremia 16:19a (BIMK)  TUHAN, Engkaulah yang melindungi aku dan memberikan kekuatan kepadaku; Engkau menolong aku pada masa kesukaran.

Yeremia 16:19a (TB)  Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan!

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Menyatakan kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Diatas semua ancaman dan berbagai hukuman yang akan ditimpakan pada Israel, Yeremia menyatakan dengan ketegasan dan penuh iman bahwa hanya bersandar pada Tuhan sajalah terletak kekuatan dan harapannya.

Pernyataan Yeremia menunjukkan bahwa hanya Tuhan saja yang melakukan berbagai perkara besar dan terbukti nyata sebagai Pelindung, Pemberi kekuatan dan Penolong yang sesungguhnya.

Apa yang saya rasakan dan sedang alami bisa jadi melemahkan iman saya setiap hari dengan melihat kenyataan yang tidak semakin bagus. Namun justru disitulah saya harus mengembangkan iman dan kekuatan yang sebenarnya. Mempercayai dengan sepenuhnya dan melihat dengan mata rohani bahwa Allah turut bekerja dan mendatangkan kebaikan bagi saya dan keluarga.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Memperkatakan dengan iman bahwa Tuhan Yesus saja satu-satunya sumber perlindungan, pertolongan dan pemberi kekuatan.
Catat, lihat dan rasakan kebaikan Tuhan setiap hari.