Sunday, April 5, 2026

Minggu Pagi 2000 Tahun Lalu


"Pada hari minggu, ketika fajar menyingsing, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain melihat kubur Yesus." Matius 28:1 (VMD) 

Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus pagi-pagi benar (saat masih gelap) pada hari Minggu untuk merempahi jenazah Yesus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kasih terakhir, karena saat Yesus wafat pada Jumat sore, proses pemakaman dilakukan terburu-buru sebelum hari Sabat dimulai. Tujuan utamanya adalah membawa rempah-rempah untuk meminyaki jenazah Yesus, sebuah tradisi budaya dan ungkapan cinta. Berdasarkan catatan Alkitab, rempah-rempah yang digunakan untuk meminyaki atau mengurapi tubuh Yesus adalah minyak narwastu murni yang sangat mahal. Selain itu, saat penguburan, Nikodemus membawa campuran mur dan aloes (lidah buaya) seberat kurang lebih 75 pon untuk membungkus tubuh Yesus bersama kain linen. 

Pagi-pagi buta setelah hari Sabat berlalu. Saat tiba, Maria mendapati batu kubur sudah terguling dan jenazah Yesus tidak ada. Peristiwa ini menjadikannya salah satu saksi pertama kebangkitan Yesus. Dalam narasi Injil, Maria Magdalena (bersama beberapa perempuan lain) menunjukkan kesetiaan luar biasa dengan mengunjungi makam tersebut, meskipun dalam keadaan sedih dan bingung. 

Tertulis di dalam Matius 28:8, "Perempuan-perempuan itu segera meninggalkan kubur itu. Mereka takut, tetapi juga sangat bersukacita. Mereka berlari-lari menceritakannya kepada pengikut-pengikut tentang yang telah terjadi itu." Perasaan campur aduk sedari pagi yang mereka rasakan sangat menolong kita mengerti bagaimana bergejolaknya perasaan dan pikiran mereka yang menjadi saksi nyata keberadaan Yesus yang benar-benar ada dalam semua peristiwa yang diceritakan sekaligus mereka adalah saksi matanya.

Tadi pagi saya bangun jam 04.30 dan masih belum sepenuhnya sadar meskipun segelas kopi hitam sudah menemani. Beberapa teguk membantu sedikit untuk membuka mata dan mulai mempersiapkan diri berangkat. Tapi Maria Magdalena dan Maria yang lain waktu itu sudah beranjak pergi hendak menunjukkan cinta dan penghormatannya pada Yesus. Selayaknya saya perlu membawa diri saya lebih dulu padaNya, jika besok pagi saya masih bangun kembali. 

Selamat Paskah, Dia Hidup!
(saya juga!)

Friday, April 3, 2026

Alamanda Kuning Yang Berguguran


"Kematian Kristus adalah kejadian yang terpenting dalam sejarah manusia." - Martin Luther

Pagi ini tidak seperti Jumat biasanya, jalanan yang saya lalui menuju ketempat kerja tampak lengang, sepi dan sangat berbeda. Oh iya, selain karena tanggal merah tentu saja karena  ada sejarah besar yang diperingati dihari ini. Ada sejarah besar yang tercatat dan menjadi tonggak sejarah juga dasar iman. Bisa jadi mulai hari ini banyak yang memanfaatkan untuk istirahat dan berlibur. Namun bagi para pengikut Kristus, momen hari Jumat yang syahdu dan penuh makna ini tidak akan begitu saja dilewatkan.

Langkah kaki saya hampir sampai, namun tertahan kemudian berhenti sejenak karena tatapan mata saya tertuju pada bunga berwana kuning yang jatuh dan menyebar diatas pagar tembok didepan sebuah gedung. Saya mencari namanya dan menemukan ternyata bernama bunga Terompet Kuning atau dikenal juga sebagai Bunga Alamanda. Yang saya nikmati dan abadikan adalah bunga-bunga gugur ini bagaimana mereka memahami dan menerima seandainya mereka mampu merasa dan berbicara kemudian menyiapkan diri untuk jatuh, dan kemudian kering lalu membusuk dan hilang. Bahkan sebegitu banyak bersamaan mereka mekar dan mewarnai dunia, mengkin tidak berkesempatan menyatakan keberadaannya. Ah, terlalu aneh pikiran saya ini. Saya tahu, bunga-bunga yang berguguran akan digantikan bunga baru, mekar dan memamerkan keindahannya. Mungkin, bisa jadi pengingat buat saya pagi ini. Waktu kita mekar, mungkin mewangi dan memberikan warna, membagikan keindahan tidak lama, terbatas. Makan menyiapkan diri jika nanti waktunya berguguran, jatuh mengering dan hilang adalah tindakan terbaik.

Menghayati kematian Kristus hari ini, mengingatkan saya sejauh mana saya sudah juga "mematikan" kehidupan lama dan menguburkannya bersama Kristus. Namun jika saya memang harus mati secara badani di dunia ini (entah kapan), saya mengerti bahwa "jatah" waktu saya untuk mekar, mewangi dan mencerahkan hari dengan warna saya sudah selesai. 

Langkah saya ringan menuju gedung selanjutnya. Pagi cerah, langit biru dan sapaan kucing warna oranye didepan pintu gerbang itu membawa saya pada perasaan yang memuaskan. Jika Kristus tidak mati, bagaimana saya akan hidup? Jika bunga tidak gugur bagiamana keindahan akan berlanjut. Jika begitu maka selayaknyalah saya bersyukur.

Sunday, February 15, 2026

Sekotak Kastangel Dari Tangan Kecil


Worship time bersama dengan kelas lain sudah dimulai diruangan kelas elementary dan anak ini bersama nannynya datang kemudian nannyanya bilang, "teacher Amos, A mau kasih sesuatu! " Ooh wow, saya menurunkan posisi badan dan menatap matanya, dengan sedikit senyum dan terlihat bangga sekaligus puas dia mengulurkan tangan kecilnya yang memegang paper bag berisi sekotak kue kastangel. 

Selesai kids service saat mamanya menjemput saya ucapkan terima kasih dan mamanya bercerita kalau kemarin A udah tahu kalau hari ini mau ke gereja jadi dia bilang, "mom, I want to give teacher Amos a gift." Jadilah mamanya bingung mau kasih apa. Untunglah ada kue kastangel yang bisa dibawa hari ini. 

Saya berpikir apa karena dalam rangka momen Valentine's Day atau mau menyambut Imlek, tapi ternyata bukan. Anak ini hanya ingin berbagi saja, mungkin ingin menunjukkan rasa suka atau sayangnya pada saya sebagai guru sekolah minggu di gereja. Justru disinilah saya belajar bahwa anak-anak punya ketulusan dan cara sendiri untuk menghargai seseorang. Dalam kutipannya Mencius mengatakan, "Dia yang mencintai orang lain selalu dicintai oleh mereka. Dia yang menghormati orang lain selalu dihormati oleh mereka." Saya pikir kecintaan saya pada anak-anak yang saya ajar mulai terlihat berbuah manis. Tidak bermaksud menyombongkan diri, hanya melihat bagaimana beberapa orang tua dan juga nanny bercerita anak-anak menyukai sekolah minggu dan menyebut nama saya saat mereka tahu akan pergi kemana di hari Minggu, itu adalah sebuah anugerah tersendiri buat saya bisa menjadi bagian perjalanan iman anak-anak ini mengenal Tuhan dan Juruselamatnya. 

Salah satu tema cerita Alkitab di bulan ini adalah Yesus mengasihi anak-anak yang datang padaNya. Dan ini selalu meyakinkan saya pribadi, bahwa anak-anak ini punya hak yang sama dengan mereka yang sudah dewasa atau merasa "besar" pun "beriman". Kalau A datang kepada saya dengan berani, tulus dalam pemberian dan bahagia, itu juga yang jadi tantangan iman saya setiap hari untuk datang pada Yesus dengan tulus, memberi dengan tulus dan tentu saja memilih berbahagia berjalan bersamaNya. 

Selamat hari Minggu 🍞


"Tetapi Yesus berkata, "Biarkan anak-anak kecil itu datang kepada-Ku. Jangan melarang mereka. Karena orang yang seperti anak-anak itulah yang memiliki Kerajaan Surga. "
Dan sebelum pergi, Ia meletakkan tangan ke atas kepala anak-anak itu serta memberkati mereka." Matius 19:14-15 (FAYH)

Thursday, January 1, 2026

Petai 2026


Foto samping petai pagi ini sambi nganter Mami Lia belanja buat masak dirumah. Eh tapi kok kelihatan nggak ada dagunya ya? Eh, iya memang nggak bisa nambah tinggi malah nambah berat badan lho ini, katanya biar kelihatan bahagia dan hidupnya sukses kalau menggemuk 😀.

Tahun ini kalau kamu punya resolusi mau menurunkan berat badan dan makin sehat saya akan temenin ya. Meskipun kata Kahlil Gibran, "Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti."   Nggak papa kalau belum terbukti, yang penting yakin dulu. Karena yakin adalah kondisi percaya atau merasa sangat pasti (tentu, tidak salah lagi) akan sesuatu, di mana pengetahuan dan pemahaman sudah begitu kuat sehingga keraguan hilang dan hati menjadi tenang.

Nah, iseng saya nanya sama AI apakah petai bisa membantu menurunkan berat badan? Ternyata jawabannya petai bisa membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori tapi kaya serat, membuat kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan berlebih, serta mengandung karbohidrat kompleks untuk energi stabil, menjadikannya camilan sehat untuk menjaga berat badan ideal. Mantap juga ya?

Baiklah, demikian catatan hari ke 2 tahun 2026. Salam petai, biar mambu tapi love you 🫛