Showing posts with label kisah kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kisah kehidupan. Show all posts

Tuesday, October 18, 2022

Harapan



Harapan

Kemarin mulai jadwal fisioterapi tahap 2, naik kereta Ratangga kalau nggak tahu itu nama MRT, berhenti di stasiun terakhir Bundaran HI, sembari nunggu yang ke toilet, saya menikmati spot bagus dengan rak buku (tapi kok yo neng ngarep toilet, hehehe) sambil menunggu saya mengambil salah satu buku yang ada disitu dan menemukan sebuah buku berjudul Life Is Learning, eh beneran ngacak buka bukunya malah pas di halaman yang berjudul Terdampar Karena Harapan. Jadilah malah serius dibaca.

Harapan menurut kbbi :
1. sesuatu yang (dapat) diharapkan 
2.keinginan supaya menjadi kenyataan
3. orang yang diharapkan atau dipercaya

Harapan hidup adalah :
1. kemungkinan tetap hidup
2. kemungkinan dapat hidup lebih lama

"Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, ..." begitu sebuah pesan yang tertulis untuk jemaat Ibrani yang terkenal menguatkan kita dalam berbagai situasi.

Mengapa kita harus terus berpegang pada pengharapan? Karena Ia yang menjanjikan pengharapan itu setia (Ibrani 10:23)

Iya, tapi kadang pengharapan kita nggak sesuai dengan apa yang kita inginkan? Bahkan ada yang namanya PHP (Pemberi Harapan Palsu), piye mas? Yo tenang, tenang saja, mengutip Pemazmur dia katakan, "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku." Mazmur 62:5 (TB), sebabnya ini, "Dan pengharapan tidak mengecewakan, ..." Roma 5:5 (TB)

Masih panjang kalau mau diterusin, yang pasti bahwa pengharapan itu penting dalam perjalanan iman saya, seperti tulisan Paulus pada jemaat Korintus, "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." Penting untuk terus hidup dalam pengharapan.

Selamat berjalan dalam pengharapan.


Monday, March 16, 2020

Ganti Resleting

"Meski saat sulit atau menyakitkan, orang-orang harus menghargai arti sebuah kehidupan." Yato - Noragami

Sambil nunggu cucian di mesin selesai, saya bersihkan pohon-pohon ginseng jawa yang mulai banyak di samping cucian. Begitu mau saya bawa kedepan rumah supaya bisa saya masukkan ke dalam komposter, eh mas San tukang jahit keliling pas banget lewat sambil teriak, "servis celana...jahit, jahit!" Langsung saja saya teriak memanggilnya untuk mampir. Mampir bukan sembarang mampir, mampir kerumah ada yang mau dipikir...eh malahan kayak pantun. Maksudnya mau gantiin resleting kantong celana kerja tepatnya, sekaligus juga jahit tas yang dipakai si Mami kemarin lusa tiba-tiba jebol ketarik atau entah bagaimana, mungkin juga karena keberatan bawa barang bawaan.

Sambil ngobrol, kok lama nggak kelihatan, berkeluh kesah tentang naiknya iuran bepejees, karena dia harus menanggung 4 orang lainnya di kampung sana, sampai cerita tentang hari ini makan apa saja. Saya mulai melihat langit sudah sangat mendung, entah sebentar lagi hujan atau enggak, Hawa dingin dan perubahan suasana menjelang sore semakin nggak enak rasanya. Sama mungkin seperti yang dirasa oleh mas San, mungkin sih. Yah siapa orang yang tidak berkeluh kesah, tapi selalu ada hal baik dibalik semua kesusahan. Sebuah kata bijaksana berkata, "Meski saat sulit atau menyakitkan, orang-orang harus menghargai arti sebuah kehidupan." 

Kehidupan masih terus berjalan, cara menghargainya bukan hanya dengan menjalaninya, tapi menikmatinya dengan ucapan syukur dan bahagia. Tiga resleting dan jahit tas seharga tigapuluh lima ribu menutup perbincangan saya. Saya senang celana dan tasnya kembali bisa dipakai, mas San senang sudah hampir malam pulang bawa uang.

Apakah kalian sudah ganti resleting? 

Sunday, January 13, 2019

CABE MATI

"Cabe memang pedas, garam memang asin, bawang memang membuat mata bisa perih, tapi kalau bisa meramunya secara tepat dan pas, dukacita dan perkelahian bisa membuat keluarga jadi kokoh dan kuat, sekaligus bisa membuat keluarga menjadi taman jiwa yang terindah." Gede Prama

Pagi ini datang ke tempat kerja saya menyempatkan diri mengecek tanaman di pot-pot kecil yang biasa anak-anak siram sewaktu nature time dan menemukan pohon cabe kecil yang berbuah hanya satu itu mulai mati. Entah memang harus mati karena sudah saatnya atau karena selalu terlewati tidak mendapat siraman air. Saya berpikir waktu itu bisa jadi contoh pohon kecil yang unik dan menarik, cabe yang kecil saja bisa menghasilkan buah dibandingkan dengan pohon cabe besar dekat dinding pembatas yang memang selalu berbuah. Tapi kenyataan memang berbicara lain, pohonnya harus mati.

Pak Gede Prama mengibaratkan hancurnya cabe dalam cobek dengan teman-teman yang lain adalah sebuah dukacita dan perkelahian yang positif yang hasilnya membuat jiwa semakin indah. Tapi proses dihancurkan itu menyakitkan, apalagi kalau saya menemukan cabe yang mati sebelum di nikmati adalah kesedihan. Terlalu baper hanya gara-gara cabe mati ya saya, iya kali ya, sedihnya adalah belum sempat anak-anak menyaksikan proses dari cabe kecil hijau menjadi matang, dia sudah mati duluan.

Tapi ini adalah hal bagus buat jiwa saya, kenapa? Karena saya mendapat peringatan bahwa segala sesuatu pada waktunya akan ada akhirnya. Jadi baik kapan waktunya entah apapun itu bahkan nyawa saya pun, akan ada akhirnya. Kalau saya sudah berbuah dan bisa "dinikmati" mungkin saya bisa sedikit lega. Tapi kalau belum? Saatnya saya menunjukkan buah saya dan membuatnya matang Dan siap di hancurkan untuk dinikmati.

Thursday, January 10, 2019

BERBUAH (LAGI)

"Saya ingin, ibarat pohon, dahan-dahan saya dapat menjadi tempat yang aman untuk burung-burung bersarang dan berbuah banyak manis rasanya tak mengenal musim, sehingga bisa dipetik oleh siapa saja." Anne Avantie

Bulan Januari ini saya menemukan pohon ara di pot saya mulai muncul lagi buahnya setelah sekian bulan tidak berbuah, bahkan daunnya hampir habis karena musim yang tidak menentu juga tidak ada hujan turun. Selain senang tentu saja saya merasakan seperti sebuah tanda yang baru di tahun baru bahwa kebaikan-kebaikan yang baru selalu akan muncul menyertai kehidupan yang akan saya jalani di tahun yang baru ini.

Harapan saya penuh dengan iman untuk mendapatkan janji seperti dalam Ulangan 30:9 (BIMK)  "TUHAN Allahmu akan membuat semua usahamu berhasil; kamu akan mempunyai banyak anak dan banyak ternak; ladang-ladangmu akan memberi hasil yang berlimpah-limpah. TUHAN dengan senang hati menjadikan kamu makmur, seperti Ia juga senang memberi kemakmuran kepada nenek moyangmu."

Wednesday, January 9, 2019

BUNGKUS

"Semua orang yang berbahagia harus berbagi karena kebahagiaan terlahir kembar." Lord George Byron

Saya menemani teman-teman sekerja makan siang di warung mie ayam kampung dekat dengan tempat kerja. Sebenarnya tepatnya bukan warung karena gerobak mie ayamnya ada didepan gerbang rumah kosong yang besar itu sedangkan tempat kita makan berada di halaman, dibawah pohon rambutan dengan suasana yang berbeda, ada tiga kurungan burung yang didalamnya saya nggak tahu apa nama burungnya tapi yang jelas mereka saling bersahutan berkicau.

Setelah teman-teman mendapatkan pesanannya tiba-tiba pakdhe datang membawa baskom kecil yang ternyata adalah masakannya berupa ayam bumbu kuning pedas, kemudian menyuruh kami semua mencicipi masakannya. Tidak berhenti disitu kemudian dia mengambil lagi satu masakannya, ayam goreng dengan potongan kecil-kecil, rasanya dua-duanya mantap. Dan yang pasti adalah tidak menambahi harga mie ayam dan juga es tehnya.

Selesai makan masih saja pakdhe menawarkan kamu untuk membawa ayam masakannya, kemudian dia sibuk mengambil plastik dan memindahkan ayam bumbu kuning dan ayam gorengnya kedalam plastik dan meminta kami membawanya pulang. Makan siang yang menyenangkan dan berkesan.

Berbagi itu tidak mengenal miskin dan kaya, bahkan tidak melulu di ukur dengan harta benda. Siang ini saya mendapatkan pelajaran berbagi dari pakdhe mie ayam, meskipun dia bisa menjualnya dan menambah penghasilan, dia memilih membagikan hasil masakannya di samping jualannya. Terimakasih pakdhe sudah mengukurkan kebaikan sederhana yang pakdhe punya dengan ketulusan.

Thursday, January 3, 2019

MO to the GOK

B 6958 ZII

Plat nomor yang sempat saya catat sebelum dia beranjak mengambil orderan selanjutnya. Dia driver ojek online yang menolong saya sore ini, setelah tiba-tiba motor saya mogok, untung saja pas dipinggir jalan kemudian saya dorong, dia menolong saya menstarter ulang sampai tidak bisa akhirnya menolong saya memberi petunjuk ke bengkel yang terdekat. Saya dorong lag motornya, menyeberang jalan lagi, saya masuk ke area ruko ternyata bengkelnya tutup. Tiba-tiba si bapak ojol ini muncul lagi dan mengajak saya mengikutinya, akhirnya sampai di sebuah rumah petak kontrakan, saya tidak melihat ada bengkel, eh ternyata bengkelnya ada di depan kontrakannya, nyempil kecil kira-kira selebar satu meter dan sepanjang hampir dua meter saja. Sementara dia masuk dan menunjukkan motor saya mogok, ternyata si abang bengkel masih ngerjain motor lain.  Tapi dengan cekatan si abang langsung berpindah dan mulai mengecek dan kemudian membongkar motor saya, agak lama di kutak-katik sambil saya konsultasi dikit-dikit masalah motor, untung orangnya sangat supel dan ramah. Sampai kira-kira setengah jam kemudian motor saya kembali menyala dan siap untuk perjalanan lagi. Ongkosnya murah saja, padahal barusan dia cerita ada tukang ojol juga malam-malam kasusnya sama motor mogok, dipalak sama tukang bengkel bayar seratus lima puluh ribu hanya untuk benerin begitu saja.

Oh iya, nampaknya bapak ojol yang menolong saya adalah langganan bengkel kecil ini. Atau mungkin juga mereka berteman dan akhirnya bisa saling menguntungkan mendatangkan rejeki. Satu hal yang saya selalu rasakan setiap kali motor saya mogok, selalu ada bapak-bapak driver ojol yang meolong saya, dari yang bertanya, menawarkan bensin sampai yang mendorong "nyetut" istilahnya disini, dorong motor sambil naik motor.

Kebaikan berbuah kebaikankah? Ah, bisa iya bisa juga tidak. Apakah saya sudah banyak berbagi kebaikan jadi saya boleh menerima balasan kebaikan? Belum tentu juga. Yang saya tahu kebaikan ada dimana saja, orang baik masih banyak bisa kita temui dan pertolongan selalu tersedia. Perkataan ini buat saya sangatlah nyata hari ini, "Ingatlah bahwa Tuhan akan memberikan penghargaan kepada setiap orang yang melakukan kebaikan..." Efesus 6:8 (VMD), doa saya menyertai untuk bapak driver ojol yang menolong saya dan si abang bengkel yang memberi servis baik dan murah juga. Kebaikan kalian akan berbalas kebaikan juga.

Saturday, September 1, 2018

Teh, Kopi dan Gerobak

"Jangan pernah sekalipun menilai sesuatu dari kulit luarnya saja" Strange Magic

Panas menyengat siang ini entah menimbulkan suasana yang berbeda, apakah karena tadi pagi gerimis menyiram mengawali bulan ini? Ah, bisa saja terjadi tapi yang jelas setelah pekerjaan saya selesai saya menyempatkan diri meneguk segelas air teh kemasan murah seharga seribu limaratus supaya sedikit melegakan tenggorokan.

Beberapa tegukan saya nikmati kemudian mampir seseorang pemberi barang bekas dengan gerobaknya, wajahnya kusam seberat perjuangannya hari ini mungkin, beberapa kardus terikat dan beberapa jerigen bekas tertampung di gerobaknya. Segelas kopi susu di pesannya dan dengan pelan dia menyeruput kopi itu. Saya beranikan diri menyapa dengan pertanyaan sederhana, "sudah muter ke mana aja ini pak kelihatan penuh bawaannya?" "Ah, kemana saja kaki membawa melangkah mas..." "Lumayan ya pak kardusnya banyak dapatnya? Berapa sekilonya sekarang pak?" Tanya saya lagi. Matanya memandang gerobaknya sambil tangannya memegang kembali gelas kopi, bibirnya sebentar meniup panasnya dan kemudian kembali di minumnya, kemudian dia menjawab saya, "yaah...murah mas, kayak nggak ada harganya sekilo cuman seribu, coba berapa saya harus beli dari penjual dan orang-orang? enak mah pengepul mas udah pasti dapat harganya dari pabrik." Saya mencoba berhitung tapi tidak menemukan hitungan yang saya  rasa menghasilkan uang yang cukup buatnya, saya ajukan lagi pertanyaan, "kalau besi bukannya mahal Pak?" "Sama aja mas, sekilo cuman enam ribu, kalau saya bisa dapat sepuluh kilo berarti dapat enam puluh ribu, tapi modalnya berapa coba kalau saya beli besi bekasnya dari orang? Sekilo palingan saya untung dua ribuan, kalau sepuluh kilo ya untungnya dua belasribu, buat makan sama ngopi udah habis sehari."

Saya menyedot teh manis gelas sampai tandas kemudian masih sempat menatapnya sembari berkata dalam hati, "kamu hebat pak, kalau saya jadi bapak belum tentu saya kuat setiap hari berjuang seperti ini." "Ah...pak, maaf ngomong-ngomong saya duluan ya pak, masih ada urusan ini, saya pamit duluan." "Oh, iya mas, hati-hati mas." jawabnya.

Saya meninggalkannya dengan sebuah pelajaran berharga, namanya adalah berjuang...ya terus berjuang, tidak peduli berapapun hasilnya yang terpenting saya belajar hari ini, jangan berhenti berjuang!

"Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti..." Mazmur 132:15

Tuesday, June 27, 2017

39 Kebahagiaan

"Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia"

Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang  sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.

1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.
2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.
3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, "kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?" Jawabnya, "ya iyalah pap!" Ah, melegakan hati.
4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, "mau masak apa hari ini?"
5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.
6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti.
7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.
8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.
9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.
10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.
11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.
12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.
13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya.
14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.
15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.
16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.
17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.
18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.
19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.
20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya.
21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!
22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.
23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.
24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.
25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.
26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.
27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.
28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.
29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.
30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.
31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.
32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!
33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.
34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.
35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.
36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.
37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.
38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!
39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!

Thursday, June 1, 2017

Untuk Sebuah Kenangan

“Hal-hal terbaik yang dapat anda berikan kepada anak-anak selain tingkah laku yang baik adalah kenangan yang indah.”

Ah...rasanya Papi sudah hampir tidak kuat lagi menggendongmu, kamu dengan cepat bertumbuh dan besar. Pagi ini sebelum Papi berangkat mengikuti pelatihan, kamu datang ke kamar dan meminta untuk digendong. Akhirnya Papi angkat saja dan kamu berlama-lama memeluk dengan hangat, kemudian berbisik, " I love you Pap". Ooh...dunia begitu cerah berwarna meski pagi ini sedikit mendung berarak di langit timur sana.

Beberapa kali ditanyakan padamu tentang masa-masa ketika kamu masih kecil, main di taman dekat pusat perbelanjaan itu, atau perjalanan piknik kita keluar kota. Dan jawabmu sering kau katakan, "aku udah lupa...nggak ingat lagi" namun ada satu kenangan yang selalu kau ingat ketika kita makan es krim bersama di pinggir jalan di terik siang yang panas. Kita duduk bertiga di dekat motor tua berwarna merah itu dan sebelum habis pada gigitan terakhirnya...es krimmu jatuh, kita tertawa bersama, mulutmu belepotan dengan sisa es krim coklat yang kamu makan. Tampaknya momen sederhana ini adalah momen bahagia yang sangat berkesan buatmu.

Sebelum tidur malam ini kamu katakan, "besok sabtu boleh ya pap aku digambarin wonder woman dibukuku?" "Oh, tentu saja boleh Mbi!" Jawabku. Dan Papi pikir kamu sebenarnya tidak harus mendapatkan sebuah gambar, kamu bisa jadi wonder woman versi dirimu sendiri. Kamu bisa jadi pahlawan yang tidak hanya memenangkan pertarungan, namun memenangkan hidupmu. Itu doa Papi ya Mbi. Tak sabar Papi membuat kesan dan kenangan untuk sabtu nanti.

#NulisRandom2017
#SelamatHariAnakInternasional2017

Thursday, May 25, 2017

Kalau Gini Gimana?

Segelas es kopi masih juga belum habis saat sebuah bus yang sudah tua penuh dengan pekerja hendak belok didepan tempat kita nongkrong. Dan tiba-tiba...duuuuaaaaaarrrr! Suara kencang keras memecah keramaian,  ban depan bus itu pecah alias meletus. Berhentilah mobil-mobil dibelakangnya sambil menunggu si bus ini dipinggirkan. Sementara para pekerja turun dan menunggu, saya pikir segera akan diganti bannya, ternyata bus ini nggak bawa ban serep alias dobelannya dan alat-alatnya. Tampak dari balik kaca si sopir menelepon seseorang meminta bantuan.

Es kopi sudah habis, soto si Mami juga ludes dan kami lanjut menuju tempat jemputan si Pumpkin. Tampak bergerombol orang menyaksikan si supir sendirian mengganti ban setelah akhirnya bantuan datang dan bus  penggantinya menjemput pekerja yang tertahan. Pernah mengalamikah demikian? Pas naik bus sih pernah, kalau selama ini naik motor belum sampai pecah ban. Kalau bocor dan harus ganti ban...sering! Biasanya kalau sudah terasa goyang bannya itu sudah tanda kurang angin dan harus cepat ditambah anginnya, kalau tepat bocorlah. Atau beberapa waktu lalu yang ternyata sudah halus bam belakang motornya, lapisannya sudah habis terkikis waktu dan perjalanan. 

Ada saat dimana kita memang tidak siap dengan "letusan" yang terjadi, tidak ada "ban serep" atau pun siap sebenarnya hanya menunda untuk "mengganti" sesuatu yang terjadi dalam hidup yang kita jalani. Bisa jadi karena letusan amarah atau masalah rumah tangga, bisa jadi ban serep tabungan kita habis, bisa jadi harus mengganti pekerjaan, kebiasaan atau kendaraan. Lalu apakah kita layak mengeluhkannya atau bersiap menanggungnya atau bisa juga diam dan mengamati saja?
Kalau memang harus meletus ya sudah buat saya sih ganti saja, kalau nggak bawa alatnya pinjam yang punya, kalau harus menunggu bantuan ya nikmatilah waktu menunggu hingga bantuan datang dan kalau sudah waktunya pasti selesai masalahnya. Seperti perkataan ini yang menguatkan saya, Yesaya 26:3 (BIMK)  "TUHAN, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu."

Monday, May 22, 2017

Cabe Deh...

"... ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam"
Pengkhotbah 3:2 (TB)

Pagi tadi sambil memeriksa tanaman yang ada di belakang rumah, saya memastikan akhirnya telah selesai masa bakti salah satu pohon cabe yang kami miliki. Salah satu pohon cabe rawit yang hampir setahun ini tadinya hampir mati saya pindah ke belakang rumah dan akhirnya tumbuh dan berbuah lebat. Saya sempat sedikit berbagi dengan hasil buahnya, bahkan di saat harga cabe naik sampai 120 ribu kami makan sambel sampai kepedesan karena bisa dapat cabe rawit hasil sendiri tanpa harus beli.


Harusnya saya sedih ya karena apa yang saya usahakan selama ini jadi hilang. Tapi ini hanya salah satunya saja, masih ada beberaoa pohon cabe yang lain. Yah, memang hasilnya akan sedikit berkurang secara keseluruhan. Memang ada sedikit sedihnya juga, hahahahaha...soalnya dari di pindah dulu yang hampir mati, disiramin tiap hari karena berharap yang baik dan hingga bisa berselfie di depan pohonnya. Tapi sekarang sudah kering dan layu. Seperti perasaan saya yang baper kemarin sabtu, karena jarang-jarang lagi ngemsi mimpin acara kok bisa-bisanya mewek. Ah...melow yellow mellow juga saya. Gara-gara ditayangkan mengingatkan berbagai momen yang hampir 4 tahun di jalani di sekolah dimana saya bekerja sekarang. Mengingat anak-anak murid itu Tumbuh besar dan cepat dan ... Ah sudahlah. Saya sedih saja sekolah ini harus berakhir.


Ya mungkin memang tidak sama nasibnya dengan pohon cabe saya, tapi waktunya kali yang hampir saya. Cabe saya sudah selesai masa hidupnya, sekolah saya sudah pasti ditutup. Dan artinya masa bakti saya disana berakhir. Paling tidak saya pernah membagikan buah yang berguna disana...semoga. Saya percaya jika ada pohon baru yang tumbuh dan siap berubah, demikian juga pekerjaan saya. Semua ada waktunya...

Tuesday, May 16, 2017

Musim (Yang Akan Datang) Baru

"Semoga setiap musim limpah dengan buah-buahan buah-buahan terbaik yang masak di pohon."
Ulangan 33:14 (BIMK)

Doa berkat dari Musa ini di sampaikan untuk suku Yusuf. Dan setiap suku mereka mendapatkan doa yang detail dengan berkat yang menyertai kehidupan setiap auku-suku itu.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan pohon cabe di belakang rumah salah satunya mulai mengering dan bisa jadi sebentar lagi mati. Namun disaat yang sama, pohon cabe di depan dapur yang lama sekali tumbuhnya ternyata sudah mulai mengeluarkan buahnya. Buah pertama menyembul hijau menandakan harapan baru, hasil yang baru dan juga penyertaan yang selalu ada. Boleh jadi yang lama mati, namun penggantinya yang baru akan membawa sebuah nikmat yang baru dan rasa yang baru.

Saya akan menunggu sampai cabe di depan dapur ini memerah dan siap dipetik. Entah butuh berapa hari lagi yang jelas saya tetap harus setia menanti. Begitu juga mungkin yang sedang terjadi sekarang, entah kapan waktunya pasti akan Tiba nanti. Buah yang baru: pekerjaan, pemulihan keuangan, penyelesaian berbagai masalah yang kami hadapi sekarang. Ya, sepasti digantinya pohon lama dengan pohon baru, buah lama dengan buah baru demikian juga musim baru kehidupan pasti akan kami alami dan nikmati. 

Seperti perkataan ini, "ini semua akan berlalu juga!" Tapi berkat-Nya tetap!

Thursday, May 11, 2017

Pada Mas Montir Aku Belajar

Untuk bekerja dengan baik tidak hana sekedar skill dan pengetahuan yang baik, tetapi juga dedikasi, disiplin dan desire atau passion ( bahasane duwur...sok tinggi biar kayak tulisane motipator) hahahahaha!
Tapi tampaknya memang demikian yang saya dapatkan hari ini sewaktu saya sedang menyempatkan diri servis motor dibengkel yang baru pertama saya datangi. Servis standar injeksi motor, ganti oli mesin, ganti oli gardan, ganti ban depan, mindahin ban depan ke belakang, servis komstir setang karena terasa goyang kalau jalan. Lumayan di saat minggu terakhir sebelum gajian malah setoran ke bengkel. Lha kalau nggak di servis malah bisa nombok nanti ujung-ujungnya lebih bahaya.
Eniwei, saya menemukan catatan bagus di depan tempat saya membayar setelah selesai servis. Ada terpampang jadwal kerja harian plus nama-nama daftar hadir para montir, juga ada tanggal gajian mereka masing-masing. Dan yang paling saya kaget juga ada peraturan tertulis yang menurut saya jarang-jarang saya temukan di sebuah bengkel, seperti berikut ini tulisannya:
Telat 15menit denda 30.000
Telat 30menit tidak usah masuk
Tidak pakai seragam denda tambahan
Masing-masing libur 1 hari di hari yang berbeda dalam 1 minggu
Wow...
Sementara dikerjaan saya saja telat nggak papa yang penting ada pemberitahuan dan sekarang lebih banyak nggak ngasih tahu, toh...nggak dipotong gajinya. Enak kan? Coba jadi montir ini, habis sudah uang makan dan transport tiap hari. Mumet nggak kira-kira? Nggak pakai seragam? Lha udah ada hari bebas nggak pakai seragam, kerja cuma 5 hari dapat seragam 3 buah masih aja cari alasan karena seragamnya inilah itulah...whatever soever terserah dan nggak kena marah, yang penting rapi dan masih senada kan? Ya kan? Libur? Jelas sudah pasti wong kerjanya cuman dari Senin sampai Jumat saja, ada jadwal libur lainnya plus bisa nambah libur "bila perlu", uenaknyaaaaaaa....! Itu cuma sementara alias nggak akan lama. Iya nggak akan lama lagi bisa merasakan seperti sekarang. Jadi nikmati dan bersiap-siap saja kalau keadaan, situasi, kondisi, aturan dan bahkan denda akan dihadapi!
Kalau montir aja bisa, mosok saya nggak bisa? Wis...gitu aja!

Wednesday, May 3, 2017

Pak

Dia bukan bapak yang hebat, dia adalah bapak yang paling hebat, yang menghidupi hidupnya dengan sederhana dan apa adanya. Aku pernah kehilangan nafas di gendongannya. Aku pernah membuatnya menangis dan masih jarang menghadirkan kebahagiaan padanya. Aku mewarisi gaya panggungnya dan meneruskan pekerjaannya menjadi guru. Bapakku mewariskan kesukaannya pada buku, dia tidak mewariskan harta tapi kasih sayang dan pengorbanan pada keluarga dan anak-anaknya.
Maturnuwun pak, wilujeng ambal warsa. Tansah pinaringan kasarasan lan kaluberan ing berkah. Mugi kabegjan lan pangreksa saking Gusti tansah lumuntur ing gesang panjenengan.
"Dia tak mengatakan padaku bagaimana menjalani hidup; ia hidup, dan membiarkanku melihatnya melakukannya." Clarence Budington Kelland

Wednesday, April 12, 2017

Rujak Bebeg DiBawah Sutet

"Life has its ups and downs. When you are up, enjoy the scenery. When you are down, touch the soul of your being and feel the beauty."
Debasish Mridha 

Katanya Debasish Mridha sih begitu ya, hidup kadang naik dan turun, kalau lagi naik ya nikmati aja pemandangan yang indah dari atas, kalau lagi turun rasakan keindahannya dengan jiwa. Eh, apa urusannya rujak bebeg, sutet dan kehidupan? Ya buat saya sih ada. Kalaupun nggak ada nyambung-nyambungnya ya harus bisa disambungin, ya to?

Kami memang sedang menikmati masa naik turunnya kehidupan. Mungkin seperti buah-buahan dari isi rujak bebeg, berbagai macam masalah datang silih berganti seperti di iris tipis dan tidak merata, kemudian dihancurkan dalam wadah hingga lumat. Mungkin rasanya hidup kami seperti ini sekarang, tapi tidak mengapa, ini jadi bagian dari naik turunnya kehidupan. Jadi rasa yang tercipta, segar...manis dan pedas menyatu dan memberi warna tersendiri saat kami boleh menikmatinya.

Sutet di depan kompleks itu jadi tempat sederhana untuk piknik dan ajang nongkrong sore dari berbagai kalangan. Ada banyak penjual jajanan, dari rujak, bakso Malang, mainan anak-anak, bendi yang ditarik kuda dan berbagai macam lainnya. Sutet itu juga saksi, saksi yang diam tanpa rasa dan komplain dengan segala keadaan. Saksi tanpa kata yang menyuarakan kegelisahan dan juga keriaan setiap jiwa yang duduk dibawahnya. Ah sudahlah...

Rujak bebeg, sutet dan kehidupan adalah kisah yang harus di jalani, oh ..no! Di Nikmati...itu jelas!

Saturday, February 18, 2017

Ganti Luar Dalam

Begitu nyadar di depan warung Budhe sayur belakang kompleks perumahan ternyata ban depan sudah kempes alias bocor. Segera setelah saya antar Abby dan Oma pulang ke rumah habis dari belanja saya langsung ke depan. Maksudnya ke bengkel depan kompleks yang biasanya dari pagi banget sudah buka. 

Singkat kata setelah sampai mulailah dicek si abang bengkelnya dan menemukan ternyata ban dalamnya sobek dan ban luarnya pun demikian juga. Sobek luar dalam! Hiks...

Dan mau tidak mau harus ganti dong bannya, dan dengan harga 140 ribu ban luar juga 40 ribu untuk ban dalam sukseslah bannya di ganti, plus dibersihin rem depan yang berbunyi sejak di ganti cakramnya. Sungguh berkat indah di pagi hari akhir minggu ini. Ya di nikmati aja to, mungkin cara Tuhan mengingatkan untuk berhati-hati dan selalu mengecek kendaraan saya yang setiap hari digunakan atau bisa jadi diminta untuk berbagi rejeki.

Untung masih dirumah dan dekat bengkelnya, kalau di tengah jalan dan harus dorong-dorong lagi motornya....hadeuuh bakalan lumayan olahraganya. Yang jelas maturnuwun Gusti sudah diberkati dengan hal-hal yang indah.

Saturday, January 21, 2017

Menikmati

"Maka aku boleh menikmati hidup di dunia ini, di dalam perlindungan TUHAN." Mazmur 116:9 (BIMK) 

Bagaimana kalau kita boleh memilih untuk mengakhiri hidup ini alias bunuh diri tanpa ada yang menghalangi bahkan ada yang membantu? Bisa jadi mungkin ini adalah satu-satunya institusi yang berani melakukan euthanasia atau membantu mengakhiri kehidupan seseorang dengan sukarela, namanya adalah SOARS (Society for Old Age Rational Suicide) didirikan pada 10 Desember 2010 yang berada di Swiss. Pensiunan dokter yang mendirikan klinik ini mengaku telah membantu kira-kira tiga ribu orang yang memilih mengakhiri hidupnya.

Kematian raja Saul adalah contoh dari bunuh diri atau euthanasia (1 Samuel 31:1-6). Saul tidak mau orang-orang Filistin menemukan dirinya tetap hidup. Dia tahu mereka akan menyiksa dia. Kemudian dia meminta pembawa senjatanya untuk membunuhnya. Tetapi ketika pembawa pedang itu menolak, Saul menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya sendiri dan mati. Saul melakukan bunuh diri, dan dia melakukan itu supaya mencegah penderitaan. Dia membunuh dirinya sendiri dan itu adalah perbuatan dosa (Keluaran 20:13).

Sesungguhnya memang tidak mudah menjalani kehidupan, bahkan sebagian besar pasti merasakan kesusahan dan kesulitan. Namun demikian layakkah kita menyerah? Saya pikir tidak. Dan bersyukur juga menikmati kehidupan adalah salah satu cara merayakan kebaikan Tuhan, bagaimana Dia memberikan kesempatan dan tujuan untuk berada di dunia ini.

"Gunakan masa-masa indahmu untuk menjalani kehidupan sepenuhnya, setiap saat, setiap hari." - Marcia Weider

Monday, January 16, 2017

Sikap Pada "Lelucon"

"dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar" Kolose 1:11 (TB) 

Kisah ini sudah banyak di tulis ulang dan di ceritakan kembali karena nilai isinya yang bagus sekali. Diceritakan seorang bijaksana sering didatangi oleh banyak orang dengan keluhan yang sama. Ketika orang banyak berkumpul ditempatnya ia mulai menceritakan sebuah lelucon yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak. Sesaat kemudian ia menceritakan kisah lelucon yang sama dan hasilnya hanya beberapa orang saja tersenyum. Dan hingga ketiga kalinya dia masih saja menceritakan lelucon yang sama dan tidak ada satu orang pun yang datang tertawa bahkan tersenyum saja tidak. Lalu orang bijaksana ini berkat, "Kalian tidak bisa tertawa untuk sebuah lelucon yang sama yang aku ceritakan berulang kali. Bagaimana kalian bisa mengeluh untuk satu hal yang sama juga?"

Tanpa sadar kita sering berkeluh kesah dan mengulang-ulang sebuah masalah yang sama. Bisa jadi memang kita mengambil sebuah sikap yang bisa dibilang aneh, nyaman dengan kondisi yang susah namun enggan meninggalkannya atau tidak mau menyelesaikannya. Padahal sebenarnya kita bisa mengakhirinya dengan mengambil keputusan yang jelas, berhenti mengeluh dan berhenti bersikap menyebalkan! Haaah...mudah? Tentu saja tidak, namun selalu dengan bantuan Tuhan, bukan karena kuat dan gagah kita. Ayat ini berbicara dengan jelas dalam 1 Korintus 10:13 (BIMK) mengatakan, "Setiap cobaan yang Saudara alami adalah cobaan yang lazim dialami manusia. Tetapi Allah setia pada janji-Nya. Ia tidak akan membiarkan Saudara dicoba lebih daripada kesanggupanmu. Pada waktu Saudara ditimpa oleh cobaan, Ia akan memberi jalan kepadamu untuk menjadi kuat supaya Saudara dapat bertahan."

Kalau saya kurang bersyukur dan merasa sengsara dengan keluhan yang datang dalam bentuk masalah apapun berarti saya masih mengulang-ulang "lelucon" yang sama. Saya harus mengambil sikap, saya kuat dan bertahan karena Allah bersama saya dalam setiap cobaan.

"Satu-satunya ketidakmampuan dalam hidup adalah sikap yang menyebalkan." - Scott Hamilton

Monday, January 9, 2017

PITUTUR

Pagi-pagi dapat pesan Whatsapp dari ibu saya, demikian isinya :

"PITUTUR AWAL TAHUN "
_Wong Nrimo, Uripe Dowo_
_Wong Sabar, Rejekine Jembar_
_Wong Ngalah, Uripe bakal Berkah_

_Sopo sing Jujur, uripe Makmur_
_Sopo sing Suloyo, uripe Sengsoro_
_Sopo sing Sombong, amale bakal Kobong_
_Sopo sing Telaten, bakal Panen_

_Ojo podo Nggresulo, mundak gelis Tuwo_
_Sing wis Lungo, Lalekno_
_Sing durung Teko, Entenono_
_Sing wis Ono, Syukurono_

_*Iki pituture wong tuwo, ojo nganti lali, eling-elingono lan lakonono..*_

_*Sehat kuwi yen :*_
_Awake waras,_
_Nduwe beras,_
_Utange lunas,_
_Mangan enak.._
_Turu kepenak.._
_Ngibadah jenak.._
_Tonggo semanak.._
_Keluarga cedhak.._
_Bondo cemepak.._
_Suwargo mbukak.._
_Sedulur grapyak.._
_Ono panganan ora Cluthak.._
_Ketemu konco grapyak_
_Ora seneng nggetak-nggetak_
_Gaweane ora mung macak_
_Opo maneh mung mencak-mencak_
_Karo konco yo semanak_
_Omongane ora tau sengak_
_Di rungokke yo kepenak_

_*Wis yo, cukup semene wae sik, mengko nek kakean malah do ra nyandak...*_

Friday, July 8, 2016

Dahsyatnya 10 Kekuatan Manusia

Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang (Tokoh Genius & Hebat di Zaman Sam Kok / Tiga Kerajaan) pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu :

1. Kekuatan Keheningan

Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

2. Kekuatan Hidup Hemat

Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

3. Kekuatan Membuat Perencanaan

Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

4. Kekuatan Belajar

Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

5. Kekuatan Nilai Tambah

Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

6. Kekuatan Kecepatan

Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

7. Kekuatan Karakter

Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

8. Kekuatan Waktu

Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

9. Kekuatan Imaginasi

Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

10. Kekuatan Kesederhanaan

Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “