Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

Sunday, February 15, 2026

Sekotak Kastangel Dari Tangan Kecil


Worship time bersama dengan kelas lain sudah dimulai diruangan kelas elementary dan anak ini bersama nannynya datang kemudian nannyanya bilang, "teacher Amos, A mau kasih sesuatu! " Ooh wow, saya menurunkan posisi badan dan menatap matanya, dengan sedikit senyum dan terlihat bangga sekaligus puas dia mengulurkan tangan kecilnya yang memegang paper bag berisi sekotak kue kastangel. 

Selesai kids service saat mamanya menjemput saya ucapkan terima kasih dan mamanya bercerita kalau kemarin A udah tahu kalau hari ini mau ke gereja jadi dia bilang, "mom, I want to give teacher Amos a gift." Jadilah mamanya bingung mau kasih apa. Untunglah ada kue kastangel yang bisa dibawa hari ini. 

Saya berpikir apa karena dalam rangka momen Valentine's Day atau mau menyambut Imlek, tapi ternyata bukan. Anak ini hanya ingin berbagi saja, mungkin ingin menunjukkan rasa suka atau sayangnya pada saya sebagai guru sekolah minggu di gereja. Justru disinilah saya belajar bahwa anak-anak punya ketulusan dan cara sendiri untuk menghargai seseorang. Dalam kutipannya Mencius mengatakan, "Dia yang mencintai orang lain selalu dicintai oleh mereka. Dia yang menghormati orang lain selalu dihormati oleh mereka." Saya pikir kecintaan saya pada anak-anak yang saya ajar mulai terlihat berbuah manis. Tidak bermaksud menyombongkan diri, hanya melihat bagaimana beberapa orang tua dan juga nanny bercerita anak-anak menyukai sekolah minggu dan menyebut nama saya saat mereka tahu akan pergi kemana di hari Minggu, itu adalah sebuah anugerah tersendiri buat saya bisa menjadi bagian perjalanan iman anak-anak ini mengenal Tuhan dan Juruselamatnya. 

Salah satu tema cerita Alkitab di bulan ini adalah Yesus mengasihi anak-anak yang datang padaNya. Dan ini selalu meyakinkan saya pribadi, bahwa anak-anak ini punya hak yang sama dengan mereka yang sudah dewasa atau merasa "besar" pun "beriman". Kalau A datang kepada saya dengan berani, tulus dalam pemberian dan bahagia, itu juga yang jadi tantangan iman saya setiap hari untuk datang pada Yesus dengan tulus, memberi dengan tulus dan tentu saja memilih berbahagia berjalan bersamaNya. 

Selamat hari Minggu 🍞


"Tetapi Yesus berkata, "Biarkan anak-anak kecil itu datang kepada-Ku. Jangan melarang mereka. Karena orang yang seperti anak-anak itulah yang memiliki Kerajaan Surga. "
Dan sebelum pergi, Ia meletakkan tangan ke atas kepala anak-anak itu serta memberkati mereka." Matius 19:14-15 (FAYH)

Tuesday, November 1, 2022

FRAGILE



Fragile dalam bahasa Indonesia diartikan rentan. Menurut kbbi rentan memiliki arti yaitu mudah terkena penyakit, peka; mudah merasa dan lekas marah (sakit hati, patah hati).

Sebuah kata bijak manyatakan seperti ini, "Palu menghancurkan kaca, tetapi palu membentuk baja." Sebuah kaca memiliki sifat rentan, mudah retak, pecah, dan hancur bila terkena benturan. Namun sebaliknya, baja memiliki sifat kuat, kokoh, dan tidak mudah pecah. Mungkin saja pada saat ini jiwa kita rapuh seperti kaca, ketika masalah menghantam maka kita akan mudah hancur. Tetapi harapannya adalah jika kita bermental baja, kita akan tetap tangguh di tengah berbagai masalah yang berat yang datang menimpa.

Tidak mudah memang jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Salomo mengatakan, "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." Demikianlah nyatanya mengapa kita bisa menjadi rentan. Untuk itulah kita butuh kekuatan ekstra, kekuatan supernatural, kekuatan diatas kekuatan manusia yaitu kekuatan Tuhan. Daud menuliskan, "TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya." Mazmur 28:7. Mengakui bahwa hanya Dia kekuatan kita, menjadikan kita tidak mudah rentan sehingga kita bisa menjadi kuat.


Tuesday, October 18, 2022

Harapan



Harapan

Kemarin mulai jadwal fisioterapi tahap 2, naik kereta Ratangga kalau nggak tahu itu nama MRT, berhenti di stasiun terakhir Bundaran HI, sembari nunggu yang ke toilet, saya menikmati spot bagus dengan rak buku (tapi kok yo neng ngarep toilet, hehehe) sambil menunggu saya mengambil salah satu buku yang ada disitu dan menemukan sebuah buku berjudul Life Is Learning, eh beneran ngacak buka bukunya malah pas di halaman yang berjudul Terdampar Karena Harapan. Jadilah malah serius dibaca.

Harapan menurut kbbi :
1. sesuatu yang (dapat) diharapkan 
2.keinginan supaya menjadi kenyataan
3. orang yang diharapkan atau dipercaya

Harapan hidup adalah :
1. kemungkinan tetap hidup
2. kemungkinan dapat hidup lebih lama

"Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, ..." begitu sebuah pesan yang tertulis untuk jemaat Ibrani yang terkenal menguatkan kita dalam berbagai situasi.

Mengapa kita harus terus berpegang pada pengharapan? Karena Ia yang menjanjikan pengharapan itu setia (Ibrani 10:23)

Iya, tapi kadang pengharapan kita nggak sesuai dengan apa yang kita inginkan? Bahkan ada yang namanya PHP (Pemberi Harapan Palsu), piye mas? Yo tenang, tenang saja, mengutip Pemazmur dia katakan, "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku." Mazmur 62:5 (TB), sebabnya ini, "Dan pengharapan tidak mengecewakan, ..." Roma 5:5 (TB)

Masih panjang kalau mau diterusin, yang pasti bahwa pengharapan itu penting dalam perjalanan iman saya, seperti tulisan Paulus pada jemaat Korintus, "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." Penting untuk terus hidup dalam pengharapan.

Selamat berjalan dalam pengharapan.


Tuesday, July 4, 2017

OYBR 4 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 42-46

Nats:
Mazmur 46:10a (TB) "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?  Tuhan handle semua hal dengan aman.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?

Dari sebuah sumber mengatakan istilah Ibrani "diamlah" ini juga dapat diterjemahkan dengan "lepaskanlah", yaitu berhentilah memegang hal-hal yang menghalangi kita meninggikan Allah dan memberikan Dia tempat-Nya yang layak dalam hidup kita.

Kata "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah",  mengandung ide tentang menahan diri dari perjuangan yang sia-sia paling tidak berbicara tentang keyakinan.

Keyakinan bahwa kuasaNya melampaui segala hal akan memawa kita pada ketenangan. Ketenangan dalam menghadapi berbagai "peperangan" akan menjadikan kita tetap kuat dalam pengharapan.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- belajar untuk tenang menghadapi segala sesuatu/masalah
- yakin dan percaya bahwa Allah dalam nama Yesus itu yang memegang kontrol atas masalah yang saya hadapi.
- terus memperkatakan hal yang baik ini menjadi kekuatan setiap hari bahwa "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." Maz 46:1 (TB)