Showing posts with label kerja keras. Show all posts
Showing posts with label kerja keras. Show all posts

Monday, January 7, 2019

SAME DAY ORDER

Jaman sekarang belanja nggak harus ke pasar. Eh ke toko, maksudnya ke tempat yang jualan. Nggak usah repot intinya. Kalau punya telepon pintar dan paket data tinggal install aplikasi belanja macam-macam dan tinggal bikin akun, masuk dan lihat deh berbagai macam jualan disana. Dari yang asli, kawe, seken sampai impor pun ada.

Hari ini saya belanja online, sebenarnya sih sudah di intip barangnya semalam sebelumnya, bukan buat saya tapi buat istri saya. Hadiah ulang tahun ceritanya. Nggak ada surprise lagilah, jadinya harus ditanya maunya dikado apa, yang berguna dan sesuai dengan seleranya. Jangan sampai suaminya beliin kado tahunya nggak suka dan numpang lewat aja. Dan dipilihlah jam tangan digital yang tidak mahal. Paling nggak cocok dan sesuai dengan seleranya. Saya mulai order pagi ini lewat aplikasi dan minta tolong teman kerja melakukan pembayaran lewat transfer virtual account. Beres deh, hebatnya lagi dengan tambahan biaya bisa dikirim hari yang sama. Saya order kira-kira jam 10 pagi dan menunggu jam 5an sore sampai.

Hebatnya kemajuan teknologi ya, sekarang nggak perlu capek dan susah-susah. Oh iya, saya juga mengikuti perkembangan bisnis di era digital ini dan menjadi pemainnya. Meskipun masih bermain di area dropship saya sudah merasakan hasilnya. Nggak besar tapi pengalamannya itu yang membuat nagih. Bahkan istri saya yang nggak pernah jualan dan bilang nggak bisa akhirnya juga bisa ikut dan merasakan bisnis modern ini.

Tuesday, December 25, 2018

Taksi Online Hari Natal

Hujan sedari pagi di hari Natal ini tampaknya memang sangat pas dengan suasananya, hari ini kami memang tidak beribadah karena sudah di lakukan perayaannnya di hari Minggu kemarin. Semalam setelah makan malam bersama, nunggu jam 12 malam kita buka kado, dan tentu saja momen ini yang sebenarnya di nantikan oleh Abby, seperti biasanya dia mengharapkan kadonya yang terbanyakdia dapat. Hingga akhirnya kita semua bangun siang, sebenarnya sih saya sudah bangun pagi, antar Oma berangkat dulu baru tidur lagi. Kalau sudah bangun buat saya agak susah tidur lagi, apalagi kopi saya masih belum habis diseruput, jadi sembari menunggu kopi habis, Saya membalas pesan Natal di aplikasi pesan singkat, eh hujan turun nggak berhenti.

Akhirnya setelah jam 12 siang sehabis geletakan di kamar, saya bangun dan mandi. Ternyata si Mami masih menikmati tidurnya di lantai, sementara Abby menikmati film keluarga di tivi sendirian. Sehabis mandi baru saya kasih tahu kalau Oma sudah kirim pesan kalau sudah menunggu di rumah Papa. Jadilah kita semua bersiap-siap dengan semua barang bawaan dan perlengkapan menginap malam ini. Saya mulai mengecek untuk memesan taksi online, cek aplikasi yang satu ternyata harganya masih tinggi jadi saya cek yang satunya lagi, bersyukur cepat dapat pesanannya.

Kurang lebih 10 menitan akhirnya taksinya sampai dan menghubungi lewat pesan singkat, seperti biasa memang di aplikasi agak susah menemukan alamat kita, padahal sudah di taruh point pick upnya tapi mungkin beda di aplikasi driver. Dia menghubungi kasih tahu kalau sudah sampai dan memberibtahu kalau mobilnya Nissan Juke, lhaah memang baru kali ini dapat taksi online keren gini, hebat bener saya pikir, kok mobil sebagus ini buat taksi online. Dan ternyata setelah ngobrol basa-basi saya tahu kalau itu adalah mobil anaknya, mobil yang terdaftar di aplikasi mobil city car kecil gitu. Ya untunglah buat kami sekeluarga ya, pembayaranya lebih murah, naiknya mobil enak.

Sepanjang perjalanan saya dan Pak Dikron sang driver banyak mengobrol, salah satunya adalah tentang arti bahagia. Menurutnya setelah usianya di atas 50tahun sekarang, barulah dia akhirnya menemukan bahwa bahagianya bukan karena memiliki mobil, uang dan sebagainya, bahagia baginya sekarang adalah sehat. Bicara tentang rejeki, berkat atau uang dia bilang, "Saya pernah kerja keras punya uang banyak mas, tapi kalau memang uang itu harus habis atau diminta untuk di gunakan ya sudah gunakan saja. Kalau sudah jadi milik kita dan ngumpul ya pasti jadi milik kita!" Hebat, begitu dalam benak saya, masih dalam pikiran saya dengan momen kebijaksanaan ini saya mendapatkan tambahan lagi, "Yang penting dalam hidup ini harus semangat mas, semangat kerja, jangan malas, itu saja!" Saya makin di yakinkan kalau itu yang juga mesti saya lakukan di waktu-waktu kedepan.

Mobil sudah hampir sampai di tujuan, tapi masih ada satu hal lagi yang dia katakan, "kalau mau mengatasi masalah apapun ya mas, kuncinya cuma satu, harus sabar. Iya sabar itu saja, pasti nanti akan ada jawabannya." Saya kasih kode untuk berbelok dan kemudian mobil berhenti, saya berikan bayaran taksinya dan bilang terimakasih, jawabannya lebih bagus lagi, "Selamat menikmati waktu liburan dengan keluarga mas!" Benar perjalanannya saya bisa membayar, tapi berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya saya tidak bisa membayar. Terimakasih Pak Dikron, saya anggap ini adalah kado Natal saya yang sangat berkesan tahun ini, yang menegaskan pada saya bahwa bahagia adalah memiliki Kesehatan yang maksimal,  bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik diwaktu kedepan adalah dengan semangat, kerja keras dan penuh kesabaran. Gusti mberkahi pak!

"Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!" Mazmur 31:19

Thursday, May 11, 2017

Pada Mas Montir Aku Belajar

Untuk bekerja dengan baik tidak hana sekedar skill dan pengetahuan yang baik, tetapi juga dedikasi, disiplin dan desire atau passion ( bahasane duwur...sok tinggi biar kayak tulisane motipator) hahahahaha!
Tapi tampaknya memang demikian yang saya dapatkan hari ini sewaktu saya sedang menyempatkan diri servis motor dibengkel yang baru pertama saya datangi. Servis standar injeksi motor, ganti oli mesin, ganti oli gardan, ganti ban depan, mindahin ban depan ke belakang, servis komstir setang karena terasa goyang kalau jalan. Lumayan di saat minggu terakhir sebelum gajian malah setoran ke bengkel. Lha kalau nggak di servis malah bisa nombok nanti ujung-ujungnya lebih bahaya.
Eniwei, saya menemukan catatan bagus di depan tempat saya membayar setelah selesai servis. Ada terpampang jadwal kerja harian plus nama-nama daftar hadir para montir, juga ada tanggal gajian mereka masing-masing. Dan yang paling saya kaget juga ada peraturan tertulis yang menurut saya jarang-jarang saya temukan di sebuah bengkel, seperti berikut ini tulisannya:
Telat 15menit denda 30.000
Telat 30menit tidak usah masuk
Tidak pakai seragam denda tambahan
Masing-masing libur 1 hari di hari yang berbeda dalam 1 minggu
Wow...
Sementara dikerjaan saya saja telat nggak papa yang penting ada pemberitahuan dan sekarang lebih banyak nggak ngasih tahu, toh...nggak dipotong gajinya. Enak kan? Coba jadi montir ini, habis sudah uang makan dan transport tiap hari. Mumet nggak kira-kira? Nggak pakai seragam? Lha udah ada hari bebas nggak pakai seragam, kerja cuma 5 hari dapat seragam 3 buah masih aja cari alasan karena seragamnya inilah itulah...whatever soever terserah dan nggak kena marah, yang penting rapi dan masih senada kan? Ya kan? Libur? Jelas sudah pasti wong kerjanya cuman dari Senin sampai Jumat saja, ada jadwal libur lainnya plus bisa nambah libur "bila perlu", uenaknyaaaaaaa....! Itu cuma sementara alias nggak akan lama. Iya nggak akan lama lagi bisa merasakan seperti sekarang. Jadi nikmati dan bersiap-siap saja kalau keadaan, situasi, kondisi, aturan dan bahkan denda akan dihadapi!
Kalau montir aja bisa, mosok saya nggak bisa? Wis...gitu aja!

Thursday, January 5, 2017

Yang Paling Penting

"Ketika dia diejek oleh lawannya dan disebarkan gosip bahwa dia adalah seorang satpam yang menjaga sekolahan, dia tidak mempedulikannya karena fokus dia adalah bagaimana supaya penjahat yang menyerang sekolahan dan ingin merebut sekolahan itu bisa dia halangin dan gagalkan rencananya."

Dia mengajarkan juga... Bahwa Untuk Fokus pada suatu Goal itu, tidak perlu pedulikan Orang Lain yang berkata apa... yang penting adalah hasil Akhirnya ketika Selesai...

"Ketika Dia Ditantang Oleh Lawan untuk memperebutkan Gelar Nomor 1 Pendekar Wing Chun, Dia Tidak bisa datang karena dia sedang menemani istrinya untuk berdansa bersama dan membahagiakan Istrinya yang sedang terkena kanker, dan telah divonis hidupnya sisa 6 bulan saja.
Karena tidak bisa datang dia dianggap kalah sebelum bertarung dan dia tidak memperdulikan hal tersebut"

Dia mengajarkan seberapa pentingpun nama Anda dikenal tidak ada artinya jika anda tidak bisa menjaga keluarga Anda dan tetap berada disamping Orang Yang Anda Cintai ketika sakit hingga detik terakhir dia meninggal....

Setelah itu istrinya meminta dia untuk bertanding terakhir kalinya sebelum dia meninggal,,, dan istrinya mengirimkan tantangan tersebut kelawannya.. dan akhirnya lawannya kalah dan mengakui kekalahannya...

Nama Terkenal bisa Anda cari... Tetapi tetap berada disamping orang yang Anda Cintai Ketika Sakit dan meninggal tidak Akan terulang dua kali...

IP MAN : " Yang paling penting adalah cinta kasih dari orang-orang yang mendampingi hidupmu."

Friday, July 8, 2016

Dahsyatnya 10 Kekuatan Manusia

Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang (Tokoh Genius & Hebat di Zaman Sam Kok / Tiga Kerajaan) pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu :

1. Kekuatan Keheningan

Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

2. Kekuatan Hidup Hemat

Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

3. Kekuatan Membuat Perencanaan

Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

4. Kekuatan Belajar

Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

5. Kekuatan Nilai Tambah

Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

6. Kekuatan Kecepatan

Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

7. Kekuatan Karakter

Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

8. Kekuatan Waktu

Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

9. Kekuatan Imaginasi

Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

10. Kekuatan Kesederhanaan

Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “

PEMENANG KEHIDUPAN

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,.."

Mengapa dikatakan orang benar akan bertunas seperti pohon korma ?

Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dashyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup. Pohon korma dianggap sebagai pohon yang tahan banting.

Mengapa bisa demikian kuat di tengah situasi yang sangat tidak bersahabat ?

Kekuatan pohon korma ada di akarnya. Petani menanam biji korma ke dalam pasir, lalu ditutup dengan batu.

Mengapa biji itu harus ditutup batu ? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, maka hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, bahkan sampai menembus lapisan tanah yang berair di gurun tandus,  barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.

Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah. Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa ?

Demikian juga Tuhan kerap mengijinkan tekanan hidup datang dalam hidup kita. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Tuhan mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat.
Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang mengakar kuat itu akan menjebol "Batu Masalah" yang selama ini menekan kita.

Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Hidup seperti pohon korma, kuat menghadapi tekanan, menang dalam kehidupan dan terus berbuah lebat, bahkan pada masa tua sekalipun.

Tekanan hidup apapun yang anda alami saat ini, ingatlah bahwa anda didesain Tuhan menjadi seperti pohon korma.
Sebab itu, jadilah orang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa
melemahkan, tapi justru akan membuat kita menjadi Pemenang Kehidupan.

#MentalSukses  #NetworkMarketing #GoPRO

Source : http://www.IndraJayaPurba.com

Monday, May 2, 2016

Kesuksesan

Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D (penulis The Millionaire Next Door)
mungkin akan mengubah apa yang kita percayai selama ini.
Penelitian beliau menunjukkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya diurutan ke-21, bersekolah di sekolah favourite diurutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses diurutan ke-30. Kaget ?
Ingin tahu 10 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan ?
Silahkan renungkan kembali apa yang kita percayai setelah membaca 10 urutan dibawah ini:

1. Jujur.
2. Disiplin.
3. Gaul (good interpersonal skill).
4. Dukungan dari komunitas (bagi yg menikah: pasangan hidup).
5. Bekerja lebih keras daripada yang lain.
6. Mencintai apa yang tengah dihidupi dan dikerjakan (memiliki passion)
7. Kepemimpinan yang baik dan kuat (good & strong leadership).
8. Semangat dan berkepribadian kompetitif.
9. Pengelolaan kehidupan yang baik (Good life management): manajemen diri
10. Kemampuan menjual gagasan dan produk (abilty to sell idea or product)

Setelah sekian lama hidup dan bekerja, kita punya berapa dari 10 itu?

Sumber: FB Heru Krisnata

Monday, April 11, 2016

Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.

Source: fb kisah2 inspiratif

Wednesday, April 6, 2016

Palu Menghancurkan Kaca

"Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja."

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa “masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Source: fb kisah2 inspiratif

Tuesday, April 5, 2016

Pengurus Kuda

Seorang bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga yang miskin untuk dipekerjakan. Yang tegap sebagai pengurus kuda. Yang kurus & kecil sebagai pengurus kambing.

Suatu ketika si tegap berkata kepada si kecil: "Hai sobat. Aku lebih besar & tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku mengurus kambing. Kamu mengurus kuda. Awas kalau tidak mau! Aku habisi kamu!"

Sore hari, dengan galau & langkah gontai dia pulang ke rumah.

Melihat kegalauan anaknya, si ibu bertanya: "Nak, coba ceritakan ke ibu".

Si anak pun menceritakan peristiwa yg terjadi.

"Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam & memaksa aku untuk mengurus kuda liar. Dia memilih kambing. Bagamana aku bisa mengejar-ngejar kuda yang begitu besar. Sungguh jelek nasibku".

Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak. Pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi & terima dengan besar hati. Jika kamu mampu belajar & kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat & bermanfaat untuk masa depanmu."

Sejak saat itu, si kurus dengan susah payah setiap hari bergelut dengan kuda-kuda yang besar & liar. Dari hari ke hari keahlian menguasai kuda-kuda pun membaik. Badannya berkembang menjadi tinggi, tegap & perkasa.

Suatu hari, pecah perang antar negara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda.

Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin & memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya & dikenal banyak orang karena kebesaran namanya.

Dia adalah pemimpin bangsa Mongol yang tersohor bernama: Genghis Khan.

==========

Tak jarang seseorang berteriak, mangaduh dan mengeluh kepada Tuhan mengapa membiarkan cobaan, halangan dan rintangan terjadi di dalam kehidupannya. Semua itu Tuhan ijinkan terjadi di dalam kehidupan Anda supaya Anda menjadi kuat dan siap untuk menerima berkat indah yang telah DIA sediakan untukmu.

Jalanilah semua yang harus anda jalani dan hadapi. Sertakan selalu Tuhan dalam setiap langkah kehidupan Anda. Mintalah bimbingan dan penyertaan Tuhan untuk dapat melalui semua yang harus Anda lalui untuk mencapai rencana indah yang Tuhan telah siapkan untukmu.

Mari songsong semua yang harus kita jalani dengan ucapan syukur dan semangat untuk menjalaninya

# Source: fb  888 Inspirasi Harian

Wednesday, March 9, 2016

Malas akan Mati

"Si pemalas yang tak mau bekerja; membunuh dirinya dengan keinginannya." Amsal 21:25 (BIMK) 

Bermalas-malasan kadang memang enak, nggak harus mengerjakan hal-hal yang perlu. Ya bisa saja bermalas-malasan itu dibutuhkan nmaun kenyataannya tidak akan menghasilkan apa-apa.

Bekerja selain menjadi kebutuhan adalah perintah besar yang Allah ingin kita lakukan. Adam bekerja untuk mengelola taman Eden sebelum kejatuhannya dalam dosa. Bahkan setelah dia jatuh dalam dosa haruslah dia bekerja lebih keras lagi untuk menghidupi dirinya, istrinya dan keturunannya.

Saya sangat bersyukur bisa bekerja, apapun yang saya kerjakan adalah wujud berkat yang harus saya kelola dengan sebaik-baiknya. Seperti seorang Ibu dan anaknya yang setiap hari saya temui dalam perjalanan ke tempat kerja, pemulung ini berusaha sepenuh dan sekuat tenaganya untuk menyambung hidupnya.

Penulis kitab kebijaksanaan mengatakan siapa yang malas akan dibunuh oleh keinginannya. Karena hasratnya yang besar untuk mendapatkan dan memiliki sesuatu tidaklah sebanding dengan usahanya. Dan saya percaya lama-kelamaan akan mati dalam kehidupannya. Mati semangatnya, mati jiwanya untuk menggerakkan kemauannya memperoleh sesuatu, mati rohnya karena tidak menyadari ada penggilan besar dari setiap hal yang bisa dia lakukan, bahkan mati jasmaninya karena tanpa bekerja dia tidak bisa makan untuk mendapatkan kekuatan tubuhnya supaya hidup.

Mari bersemangat dan tidak menjadi malas. Karena mereka yang bersyukur dan memelihara hidupnya dengan bekerja adalah orang yang berbahagia dengan menikmati hidup sekaligus bersyukur at as penyertaan Tuhan dalam kehidupannnya.

Kuda Dalam Sumur

Seekor kuda terperosok ke dalam sumur yang sudah kering. Karena sudah tidak mungkin menolong kuda tersebut, maka orang-orang di kampung memutuskan untuk menutup sumur itu. Mereka ingin mengubur kuda itu hidup-hidup supaya bangkainya tidak mengganggu dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Merekapun bergotong royong mengangkut tanah dan memasukkannya ke dalam sumur. Lalu, apa yang terjadi? Setiap ada tanah yang mengena punggungnya, kuda itu selalu membuangnya ke bawah lalu memindahkan kakinya ke atas tanah tersebut. Semakin tinggi tanah menutupi sumur, maka semakin tinggi pula posisi kuda itu. Sehingga akhirnya ia bisa keluar dari sumur dengan selamat.

Pesan Moral Ke 1:
Begitulah gambaran kita dalam hidup ini. Ketika perjalanan hidup melemparkan beban dan masalah ke punggung kita, maka kesampingkanlah lalu berdirilah dengan kokoh di atasnya, maka suatu saat nanti semua itu akan menaikkan posisi kita ke puncak.

Pesan Moral Ke 2:
Ketika orang-orang meremehkanmu, menghinamu bahkan berusaha menjatuhkanmu... mencelakaimu... justru upaya itu berbalik memberi keberuntungan kepadamu yang terus berjuang, bertahan & pantang menyerah.

sumber: facebookpage