Showing posts with label berkat. Show all posts
Showing posts with label berkat. Show all posts

Thursday, August 15, 2024

Hari Ini Dua Tahun Lalu


Hari ini tanggal 15 Agustus, dua tahun yang lalu, kira-kira pada saat jam yang sama saya menulis ini, hampir jam tujuh malam saya baru saja keluar dari ruang operasi. Dalam keadaan masih tidak sadar, karena operasi besar yang dilakukan dari pagi jam sebelas kira-kiranya. 

Melihat bekas luka dada yang dibelah, bekas luka di kedua belah kaki bekas pembuluh darah yang diambil untuk operasi by pass jantung, saya selalu merasa diberkati. Saya masih hidup. 

Tadi siang di ruang kantor sempat terjadi pembicaraan dengan Mami Kunze, dia bilang kalau sepertinya mau sampai 90 tahun dengan kondisi yang sehat dan masih kuat. Saya tidak berani menjawab, sepertinya memang kalau secara fisik meskipun dia hampir 60tahun, saya nggak ada apa-apanya. Berjalan kaki 10 ribu langkah tiap hari, berenang 2000meter, dan masih berpuasa dengan kuat. Tapi pernyataannya melecut semangat saya, ya tentu saja, saya mau sehat, tidak tahu sampai kapan bisa tetap kuat dan setiap tahun akan mengingat kembali kebaikan dan berkat Tuhan yang terjadi.

Jika memang saya masih diberikan kesempatan untuk hidup dan berbagi, saya masih bisa menikmati kehidupan, rencanaNya masih terus berjalan. Saya yang akan menjalaninya, dengan bahagia!

Wednesday, March 20, 2024

Buah Kelengkeng Hijau Dan Kisah Hari Ini


Siapa menyangka setelah keluar dari ruang rawat inap siang ini setelah menjenguk adik rohani yang sedang sakit demam berdarah dan tipes. Dia adalah seseorang sangat membantu proses panjang saya menghadapi masalah kesehatan dirumah sakit. Nah, saat saya sedang memfoto buah kelengkeng yang masih hijau yang pohonnya tumbuh disamping gedung rawat inap itu menjadi awal sebuah kesadaran bahwa Tuhan itu sungguh nyata menjalin sebuah cerita dan rencana dalam hidup saya, nyata adanya. Sambil menunggu angin yang tidak menggoyangkan buah-buah kelengkeng muda saat difoto, tiba-tiba ada seorang ibu yang ikut berkomentar, "nah kapan lagi kan ada pohon kelengkeng yang berbuah di rumah sakit." Kemudian dia juga mengambil telepon genggamnya dan mulai ikut mengabadikan buah kelengkengnya. 

Setelah berjalan beberapa langkah, istri saya memulai pembicaraan, "sepertinya aku kenal ibu-ibu itu? Kayaknya dia doktermu waktu kateter itu deh hon!" "Yah, aku lupa beneran lho, nggak bisa ingat sama sekali!" Jawab saya. Eh, tiba-tiba dia mendatangi ibu-ibu itu dan bertanya, "ibu dokter ya?" Dan sambil menengok dia pun menjawab, "iya betul...!" "Terima kasih dok!" Sahut istri saya. "Ah, senangnya aku udah ngomong terima kasih ke dokter itu, meski lupa siapa namanya ya, mengingatkan jasanya pernah menolong kamu sewaktu mau pasang ring jantung meski gagal"

Sambil berjalan kemudian saya bilang, "tahu nggak ini bukan sesuatu yang kebetulan, hari ini itu seperti memang sudah disiapkan begitu rupa sama Tuhan! Pagi ini sewaktu aku baca firman di mobil, pas banget yang dikatakan Mazmur 20:1a (FAYH) Pada masa kesulitanmu kiranya TUHAN menyertai engkau. Aku perkatakan dengan iman kalau ini jadi penuntun hari ini." 

Saya tidak mengira meskipun menunggu agak lama proses di rumah sakit baru buat cek jantung ternyata tidak seperti yang saya pikir dan takutkan. Semua berjalan lancar, dari pendaftaran, cek ekg, proses konsultasi yang menghasilkan keputusan yang baik sekali dengan dokter yang mau mendengar dan membantu, cek darah cepat, ambil obat dan bantuan kasir yang menjelaskan dengan baik.

Saya pikir, sepertinya akan terjadi proses kateterisasi dan mungkin sampai ct scan jantung. Dan terbayang memang ketakutan prosesnya gagal lagi. Hmmm...lebih dari sebulan saya berperang dengan pikiran dan perasaan sampai akhirnya hari ini berada di depan dokter. Sebelum sampai diparkiran, saya bilang ke istri saya, lucu ya Tuhan itu memang bikin sesuatu yang memang tidak tertebak, tidak ada yang kebetulan. Pertemuan dengan dokter yang membantu proses pemasangan ring jantung yang gagal hari ini juga bertemu dengan dokter baru yang memberikan keputusan tidak perlu melakukan proses kateterisasi, ct scan apalagi pasang ring seperti sebuah urutan yang sungguh diluar pemikiran saya. Mereka adalah orang-orang baik yang berjasa dalam proses kesehatan saya.

Kejadian saya hari ini bisa disebut kebetulan, bisa jadi karena tidak saya rencanakan, atau karena kejadian tersebut terjadi begitu tiba-tiba dan tidak bisa dipahami oleh akal budi. Ternyata saya belajar bahwa dalam perjalanan rohani ada istilah blessing in disguise atau rahmat yang tersembunyi. Yang jelas dan sebenarnya tidak ada kebetulan di dunia ini, sebab semuanya telah dirancang oleh Tuhan. Roma 8:28  menuliskan, "Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi mereka yang mengasihi Dia." Saya percaya di dalam keadaan apapun yang saya alami Tuhan tetap peduli dan Dia sangat tahu dengan apa yang saya lewati.

Buah kelengkeng hijau itu menjadi saksi!

Wednesday, January 1, 2020

H+1


"Hidup penuh keindahan. Perhatikan itu. Rasakan hujan dan hiruplah udara. Hidupkan kehidupan dengan segala potensimu, dan berjuanglah untuk mimpi-mimpimu." Ashley Smith

Sejak malam sebelum pergantian tahun hujan deras nggak berhenti, bahkan sampai siang bangun tidur masih saja gerimis tidak juga reda. Akhirnya dengan memakai jas hujan saya naik motor ke warung depan konpleks membeli mie instan, kopi dan camilan. Sebenarnya sejak bangun sudah ngopi tapi tampaknya memang nggak nampol, jadi setelah sampai rumah saya bikin kopi lagi saja, sembari memantau berita di tivi daerah Jakarta dan sekitarnya sudah mulai terendam banjir. 

Setelah minum kopi, saya melakukan pelepasan dan habis itu lapar mulai melanda. Jadilah akhirnya saya memasak mie instan, rasa sotomie dengan tambahan tahu, telor dan juga irisan daun bawang. Ini menu makan pertama di tahun baru 2020. Menu sederhana tapi sangat menenangkan dan menyenangkan juga. Cocok dengan suasini (karena disini) bukan disana, kalau disana kan jadinya suasana, hehehehe! Selain itu makanan ini adalah menu andalan dalam banyak situasi, dari situasi yang susah karena kondisi tertentu sampai seperti yang saya alami sekarang di rumah. Tepatnya sih kalau yang saya alami adalah siniasi, karena disini, bukan disitu ... gitu.

Seharian lebih banyak menjadi Kaum Rebahan, selain memang lagi menikmati hari pertama ditahun baru ini, setelah begadang semalam dan tentu saja memang pas sekali untuk bermalas-malasan. Padahal, punya keinginan ditahun baru ini mulai melakukan kegiatan positif seperti olahraga, makan sehat dan lainnya. Tapi apa daya, saya kalau dengan rayuan kasur dan bantal. Jadinya kami semua lebih memilih menikmati hari ini dengan tenang dirumah tanpa perlu melakukan banyak hal lain. Indah bukan? 

Oh, iya...selamat menikmati tahun baru. Apapun keadaannya dirumah, diluar rumah, dikantong, direkening, dikasur, dilantai...dimana saja, kuncinya adalah menikmati. Nikmati saja!

Saturday, September 1, 2018

Teh, Kopi dan Gerobak

"Jangan pernah sekalipun menilai sesuatu dari kulit luarnya saja" Strange Magic

Panas menyengat siang ini entah menimbulkan suasana yang berbeda, apakah karena tadi pagi gerimis menyiram mengawali bulan ini? Ah, bisa saja terjadi tapi yang jelas setelah pekerjaan saya selesai saya menyempatkan diri meneguk segelas air teh kemasan murah seharga seribu limaratus supaya sedikit melegakan tenggorokan.

Beberapa tegukan saya nikmati kemudian mampir seseorang pemberi barang bekas dengan gerobaknya, wajahnya kusam seberat perjuangannya hari ini mungkin, beberapa kardus terikat dan beberapa jerigen bekas tertampung di gerobaknya. Segelas kopi susu di pesannya dan dengan pelan dia menyeruput kopi itu. Saya beranikan diri menyapa dengan pertanyaan sederhana, "sudah muter ke mana aja ini pak kelihatan penuh bawaannya?" "Ah, kemana saja kaki membawa melangkah mas..." "Lumayan ya pak kardusnya banyak dapatnya? Berapa sekilonya sekarang pak?" Tanya saya lagi. Matanya memandang gerobaknya sambil tangannya memegang kembali gelas kopi, bibirnya sebentar meniup panasnya dan kemudian kembali di minumnya, kemudian dia menjawab saya, "yaah...murah mas, kayak nggak ada harganya sekilo cuman seribu, coba berapa saya harus beli dari penjual dan orang-orang? enak mah pengepul mas udah pasti dapat harganya dari pabrik." Saya mencoba berhitung tapi tidak menemukan hitungan yang saya  rasa menghasilkan uang yang cukup buatnya, saya ajukan lagi pertanyaan, "kalau besi bukannya mahal Pak?" "Sama aja mas, sekilo cuman enam ribu, kalau saya bisa dapat sepuluh kilo berarti dapat enam puluh ribu, tapi modalnya berapa coba kalau saya beli besi bekasnya dari orang? Sekilo palingan saya untung dua ribuan, kalau sepuluh kilo ya untungnya dua belasribu, buat makan sama ngopi udah habis sehari."

Saya menyedot teh manis gelas sampai tandas kemudian masih sempat menatapnya sembari berkata dalam hati, "kamu hebat pak, kalau saya jadi bapak belum tentu saya kuat setiap hari berjuang seperti ini." "Ah...pak, maaf ngomong-ngomong saya duluan ya pak, masih ada urusan ini, saya pamit duluan." "Oh, iya mas, hati-hati mas." jawabnya.

Saya meninggalkannya dengan sebuah pelajaran berharga, namanya adalah berjuang...ya terus berjuang, tidak peduli berapapun hasilnya yang terpenting saya belajar hari ini, jangan berhenti berjuang!

"Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti..." Mazmur 132:15

Monday, January 29, 2018

Ngopi Pagi

*Ayah :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

*Anak :* Baik, ayah

Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.

*Ayah :* Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

*Anak :* rasanya sangat pahit sekali ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* sangat manis sekali, ayah.

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah.

*Ayah :* Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab.

*Anak :* Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah

*Ayah :* Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya

*Ayah :* Bagaimana rasanya?

*Anak :* rasanya nikmat, ayah.

*Ayah :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.

*Anak :* Terima kasih atas ilustrasinya, ayah

*Selamat ngopi dgn penuh kenikmatan hari ini...☕*
LUAR BIASA!!!! 👍

sumber: Whatsapp broadcast

Sunday, July 30, 2017

OYBR 27 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Yesaya 58,59,60,61,63,63

Nats:
Yesaya 58:11 (BIMK)  Aku akan selalu membimbing kamu dan mengenyangkan kamu di tanah yang kering; Aku akan menjaga kamu supaya tetap sehat dan kuat. Kamu akan seperti taman yang cukup airnya, seperti mata air yang tak pernah menjadi kering.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Penyertaan dan penyediaan Tuhan tidak pernah berhenti.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Tuhan menentang puasa dan doa yang ternyata hanya digunakan untuk memuaskan nafsu dan juga menunjukkan kesalehan rohani saja. Tuhan menunjukkan bahwa bahwa hal-hal yang terlihat rohani bisa jadi kadang hanya kamuflase semu semata demi dipandang baik dan saleh namun tanpa isi dan kebenaran.
Namun Tuhan juga menyediakan kebaikan dan janji-janji manis yang akan diperoleh jika dalam berpuasa melakukan kebaikan dan pertolongan. Tindakan iman yang nyata, dan ini menjadi tantangan bagi saya jika saya mau mendapatkan jawaban untuk kebaikan penyertaan dan penyediaan oleh-Nya maka saya harus menunjukkan ketulusan dan kemurahan hati saya dalam menolong sesama.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Belajar melakukan apa yang saya bisa lakukan bagi orang lain dengN tulus ikhlas.
Menanti dengan sungguh dalam kerendahan hati jawaban janji Tuhan.

Tuesday, July 25, 2017

OYBR 25 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Yesaya 48,49,50,51,52,

Nats:
Yesaya 48:17-18 (BIMK)  Kata Allah kudus Israel, Penyelamatmu, "Akulah TUHAN Allahmu, yang mengajar engkau apa yang berguna bagimu, dan membimbing engkau di jalan yang harus kautempuh.
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka kesejahteraanmu seperti sungai yang tak pernah kering, dan kemujuranmu seperti ombak di laut yang tak pernah berhenti.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Tetaplah berada di jalan Tuhan karena upah besar menanti.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Tuhan mengajarkan tentang apa yang berguna bagi saya, artinya dalam menghadapi berbagai situasi FirmanNya akan selalu menjadi jawaban.
Tuhan membimbing dijalan yang saya tempuh, bahwa dia menyertai dan bahkan mengarahkan terhadap setiap keputusan juga setiap hal yang saya kerjakan demi kebaikan saya.
Dengan memperhatikan firmanNya jelas bahwa kesejahteraan dan kemujuran akan saya dapatkan dalam kehidupan ini.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Terus berpegang teguh pada firman Tuhan.
Mengaplikasikan firman dalam setiap pengambilan keputusan.

Friday, July 14, 2017

OYBR 14 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 128, 129, 130, 132, 134, 135

Nats:
Mazmur 128:2 (TB)  Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Mazmur 128:2 (BIMK)  Engkau akan makan dari hasil kerjamu, hidup makmur dan sejahtera.

Mazmur 128:2 (VMD)  Engkau akan memperoleh hasil pekerjaanmu. Engkau akan menikmati berkat Tuhan, dan segala sesuatu baik padamu.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Janji menikmati berkat dan kebaikan.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Dengan melihat kondisi yang saya alami sekarang, keuangan yang masih belum stabil, meskipun pekerjaan baru sudah didapatkan namun kenaikan gaji belum didapatkan bahkan diawal-awal ini justru menurun. Secara kasat mata jelas bahwa kekhawatiran dan kesulitan akan tampak di depan mata, namun demikian bacaan kali ini mengajarkan dengan jelas bahwa Tuhan sendiri yang berjanji untuk memberikan berkat dan hasil yang baik dari pekerjaan yang saya lakukan. Bahkan bahagia, hidup makmur dan sejahtera.
Bagaimana mungkin? Tantangan ini buat saya menunjukkan bahwa "naik kelas" iman itu butuh totalitas penyerahan sekaligus percaya penuh akan penyediaan yang Tuhan lakukan.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Memperkatakan iman bahwa saya tidak akan kekurangan.
Memperkatakan bahwa pekerjaan saya menghasilkan jauh seperti yang sebenarnya saya dapatkan.
Mempercayai janji-Nya bahwak keadaan saya akan lebih baik, makmur, sejahtera dan bahagia.

Thursday, July 13, 2017

OYBR 13 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 120, 121, 123, 125, 126

Nats:
Mazmur 126:1-6 (VMD)  Nyanyian memasuki Bait Tuhan. Adalah seperti mimpi ketika TUHAN kembali bersama tawanan dari Sion.
Kita akan tertawa dan menyanyikan lagu-lagu gembira. Bangsa-bangsa lain akan mengatakan, “TUHAN telah melakukan perbuatan yang mengagumkan terhadap Sion.”
Ya, kita akan berbahagia karena TUHAN melakukan perbuatan yang mengagumkan bagi kita.
TUHAN, berikanlah waktu yang baik lagi, seperti aliran sungai di padang gurun penuh kembali dengan air.
Orang yang sedih ketika mereka menabur benih, akan bersukacita, bila mereka menuai.
Orang yang menangis ketika mereka membawa benih akan bersukacita, bila mereka membawa tuaian.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?
Pengharapan ditengah-tengah penderitaan.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Bahwa dalam keadaan yang paling susah dan menyedihkan sekalipun saya masih diberikan kesempatan untuk berbagi, untuk menabur dan mempersembahkan sesuatu yang tampaknya sangat sulit.

Jadi ambil kesempatan untuk tetao berbagi meskipun kalau di nilai dengan materi tidak seberapa tapi kalau dengan hati bisa berbagi pasti Tuhan akan menghitungnya sebagai bagaian yang baik.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Terus melakukan yang baik yang bisa dilakukan.
Jangan mengeluh dengan ketidakcukupan yang ada.
Berani berbagi meskipun tidak selalu dengan uang.

OYBR 12 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 119

Nats:
Mazmur 119:116 (BIMK)  Kuatkanlah aku sesuai dengan janji-Mu agar aku hidup, jangan biarkan aku dikecewakan dalam harapanku.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)? Berpengharapan hanya pada Tuhan saja bukan pada egoisme saya.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Banyak belajar untuk menaruh harapan yang baik kadang saya rasa hanya melibatkan pikiran saya saja, seharusnya semua harapan tentunya penuh percaya dalam iman yang melibatkan tubuh, jiwa dan roh juga.
Begitu kadang pikiran saya yang lebih banyak mempengaruhi bahkan memberikan perintah kepada tubuh saya bahwa saya kuat. Dan itu jelas salah, bahwa roh saya yang bersatu didalam Roh-Nya saja yang menuntun saya dan menunjukkan pada saya janji-Nya yang pasti dalam memberikan kekuatan pada saya dalam menjalani hidup ini.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Tetap berharap dengan benar.
Jangan mudah kecewa jika harapan atau keinginan tidak terpenuhi.
Terus melihat janji-Nya direalisasikam dalam hidup saya.

OYBR 11 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 115, 116, 117, 118

Nats:
Mazmur 115:13 (VMD)  TUHAN akan memberkati para pengikut-Nya, yang besar dan yang kecil.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Tuhan tidak pandang bulu dalam memberkati.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Tuhan adalah Tuhan dari segalanya. Bukti yang di bicarakan dari jaman nenek moyang orang Israel menunjukkan bahwa patung berhala tidak pernah bisa menunjukkan kekuasaannya. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa Tuhan tidak pernah membedakan siapa saja yang akan di berkati olehNya. 

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Saya mempercayai bahwa Tuhan akan memberkati saya dengan melimpah.
Saya terus memperkatakan dalam iman tentang berkat yang menjadi bagian saya.





Saturday, July 1, 2017

OYBR 1 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:

2 Tawarikh 29:3-17, 18-36
2 Tawarikh 30:1-27
2 Tawarikh 31:1-21

2 Tawarikh 31:20-21 (BIMK)  Di seluruh Yehuda, Raja Hizkia menjalankan keadilan, berlaku jujur, dan menyenangkan hati TUHAN Allahnya.
Ia berhasil, karena segala yang dibuatnya untuk Rumah TUHAN atau untuk mentaati hukum-hukum TUHAN, dijalankannya dengan sepenuh hati dan dengan cinta kepada TUHAN Allahnya.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Rahasia sukses dari seorang raja Hizkia

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Tuhan menunjukkan bahwa keberhasilan, kesuksesan bisa didapatkan dan dinikmati namun dengan cara yang benar. Cara yang dilakukan Hizkia adalah dengan:
a. menjalankan keadilan, berlaku jujur, dan menyenangkan hati TUHAN Allahnya.
b. manaati segala hukum Tuhan
c. menjalankan semuanya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- jadi diri sendiri yang orisinil bukan fotokopian; Hizkia menunjukkannya dengan memperlihatkan di seluruh Yehuda apa adanya dia. Demikian saya belajar memperlihatkan diri saya apa adanya
- melibatkan Tuhan dalam setiap perkara bukan karena sedang dalam "perkara" saja.

Friday, February 3, 2017

Pohon Ara Dalam Pot

"Ambillah pelajaran dari pohon ara. Kalau ranting-rantingnya hijau dan lembut, dan mulai bertunas, kalian tahu bahwa musim panas sudah dekat." Markus 13:28 (BIMK) 

Sehabis menyapu pagi ini di depan rumah, saya memperhatikan pohon Ara dalam pot yang sudah lama sekali tidak berbuah. Saya pikir mungkin membutuhkan pot baru yang lebih besar, atau bisa jadi memang sudah tidak mau berbuah karena saya lihat pertumbuhannya cukup lambat. Namun ada yang menarik setelah saya mendekat dan memperhatikan munculnya tunas baru dan daun baru yang tumbuh disela-selanya tumbuh satu buah yang kecil.

Begitu pun dengan kehidupan yang saya jalani, berbicara tentang pengharapan kadang begitu mudah namun berada dalam kondisi yang mungkin tidak nyaman sementara waktu mengharuskan saya memompa semangat dan harapan di atas rata-rata. Meskipun Tuhan berbicara dalam perikop yang saya baca pagi ini tentang mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya kembali, saya memilih untuk menuliskan dan menghayatinya dalam semangat syukur bahwa ada harapan baru yang sangat baik terjadi didepan. "Musim panas sudah dekat" iya...saya melihat tandanya, kehidupan yang lebih baik dan indah sudah ada di depan mata.

Seperti Nabi Yeremia katakan, "Tapi orang yang berharap kepada-Ku akan Kuberkati selalu." Yeremia 17:7 (BIMK), saya berpegang pada pengharapan yang akan memberkati saya. Apakah saya terlalu percaya diri? Bukan terlalu percaya diri, saya terlalu percaya pada firman-Nya yang jelas berkata seperti ini, "Hendaklah kita berpegang teguh pada harapan yang kita akui, sebab Allah bisa dipercayai dan Ia akan menepati janji-Nya." Ibrani 10:23 (BIMK).

Syukur saya panjatkan pada Tuhan bahwa saya mendapat pengharapan yang terbukti di dalam Tuhan Yesus.

Orang Kaya

Selfie pagi ini, foto dengan cabai kesayangan yang menghasilkan buah banyak sekali dan disaat harganya melangit.

Sungguh saya adalah orang yang diberkati dan jelas kaya!