Tuesday, June 30, 2026

Terima kasih Juni


Kopi tubruk pagi itu baru saja saya selesai aduk. Sambil menunggu turun ampasnya saya membuka gawai dan melihat beberapa pesan masuk. Pagi itu memang seperti pagi biasanya, rampak biasa saja, matahari sudah cerah mulai akan menyengat hari, nanyain kutilang dipohon mangga depan rumah tetangga masih berkicau, bau debu dan semen dibelakang rumah dan depan rumah bekas bongkaran kamar mandi juga tersisa. Mulai saya nikmati beberapa teguk awal kopi yang hangat itu dengan tentu saja senyum syukur. 

Hari itu, Sabtu 27 Juni saya berulang tahun dan tentu saja mengenang 4 tahun setelah operasi by pass jantung, saya masih diberi hidup.  "Bukan kebahagiaan yang menjadikan Anda bersyukur. Rasa syukurlah yang menjadikan Anda berbahagia." begitu sebuah kutipan yang saya baca, mengingatkan bahwa kebahagiaan di hari jadi saya tidak tergantung pada kue, ucapan keluarga, ucapan sahabat atau teman-teman (yang dulu dekat malah sekarang lupa, hahahaha) atau juga berapa banyak like dan komen dari postingan sosial media namun kebahagiaan itu karena rasa syukur saya, hidup yang penuh dengan kebaikan dan kemurahanNya semata. 

Jam mulai bergerak, saya ikut mengantar istri mengambil kue pesanan untuk saya bawa ke tempat kerja sebagai bentuk ucapan syukur dan sedikit berbagi nanti. Dan hidup memang demikian adanya, dari sudut mana kita bisa belajar melihat, apakah makin berkurang jatah umurnya di dunia atau bertambah kesempatan menikmati sisa umur yang ada. Hari itu ayat renungan saya adalah Mazmur 118:29 (FAYH), "Bersyukurlah kepada TUHAN karena Ia sungguh baik. Kasih dan kebaikan hati-Nya tetap untuk selama-lamanya." Sepertinya memang tepat sekali Tuhan berbicara hari itu untuk saya supaya terus untuk bersyukur. Kenyataannya memang Tuhan baik, selama-lamanya!

No comments:

Post a Comment