Thursday, October 29, 2026

Bertemu Romi


"Waktu yang dihabiskan bersama kucing tidak pernah sia-sia." - Sigmund Freud

Hari itu harusnya mengajar kelas private, tapi ternyata anaknya malah tantrum sejak mau mulai kelas. Sudah dibujuk dan ditenangkan sampai 30 menit tidak berhasil. Sembari menunggu, saya akhirnya berkenalan dengan Romi, kucing rumahan yang sepertinya menjadi security dan penguasa ruangan. Saya coba dengan beberapa bahasa perkucingan yang saya pikir bisa menjadikan Romi mendekat dan mau saya ajak foto bersama.

Sedikit berhasil, meskipun terlihat wajahnya tidak terlalu senang karena tanpa ada S3 (senyum, salam, sapa) pada saya. Cukup tatapan sedikit tajam tanpa gerakan. By the way, katanya nih dari beberapa penelitian kalau kita punya interaksi dengan kucing bisa membantu mengurangi kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh. Bahkan mengelus kucing atau mendengarkan suaranya merangsang pelepasan hormon oksitosin yang membuat suasana hati lebih baik.

Saya memang bukan pecinta kucing, tapi kalau ada kesempatan foto sama kucing apartemen yang bersih dan sehat gini ya nggak papa kan. Nggak akan ngajak main kucing-kucingan juga, apalagi membeli kucing dalam karung, hehehehe!

Catatan akhir Oktober 2026 🐈

Monday, September 28, 2026

Tempe



Dalam budaya Jawa, tempe menyimbolkan hidup prasaja (sederhana), yaitu sikap batin yang sadar akan rasa cukup—tidak berlebihan dan tidak kekurangan.

Kedelai tidak bisa langsung dikonsumsi menjadi tempe secara instan; ia harus melalui proses perendaman, perebusan, pemberian ragi, hingga fermentasi yang sabar. Ketika digoreng, tempe mengalami transformasi akhir matang yang sempurna. Hal ini mencerminkan falsafah hidup bahwa manusia matang dan bernilai melalui sebuah proses, tempaan, serta waktu (wong urip kuwi kudu dadi, ora mung ana).

Dalam tradisi keluarga Jawa, pembuatan tempe dulu memerlukan gotong royong suami-istri (kaum laki-laki merebus dan mengupas, perempuan membungkus dan merawat proses raginya), yang menyimbolkan keharmonisan rumah tangga (Yen atine becik, tempene apik).

Memang kehidupan seperti sepiring tempe, tidak ada satu pun yang tahu. Tapi kita tahu siapa membuat penuh piring kehidupan kita. Salam kriuk kres!

Monday, September 7, 2026

Kedelai Ikat


Dulu waktu masih kecil ikut-kutan ngasak kedelai di ladang punya orang. Kalau nggak tahu ngasak, ngasak itu adalah kegiatan memungut atau mengambil sisa-sisa hasil panen (seperti padi, jagung, atau tomat) di ladang atau sawah setelah pemiliknya selesai memanen. Tapi ingatan saya memang sudah samar-samar tepatnya kapan dan sama siapa waktu itu. 

Nah, malam ini sambil nganter istri nambal ban bocor, di depan pom bensin ada yang jualan rebusan ubi, jagung dan kedelai (ini jarang ada!), belilah saya kedelainya yang tinggal 2 ikat, mengobati kangen makan kedelai rebus yang masih dengan gagangnya sembari mengenang masa dulu kala 😂

Dan ternyata Indonesia lebih banyak mengimpor kedelai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Sekitar 90% kebutuhan kedelai nasional bergantung pada produk impor, terutama dari negara seperti Amerika Serikat, Brasil, dan Argentina. Mau sedih sih tapi ya gitulah!

Friday, July 31, 2026

TIPS


Kata "tips" adalah bentuk serapan yang berarti saran, nasihat, atau petunjuk praktis, serta dapat merujuk pada pemberian uang tambahan. Menurut kaidah bahasa Indonesia yang baku di KBBI, kata dasarnya adalah "tip".

Arti dan Penggunaan Kata Tip :
Petunjuk praktis: Saran atau trik singkat untuk memudahkan suatu pekerjaan.
Uang persenan: Pemberian uang tambahan sebagai tanda terima kasih atas suatu pelayanan.

Jika tidak ada tips apapun di bulan Juli ini, tidak apa-apa, kadang memang kita tidak bisa memberikan tips, atau mungkin juga menerima tips. Besok Agustus...mungkin bisa! 

Tuesday, June 30, 2026

Terima kasih Juni


Kopi tubruk pagi itu baru saja saya selesai aduk. Sambil menunggu turun ampasnya saya membuka gawai dan melihat beberapa pesan masuk. Pagi itu memang seperti pagi biasanya, rampak biasa saja, matahari sudah cerah mulai akan menyengat hari, nanyain kutilang dipohon mangga depan rumah tetangga masih berkicau, bau debu dan semen dibelakang rumah dan depan rumah bekas bongkaran kamar mandi juga tersisa. Mulai saya nikmati beberapa teguk awal kopi yang hangat itu dengan tentu saja senyum syukur. 

Hari itu, Sabtu 27 Juni saya berulang tahun dan tentu saja mengenang 4 tahun setelah operasi by pass jantung, saya masih diberi hidup.  "Bukan kebahagiaan yang menjadikan Anda bersyukur. Rasa syukurlah yang menjadikan Anda berbahagia." begitu sebuah kutipan yang saya baca, mengingatkan bahwa kebahagiaan di hari jadi saya tidak tergantung pada kue, ucapan keluarga, ucapan sahabat atau teman-teman (yang dulu dekat malah sekarang lupa, hahahaha) atau juga berapa banyak like dan komen dari postingan sosial media namun kebahagiaan itu karena rasa syukur saya, hidup yang penuh dengan kebaikan dan kemurahanNya semata. 

Jam mulai bergerak, saya ikut mengantar istri mengambil kue pesanan untuk saya bawa ke tempat kerja sebagai bentuk ucapan syukur dan sedikit berbagi nanti. Dan hidup memang demikian adanya, dari sudut mana kita bisa belajar melihat, apakah makin berkurang jatah umurnya di dunia atau bertambah kesempatan menikmati sisa umur yang ada. Hari itu ayat renungan saya adalah Mazmur 118:29 (FAYH), "Bersyukurlah kepada TUHAN karena Ia sungguh baik. Kasih dan kebaikan hati-Nya tetap untuk selama-lamanya." Sepertinya memang tepat sekali Tuhan berbicara hari itu untuk saya supaya terus untuk bersyukur. Kenyataannya memang Tuhan baik, selama-lamanya!

Sunday, April 5, 2026

Minggu Pagi 2000 Tahun Lalu


"Pada hari minggu, ketika fajar menyingsing, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain melihat kubur Yesus." Matius 28:1 (VMD) 

Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus pagi-pagi benar (saat masih gelap) pada hari Minggu untuk merempahi jenazah Yesus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kasih terakhir, karena saat Yesus wafat pada Jumat sore, proses pemakaman dilakukan terburu-buru sebelum hari Sabat dimulai. Tujuan utamanya adalah membawa rempah-rempah untuk meminyaki jenazah Yesus, sebuah tradisi budaya dan ungkapan cinta. Berdasarkan catatan Alkitab, rempah-rempah yang digunakan untuk meminyaki atau mengurapi tubuh Yesus adalah minyak narwastu murni yang sangat mahal. Selain itu, saat penguburan, Nikodemus membawa campuran mur dan aloes (lidah buaya) seberat kurang lebih 75 pon untuk membungkus tubuh Yesus bersama kain linen. 

Pagi-pagi buta setelah hari Sabat berlalu. Saat tiba, Maria mendapati batu kubur sudah terguling dan jenazah Yesus tidak ada. Peristiwa ini menjadikannya salah satu saksi pertama kebangkitan Yesus. Dalam narasi Injil, Maria Magdalena (bersama beberapa perempuan lain) menunjukkan kesetiaan luar biasa dengan mengunjungi makam tersebut, meskipun dalam keadaan sedih dan bingung. 

Tertulis di dalam Matius 28:8, "Perempuan-perempuan itu segera meninggalkan kubur itu. Mereka takut, tetapi juga sangat bersukacita. Mereka berlari-lari menceritakannya kepada pengikut-pengikut tentang yang telah terjadi itu." Perasaan campur aduk sedari pagi yang mereka rasakan sangat menolong kita mengerti bagaimana bergejolaknya perasaan dan pikiran mereka yang menjadi saksi nyata keberadaan Yesus yang benar-benar ada dalam semua peristiwa yang diceritakan sekaligus mereka adalah saksi matanya.

Tadi pagi saya bangun jam 04.30 dan masih belum sepenuhnya sadar meskipun segelas kopi hitam sudah menemani. Beberapa teguk membantu sedikit untuk membuka mata dan mulai mempersiapkan diri berangkat. Tapi Maria Magdalena dan Maria yang lain waktu itu sudah beranjak pergi hendak menunjukkan cinta dan penghormatannya pada Yesus. Selayaknya saya perlu membawa diri saya lebih dulu padaNya, jika besok pagi saya masih bangun kembali. 

Selamat Paskah, Dia Hidup!
(saya juga!)

Friday, April 3, 2026

Alamanda Kuning Yang Berguguran


"Kematian Kristus adalah kejadian yang terpenting dalam sejarah manusia." - Martin Luther

Pagi ini tidak seperti Jumat biasanya, jalanan yang saya lalui menuju ketempat kerja tampak lengang, sepi dan sangat berbeda. Oh iya, selain karena tanggal merah tentu saja karena  ada sejarah besar yang diperingati dihari ini. Ada sejarah besar yang tercatat dan menjadi tonggak sejarah juga dasar iman. Bisa jadi mulai hari ini banyak yang memanfaatkan untuk istirahat dan berlibur. Namun bagi para pengikut Kristus, momen hari Jumat yang syahdu dan penuh makna ini tidak akan begitu saja dilewatkan.

Langkah kaki saya hampir sampai, namun tertahan kemudian berhenti sejenak karena tatapan mata saya tertuju pada bunga berwana kuning yang jatuh dan menyebar diatas pagar tembok didepan sebuah gedung. Saya mencari namanya dan menemukan ternyata bernama bunga Terompet Kuning atau dikenal juga sebagai Bunga Alamanda. Yang saya nikmati dan abadikan adalah bunga-bunga gugur ini bagaimana mereka memahami dan menerima seandainya mereka mampu merasa dan berbicara kemudian menyiapkan diri untuk jatuh, dan kemudian kering lalu membusuk dan hilang. Bahkan sebegitu banyak bersamaan mereka mekar dan mewarnai dunia, mengkin tidak berkesempatan menyatakan keberadaannya. Ah, terlalu aneh pikiran saya ini. Saya tahu, bunga-bunga yang berguguran akan digantikan bunga baru, mekar dan memamerkan keindahannya. Mungkin, bisa jadi pengingat buat saya pagi ini. Waktu kita mekar, mungkin mewangi dan memberikan warna, membagikan keindahan tidak lama, terbatas. Makan menyiapkan diri jika nanti waktunya berguguran, jatuh mengering dan hilang adalah tindakan terbaik.

Menghayati kematian Kristus hari ini, mengingatkan saya sejauh mana saya sudah juga "mematikan" kehidupan lama dan menguburkannya bersama Kristus. Namun jika saya memang harus mati secara badani di dunia ini (entah kapan), saya mengerti bahwa "jatah" waktu saya untuk mekar, mewangi dan mencerahkan hari dengan warna saya sudah selesai. 

Langkah saya ringan menuju gedung selanjutnya. Pagi cerah, langit biru dan sapaan kucing warna oranye didepan pintu gerbang itu membawa saya pada perasaan yang memuaskan. Jika Kristus tidak mati, bagaimana saya akan hidup? Jika bunga tidak gugur bagiamana keindahan akan berlanjut. Jika begitu maka selayaknyalah saya bersyukur.