Friday, April 3, 2026

Alamanda Kuning Yang Berguguran


"Kematian Kristus adalah kejadian yang terpenting dalam sejarah manusia." - Martin Luther

Pagi ini tidak seperti Jumat biasanya, jalanan yang saya lalui menuju ketempat kerja tampak lengang, sepi dan sangat berbeda. Oh iya, selain karena tanggal merah tentu saja karena  ada sejarah besar yang diperingati dihari ini. Ada sejarah besar yang tercatat dan menjadi tonggak sejarah juga dasar iman. Bisa jadi mulai hari ini banyak yang memanfaatkan untuk istirahat dan berlibur. Namun bagi para pengikut Kristus, momen hari Jumat yang syahdu dan penuh makna ini tidak akan begitu saja dilewatkan.

Langkah kaki saya hampir sampai, namun tertahan kemudian berhenti sejenak karena tatapan mata saya tertuju pada bunga berwana kuning yang jatuh dan menyebar diatas pagar tembok didepan sebuah gedung. Saya mencari namanya dan menemukan ternyata bernama bunga Terompet Kuning atau dikenal juga sebagai Bunga Alamanda. Yang saya nikmati dan abadikan adalah bunga-bunga gugur ini bagaimana mereka memahami dan menerima seandainya mereka mampu merasa dan berbicara kemudian menyiapkan diri untuk jatuh, dan kemudian kering lalu membusuk dan hilang. Bahkan sebegitu banyak bersamaan mereka mekar dan mewarnai dunia, mengkin tidak berkesempatan menyatakan keberadaannya. Ah, terlalu aneh pikiran saya ini. Saya tahu, bunga-bunga yang berguguran akan digantikan bunga baru, mekar dan memamerkan keindahannya. Mungkin, bisa jadi pengingat buat saya pagi ini. Waktu kita mekar, mungkin mewangi dan memberikan warna, membagikan keindahan tidak lama, terbatas. Makan menyiapkan diri jika nanti waktunya berguguran, jatuh mengering dan hilang adalah tindakan terbaik.

Menghayati kematian Kristus hari ini, mengingatkan saya sejauh mana saya sudah juga "mematikan" kehidupan lama dan menguburkannya bersama Kristus. Namun jika saya memang harus mati secara badani di dunia ini (entah kapan), saya mengerti bahwa "jatah" waktu saya untuk mekar, mewangi dan mencerahkan hari dengan warna saya sudah selesai. 

Langkah saya ringan menuju gedung selanjutnya. Pagi cerah, langit biru dan sapaan kucing warna oranye didepan pintu gerbang itu membawa saya pada perasaan yang memuaskan. Jika Kristus tidak mati, bagaimana saya akan hidup? Jika bunga tidak gugur bagiamana keindahan akan berlanjut. Jika begitu maka selayaknyalah saya bersyukur.

Sunday, February 15, 2026

Sekotak Kastangel Dari Tangan Kecil


Worship time bersama dengan kelas lain sudah dimulai diruangan kelas elementary dan anak ini bersama nannynya datang kemudian nannyanya bilang, "teacher Amos, A mau kasih sesuatu! " Ooh wow, saya menurunkan posisi badan dan menatap matanya, dengan sedikit senyum dan terlihat bangga sekaligus puas dia mengulurkan tangan kecilnya yang memegang paper bag berisi sekotak kue kastangel. 

Selesai kids service saat mamanya menjemput saya ucapkan terima kasih dan mamanya bercerita kalau kemarin A udah tahu kalau hari ini mau ke gereja jadi dia bilang, "mom, I want to give teacher Amos a gift." Jadilah mamanya bingung mau kasih apa. Untunglah ada kue kastangel yang bisa dibawa hari ini. 

Saya berpikir apa karena dalam rangka momen Valentine's Day atau mau menyambut Imlek, tapi ternyata bukan. Anak ini hanya ingin berbagi saja, mungkin ingin menunjukkan rasa suka atau sayangnya pada saya sebagai guru sekolah minggu di gereja. Justru disinilah saya belajar bahwa anak-anak punya ketulusan dan cara sendiri untuk menghargai seseorang. Dalam kutipannya Mencius mengatakan, "Dia yang mencintai orang lain selalu dicintai oleh mereka. Dia yang menghormati orang lain selalu dihormati oleh mereka." Saya pikir kecintaan saya pada anak-anak yang saya ajar mulai terlihat berbuah manis. Tidak bermaksud menyombongkan diri, hanya melihat bagaimana beberapa orang tua dan juga nanny bercerita anak-anak menyukai sekolah minggu dan menyebut nama saya saat mereka tahu akan pergi kemana di hari Minggu, itu adalah sebuah anugerah tersendiri buat saya bisa menjadi bagian perjalanan iman anak-anak ini mengenal Tuhan dan Juruselamatnya. 

Salah satu tema cerita Alkitab di bulan ini adalah Yesus mengasihi anak-anak yang datang padaNya. Dan ini selalu meyakinkan saya pribadi, bahwa anak-anak ini punya hak yang sama dengan mereka yang sudah dewasa atau merasa "besar" pun "beriman". Kalau A datang kepada saya dengan berani, tulus dalam pemberian dan bahagia, itu juga yang jadi tantangan iman saya setiap hari untuk datang pada Yesus dengan tulus, memberi dengan tulus dan tentu saja memilih berbahagia berjalan bersamaNya. 

Selamat hari Minggu 🍞


"Tetapi Yesus berkata, "Biarkan anak-anak kecil itu datang kepada-Ku. Jangan melarang mereka. Karena orang yang seperti anak-anak itulah yang memiliki Kerajaan Surga. "
Dan sebelum pergi, Ia meletakkan tangan ke atas kepala anak-anak itu serta memberkati mereka." Matius 19:14-15 (FAYH)

Thursday, January 1, 2026

Petai 2026


Foto samping petai pagi ini sambi nganter Mami Lia belanja buat masak dirumah. Eh tapi kok kelihatan nggak ada dagunya ya? Eh, iya memang nggak bisa nambah tinggi malah nambah berat badan lho ini, katanya biar kelihatan bahagia dan hidupnya sukses kalau menggemuk 😀.

Tahun ini kalau kamu punya resolusi mau menurunkan berat badan dan makin sehat saya akan temenin ya. Meskipun kata Kahlil Gibran, "Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti."   Nggak papa kalau belum terbukti, yang penting yakin dulu. Karena yakin adalah kondisi percaya atau merasa sangat pasti (tentu, tidak salah lagi) akan sesuatu, di mana pengetahuan dan pemahaman sudah begitu kuat sehingga keraguan hilang dan hati menjadi tenang.

Nah, iseng saya nanya sama AI apakah petai bisa membantu menurunkan berat badan? Ternyata jawabannya petai bisa membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori tapi kaya serat, membuat kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan berlebih, serta mengandung karbohidrat kompleks untuk energi stabil, menjadikannya camilan sehat untuk menjaga berat badan ideal. Mantap juga ya?

Baiklah, demikian catatan hari ke 2 tahun 2026. Salam petai, biar mambu tapi love you 🫛

Tuesday, December 30, 2025

Jengkol 2025


Tidak perlu Jengkol kalau hidup di tahun 2025 masih kurang. Kurang ganteng bisa ke salon ataw operasi plastik, kurang kaya nggak usah cari pesugihan, bekerja keras dan bersyukur dengan hasilnya, kita bisa merasa kaya, kurang tinggi kayak saya jangan kuatir, obat peninggi badan nggak akan bikin tinggi semangat dan kualitas, nyatanya saya laku kok! 

Tidak usah Jengkol kalau hidup di tahun 2025 masih menyedihkan. Toh yang paling sedih adalah mereka yang membandingkan dirinya, hidupnya dan postingan medsosnya dengan mereka yang memang bisa dan punya, jadi nggak perlu Jengkol bin syedih zheyenk!

Tidak usah Jengkol, saya memang nggak suka makan Jengkol. Dimasak dalam bentuk apapun,  maapkeun saya tetap nggak suka, makanya saya nggak mau terjengkol. Jadi, terus saja berjalan sejengkol demi sejengkol, dan sudah dilihat juga dirasakan tahun 2025 berlalu dengan banyak kebaikan (ya pasti Ada catatan kejengkolannya juga sih!)

Sudah ya, kebanyakan nulisnya nggak banyak yang mbaca juga kan? Selamat melewati 2025 dan menyambut 2026 ya gaes, dimanapun anda berada, Gusti mberkahi 🙏

#catatanakhirtahun2025
#selamattinggal2025
#selamatdatang2026
#jengkol #jengkel #plesetan

Sunday, December 14, 2025

Handuk Pink


Di acara kemarin Christmas potluck party volunteers and family kids church saat acara tukar kado, saya dapat hadiah sebuah handuk pink bergambar minnie mouse. Padahal sebelumnya saya sudah memegang hadiah headphone lumayan, ah..ternyata masih digeeser sekali lagi dan jadilah handuk yang beruntung sekali saya mendapatkannya. Sempat berpikir nggak mungkin anak wedok mau pakai, secara sudah besar, kepikiran ada dua ponakan cewek pasti salah satu mau dikasih hadiahnya. Eh, sebelum pulang si anak malah bilang mau, karena dia membutuhkan sering keringatan pas sekolah dan bisa buat acara-acara kalau pas basah-basahan. 

Selanjutnya saya masih memikirkan mungkin memang ada maksud Tuhan kasih saya handuk dan linknlagi warnanya bkan, nah akhirnya saya bertanyalah kepadan mbah Gugel, dia memberikan jawaban tentang filosofi handuk yaitu antara lain mencakup ajaran kerendahan hati (setiap bagiannya bisa digunakan untuk hal berbeda, bahkan yang "kotor"), persiapan dan kenyamanan (hadiah handuk melambangkan kepedulian akan kesejahteraan), kebersamaan (handuk couple melambangkan hubungan saling melengkapi), hingga makna simbolis dalam budaya seperti "melempar handuk" yang berarti menyerah, dan di Jepang handuk putih bisa bermakna duka, sedangkan dalam Feng Shui, handuk bisa jadi penanda energi hubungan. 

Wow, bagus juga ternyata ya. Tadinya saya malah sempat berpikir kalau Tuhan memang senang bercanda dengan kasih saya hadiah ini buat mengingatkan kalau saya harus lebih sering mandi mungkin, kan saya memang senang mandi sebenarnya. Atau mengingatkan denga warna pink yang umumnya melambangkan cinta, kasih sayang, kelembutan, romansa, dan sering dikaitkan dengan kebahagiaan, harapan, kepolosan, dan keramahan, menciptakan suasana santai dan ceria harus terus saya pegang dan lakukan. 

Senang bisa menjadi bagian perayaan dan memberkati juga tahun ini. 

"Don't Panic, and always know where your towel is." Douglas Adams

Thursday, November 13, 2025

Kisah (ternyata nggak...)Horor 13-11-2025


Kisah horor hari ini, malam Jumat tagggal 13 November 2025. Sebagai pengingat jadi saya tulis disini. Dimulai dari rasa kantuk di kereta MRT, sewaktu turun lewat tangga di stasiun MRT Fatmawati saya menggeser HP ke kantong celana delan sebelah kanan. Biasanya saya kakak jaket dan HP masuk ke dalam kantong jaket. Tau kali ini ngga tahu kenapa kok saya males aja. Setelah tap kartunya keluar dan menuju ke parkiran, perasaan saya sudah saya masukkan kembali kedalam kantong alias saku celana sebelah kanan. Lalu saya kembali masukkan HP juga kesana. 

Sesampai di parkiran, saya duduk di bangku panjang disana. Ada seorang bapak dengan rokok, baju semua hitam dan rambut panjang diikat. Sambil komat-kamit dia menatap layar HPnya, mengejutkan dengan memegang IP13 boba 3, jadi kayaknya bukan dukun deh. Balak-bapak biasa ini mah, hehehehe. Saya kemudian menghubungi anak wedok, kasih tahu kalau sudah sampai supaya dia bisa secepatnya menyusul untuk pulang bersama. 10 menit kemudian dia datang dan kita jaka berdua menuju kendaraan. Sampai di kendaraan saya rogoh saku celana dan saya tidak menemukan kartu flazz saya. Bongkar tas juga nggak ketemu, saya akhirnya berjalan bolak-balik sampai 3 kaki tapi tetap saja tidak ketemu. Jalan satu-satunya supaya bisa keluar dengan aman saya menghubungi petugas parkirnya. Dengan sangat baik mereka membantu, iya pastinya saya kena denda, 40ribu sih. Nggak papa juga yang penting saya bisa bawa pulang kendaraan dengan aman, setelah cross cek STNK, KTP, tanda tangan surat pernyataan dan transfer denda, aman kita bisa keluar parkiran dan pulang. 

Eh, ternyata nggak horor sih, cuma teledor! Alias ceroboh sebenarnya, memang bukan yang pertama kartubsaya jatuh. Tapi kali ini cukup bikin cerita yang beda. Dan satu hal lagi, kartu flazz ini adalah hadiah khusus event tahun lalu yang n ggak semua orang dapat tentunya. Ya sudah, belajar untuk merelakan dan melepaskan supaya kehilangan ini justru jadi jalan berkat. Berkat buat yang menemukan kartun dan menggunakannya. Eniwei, isinya masih 100ribuan lho, lumayan kan? 

Jadi pelajaran yang baik hari ini supaya tidak teledor, ceroboh dan selalu bisa antisipasi. Gitu aja! 

Sunday, November 9, 2025

Daun Minggu Siang


"Saya telah melihat jutaan keajaiban. Mereka ada di sekitar. Setiap daun hijau adalah keajaiban." - Jimmy Dean

Sambil menunggu dijemput siang tadi, didekat trotoar tumbuh pohon semak diantara rerumputan yang saya nggak tahu apa namanya. Ada seperti bunga dibawah setiap daun yang mekar. Panas terik menyengat dan semoat-sempatnya saya mengambil foto. Mungkin sekarang diusia ini lebih menikmati hak-hal kecil dan sederhana seperti memperhatikan tanaman. Tapi apa keajaibannya? 

Saya minta bantuan mbah gugel nyariin jawabannya, selembar daun adalah keajaiban karena melakukan fotosintesis untuk mengubah energi matahari menjadi makanan bagi tumbuhan, memiliki simbolisme mendalam dalam sastra sebagai lambang kerentanan dan siklus kehidupan, serta bisa menjadi sumber penyelamat dalam cerita seperti kisah daun besar yang membusuk untuk memberi kehidupan daun-daun lain. Keajaiban ini terletak pada fungsi vitalnya, makna simbolisnya, dan potensinya sebagai sumber kehidupan.

Ternyata wow banget, dan membuat saya semakin kagum. Ada lumayan banyak tanaman di depan rumah. Berbagai bentuk daun dan jenisnya. Eh, makan daun sayuran mungkin juga salah satu keajaiban kali ya. Minggu saya nikmati dengan hijau dan indah 💚