Showing posts with label karakter. Show all posts
Showing posts with label karakter. Show all posts

Saturday, September 1, 2018

Teh, Kopi dan Gerobak

"Jangan pernah sekalipun menilai sesuatu dari kulit luarnya saja" Strange Magic

Panas menyengat siang ini entah menimbulkan suasana yang berbeda, apakah karena tadi pagi gerimis menyiram mengawali bulan ini? Ah, bisa saja terjadi tapi yang jelas setelah pekerjaan saya selesai saya menyempatkan diri meneguk segelas air teh kemasan murah seharga seribu limaratus supaya sedikit melegakan tenggorokan.

Beberapa tegukan saya nikmati kemudian mampir seseorang pemberi barang bekas dengan gerobaknya, wajahnya kusam seberat perjuangannya hari ini mungkin, beberapa kardus terikat dan beberapa jerigen bekas tertampung di gerobaknya. Segelas kopi susu di pesannya dan dengan pelan dia menyeruput kopi itu. Saya beranikan diri menyapa dengan pertanyaan sederhana, "sudah muter ke mana aja ini pak kelihatan penuh bawaannya?" "Ah, kemana saja kaki membawa melangkah mas..." "Lumayan ya pak kardusnya banyak dapatnya? Berapa sekilonya sekarang pak?" Tanya saya lagi. Matanya memandang gerobaknya sambil tangannya memegang kembali gelas kopi, bibirnya sebentar meniup panasnya dan kemudian kembali di minumnya, kemudian dia menjawab saya, "yaah...murah mas, kayak nggak ada harganya sekilo cuman seribu, coba berapa saya harus beli dari penjual dan orang-orang? enak mah pengepul mas udah pasti dapat harganya dari pabrik." Saya mencoba berhitung tapi tidak menemukan hitungan yang saya  rasa menghasilkan uang yang cukup buatnya, saya ajukan lagi pertanyaan, "kalau besi bukannya mahal Pak?" "Sama aja mas, sekilo cuman enam ribu, kalau saya bisa dapat sepuluh kilo berarti dapat enam puluh ribu, tapi modalnya berapa coba kalau saya beli besi bekasnya dari orang? Sekilo palingan saya untung dua ribuan, kalau sepuluh kilo ya untungnya dua belasribu, buat makan sama ngopi udah habis sehari."

Saya menyedot teh manis gelas sampai tandas kemudian masih sempat menatapnya sembari berkata dalam hati, "kamu hebat pak, kalau saya jadi bapak belum tentu saya kuat setiap hari berjuang seperti ini." "Ah...pak, maaf ngomong-ngomong saya duluan ya pak, masih ada urusan ini, saya pamit duluan." "Oh, iya mas, hati-hati mas." jawabnya.

Saya meninggalkannya dengan sebuah pelajaran berharga, namanya adalah berjuang...ya terus berjuang, tidak peduli berapapun hasilnya yang terpenting saya belajar hari ini, jangan berhenti berjuang!

"Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti..." Mazmur 132:15

Tuesday, July 18, 2017

OYBR 16 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Yesaya 18, 19, 20, 21, 22, 23,

Nats:
Yesaya 22:20-25 (TB)  Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia:
Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.
Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.
Dan padanya akan digantungkan segala tanggungan kaum keluarganya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga.
Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tempat yang kokoh itu tidak akan kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungannya itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya."

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Promosi itu datangnya dari Tuhan

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Bahkan dalam keadaan yang mungkin terlihat tidak baik sekalipun Tuhan bisa mengubahkan segala sesuatu, termasuk jabatan atau promosi atau bolehkan saya mengatakannya sebagai perbaikan taraf hidup dari semua sudut kebutuhan.

Elyakim mendapatkan promosi besar dengan memperoleh begitu besar berkat yang dia pegang. Dan bagian itu boleh juga akan saya nikmayi bila saya tetap setia dan taat dalam jalan Tuhan.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Mempercayai promosi atau perbaikan kehidupan akan datang tepat pada waktunya.
Terus memperkatakan dalam iman dan percaya bahwa akan datang masa promosi yang besar bagi saya dan keluarga.
Memperbesar kapasitas dan kesiapan untuk promosi nanti.

Wednesday, July 5, 2017

OYBR 5 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Mazmur 47,48,49
Mazmut 84,85,87

Nats:
Mazmur 49:15 (TB) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Kebahagiaan yang sesungguhnya bukan terletak hanya pada harta

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Kekayaan dan harta benda diakui memang dibutuhkan, tidak salah juga memilikinya dan bahkan dengan kekayaan kita bisa memberikan berbagai kemudahan. Namun bacaan ini memperingatkan bahwa pemilik kekayaan tidak memperoleh jaminan keselamatan dan kebahagiaan yang ssesungguhnya.

Harta kekayaan tidak dapat menjadi bayaran penebusan dosa kita, hanya dengan pengorbanan sejati Yesus di atas kayu salib saja kita teman dibebaskan dari hukuman dosa dan menyelamatkan nyawa kita. Dan itulah kebahagiaan sejati yang sesungguhnya. Bukan kebahagiaan yang didasarkan atas kekayaan dan harta benda.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
-  fokus pada kebahagiaan sejati bukan pada kebahagiaan materi
- mengutamakan Tuhan dalam kepemilikan segala sesuatu sehingga tidak terikat dengan apa yang saya miliki

Sunday, July 2, 2017

OYBR 2 Juli

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:

Bacaan : Amsal 25-29

Nats : Amsal 29:17 (TB)  Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?
Kata Didiklah, beberapa versi menyebutkan dengan kata tegurlah dan discipline.

Arti kata didik/mendidik : memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Arti kata tegur : memperingatkan, menasihatkan

Arti kata discipline : the practice of training people to obey rules or a code of behavior, using punishment to correct disobedience.

Bagi saya sebagai orang tua dan pengajar ayat ini berbicara dengan luar biasa untuk menunjukkan bahwa saya perlu melakukan disiplin yang baik bagi anak saya dan murid-murid saya. Disisi lain, ayat ini berbicara dengan keras bahwa saya harus mendisiplinkan diri, siap belajar terus (mendapatkan didikan juga) dan siap ditegur.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Buat saya bagian ini menunjukkan bahwa ketentraman dan kebahagiaan hidup salah satunya adalah mempunyai anak yang baik. Anak yang terdidik dengan baik. Mendidik anak adalah sebuah tugas yang tidak mudah, bukan sekedar tugas sampingan. Bukan tugas salah satu istri atau suami saja. Sebagai orang tua mendidik dalam kebenaran adalah keharusan, disinilah tantangannya bahwa kita yang menjadi orang tanya harus terlebih dahulu intim dan dekat dengan Sumber Kebenaran itu sendiri.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- belajar menjadi orang tua dan pengajar yang mengandalkan kasih dan kebenaran
- terus memperlengkapi diri dengan pengetahuan yang baru
- belajar mendisiplinkan diri termasuk membaca Alkitab salah satunya
- menunggu hasil proses disiplin yang baik yang akan menghasilkan buah yang baik

Monday, May 2, 2016

Kesuksesan

Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D (penulis The Millionaire Next Door)
mungkin akan mengubah apa yang kita percayai selama ini.
Penelitian beliau menunjukkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya diurutan ke-21, bersekolah di sekolah favourite diurutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses diurutan ke-30. Kaget ?
Ingin tahu 10 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan ?
Silahkan renungkan kembali apa yang kita percayai setelah membaca 10 urutan dibawah ini:

1. Jujur.
2. Disiplin.
3. Gaul (good interpersonal skill).
4. Dukungan dari komunitas (bagi yg menikah: pasangan hidup).
5. Bekerja lebih keras daripada yang lain.
6. Mencintai apa yang tengah dihidupi dan dikerjakan (memiliki passion)
7. Kepemimpinan yang baik dan kuat (good & strong leadership).
8. Semangat dan berkepribadian kompetitif.
9. Pengelolaan kehidupan yang baik (Good life management): manajemen diri
10. Kemampuan menjual gagasan dan produk (abilty to sell idea or product)

Setelah sekian lama hidup dan bekerja, kita punya berapa dari 10 itu?

Sumber: FB Heru Krisnata

Monday, April 11, 2016

Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.

Source: fb kisah2 inspiratif

Saturday, March 26, 2016

BERUBAH atau MATI.

RAJAWALI merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dpt mencapai 70 thn. Tapi utk mencapai umur itu seekor RAJAWALI hrs membuat keputusan besar pd umurnya yg ke 40.

Saat umur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya mjd sgt berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yg menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung utk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia hrs mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dr mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia hrs mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yg baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali.  Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN.  Berani  membuang kebiasaan2 lama yg mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yg menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri...Bersediakah Anda Berubah....??

https://yudoprasonto.wordpress.com/2010/02/23/kisah-burung-rajawali-dan-7-prinsip-hidupnya/

Friday, March 18, 2016

Penebang Kayu Kehilangan Kapak

Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.

Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya.

Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya.

Semakin dipikir semakin yakin.

Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yg sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.

Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?

Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita.

Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan.

Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi.

Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan.

Segalanya mengalir dalam dimensi ruang dan waktu. Mari kita renungkan.

Sumber: FB kisah2 inspiratif

Monday, August 3, 2015

Cita-Cita

Ketika ditanya kenapa menggambar dokter bukan artis seperti yang biasanya dia bicarakan, Abby menjawab, "ah...itu kan gambarnya hanya dalam mimpi saja..."

Hahahaha...

Mungkin dia ingin menggambar sosok seorang artis namun tidal menemukan imajinasi yang tepat sedangkan gurunya memberi contoh gambar seorang dokter di papan tulis. Tentu saja sebagian besar murid akan meniru gambar gurunya.

Nggak masalah, mau jadi apapun asalkan itu sesuai dengan kemampuan dan talentamu ya Mbi...
Pap bangga padamu, apapin nanti mau akan menjadi..

Tuesday, December 16, 2014

Ancaman dan Hukuman Justru Memicu Anak Berbohong

Jika Anda ingin anak selalu berkata jujur, cara terbaik bukan dengan memberikan ancaman atau hukuman jika mereka berbohong.

Kesimpulan itu didapat melalui penelitian yang melibatkan 372 anak berusia antara 4-8 tahun. Para ahli menemukan bahwa anak tidak akan berkata jujur jika mereka takut atau dihukum. Mereka justru akan memilih untuk berbohong agar orang tua merasa senang sehingga mereka pun akan merasa lega.

"Pokoknya, hukuman tidak akan membuat anak berkata jujur," kata kepala penelitian Victoria Talwar dari McGill University, seperti dikutip dari Times of India.

"Faktanya, ancaman dan hukuman memiliki dampak yang justru tidak diharapkan. Anak akan merasa takut untuk berkata jujur," katanya.

Dalam studi itu, tim peneliti menempatkan seorang anak di dalam sebuah ruangan selama 1 menit bersama dengan mainan yang diletakkan di belakang mereka. Anak-anak diminta untuk tidak berbalik atau mengintip mainan tersebut.

Sebuah video kamera tersembunyi merekam perilaku mereka. Ketika para ahli kembali, anak-anak ditanyakan apakah mereka mengintip atau tidak. Ketika ditanya apakah mereka mengintip, 67% anak berbohong.

Peneliti menemukan anak yang lebih kecil cenderung berbohong untuk membuat orang dewasa merasa senang, sedangkan anak yang berusia lebih tua merasa harus jujur karena mereka sadar itu adalah tindakan yang benar.

"Informasi ini sangat berguna bagi para orang tua dan tenaga pengajar agar mendorong anak untuk senantiasa berkata jujur," kata Talwar. Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Experimental Child Psychology. 

http://rona.metrotvnews.com 

Wednesday, July 9, 2014

Orangtua Jangan Selalu Merasa Lebih Pintar dari Anak

Saat berkomunikasi dengan anak, banyak orangtua yang berpikiran lebih pintar, lebih jago, dan lebih segalanya daripada anak. Mengapa komunikasi merasa lebih pintar itu tidak tepat? Sebab, anak merasa seolah-olah digurui, tidak dihargai, dipermalukan dan direndahkan oleh orangtua.

Misalnya dengan membandingkan anak-anak kita dengan kita dulu. Tugas kita adalah selalu membimbing dan mengarahkan mereka agar tidak salah jalan dan tetap berpegang pada nilai-nilai moral.

Selain itu, ada bentuk komunikasi lain yang perlu dihindari orangtua, itu adalah:

* Hindari perkataan kasar
Menghindari perkataan kasar yang membuat emosi jadi tidak terkendali. Perhatikan intonasi suara. Aturlah nada suara agar tetap teratur, lembut dan tenang. Apabila anak mulai menjengkelkan usahakan tetap tenang dan jangan terpancing emosi, apalagi memukul karena kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru.

* Lihat situasi saat berdiskusi
Hindari mendiskusikan masalah dengan anak saat anak sedang lelah atau rewel. Orangtua sebaiknya mengetahui suasana hati dan jalan pikiran anak-anaknya.

* Jangan bandingkan dengan pola lama
Orangtua hendaknya tidak bersikap otoriter dan memakai “kacamata kuda” dengan pola tradisi lama di mana kita takut untuk mengungkapkan pandapat, terutama kepada orang tua karena anak-anak saat ini sudah mulai lebih memiliki kreativitas, penuh daya cipta, penuh argumentasi, punya cara pandang yang luas.

http://female.kompas.com

Tuesday, June 3, 2014

Ambil Nilai Positif dari Sebuah Kegagalan

Tak ada manusia yang luput dari kesalahan. Semua manusia pasti pernah berbuat salah dan juga mengalami kegagalan. Sayangnya, tidak semua orang bisa move on dengan mudah dari masalah-masalah ini.

Anda perlu menyadari bahwa terus mengingat kegagalan masa lalu dan membiarkan kesalahan hanya akan menghalangi langkah untuk maju. Inilah pentingnya Anda harus membingkai ulang pandangan tentang kesalahan dan kegagalan yang bisa membantu Anda merasa lebih positif dan bahagia.

1. Tidak ada kesalahan dan kegagalan, hanya sebuah pelajaran hidup
Anda pasti pernah mendengar ungkapan "Di balik setiap masalah pasti ada hikmahnya'. Setiap kesalahan yang dibuat dalam hidup adalah kesempatan untuk tumbuh dan belajar.  Dengan berbagai hikmah baru ini, Anda akan tumbuh dewasa dan belajar banyak sehingga Anda bisa mengambil langkah tambahan penting yang dibutuhkan.

2. Kesalahan tidak mendefinisikan diri jati diri Anda
Sekalipun pernah berbuat salah dan akhirnya gagal, jangan biarkan perasaan frustasi ini menggerogoti pikiran. Jangan biarkan kesalahan menjadi cap diri bahwa Anda itu bodoh dan menyedihkan.

3. Kesalahan terbesar adalah ketakutan untuk salah dan gagal
Salah satu hal yang paling umum terjadi adalah orang terlalu senang berada di zona nyaman. Akibatnya mereka akan takut untuk bertindak atau melakukan hal-hal baru karena takut gagal. Kesalahan dan kegagalan adalah bagian penting dari sebuah proses pengembangan diri untuk mencapai kesuksesan.

4. Kesalahan mengarah pada sebuah terobosan
Kesalahan adalah lahan subur di mana banyak peluang baru akan tumbuh. Sebelum Thomas Edison menemukan bola lampu, ada seseorang yang bertanya apakah mereka merasa gagal. Namun ia berkata, "Saya tidak gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil untuk alat ini."

Cobalah untuk mengubah cara panjang Anda tentang kesalahan dan kegagalan. Melihat kesalahan sebagai kegagalan akan mencegah Anda mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Selalu ada banyak jalan untuk bisa memperbaiki kesalahan dan membuatnya jadi sebuah inovasi baru. Semakin banyak kesalahan yang Anda buat, semakin besar terobosan yang menanti Anda.

Friday, October 18, 2013

Masih Belum Merasa Bahagia? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Ketika kita menghindari rasa kecewa dan masa-masa sulit hanya untuk melupakan masalah dan amarah, sebenarnya di saat itu kita berusaha melumpuhkan kebahagiaan yang akan kita raih. Ini disimpulkan oleh profesor di University of Houston, Brene Brown, baru-baru ini.
Selain itu, ada delapan hal lainnya yang diprediksi menjadi penyebab kenapa seseorang belum sepenuhnya merasa bahagia.

1. Terlalu berambisi untuk meraih sesuatu
Ketika Anda terlalu berambisi untuk meraih sesuatu, di saat yang sama Anda sedang menyiapkan diri untuk menjauh dari rasa bahagia. Menurut sebuah riset yang pernah diakukan University of Denver, proses menuju momen bahagia itu sendiri yang sebenarnya harus dinikmati. Disebutkan juga, mereka yang mendorong dirinya mencapai sesuatu agar bisa bahagia pada dasarnya akan merasa kesepiaan dan kemudian lelah sendiri. Tekanan dan beban ini bisa juga berpotensi menyebabkan stres dan lebih jauh menganggu kesehatan.

2. Menekan rasa sakit
Menangis pada dasarnya adalah respons emosional terhadap apa yang ada di sekitar, entah itu baik atau buruk. Ketika Anda mencoba menahan diri untuk tidak menangis, sering kali Anda kelelahan baik secara mental juga fisik. Cobalah melihat sisi positifnya. Tak ada yang salah dengan meluapkan rasa sesak di dada.

3. Meluapkannya berlebihan
Rasa bahgaia itu memang pada dasarnya dibagi-bagi dan diberi tahu ke orang lain. Namun, ternyata dengan banyaknya media sosial yang ada saat ini, sebut saja seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lainnya, justru banyak orang menjadi berlebihan dalam membagi apa yang dirasakannya. Pada akhirnya ini justru membuat rasa bahagia itu sendiri menipis dan hilang.

4. Terlalu sibuk dengan ponsel
Berapa kali dalam sehari Anda melihat telepon seluler atau smartphone Anda? Melihat status orang lain di Facebook dan sejenisnya? Terhubung dengan dunia luar dan orang lain memang salah satu kunci kebahagiaan, tetapi terlalu sering mengakses ponsel dan media sosial justru akan berdampak sebaliknya. Terlalu sering dan aktif di media sosial akan membuat pikiran positif berkurang dan menambah beban pikiran. Apalagi jika teman-teman Anda terlalu sering mem-posting hal-hal negatif.

5. Mencoba sempurna
Anda mencoba meraih semua hal dan menuntaskannya dengan baik, dari mulai pekerjaan, sekolah, mengurus anak, bersosialisasi, dan sebagainya. Bagaimanapun Anda tidak akan bisa memenuhi semuanya dalam satu hari. Kadang bisa jadi Anda terlalu memaksakan diri.

6. Enggan melihat pengalaman di masa lalu
Sesekali cobalah bernostalgia dan melihat pengalaman di masa silam. Nostalgia dan emosi yang hadir dengan merefleksi apa yang terjadi di masa lalu akan menimbulkan rasa bahagia tersendiri. Ada rasa hangat yang menjalar di dalam diri lewat memori menyenangkan itu.

7. Aktif bergerak
Menerapkan gaya gidup sehat, dalam hal ini mental dan fisik termasuk berolahraga yang rutin adalah kunci kebahagiaan. Namun, sayangnya jarang dipraktikkan. Jika selama ini Anda merasa belum berbahagia, mungkin praktik olahraga dan bergerak aktif ini masih kurang. Jika perlu konsumsi vitamin dan suplemen untuk menjadikannya lebih baik.

8. Tidak mau menerima perubahan
Mungkin apa yang Anda jalani sekarang sudah nyaman, pekerjaan bagus, keluarga sempurna, dan tidak ada yang salah. Namun jangan enggan melakukan perubahan. Ketakutan akan rasa kehilangan zona nyaman dan lainnya akan membuat Anda menjauh dari bahagia.

9. Rileks dan berpikir lebih tenang
Sesekali cobalah meditasi dan menenangkan pikiran. Di agenda yang terlalu sibuk dan seakan tak ada habisnya, cobalah sempatkan diri minimal lima menit untuk bermeditasi. Kosongkan pikiran dan tenangkan hati. Ini akan menurunkan level stres dan menghadirkan rasa bahagia yang hanya Anda yang tahu rasanya.

http://female.kompas.com/

Thursday, April 18, 2013

5 Ucapan yang Melukai Harga Diri Pria

 

Tanpa disadari, pria sebenarnya memiliki hati dan perasaan yang sensitif. Dan pria ternyata sangat mudah terpengaruh dengan apa yang dikatakan perempuan tentang dirinya, terutama dari orang yang dicintainya.

Inilah yang tak diketahui kaum perempuan, yang mengira bahwa pria adalah sosok yang kuat dan tak mudah tersinggung. Hal ini membuat perempuan tak sensitif dalam menjaga ucapan kepada pria. Sekalipun terlihat kuat, tapi pria juga bisa terluka harga dirinya karena perkataan Anda. Ingin tahu apa yang membuat mereka terluka akibat ucapan Anda?

1. Membandingkannya dengan kekayaan pria lain
Sifat manusia berbeda satu sama lain, maka tak adil jika Anda selalu membandingkan sifat si dia dengan pria lainnya. Terutama yang menyangkut masalah keuangan. "Akan sangat mengerikan bagi pria ketika Anda mulai mengungkapkan betapa beruntungnya sahabat Anda karena suaminya baru membelikan sebuah mobil mewah, atau sahabat Anda dan suaminya berlibur ke luar negeri. Masalah ini sangat melukai kelelakian pria," jelas pakar hubungan, Sujeiry Gonzalez.

2. Bahasa tubuh negatif
Bahasa tubuh adalah sebuah cara berkomunikasi yang lain. Hal-hal sekecil apa pun dari bahasa tubuh bisa menyakiti mereka jika Anda tak berhati-hati. Dr Carole Lieberman, psikiater dan penulis buku Bad Girls:Why Men Love Them & How Good Girls Can Learn Their Secret, mengungkapkan bahwa bahasa tubuh perempuan yang negatif bisa menjadi serangan mematikan terhadap mereka secara pribadi.

"Bahasa tubuh yang terlihat negatif ini misalnya, ketika Anda terlihat bosan saat bersama mereka, memutar bola mata saat mendengar ceritanya, menghindari kontak matanya, atau saat Anda tidak memberikan effort yang sama besarnya dengan yang mereka lakukan untuk Anda. Para pria bisa menangkap hal itu, dan merasa gagal untuk menyenangkan Anda. Bahasa tubuh Anda akan menghancurkan kepercayaan dirinya," ungkapnya.

3. Menggunakan "tapi"

Ini salah satu kata sederhana yang bisa menjadi kalimat pembunuh yang diucapkan seorang perempuan. Kok bisa sih kata ini memiliki dampak yang begitu kuat untuk seorang pria? "Kata ini akan membuat pria merasa apa yang pernah ia lakukan ini tidak cukup baik untuk Anda," jelas Gonzalez.

Coba perhatikan lagi, berapa kali Anda pernah mengungkapkan kata ini pada si dia. Misalnya, "Baju yang kamu beli untuk aku bagus kok, tapi...", "Sepatunya bagus juga, tapi...". Daripada mengucapkan "tapi", bukankah lebih baik mengucapkan "terima kasih" kepadanya?

4. Mengungkit-ungkit kegagalannya
Tidak ada orang yang lepas dari kegagalan, demikian juga Anda dan pasangan. Anda pasti tak mau kalau kegagalan Anda selalu diungkit-ungkit dan dianggap tidak mampu memperbaikinya di lain hari. Ketika pria melakukan sebuah kesalahan, tanpa Anda sadari mungkin Anda memberinya cap buruk dan tidak lagi percaya kepadanya untuk melakukan hal itu.

Misalnya ketika ia gagal memperbaiki mobil Anda yang mogok di tengah jalan sampai berjam-jam lamanya. Karena kesal harus menunggu lama, secara tak sadar ada memori yang tertanam dalam otak Anda bahwa ia tidak mampu melakukan hal tersebut. Akibatnya, ketika kejadian ini terulang lagi, Anda tidak percaya lagi pada kemampuannya untuk memperbaiki kembali dan memilih untuk langsung memanggil montir.
"Anda mungkin berpikir bahwa Anda sedang mendukung dan membantunya agar ia tak perlu bersusah payah untuk memperbaikinya. Tetapi percayalah, perbuatan ini justru melukai sisi maskulinnya. Karena pada dasarnya, pria ingin menjadi semua yang Anda butuhkan," kata psikolog dr Ramani Durvasula.

5. Anda tak membutuhkannya

Amber Neal, seorang matchmaker, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan hubungan adalah jika kedua belah pihak merasa saling membutuhkan dan dibutuhkan. Maka ketika Anda mengungkapkan tak lagi membutuhkannya, pria merasa tak berguna lagi sehingga mereka merasa tak perlu mempertahankan hubungannya.
"Pria sudah terprogram untuk menjadi seseorang yang dibutuhkan perempuan. Saat Anda berkata tak lagi membutuhkannya, maka dia akan bertanya-tanya untuk apa dia ada di sana. Jangan salahkan pria ketika tiba-tiba mereka keluar dari kehidupan Anda karena menganggap Anda tak lagi membutuhkannya," katanya.

http://female.kompas.com

Sunday, January 27, 2013

Kepribadian yang Matang

Kepribadian yang matang merupakan label positif bagi orang yang dianggap telah mencapainya. Sayang, banyak orang tak pernah berpikir menjadi matang. Padahal, kepribadian matang merupakan ukuran perkembangan kepribadian yang sehat.

Kepribadian yang matang diartikan secara berbeda-beda oleh banyak orang. Hal ini tercermin dari beberapa pendapat berikut ini.  Menjawab pertanyaan dosen dalam kuliah tentang kepribadian di sebuah fakultas psikologi, ada mahasiswa yang mengartikan matang kepribadian sebagai sabar, tidak berlebihan dalam mengekspresikan emosi, dan pandai mengelola hubungan dengan orang lain.

Ada juga yang mengartikan kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan dengan bijaksana. Beberapa mahasiswa menunjuk pada kemampuan memenuhi tugas-tugas perkembangan masa dewasa dengan baik, seperti memiliki pekerjaan dan filsafat hidup yang mantap, kondisi batin yang stabil, dan sebagainya.

Tulisan ini menyajikan kriteria yang lebih utuh mengenai kepribadian yang matang dari seorang sesepuh yang ikut merintis Psikologi, yakni Gordon W. Allport (1897-1967). Hingga saat ini teori-teorinya (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan.

Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat.
1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika orang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut "partisipasi otentik".

Dalam pandangan Allport, aktivitas yang dilakukan harus cocok dan penting, atau sungguh berarti bagi orang tersebut. Jika menurut kita pekerjaan itu penting, mengerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak, dan berarti kita menjadi partisipan otentik dalam pekerjaan itu. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi diri kita. 

Orang yang semakin terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas, orang, atau ide, ia lebih sehat secara psikologis. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pekerjaan, melainkan juga hubungan dengan keluarga dan teman, kegemaran, dan keanggotaan dalam politik, agama, dan sebagainya.

2. Relasi Sosial yang HangatAllport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik.

Ada perbedaan hubungan cinta antara orang yang neurotis (tidak matang) dan yang berkepribadian sehat (matang). Orang-orang neurotis harus menerima cinta lebih banyak daripada yang mampu diberikannya kepada orang lain. Bila mereka memberikan cinta, itu diberikan dengan syarat-syarat. Padahal, cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.

Jenis kehangatan yang lain, yaitu perasaan terharu, merupakan hasil pemahaman terhadap kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.

Hasil dari empati semacam ini adalah kesabaran terhadap tingkah laku orang lain dan tidak cenderung mengadili atau menghukum. Orang sehat dapat menerima kelemahan manusia, dan mengetahui dirinya juga memiliki kelemahan. Sebaliknya, orang neurotis tidak mampu bersabar dan memahami sifat universal pengalaman-pengalaman dasar manusia.

3. Keamanan EmosionalKualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut.  Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Mereka dapat mengendalikan emosi, sehingga tidak mengganggu hubungan antarpribadi. Pengendaliannya tidak dengan cara ditekan, tetapi diarahkan ke dalam saluran yang lebih konstruktif.

Kualitas lain dari kepribadian sehat adalah "sabar terhadap kekecewaan". Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan atas berbagai keinginan atau kehendak. Mereka mampu memikirkan cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.

Orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan tak aman dan ketakutan. Namun, mereka tidak terlalu merasa terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut secara lebih baik daripada kaum neurotis.

4. Persepsi RealistisOrang-orang sehat memandang dunia secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.

5. Keterampilan dan TugasAllport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme.

Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego. Dedikasi terhadap pekerjaan berhubungan dengan rasa tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang positif.
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan pekerjaan penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan.

6. Pemahaman DiriMemahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara objektif.  Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Jika gambaran diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan sesungguhnya, individu tersebut semakin matang.

Demikian juga apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya, bila semakin dekat (sama) dengan yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya, berarti ia semakin matang. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif.

Orang yang memiliki objektivitas teradap diri tak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain (seolah orang lain negatif). Ia dapat menilai orang lain dengan seksama, dan biasanya ia diterima dengan baik oleh orang lain. Ia juga mampu menertawakan diri sendiri melalui humor yang sehat.

7. Filsafat HidupOrang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness).

Keterarahan itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu atau serangkaian tujuan, serta memberikan alasan untuk hidup. Kita membutuhkan tarikan yang tetap dari tujuan yang bermakna. Tanpa itu mungkin kita mengalami masalah kepribadian.

Kerangka dari tujuan-tujuan itu adalah nilai, yang bersama dengan tujuan sangat penting dalam rangka mengembangkan filsafat hidup. Memiliki nilai-nilai yang kuat merupakan salah satu ciri orang matang. Orang-orang neurotis tidak memiliki nilai atau memiliki nilai yang terpecah-pecah dan bersifat sementara, yang tidak cukup kuat untuk mempersatukan semua segi kehidupan.

Suara hati berperan dalam menentukan filsafat hidup. Allport mengemukakan perbedaan antara suara hati yang matang dengan suara hati tidak matang. Yang tidak matang, suara hatinya seperti pada kanak-kanak: patuh dan membudak, penuh larangan dan batasan, bercirikan perasaan "harus".

Orang yang tidak matang berkata, "Saya harus bertingkah laku begini." Sebaliknya, orang yang matang berkata, "Saya sebaiknya bertingkah laku begini."  Suara hati yang matang adalah perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau etis.

Sumber :
Gaya Hidup Sehat

Rahasia Mengembangkan Kepribadian

Banyak orang prihatin mengenai perkembangan orang muda saat ini. Mereka lebih lambat dewasa. Bandingkan dengan masa-masa menjelang dan setelah Indonesia merdeka, orang-orang muda yang mengambil tanggung jawab mendirikan bangsa dan negara ini.
Bung Karno dan Bung Tomo merupakan contoh bagaimana orang muda pada waktu itu telah mampu keluar dari perhatian terhadap diri sendiri. Mereka memberikan perhatian kepada hal yang besar, berupa kehidupan yang lebih luas tanpa tanggung-tanggung: bangsa dan negara Indonesia yang sangat besar!
Kondisi pada waktu itu memang menciptakan peluang tersebut. Orang muda mendapat tantangan bertindak. Di dalam keluarga pun terdapat tradisi pendidikan yang sangat menekankan tanggung jawab sedini mungkin, dengan menerapkan sistem ganjaran dan hukuman (reward dan punishment) yang konsisten.
Hampir tiap keluarga menerapkan pembagian tugas kepada semua anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga maupun tugas lain membantu orangtua.

Pentingnya Tanggung Jawab dan Disiplin Dengan praktik-praktik orangtua pada masa lalu tersebut, entah disadari atau tidak, sebenarnya orangtua telah melatih anak untuk memiliki perhatian serta tanggung jawab terhadap kehidupan bersama, dan mengembangkan disiplin.
Selain melalui tugas rumah tangga, anak-anak juga mengalami pendisiplinan melalui aturan-aturan jam tidur siang, jam belajar bersama, jam bermain, dan sebagainya. Tampak bahwa pemberian tanggung jawab dan pendisiplinan sejak dini berperan sangat penting dalam mendorong pendewasaan seorang anak.
Keadaan saat ini sungguh berbeda. Anak sering tetap diperlakukan sebagai bocah hingga mereka remaja, tanpa menerima kewajiban yang memungkinkan mereka memberikan perhatian terhadap lingkungan. Kewajiban yang diberikan sebatas belajar dan menghasilkan nilai rapot yang memuaskan bagi orangtua.
Akibatnya, banyak anak tetap bergantung pada orangtua hingga lulus sarjana. Padahal, tanpa pengalaman tanggung jawab dan disiplin, kemampuan mengatasi masalah kurang berkembang. Mereka juga kurang memiliki daya juang. Terutama bila tidak punya prestasi atau keterampilan tertentu, mereka cenderung mengalami krisis harga diri.
Alih-alih memikirkan tanggung jawab akan dunia sekelilingnya, mereka justru sibuk mengatasi dirinya sendiri yang tidak bahagia. Sebagian bahkan menggunakan cara-cara tidak sehat untuk mengatasinya (seperti menggunakan obat terlarang) di samping memboroskan waktu untuk mencari pemuasan diri sesaat.

Manfaat Berorganisasi Mengapa terjadi perubahan pola pendidikan orangtua dalam kultur kita? Perubahan tersebut nampaknya tidak lepas dari perkembangan masyarakat yang semakin komplek, sehingga menggeser orientasi-orientasi dalam hidup.
Perubahan kurikulum pendidikan formal yang cenderung membebani anak dan orangtua, ikut mendorong orangtua untuk membebaskan anak dari tugas-tugas lain selain sekolah atau mencapai prestasi lain. Membiasakan anak selalu dilayani oleh pembantu rumah tangga merupakan faktor yang lain.
Lalu, langkah apa yang dapat ditempuh untuk mengembangkan kepribadian anak-anak muda kita? Menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan disiplin merupakan keharusan. Mendorong aktif dalam organisasi yang memiliki program terstruktur seperti OSIS, sanggar seni, lembaga pengabdian, merupakan langkah lain.
Sebuah penelitian mengenai manfaat organisasi pemuda di Amerika memberikan gambaran yang menarik mengenai apa saja perkembangan yang dialami oleh para anggota organisasi yang diteliti.
Larson dkk (2004), melakukan observasi dan wawancara terhadap para anggota dan pimpinan tiga organisasi yang berbeda basis kegiatan (pendidikan, seni, dan kemasyarakatan), masing-masing 3-4 bulan. Melalui hasil penelitian ini kita dapat melihat manfaatnya bagi perkembangan kepribadian anggotanya.

1. Mengembangkan inisiatif Temuan Larson dkk pada tiga program yang diteliti, sesuai dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa keterampilan inisiatif para anggota tumbuh melalui tantangan yang mereka hadapai dalam mencapai suatu tujuan. Pada mulanya para anggota ”sekadar melakukan”, tetapi setelah beberapa minggu kemudian mereka mulai tampak mengembangkan strategi untuk menghadapi suatu tantangan (tugas), dan lebih memobilisasi waktu dan usaha. Beberapa hal yang dipelajari sebagai hal yang menghasilkan kesuksesan program adalah: (a) memulai secara lebih awal; (b) mengelola waktu; (c) bekerja keras.
Beberapa anggota tampak menunjukkan peningkatan dalam strategi berpikir. Mereka menemukan pencerahan (insight) dalam hal memecahkan masalah, mengorganisasi langkah-langkah pekerjaan, dsb, agar penyelesaian tugas dapat lebih efektif. Sebagian anggota malah dapat mentransfer peningkatan kemampuan inisiatifnya ke dalam sisi lain kehidupannya, yaitu dalam perencanaan karier.

2.    Transformasi dalam motivasi Dengan adanya perkembangan keterampilan inisiatif, motivasi para anggota juga berubah. Larson dkk menemukan, dalam tiga organisasi yang diteliti banyak anggota yang awalnya bergabung dengan alasan ekstrinsik: untuk memuaskan orangtua, mengisi waktu luang bersama teman sebaya, menjadi prasyarat lulus sekolah, atau karena ada honor. Namun, sebagian besar kemudian menunjukkan perubahan.
Motivasi mereka menjadi lebih intrinsik (adanya minat pribadi terhadap program), dengan alasan dapat terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang baru, segar, dan menarik secara pribadi.

3.    Memperoleh modal sosial Perkembangan remaja, selain berupa perkembangan karakter dan penguasaan keterampilan baru, juga perkembangan dalam pembentukan relasi pribadi, termasuk relasi dengan orang dewasa. Untuk itu, orang muda butuh relasi dengan orang dewasa yang dapat memberi modal sosial, yakni yang memberi informasi dan sumber daya yang menghubungkan mereka dengan dunia orang dewasa.
Modal sosial selain baik untuk individu juga baik untuk komunitas karena adanya pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan kepercayaan, sehingga membentuk keadaan masyarakat yang sehat. Keterlibatan dalam program-program kepemudaan merupakan kesempatan untuk membangun modal sosial dan berkembang menjadi orang-orang dewasa yang berkeahlian tinggi.
Dari penelitian Larson dkk ditemukan bahwa para anggota dari tiga organisasi yang diteliti memanfaatkan relasinya dengan orang-orang dewasa dalam komunitas yang ada untuk keperluan pendidikan dan perencanaan karier mereka.
Banyak anggota mengaku telah belajar dari para orang dewasa mengenai pilihan pendidikan dan karier di masa mendatang. Dalam relasinya dengan orang-orang dewasa sepanjang kegiatan yang dilaksanakan, mereka dapat menemukan secara nyata bagaimana orang dewasa mengelola tantangan hidup, dan mereka ikut mengembangkan keahlian untuk menghadapi tantangan.

4.    Menjembatani perbedaan Bentuk lain modal sosial/interpersonal diperoleh melalui teman-teman sebaya, yakni dengan mengembangkan hubungan dan pemahaman terhadap berbagai aspek perbedaan manusia (etnis, agama, gender, status sosial-ekonomi, tujuan, dsb). Hasil penelitian Larson dkk menunjukkan melalui program-program pada tiga organisasi yang diteliti, para anggota mengalami perkembangan kompetensi untuk memahami dan menghargai keanekaragaman manusia.
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa para anggota belajar menjembatani perbedaan melalui proses tiga tahap: a.    Pertama, mengalami interaksi dengan orang-orang muda lain yang berbeda dengan dirinya dalam berbagai hal. Melalui interaksi ini mereka mengalami hubungan yang bermakna dengan teman berbeda etnis dan sebagainya serta membangun rasa saling percaya. b.    Kedua, melalui interaksi tersebut mereka belajar tentang orang lain dan mulai melihat orang lain secara lebih utuh. Dengan bersama-sama mengerjakan apa yang menjadi program dalam kelompok-kelompok kecil, mereka menjadi saling bergantung dan akrab satu sama lain. c.    Ketiga, mereka mengalami perubahan dalam berpikir yang memengaruhi bagaimana interaksinya dengan anggota kelompok-kelompok lain. Berdasarkan pengalaman berinteraksi secara akrab dengan orang lain di dalam kelompok, selanjutnya dalam interaksi dengan kelompok lain mereka telah mampu untuk menghargai perbedaan-perbedaan, sehingga dalam interaksi tidak terjadi pembedaan antarkelompok.
Namun, dalam kenyataan pencapaian tahap ketiga ini tidak berlangsung mudah. Bila sungguh-sungguh dihadapkan dengan perbedaan antarkelompok, kadang terjadi pertahanan diri, penolakan, atau pengabaian masalah yang dihadapi. Dalam situasi seperti ini orang dewasa yang menjadi pendamping program bekerja keras menciptakan kondisi positif bagi interaksi antarkelompok. Antara lain dengan memberikan status yang sama, membangun kerja sama, kontak individu antarkelompok, dan adanya dukungan dari orang-orang dewasa (pendamping) dalam berbagi seting kegiatan.

5.    Menemukan tanggung jawab baru Tanggung jawab merupakan kualitas yang diharapkan dimiliki orang yang berkembang menuju kedewasaan. Hasil penelitian Larson dkk menunjukkan, banyak anggota mengakui adanya proses menjadi lebih bertanggung jawab dalam perasaan maupun dalam bertindak, sepanjang keikutsertaannya dalam program.

 @M M Nilam Widyarini MSi Kandidat Doktor Psikologi

8 Tipe Kepribadian Ini Pengaruhi Kesehatan

Dapatkah tipe kepribadian seseorang mengungkap semua hal tentang kesehatannya? Jawabannya adalah ya! Pasalnya, terdapat banyak bukti yang mengindikasikan bahwa karakter dapat memengaruhi kualitas kesehatan seseorang.

"Kepribadian merupakan hasil dari pengaruh gen dan lingkungan.  Dengan mengetahui Anda termasuk karakter mana bukan tidak berarti akan mengidap sejenis penyakit tertentu seperti jantung misalnya, tetapi setidaknya menjadi waspada akan risiko kesehatan," ungkap Dr Martin Hagger, pakar psikologi kesehatan dari Universitas Nottingham dan Universitas Curtin, Australia.
Manfaat positif lainnya, kata Hagger, Anda juga memeroleh kesempatan mengenal dan menganalisis aspek yang kurang sehat dalam karakter Anda, seperti kebiasaan merokok atau minum alkohol.
Berikut adalah beberapa tipe kepribadian seseorang beserta kondisi kesehatan yang biasa dikaitkan dengan karakternya :

1. Tipe Periang, Optimistis
Mereka yang masuk kategori ini biasanya punya pandangan yang luas akan kehidupan, tetapi mereka yang optimistis cenderung kelebihan berat badan.
Para ahli dari Doshisha University di Kyoto, Jepang, meneliti pria dan wanita obesitas yang sedang menjalani program pelangsingan termasuk konseling, latihan olahraga dan pengaturan nutrisi.
Peneliti menemukan, mereka yang pikirannya paling positif justru mencatat penurunan berat badan paling sedikit.  Diduga, dengan melihat sisi terang membuat pasien tidak terlalu peduli akan berat badannya dan selalu terjebak dalam godaan.
Sementara itu temuan peneliti  Universitas California AS menunjukkan, rasa percayaan diri mengatasi kesulitan hidup serta kerelaan justru dapat memicu risiko lebih besar.  Hal ini juga dapat menjelaskan mengapa mereka berkarakter periang relatif meninggal di usia muda.
Psikolog Dr Howard S. Friedman menganalisa data lebih dari  1.500 anak usia 10 tahun dan memantau perkembangannya hingga usia dewasa. "Mereka yang punya selera humor saat anak-anak rata-rata berumur pendek dibandingkan mereka yang kurang riang ." Riset lain di Universitas Stanford menemukan bahwa anak-anak tipe periang memiliki kecenderungan melakoni hobi yang lebih berisiko.

2. Tipe Cemas
Para ahli di Universitas Descartes, Paris, dan Centre for Addiction and Mental Health, Toronto, Kanada, menemukan mereka yang berkepribadian needy  (terlalu berharap) lima kali berisiko mengidap masalah pencernaan seperti tukak lambung.
Orang yang dependen dan secara emosional kurang stabil juga cenderung merokok dan minum alkohol, punya kebiasaan makan tidak teratur dan gangguan tidur.  Semua kebiasaan itu dapat memicu rata-rata produksi asam lambung menjadi tinggi sehingga memicu tukak lambung.
Tingginya kadar hormom stres kortisol juga dapat memicu sakit kepala, jerawat dan infeksi kandung kemih.
Kabar baiknya? Mereka yang bertipe cemas ini lebih banyak melakukan seks, menurut sebuah penelitian dari Sheffield University, Inggris.
"Wanita yang bermasalah neurotik cenderung punya lebih banyak pasangan untuk hubungan jangka pendek, yang mengindikasikan adanya hubungan antara gairah seks mereka  dan kepribadian," Dr Virpi Lummaa, dari Departmen Ilmu Tumbuhan dan Binatang di  Inggris
Hal ini mungkin terjadi karena ketakutan akan tidak menemukan orang yang tepat atau gagal bereproduksi membuat mereka lebih sering melakukan hubungan seks dengan lebih banyak pasangan.

3. Tipe Sensitif
Pria yang tipenya cenderung seperti wanita — simpatik dan pengiba  — memiliki kadar stres yang lebih rendah dan berisiko lebih kecil mengalami serangan jantung, menurut sebuah riset di Universitas Glasgow Skotlandia.
Dalam riset itu, para pria diberikan nilai ‘maskulinitas’ dan ‘kewanitaan’ berdasarkan perilakunya seperti kemampuan memimpin, keteladanan, agresi, pengambilan risiko, afeksi, rasa belas kasih dan sensitivitas pada kebutuhan orang lain.
Penelitian menemukan, kecenderungan atau risiko pria mengidap penyakit jantung kronis mengalami penurunan seiring dengan nilai 'kewanitaan'.  Para ahli menyatakan, keterlibatan mereka dalam perasaan menyebabkan para pria lebih dapat menyampaikan emosinya dan memeroleh dukungan  termasuk berkonsultasi ke dokter.

4. Tipe Argumentatif
Permusuhan (hostile) dan perilaku agresif adalah salah satu kepribadian yang tidak sehat. Dalam studi terhadap 448 wanita yang menjalani pusat skrining payudara di Oncological Hospital of Kifissia, Athena, terungkap bahwa tipe perempuan tipe hostile cenderung mengidap kanker payudara.
Penelitian lain terhadap 61 pria yang mengidap kanker colon oleh ilmuwan di Creighton University School of Medicine, Nebraska, menemukan  peningkatan risiko yang serupa.  Diduga bahwa permusuhan dan amarah menghambat efektivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh lebih rentan sakit.
Amarah juga memberi 50 persen peningkatan risiko memburuknya kesehatan, kata peneliti dari Mount Sinai School of Medicine di New York. Orang yang marah merespon stres dengan lebih cepat dan kuat baik secara mental maupun fisilogis, sehingga meingkatkan tensi darah dan detak jantung — menyebabkan  kerusakan pada sistem kardiovaskuler.

5. Tipe Ramah
Menurut riset para ahli di Universitas Milan, pria berkepribadian ekstrovert berisiko lebih rendah mengidap sakit jantung. Mereka juga tidak mudah terkena infeksi dan lebih cepat pulih dari penyakit.
Hal ini terjadi akibat menurunya hormon stres, pasalnya  - para ekstrovert mampu mengatasi ancaman terhadap dirinya dengan lebih baik. Dan jika mereka merasa memiliki masalah kesehatan, mereka akan mengungkapkannya.  Pria yang ekstrovert juga cenderung punya lebih banyak anak.

6. Pemalu
Menurut penelitian, mereka yang punya sifat pemalu  50 persen berisiko lebih besar mengidap sakit jantung. Peneliti dari  Universitas Northwestern Chicago yang melakukan studi selama 30 tahun menyatakan hal ini disebabkan para pemalu cenderung memilih hidupnya terlindungi sehingga bila menemukan situasi baru menjadi lebih mudal stres.
Tipe pemalu juga lebih rentan terhadap infeksi virus seperti selesma yang lebih banyak dipicu akibat stres, menurut peneliti dari Universitas California.
"Tampaknya orang yang sensitif menjadi mudah merespon  stres lebih kuat ketimbang mereka cuek," kata Bruce Naliboff salah seorang peneliti.

7. Tipe Bodoh
Rendahnya IQ berhubungan dengan risiko yang lebih besar mengalami kecemasan, demensia dan gangguan stres pascatrauma, kata  peneliti dari Universitas Edinburgh.
Selain itu, riset yang dilakukan peneliti dari Harvard School of Public Health  terhadap anak-anak dengan  IQ  rendah menemukan peningkatan risiko depresi dan skizofrenia.
Salah satu teorinya sederhana : orang yang intelejensianya rendah butuh waktu lebih lama memahami pentingnya hidup sehat. Rendahnya IQ anak juga mengancam anak-anak menjadi rentan terhadap beberapa jenis gangguan mental.

8. Tipe 'Virtuous' (berbudi baik)
Seperti yang diharapkan, mereka yang teliti akan menuai manfaat dari sisi kesehatan, ungap penelitian dari University of Edinburgh and the Social and Public Health Sciences Unit di Glasgow.
Mereka yang memiliki tipe ini cenderung terhindar dari semua jenis penyakit seperti diabetes, hernia, masalah tulang, strok bahkan Alzheimer
Hasil tinjauan dari sekitar 190 riset menunjukkan bahwa orang yang teliti melakukan perilaku konsisten yang mendukung kesehatan, seperti rutin berolahraga dan diet makanan sehat.