Showing posts with label relationship. Show all posts
Showing posts with label relationship. Show all posts

Friday, December 2, 2016

Empat Nama

Yesaya 9:6 (TB)  (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Empat nama luar biasa yang di miliki Sang Putra ini jelas diberikan untuk kita, sebagai apakah? Saya pribadi menjawabnya sebagai jawaban atas setiap masalah kehidupan kita:

1. Penasihat Ajaib
Disaat kita membutuhkan kebijaksanaan dan hikmat Illahi dalam memutuskan segala sesuatu, kita dengan pasti datang dan meminta pada Allah yang benar, yaitu Yesus Tuhan sendiri.

2. Allah Yang Perkasa
DIAlah Allah yang menunjukkan keperkasaannya, kekuatannya, kehebatannya dan satu hal yang pasti adalah Dia akan memberikan kemenangan pada kita saat kita berperang melawan si jahat yang merongrong kehidupan kita.

3. Bapa Yang Kekal
Kasihnya yang tanpa batas di wujudkan seperti kasih seorang bapak pada anak-anaknya. Kedekatan dan kasih sayangnya menuntun kita pada sebuah hubungan yang intim bukan hubungan yang menakutkan dan Allah yang jauh untuk disentuh.

4. Raja Damai
Dia akan menjadi Juru Damai, perantara yang memulihkan putusnya hubungan Allah dan manusia sehingga hasilnya adalah kita diselamatkan dan menerima damai secara utuh dan penuh dalam kehidupan.

Betapa saya diberkati dengan nama-nama yang memenuhi hidup saya. Terimakasih Tuhan.

Thursday, May 12, 2016

I Love You

"I LOVE YOU"
Kalimat “I love you” adalah kalimat yang sangat universal, singkat tapi memiliki power yang sangat kuat. Hanya dengan mengucapkan kalimat ini, kita bisa membuat hati dari pasangan kita bergetar dan tiba-tiba ada perasaan yang sulit dilukiskan oleh ribuan kata-kata sekalipun memenuhi seluruh hatinya. Ketika orang tua berkata, “I love you” atau “Aku sayang kamu nak”, hal yang sama juga terjadi kepada mereka. Hati mereka mendapatkan ketentraman dan perlindungan yang sulit dilukiskan oleh pujangga hebat sekalipun.

Jadi, kalimat “I love you” adalah seperti tetesan air segar di musim kering, seperti harum bunga mawar di tengah kesesakan, seperti terang bulan purnama di tengah kegelapan. Semua orang rindu untuk mendapatkan hal ini.

Suami istri, apalagi yang baru menikah pasti mendengar dan mendapatkan kalimat ini hampir setiap saat. Orang tua yang baru mendapatkan bayi juga pasti membisikkan kalimat ini di telinga sang bayi berkali-kali sambil mencium gemas sang buah hati. Kalimat “I love you” sanggup membawa suasana kebahagiaan bagi segala usia.

Namun, pada saat rumah tangga mulai dihadang badai, perahu rumah tangga terombang-ambing di tengah samudera masalah, adakah kalimat “I love you” sesekali terdengar ? Ketika sang buah hati mulai pandai membantah, sang bayi yang dulu menggemaskan telah tumbuh menjadi anak yang lihai dalam melawan orang tua, pandai berbohong, juara dalam menjadi anak yang malas serta menghindar dari pekerjaan yang ditugaskan, adakah kalimat “I love you” ini tetap memiliki power ? Rasanya kalimat ini tiba-tiba hilang begitu saja seperti melarikan diri dari rumah tangga !!! Hilang tanpa meninggalkan jejaknya.

Untuk itu, alangkah baiknya jika setiap orang menambahkan satu kata lagi di belakang kalimat yang powerful ini menjadi “I LOVE YOU FOREVER” !!!. Karena kata FOREVER berarti selamanya kita akan mencintai orang tersebut. Selamanya sang suami akan mencintai istrinya sekalipun ada gunung masalah yang harus dilaluinya. Selamanya sang istri akan mencintai suaminya, sekalipun harus melewati lembah kekelaman yang sangat dalam. Selamanya orang tua akan mengasihi anak-anaknya sekalipun sang anak rasanya tidak tahu lagi cara berterima kasih kepada orang tuanya.

Kiranya kalimat “I LOVE YOU FOREVER” ini mampu membantu bahtera-bahtera keluarga yang sedang berjuang keras di tengah-tengah hantaman gelombang masalah dan tiupan angin badai yang sangat kencang. Sekalipun di tengah gelora masalah ucapan ini hilang terbawa badai, tetapi kalimat ini telah diukir dalam hati setiap kita oleh tangan Tuhan yang penuh kasih ... I LOVE YOU FOREVER !!!

#artikelsabda

Friday, March 18, 2016

Kura-kura dan Kalajengking

Karena tidak mampu berenang, seekor kalajengking suatu hari meminta seekor kura-kura agar memberinya tumpangan di punggung untuk menyeberangi sungai. "Apa kamu gila?" teriak kura-kura itu. "Kamu akan menyengatku pada saat aku berenang dan aku akan tenggelam".

Kalajengking itu tertawa sambil menjawab, "Kura-kura yang baik, jika aku menyengatmu, engkau akan tenggelam dan aku akan ikut bersamamu. Kalau begitu, apa gunanya? Aku tidak akan menyengatmu karena ini berarti kematianku sendiri!"

Untuk beberapa saat, kura-kura itu berpikir tentang logika dari jawaban tersebut. Akhirnya dia berkata, "Kamu benar. Naiklah!". Kalajengking itu naik ke punggung kura-kura tadi. Namun baru setengah jalan, dia menyengat kura-kura itu dengan sengit.

Sementara kura-kura mulai tenggelam perlahan-lahan menuju dasar sungai dengan kalajengking di atas punggungnya, dia mengerang dengan pedih, "Kamu sudah berjanji, namun sekarang engkau menggigitku! Mengapa? Sekarang kita sama-sama celaka."

Kalajengking yang tenggelam itu menjawab dengan sedih, "Aku tidak dapat menahan diri. Memang sudah tabiatku untuk menyengat."

Pelajari karakter seseorang sebelum menjadikannya sebagai kawan. Peran yang dia mainkan akan mempengaruhi kehidupan Anda!

Amsal 13:20
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Thursday, December 10, 2015

Ketika Tuhan Berkehendak

Suatu hari seorang pria hendak menghantar putra tunggalnya ke sekolah. Sebelum berangkat, pria itu mengajak istri dan putranya berdoa seperti biasanya.

“Tuhan, hidupku, hidup istriku dan hidup anakku hari ini kuserahkan kepadaMU. Apapun yang terjadi pada hari ini terserah kehendakMu saja. Amin”

Saat dalam perjalanan menuju ke sekolah si anak, mereka mengalami kecelakaan yang merenggut kedua mata sang anak. Ibu dari anak itu begitu histeris dan ayahnya amat terpukul, tetapi si anak tenang-tenang saja.

Karena kedua matanya buta, anak tersebut tidak dapat melanjutkan sekolah. Ia hanya bisa tinggal dirumah dan bermain piano tua peninggalan kakek buyutnya. Selama bertahun-tahun ia hanya bermain piano hingga ia menjadi seorang pianis buta yang terkenal, namun selama bertahun-tahun itu pula kedua orang tuanya menyalahkan Tuhan atas kebutaannya.

Dengan penghasilannya sebagai seorang pianis, anak itu bisa menghidupi keluarganya dan mengangkat keadaan keluarganya yang dulunya serba pas-pasan. Ia bisa menikah dan memiliki anak-anak yang sehat.

Pada suatu hari, sebuah stasiun tivi swasta mewawancarainya dan keluarga. Ketika kedua orang tuanya ditanyai, mereka mulai melontarkan ketidak puasan mereka pada Tuhan. Mereka menyalahkan Tuhan yang mengambil mata anaknya padahal anak itu begitu cerdas dan menjadi kebanggaan mereka. Bagaimana mereka begitu berhemat agar si anak bisa terus sekolah walau sering kali mereka hanya bisa makan sekali sehari agar bisa membeli buku pelajaran. Mereka telah menggantungkan banyak cita-cita pada anaknya, namun Tuhan dengan ‘tidak adilnya’ merenggut penglihatan anak semata wayang mereka.

Mendengar itu, si anak lalu tertawa kecil dan mulai bicara “Tuhan itu sayang sama saya, tidak pernah sekalipun Ia berlaku tidak adil. Malam hari setelah kecelakaan itu, saya bermimpi bertemu Tuhan dan saya melakukan hal yang sama seperti ayah dan ibu. Saya mengeluh dan bertanya mengapa harus saya yang mengalami musibah ini. Mengapa Ia harus mengambil mata saya, tidak cukupkah kami hidup menderita dan kekurangan hingga penglihatanku juga harus diambil? Lalu Tuhan menjawab saya – ‘bukankah kamu dan kedua orang tuamu sendirilah yang berserah sesuai kehendakku? Sekarang saat aku berkehendak, mengapa engkau mengeluh?’ – Tuhan berdiam diri sejenak dan memandangku – ‘Tunggu dan rasakanlah, rencanaKu itu indah bagimu’ katanya lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk menyerahkannya semua pada Tuhan. Hidup kami dulu teramat susah, untuk makan saja sering kami kelaparan karena memaksakan diri untuk membayar biaya sekolahku. Ketika aku buta dan terpaksa berhenti sekolah, kami baru sedikit bisa bernafas. Piano tua warisan kakek yang tidak laku-laku dijual itu menjadi satu-satunya hiburanku, bahkan membawa hidupku hingga seperti saat ini. Coba bayangkan andai Tuhan tidak mengambil mataku, paling-paling aku menjadi pegawai rendahan seperti ayah dahulu.”

Si anak menghela nafasnya lalu berkata dengan penuh keyakinan, “Apapun yang terjadi saat ini adalah kehendak Tuhan yang indah. Oleh karena itu, hingga saat ini pun aku tetap berserah pada kehendakNya. Dan ketika Ia berkehendak, aku tidak akan mengeluh”

Sumber :  Pinta Freshka Gulo

Wednesday, April 1, 2015

Top Ten Ways to Teach Values to Your Kids by Mark Brandenburg

In a consumer-driven society that broadcasts values that don’t reflect what you believe, how can fathers teach values to their kids? Here are ten ideas to help you:
  1. how to teach kids values Tell them your life stories and teach through your stories
    Kids love to hear stories about your childhood. Weave in some moral dilemmas and you’ve got great opportunities to teach values to them. It certainly beats lecturing your kids!

  2. Live your own life according to your values—walk the talk.
    Kids learn by imitating, especially at a young age. They are very adept at seeing if what you say and what you do are matching up. Don’t give them confusing signals; follow your own values every moment.
  3. Expose them to your religion or faith
    It seems especially important today to let them know that they’re not alone. Providing your kids with a community of faith will strengthen their values and provide parents some “leverage”
  4. Pay attention to who else might be teaching values to your kids
    Get to know your child’s teachers, coaches, relatives, etc. Anyone who spends time with your kids may be influencing them. Know their values and beliefs as well.
  5. Ask your kids questions that will stimulate dialogue about values
    Telling them what values they should have won’t always be effective, especially when your kids get older. Asking them “curious” questions will allow discussions that will eventually lead to values. “What did you think about that fight,” may be more effective than, “He shouldn’t have started that fight!”
  6. Talk to them about values in a relaxed and easy way
    Nothing will turn your kids off more than preaching values to them after they’ve screwed up! Talk to them when everyone’s relaxed, and do it in a light, conversational manner. They’ll be much more likely to be listening rather than tuning you out.
  7. Read them fairy tales when they’re younger
    Fairy tales capture the imagination of kids and can easily lead to a discussion of values. Kids will learn the most concerning values when they’re excited about the topic.
  8. Involve your kids in art, activities, or helping others while limiting TV and video games
    Kids learn values when they experience them. Allow them to experience helping others and involve them in activities that will expand their creativity.
  9. Have frequent conversations about values in your household
    This lets your kids know that it’s important and it’s not just something you talk about when they do something wrong.
  10. Have high expectations for your kids’ value systems
    Kids will tend to rise to the level of expectation you have for them. Their value system will often reflect yours if the expectations are high.

    http://www.thoughts-about-god.com

Wednesday, January 7, 2015

Ayo Berikan Lebih Banyak Pelukan ke Anak

Tahun baru selalu identik dengan resolusi baru. Banyak orang membuat resolusi untuk dijalankan sepanjang tahun 2015. Resolusi tersebut bisa terkait kehidupan sehari-hari, keuangan, bahkan dalam hal pengasuhan anak.

Kira-kira resolusi pengasuhan anak apa yang bisa dipertahankan dan diubah di tahun ini. Berikut paparannya, seperti  dilansir dari laman Huffingtonpost.

Kurangi berteriak

Sangat sulit untuk menjaga nada normal ketika anak berbuat ulah. Misalnya saat ia mencoret tembok, saat anak tak mau mandi atau ketika ananda tak mau makan. Rasanya kesabaran membujuk dengan nada normal sudah habis dan berteriak menjadi solusinya.

Tapi, tahun ini sebaiknya Anda kurangi kebiasaan berteriak. Cobalah lebih sabar menghadapi anak Anda dan berbicara pada anak dengan nada normal. Jika sedang marah dan ingin berteriak, tariklah napas dalam-dalam, kemudian hempaskan. Lalu berusaha bersikap wajar. Karena anak akan lebih mendengarkan Anda jika Anda berbicara lebih halus tanpa teriak.

Lebih sering memuji anak

Jika anak berbuat sesuatu yang benar dan Anda menyukainya, tak ada salahnya Anda memujinya. Lebih sering memuji akan membuat anak termotivasi melakukan hal baik selanjutnya karena merasa senang mendapatkan pujian dari Anda. Misalnya, ketika anak membereskan mainannya, katakan padanya,”Wah anak pintar, membereskan mainnya sendiri.” Atau ketika anak sedang mau makan dan lahap. Berikan pula pujian padanya.

Berikan banyak pelukan

Seberapa sering Anda menyentuh anak tahun lalu? Terkadang Anda sering melupakan tindakan sederhana seperti memeluk anak ini. padahal dengan pelukan anak Anda akan merasa nyaman, terlindungi dan disayang oleh orang tuanya. Selain itu, hormon oksitosin dari pelukan juga memberikan manfaat baik, anak yang pemarah akan berubah menjadi penyayang jika orang tua sering memberikan pelukan.

Katakan cinta setiap saat

Selain bentuk tindakan, bentuk perkataan yang baik dan lembut juga akan menyentuh hati anak Anda. Rajin-rajinlah mengatakan Anda mencintai dan menyayangi buah hati Anda. Jika perlu setiap pagi dan malam hari. Ketika anak baru bangun tidur dan menjelang tidur. Ini akan membuat anak merasa nyaman. Katakan ketika Anda sedang berdua dengan anak.

http://www.republika.co.id

Monday, November 10, 2014

Hangatkan Pernikahan dengan Sering Mengucapkan Terima Kasih pada Pasangan

Memiliki pernikahan yang langgeng dan harmonis hingga maut memisahkan tentunya impian banyak orang. Namun, di era modern seperti sekarang, pernikahan yang bertahan lama kian langka dan jumlahnya terus menurun. Siapa sangka memperjuangkan pernikahan dengan orang yang kita cinta begitu sulit sehingga tak sedikit yang memutuskan untuk menyerah.

Benar memang bahwa kehangatan pernikahan cenderung naik turun, diwarnai oleh suka dan duka. Silang pendapat antara suami dan istri merupakan hal umum yang kerap terjadi. Namun, bukan berarti Anda mesti lekas putus asa kala rintangan menghadang.

Penelitian menemukan bahwa sering mengucapkan terima kasih kepada pasangan merupakan salah satu cara untuk memperkuat ikatan pernikahan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh University of California (UC) Berkeley dan UC Davis, Amerika Serikat, tindakan sederhana yang demikian dapat meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan pasangan suami istri.
"Menunjukkan rasa terima kasih adalah sebuah tingkah laku, bukan sebuah perasaan yang bisa dengan mudah diutarakan. Dengan senantiasa menunjukkan rasa terima kasih yang kadang tidak kita lakukan, kita bisa mulai untuk berterimakasih atas hidup yang kita jalani saat ini," ujar Robert A Emmons PhD, profesor psikologi dari UC Davis.

Selanjutnya, Emmons mengatakan, tersenyum dan mengirimkan secarik pesan yang bertuliskan rasa terima kasih dapat menambah kehangatan rumah tangga.

Pernikahan merupakan perpaduan sejumlah karakter negatif dan positif dari dua orang yang bisa dijinakkan dengan hal-hal sederhana tapi sarat ketulusan. Percayalah, ketika Anda memandang hidup sebagai sebuah berkah, segala hal yang Anda terima akan diikuti dengan rasa berterima kasih.

http://female.kompas.com

Friday, November 7, 2014

10 Cara Sangat Sederhana untuk Merasa Bahagia

  • Seringkali manusia merasa bahagia karena keadaan di sekitarnya. Di tempat kerja semuanya berjalan lancar dan seorang teman membuat Anda tertawa dengan banyolannya, Anda merasa senang sepanjang hari. Sebaliknya bila ada seseorang yang membuat Anda marah dengan tingkahnya yang tengik, Anda merasa kesal seharian. Namun para pakar psikologi percaya bahwa kebahagiaan sesungguhnya adalah sifat yang dapat dipupuk karena terbentuk dari serangkaian kebiasaan yang dijalankan sehari-hari.
    Menurut Sonja Lyubomirsky, seorang profesor psikologi dari Universitas California di Riverside, "Ada banyak cara Anda yang dapat membuat diri Anda bahagia untuk sesaat. Namun bila Anda benar-benar ingin mengubah hidup Anda, hal-hal ini harus dijalankan sampai menjadi kebiasaan."
    Inilah beberapa hal kecil yang dengan cepat (dan gampang) dapat mengubah suasana hati Anda:
  • 1. Senyum.

    "Bila Anda tersenyum otot-otot di wajah Anda mengirimkan sinyal ke otak yang dapat menciptakan suasana hati yang lebih baik daripada kalau kita cemberut," kata ahli psikologi positif Barbara Holstein. Kedengarannya konyol, tetapi Barbara menganjurkan agar kita duduk semenit dan tersenyum lebar. Atau lebih baik lagi, tersenyum kepada seseorang.
  • 2. Jadwalkan sesuatu yang menyenangkan.

    "Kita semua perlu menaruh pengharapan," kata Barbara. Bukan saja untuk masa depan, namun juga sesuatu menyenangkan yang bisa terjadi satu atau dua minggu lagi, misalnya pergi ke restoran kesayangan atau jalan-jalan ke pantai terdekat.
  • 3. Menyatakan rasa syukur.

    Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa rasa syukur sangat erat kaitannya dengan kebahagiaan. Ada banyak cara untuk meluangkan waktu mengingat apa yang perlu kita syukuri. Mungkin di mobil atau di bus ketika menuju tempat kerja. Anda dapat menulis di buku catatan apa saja yang Anda syukuri.
  • 4. Berbuat baik kepada seseorang.

    Lakukan sesuatu yang sederhana seperti membiarkan orang lain di belakang Anda membayar lebih dulu ketika antri di depan kasir. Atau menelpon nenek Anda yang sudah tua dan kesepian. Perbuatan baik membuat kita bahagia karena itu adalah sesuatu yang nyata. Anda dapat memilih seseorang, entah itu pacar atau orang tua Anda, kepada siapa Anda akan memfokus untuk membuatnya bahagia minggu ini.
  • 5. Berjalan kaki di luar rumah.

    Bila Anda gerak badan, otak Anda menghasilkan zat kimia yang membuat Anda bahagia. Berjalan kaki selama lima belas sampai dua puluh menit membuat otak memproduksi zat kimia itu. Makin lama Anda berjalan makin banyak zat kimia dihasilkan.
  • 6. Makan sesuatu yang sehat.

    Orang yang lapar kurang bahagia. Kadang-kadang cara yang gampang untuk merasa bahagia ialah makan sesutu yang cukup sehat seperti coklat yang berwarna tua atau pisang dengan es krim. Jangan melakukan hal ini terlalu sering karena berat badan Anda akan bertambah.
  • 7. Pura-pura pindah kota.

    Dalam penelitiannya Prof. Lyubomirsky meminta beberapa orang berpura-pura akan pindah kota. Sikap dan kegiatan mereka benar-benar berubah, terutama karena merasa akan kehilangan tetangga dan teman-teman. Apa yang akan Anda lakukan atau petualangan apa yang Anda utamakan bila Anda harus pindah kota?
  • 8. Mengikuti arus.

    Lakukan suatu kegiatan yang membuat Anda lupa waktu dan tempat, misalnya menulis, mendengarkan musik atau memasak, apa saja hobi Anda.
  • 9. Telepon teman Anda.

    Kontak sosial sangat menunjang kebahagiaan Anda. Bukan teman yang hanya Anda kenal di Facebook, melainkan sahabat dekat yang dapat Anda ajak mengobrol tentang apa saja.
  • 10. Gabungkan beberapa kegiatan di atas.

    Anda dapat berjalan kaki sambil menelepon teman Anda. Atau lakukan kebaikan untuk tetangga Anda sewaktu Anda berpura-pura pindah kota. Semua itu sungguh baik bagi kesehatan Anda.

    Penulis: Irma Shalimar
    http://keluarga.com/

Thursday, June 19, 2014

Mengapa Manusia Butuh Pelukan Setiap Hari?

Fakta ilmiah menyimpulkan bahwa manusia butuh berpelukan setiap hari. Pelukan memiliki efek sangat baik bagi kesehatan psikologis maupun fisik pada setiap manusia. Ini enam alasan manusia butuh berpelukan setiap hari.

1. Pelukan 8 kali sehari

Situs mercola mengabarkan, seorang Neuroeconomist, Paul Zak, atau yang lebih dikenal Dr. Cinta, merekomendasikan untuk rutin berpelukan sebanyak 8 kali perhari untuk merasa bahagia dan menikmati hubungan yang lebih baik. Bahkan ahli Psychotherapist, Virginia Satir, menyebutkan bahwa pelukan sebanyak 4 kali sehari untuk bertahan, 8 kali sehari untuk maintenance dan 12 pelukan untuk masa pertumbuhan. Saat berpelukan tubuh kita memproduksi hormon oksitoksin, yang terproduksi akibat respon sentuhan fisik. Hormon ini sangat baik untuk kesehatan dan menjauhkan tubuh dari penyakit.


2. Meningkatkan rasa aman

Penelitian menemukan fakta bahwa setiap sentuhan pelukan memberikan efek rasa aman dan nyaman setiap orang. Dengan pelukan, kita terbantu lebih terbuka dan jujur saat berkomunikasi. Selain itu pelukan juga memberikan efek baik saat seseorang mengalami guncangan hebat. Seperti depresi, kesepian, kehilangan seseorang dan lainnya. Dengan hormone oksitoksin yang dikeluarkan saat berpelukan, perasaan kesepian, terisolasi dan marah bisa mereda serta hilang.

3. Baik untuk kesehatan

Ternyata studi menemukan manfaat saat kita melakukan pelukan selama 10 detik. Saat berpelukan terjadi reaksi fisik dan tubuh mengeluarkan kimia alami sehingga tubuh menjadi sehat. Manfaat berpelukan antara lain mengurangi resiko serangan jantung, mengurangi stres, melawan rasa capek, melawan infeksi, menyembuhkan depresi.

4. Meningkatkan sistem imun

Tingkat imunitas pada tubuh seseorang ternyata bisa dipengaruhi oleh emosional mereka. Dengan tekanan tubuh yang dirasakan saat kita berpelukan, mengaktifkan Solar Plexus Chakra pada tubuh. Sehingga menstimulasi kelenjar timus sehingga tubuh kita menyeimbangkan produksi sel darah putih.

5. Meningkatkan percaya diri

Penelitian membuktikan anak yang sering dipeluk lebih percaya diri daripada yang jarang disentuh orangtua mereka. Selain itu, sentuhan berupa pelukan yang diterima sejak kecil bisa meningkatkan rasa cinta seseorang pada diri sendiri. Sehingga orang itu enggak akan mudah merasa kesepian atau depresi.

6. Bikin kulit halus

Ternyata saat kita berpelukan, kulit kita merespon baik sehingga kulit kita lebih bersinar, sehat dan halus. Bagian tubuh ini efeknya melembabkan tubuh dan mengalirkan listrik positif sehingga menyeimbangkan sistem ketegangan pada kulit.

Nah, itu tadi enam alasan manusia butuh berpelukan setiap hari. Semoga bermanfaat.

http://health.kompas.com