Showing posts with label kepemimpinan. Show all posts
Showing posts with label kepemimpinan. Show all posts

Friday, July 8, 2016

PEMENANG KEHIDUPAN

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,.."

Mengapa dikatakan orang benar akan bertunas seperti pohon korma ?

Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dashyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup. Pohon korma dianggap sebagai pohon yang tahan banting.

Mengapa bisa demikian kuat di tengah situasi yang sangat tidak bersahabat ?

Kekuatan pohon korma ada di akarnya. Petani menanam biji korma ke dalam pasir, lalu ditutup dengan batu.

Mengapa biji itu harus ditutup batu ? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, maka hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, bahkan sampai menembus lapisan tanah yang berair di gurun tandus,  barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.

Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah. Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa ?

Demikian juga Tuhan kerap mengijinkan tekanan hidup datang dalam hidup kita. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Tuhan mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat.
Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang mengakar kuat itu akan menjebol "Batu Masalah" yang selama ini menekan kita.

Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Hidup seperti pohon korma, kuat menghadapi tekanan, menang dalam kehidupan dan terus berbuah lebat, bahkan pada masa tua sekalipun.

Tekanan hidup apapun yang anda alami saat ini, ingatlah bahwa anda didesain Tuhan menjadi seperti pohon korma.
Sebab itu, jadilah orang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa
melemahkan, tapi justru akan membuat kita menjadi Pemenang Kehidupan.

#MentalSukses  #NetworkMarketing #GoPRO

Source : http://www.IndraJayaPurba.com

Wednesday, May 11, 2016

Kunci Hidup Lebih Baik

Randy Pausch, 47 tahun, seorang dosen ilmu komputer dari Universitas Mellon, United States meninggal akibat kanker pankreas yang dideritanya pada 2008 silam. Di akhir hidupnya ia menulis sebuah buku yang berjudul "The Last Lecture" (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007. Dan apa yang menjadi warisan yang ditinggalkannya?

Di dalam sebuah surat untuk istrinya, Jai, dan anak-anaknya, Dylan, Logan dan Chloe, ia menuliskan secara indah mengenai  'panduan menuju kehidupan yang lebih baik' untuk diikuti istri dan anaknya.
Semoga Anda diberkati melalui tulisan ini.

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK

PERSONALITY:
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur)
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup
13. Senyumlah dan tertawalah
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan

COMMUNITY:
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

LIFE:
22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda
23. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu
24. Lakukan hal yang benar
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
27. Yang terbaik belumlah tiba
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu
30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy:)

Saat Anda mempelajari semua hal di atas, bagikan tulisan ini kepada orang" yang Anda cintai, teman" sepermainan Anda, teman" kantor, maupun orang" yang tinggal dengan Anda. Pengetahuan ini tidak hanya akan memperkaya Anda tetapi, orang disekeliling Anda.

Monday, May 2, 2016

Kesuksesan

Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D (penulis The Millionaire Next Door)
mungkin akan mengubah apa yang kita percayai selama ini.
Penelitian beliau menunjukkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya diurutan ke-21, bersekolah di sekolah favourite diurutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses diurutan ke-30. Kaget ?
Ingin tahu 10 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan ?
Silahkan renungkan kembali apa yang kita percayai setelah membaca 10 urutan dibawah ini:

1. Jujur.
2. Disiplin.
3. Gaul (good interpersonal skill).
4. Dukungan dari komunitas (bagi yg menikah: pasangan hidup).
5. Bekerja lebih keras daripada yang lain.
6. Mencintai apa yang tengah dihidupi dan dikerjakan (memiliki passion)
7. Kepemimpinan yang baik dan kuat (good & strong leadership).
8. Semangat dan berkepribadian kompetitif.
9. Pengelolaan kehidupan yang baik (Good life management): manajemen diri
10. Kemampuan menjual gagasan dan produk (abilty to sell idea or product)

Setelah sekian lama hidup dan bekerja, kita punya berapa dari 10 itu?

Sumber: FB Heru Krisnata

Wednesday, April 6, 2016

Palu Menghancurkan Kaca

"Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja."

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa “masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Source: fb kisah2 inspiratif

Tuesday, April 5, 2016

Pengurus Kuda

Seorang bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga yang miskin untuk dipekerjakan. Yang tegap sebagai pengurus kuda. Yang kurus & kecil sebagai pengurus kambing.

Suatu ketika si tegap berkata kepada si kecil: "Hai sobat. Aku lebih besar & tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku mengurus kambing. Kamu mengurus kuda. Awas kalau tidak mau! Aku habisi kamu!"

Sore hari, dengan galau & langkah gontai dia pulang ke rumah.

Melihat kegalauan anaknya, si ibu bertanya: "Nak, coba ceritakan ke ibu".

Si anak pun menceritakan peristiwa yg terjadi.

"Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam & memaksa aku untuk mengurus kuda liar. Dia memilih kambing. Bagamana aku bisa mengejar-ngejar kuda yang begitu besar. Sungguh jelek nasibku".

Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak. Pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi & terima dengan besar hati. Jika kamu mampu belajar & kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat & bermanfaat untuk masa depanmu."

Sejak saat itu, si kurus dengan susah payah setiap hari bergelut dengan kuda-kuda yang besar & liar. Dari hari ke hari keahlian menguasai kuda-kuda pun membaik. Badannya berkembang menjadi tinggi, tegap & perkasa.

Suatu hari, pecah perang antar negara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda.

Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin & memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya & dikenal banyak orang karena kebesaran namanya.

Dia adalah pemimpin bangsa Mongol yang tersohor bernama: Genghis Khan.

==========

Tak jarang seseorang berteriak, mangaduh dan mengeluh kepada Tuhan mengapa membiarkan cobaan, halangan dan rintangan terjadi di dalam kehidupannya. Semua itu Tuhan ijinkan terjadi di dalam kehidupan Anda supaya Anda menjadi kuat dan siap untuk menerima berkat indah yang telah DIA sediakan untukmu.

Jalanilah semua yang harus anda jalani dan hadapi. Sertakan selalu Tuhan dalam setiap langkah kehidupan Anda. Mintalah bimbingan dan penyertaan Tuhan untuk dapat melalui semua yang harus Anda lalui untuk mencapai rencana indah yang Tuhan telah siapkan untukmu.

Mari songsong semua yang harus kita jalani dengan ucapan syukur dan semangat untuk menjalaninya

# Source: fb  888 Inspirasi Harian

Saturday, March 26, 2016

BERUBAH atau MATI.

RAJAWALI merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dpt mencapai 70 thn. Tapi utk mencapai umur itu seekor RAJAWALI hrs membuat keputusan besar pd umurnya yg ke 40.

Saat umur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya mjd sgt berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yg menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung utk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia hrs mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dr mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia hrs mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yg baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali.  Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN.  Berani  membuang kebiasaan2 lama yg mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yg menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri...Bersediakah Anda Berubah....??

https://yudoprasonto.wordpress.com/2010/02/23/kisah-burung-rajawali-dan-7-prinsip-hidupnya/

Monday, January 6, 2014

LIMA MENIT LAGI.

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat taman bermain di Westcoast Park, pada suatu minggu pagi yang cerah.

“Itu anakku,” kata si ibu sambil menunjuk seorang anak kecil dengan t-shirt merah yang sedang bermain perosotan. Mata ibu itu berbinar bangga.
“Wah, hebat sekali,” Kata Bapak di sebelahnya. “Lihat anak berkaos biru yang sedang main ayunan? Itu putra saya.” Si pria memperkenalkan.
Lalu sambil melihat arloji, ia berseru memanggil anaknya,”Ayo Jack, bagaimana kalau sekarang kita pulang.”

Jack, anak kecil itu setengah memelas berkata,”Kalau lima menit lagi boleh ya, Pa. Sebentar saja, hanya tambah lima menit kok.” Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Setelah lewat lima menit, sang ayah berdiri dan memanggil anaknya lagi,”Ayo nak, sudah lima menit bahkan sudah lebih, sudah waktunya kita pulang.”

Lagi-lagi Jack memohon,”Lima menit lagi ya, Pa. Tambah lima menit lagi, boleh kan?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Pria itu sambil tersenyum menjawab,”Baiklah, silahkan.”
“Wah, bapak pasti seorang yang sabar,” kata ibu yang di sebelahnya yang melihat adegan itu tersenyum karena sikap laki-laki itu.

“Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk John. Sekarang apapun yang bisa kuberikan pada Jack, asalkan aku bisa bersamanya sekalipun hanya untuk lima menit lagi dan lima menit lagi. Saya bernazar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama terhadap Jack, seperti pada anak tertuaku. Ia pikir dapat lima menit tambahan waktu untuk bermain, padahal sebenarnya sayalah yang mendapat tambahan waktu untuk bersama dia, memandangi ia bermain, menikmati tawa bahagianya.”

Mari belajar berhikmat dari kisah ini. Hidup adalah masalah membuat prioritas. Prioritas apa yang anda miliki saat ini. Berikanlah kepada orang yang anda kasihi, lima menit saja dari waktumu dan engkau tidak akan menyesal selamanya. Hidup ini berarti dan bisa dibuat menjadi lebih berarti. Waktu terbatas, 24 jam, sama bagi semua orang. Kita investasikan kemana waktu ini? Investasikanlah kepada orang-orang yang bisa membalas atau punya peluang lebih banyak membalas, kepada orang-orang yang ada keterikatan lebih dekat, dan itulah keluarga, istri, suami dan anak-anak.

Kita bisa saja menginvestasikan waktu kita untuk hobi, pekerjaan, tapi hobi, pekerjaan, barang tidak bisa membalas cinta dengan cinta. Tetapi keluarga, anak, istri, suami bisa membalas cinta dengan cinta. Karena itu berikan waktumu untuk orang-orang yang kau kasihi. Berikan waktumu untuk orang-orang terdekatmu. Berikan waktumu untuk anggota tim suksesmu. Berikan waktumu untuk orang-orang yang engkau hargai, engkau cintai, engkau miliki. Saya percaya itulah cara membangun keluarga yang bahagia, kokoh dan sejahtera.

Kita tak pernah merasakan betapa berharganya waktu bersama orang-orang yang kita kasihi, sampai kita sadar mereka telah meninggalkan kita, dan kita belum memberikan banyak waktu bagi mereka.
 sumber : INSPIRASI MENDIDIK ANAK

What Little Girls Wish Daddies Knew

by  


Chose your words carefully. She is listening. 
Chose your words and actions carefully. She is listening.

What men say to their daughters now matters for years to come. Tara Hedman asks them to choose their words carefully.


I’m spending the morning waiting for my car in the repair shop. Four men in flannel (I missed the flannel memo) and I sit around smelling tires and inhaling exhaust fumes while an enchanting little fairy is in constant motion around her daddy. She climbs on him, giggles, turns around, and then she’s back to twirling on the tile.
She’s bouncing and spinning around in her pink frilly skirt. Her black cable knit tights are sagging around her tiny knees, and her puffy coat makes her arms stand out further than is natural. To top off the ensemble is a shiny crystal tiara. It’s been tacked down to her head with what appears to be about 60 haphazard bobby pins.
She’s probably four years old. So little, so vulnerable. She doesn’t seem concerned about it as she sings about teapots and ladybugs in her black Mary Janes. I feel myself tear up as I watch her. I tear up as I watch him watch her. She could not possibly know at four what impact this man, his character, or his words will have on her for years to come. And, maybe he doesn’t know either.
So, to all the daddies with little girls who aren’t old enough yet to ask for what they need from you, here is what we wish you knew:
1. How you love me is how I will love myself.
2. Ask how I am feeling and listen to my answer. I need to know you value me before I can understand my true value.
3. I learn how I should be treated by how you treat my mom, whether you are married to her or not.
4. If you are angry with me, I feel it even if I don’t understand it, so talk to me.
5. Every time you show grace to me or someone else, I learn to trust God a little more.
6. I need to experience your nurturing physical strength, so I learn to trust the physicality of men.
7. Please don’t talk about sex like a teenage boy, or I think it’s something dirty.
8. When your tone is gentle, I understand what you are saying much better.
9. How you talk about female bodies when you’re ‘just joking’ is what I believe about my own.
10. How you handle my heart is how I will allow it to be handled by others.
11. If you encourage me to find what brings joy, I will always seek it.
12. If you teach me what safe feels like when I’m with you, I will know better how to guard myself from men who are not.
13. Teach me a love of art, science, and nature, and I will learn that intellect matters more than dress size.
14. Let me say exactly what I want even if it’s wrong or silly, because I need to know having a strong voice is acceptable to you.
15. When I get older, if you seem afraid of my changing body, I will believe something is wrong with it.
16. If you understand contentment for yourself, so will I.
17. When I ask you to let go, please remain available; I will always come back and need you if you do.
18. If you demonstrate tenderness, I learn to embrace my own vulnerability rather than fear it.
19. When you let me help fix the car and paint the house, I will believe I can do anything a boy can do.
20. When you protect my femininity, I learn everything about me is worthy of protecting.
21. How you treat our dog when you think I’m not watching tells me more about you than does just about anything else.
22. Don’t let money be everything, or I learn not to respect it or you.
23. Hug, hold, and kiss me in all the ways a daddy does that are right and good and pure. I need it so much to understand healthy touch.
24. Please don’t lie, because I believe what you say.
25. Don’t avoid hard conversations, because it makes me believe I’m not worth fighting for.
◊♦◊
It’s pretty simple, really. Little girls just love their daddies. They each think their daddy hung the moon. Once in a while when you look at your little gal twirling in her frilly skirt, remember she’ll be grown one day. What do you want her to know about men, life, herself, love? What you do and say now matters for a lifetime. Daddies, never underestimate the impact of your words or deeds on your daughters, no matter their age.


—Photo Peter Werkman/Flickr

http://goodmenproject.com/

Sunday, May 5, 2013

5 Larangan Saat Jadi Pemimpin

Ketika pimpinan Anda yang dicintai seluruh warga perusahaan pensiun atau mengundurkan diri, Anda pasti merasa sedih. Apalagi kalau kemudian penggantinya tidak sehebat pimpinan terdahulu. Terutama, karena si pengganti ini menerapkan kepemimpinan yang berbeda dari pimpinan yang lama. Anda merasa zona nyaman Anda terusik karena ada peraturan-peraturan baru.
Perlu Anda ketahui, kepemimpinan bisa didefinisikan dalam banyak cara yang berbeda. Sebab, setiap orang pasti memiliki pandangan dan nilai-nilai kepemimpinan sendiri. Yang tidak bisa ditolerir adalah jika seorang pemimpin melakukan hal-hal yang bisa mematikan perusahaan, yaitu seperti ini:

Terpaku pada masa lalu.
Karena menyadari metode yang kita lakukan di masa lalu ternyata berhasil, kita terus berpegang pada metode tersebut untuk mengatasi masalah-masalah yang baru. Bahkan banyak pemimpin visioner yang terjebak untuk mencoba menghidupkan kembali kesuksesan di masa lalu. Mungkin Anda memang masih bisa menerapkan metode tersebut, namun Anda tidak akan mencapai metode yang lebih baik. Jangan biarkan Anda terjebak dalam kekuatan masa lalu. Coba raih kemenangan yang lebih hari ini.

Bersikukuh pada prinsip-prinsip kepemimpinan kita sendiri.
Sebagai pemimpin, kita sering lupa bahwa dunia ini tidak berputar di sekitar sistem keyakinan kita. Tanpa sadar kita telah mengembangkan mindset yang arogan ketika kita mengatakan, "Ini memang caraku bekerja, kalau tidak begini pasti salah". Mindset seperti ini bisa menghancurkan organisasi Anda, dan membunuh kemampuan Anda untuk meraih dukungan dari orang lain.

Menggunakan orang lain untuk membangun visi Anda.
Inilah perbedaan utama antara menjadi pemimpin dan menjadi pengatur. Hal itu terlihat dari cara Anda memandang orang atau karyawan yang bekerja untuk perusahaan Anda. Sebagai pemimpin, seharusnya Anda menggunakan visi Anda untuk membangun orang lain. Sebab, Anda ingin memberikan lebih banyak untuk orang lain, ketimbang mendapatkan lebih banyak dari orang lain. Bangunlah budaya melayani di dalam diri Anda. Hiduplah untuk memberdayakan orang lain, bukan mengontrol mereka.

Mengabaikan hal-hal yang kecil.
 Kesuksesan tidak harus dalam bentuk yang besar, misalnya karena perusahaan meraih penghargaan tertentu atau mencetak penjualan terbesar tahun ini. Anda juga perlu merayakan setiap kemenangan atau prestasi yang diraih karyawan. Mungkin karena si A telah berhasil menaklukkan sistem baru yang diterapkan di kantor. Pelajari bahwa kemenangan kecil sama pentingnya dengan kemenangan yang besar. Yang terutama, jangan hanya merayakan kemenangan Anda pribadi. Orang-orang yang Anda pimpin pasti juga memiliki kemenangan pribadi yang sangat berarti buatnya.

Kehilangan passion.
Passion adalah energi yang membuat Anda tetap berkarya. Ketika Anda melalui masa-masa yang sulit, passion akan memberikan dorongan atau semangat yang Anda butuhkan. Kalau Anda mulai kehilangan passion, Anda pasti akan menjadi seperti mobil yang kehabisan bensin. Kalau sudah mogok begini, upaya besar apa pun yang Anda lakukan pasti akan sulit berhasil.

http://www.kompaskarier.com

Wednesday, February 13, 2013

Para Penguasa Lebih Bahagia

Berada di puncak memang anginnya lebih kencang. Namun, meski menjadi penguasa berarti tanggung jawab semakin besar, ternyata mereka lebih bahagia dibanding orang yang tak punya kekuasaan.

Bagian dari rasa kebahagiaan itu antara lain karena para penguasa merasa lebih yakin akan dirinya sendiri sehingga kepuasan yang dirasakan juga lebih besar.

Para peneliti dari Tel Aviv University, Israel, University of New Brunswick, Kanada, dan Columbia University, AS, menyebutkan bahwa berada di posisi yang berwenang bisa meningkatkan rasa sejahtera.

Kesimpulan tersebut dihasilkan dari tiga eksperimen. Yang pertama dilakukan melalui survei terhadap 350 partisipan. Mereka ditanyai tentang perasaan mereka terhadap pekerjaan, kehidupan sosial, dan hubungan asmasa. Hasilnya diketahui orang yang berkuasa cenderung lebih bahagia dengan hidupnya.

Kaitan tersebut lebih kuat pada orang yang berkuasa di tempat kerja. Mereka yang berkuasa 26 persen lebih bahagia dengan pekerjaannya dibandingkan dengan karyawan rendahan.

Tetapi kaitan antara kekuasaan dan kebahagiaan tak terlihat pada hubungan romantik atau pertemanan. Menurut para peneliti, hal itu karena hubungan tersebut didasarkan pada perasaan atau komunitas, bukan hirarki.

Dua penelitian lainnya lebih mendalami kaitan antara perasaan sejahtera, rasa bisa dipercaya, dan kekuasaan. Para peneliti menemukan bahwa meningkatnya perasaan berkuasa akan membuat seseorang merasa dirinya benar, karena tindakan mereka mendekati apa yang mereka yakini. Selain itu, perasaan bahwa mereka dapat dipercaya akan membuat mereka merasa lebih bahagia.

Tuesday, December 18, 2012

Lima Gaya Kepemimpinan yang Hebat



Manajemen Steve Jobs
Dulu orang membicarakan baju turtleneck berwarna hitam yang dibilang konyol, jeans dan sepatu ketsnya. Lalu orang-orang mulai mengejek gaya bicaranya. Kini para eksekutif dan wirausahawan mencoba meniru gagasan manajemen sang legenda Apple tersebut. 

Sayangnya, Anda tidak bisa sekedar menyalin dan menggandakan bakat, kebijakan atau kepemimpinannya yang mendobrak. Itu tidak akan berhasil. Sebab Steve Jobs yang orang-orang coba tiru itu, orang yang melejitkan Apple, adalah Steve Jobs yang berbeda dari Steve Jobs sebelumnya — yang dipecat dari perusahaan yang ia dirikan sendiri. 

Peristiwa tragis dan menyakitkan tersebut mengubah dirinya. Itu merupakan sebuah proses yang harus ia lalui. Itulah yang menjadikannya orang yang membuat perusahaan teknologi terbesar di dunia tersebut menjadi hebat. Hal itu dinamakan pengalaman. Anda tidak dapat meniru pengalaman.

Keterikatan dengan karyawan
Tentu saja, setiap eksekutif dan pimpinan bisnis ingin agar para pekerjanya menyukai pekerjaan mereka dan merasakan bahwa mereka adalah faktor penting dalam penentu kesuksesan perusahaan. Itu mudah. Itu juga bukan merupakan hal baru. 

Cara untuk membuat para pegawai termotivasi adalah dengan membuat sebuah budaya yang membuat mereka merasa diberdayakan, yang membuat mereka merasa melakukan hal yang berbeda, yang membuat mereka merasa tertantang sekaligus mendukung mereka. Itu bukanlah hal yang rumit dan Anda tidak harus menyewa konsultan pegawai untuk melakukannya. 

Produktivitas individu serta manajamen waktu

Kapan memberdayakan setiap menit waktu produktif Anda menjadi tujuan utama? Sini saya kasih tahu: Jika Anda sulit hidup teratur, bukan orang yang rajin, memiliki ruang kerja yang berantakan, serta tidak rapih bukan berarti bahwa Anda terpuruk dan mengenaskan. Itu hanya berarti bahwa Anda seperti banyak orang sukses dan inovatif yang saya kenal selama beberapa tahun.

Dan jika Anda masih harus mencari sedikit waktu, cukup lakukan seperti apa yang saya lakukan. Kurangi. Kurangi sama dengan menambah. Prioritaskan hal penting. Anda akan menjadi lebih sukses dan lebih bahagia. Cukup seperti itu.

Kecerdasan emosional
Gaya kepemimpinan dan manajemen secara tradisional telah habis. Kini masanya soft skill, siapa yang tidak ingin menjadi seorang CEO yang memiliki empati dan mawas diri? Masalah kecerdasan emosional adalah hal yang sulit diukur. 

Jika kecerdasan emosional bisa menjadi alat untuk memprediksi kesuksesan bisnis, lalu bagaimana Anda bisa menghitung kecerdasan emosional Steve Jobs, Bill Gates, Larry Ellison, Larry Page, Mark Zuckerberg, serta puluhan wirausahawan dan eksekutif sukses lainnya? 

Kepemimpinan berdasarkan kelebihan

Ini sangat sederhana. Kita hidup dalam masa yang berubah dengan cepat, dunia bisnis yang terus mengalami perubahan. Jika Anda memiliki kelebihan maka Anda mampu mengadaptasinya menjadi keuntungan yang kompetitif, berkonsentrasilah pada hal itu. 

Namun, jika Anda memiliki kelemahan yang besar yang mungkin bisa saja membuat Anda dan rekan kerja terpuruk, maka jangan abaikan kelemahan tersebut.

Sumber: 
Yahoo! SHE