Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Saturday, November 8, 2025

Aku, Kamu dan Soto


"Wah, bakalan candle light dinner dimana nih malam ini? " "Lho kok bertiga sama anaknya? Nggak berdua aja malam ini? " Iya, begitulah beberapa pertanyaan yang muncul setelah saya mendapatkan  ucapan "happy anniversary". Tidak semua, tidak banyak memang yang memberikan ucapan selamat, tapi justru mungkin disitu seninya ya, nggak usah membalas banyak ucapan dan sebagainya. 

Sebenarnya, siang tadi sudah kami rayakan sederhana dirumah dengan makan indomie kari ayam dengan telur. Karena memang jarang-jarang kita makan mie instan rebus berkuah nikmat ini. Katanya kan memang ada filosofi dengan makan mie di hari istimewa. Dari berbagai sumber menyebutkan kalau filosofi mie untuk ulang tahun pernikahan adalah simbol panjang umur dan kebahagiaan yang tidak terputus. Bentuknya yang panjang melambangkan usia yang panjang, sedangkan keharusan untuk tidak memotong mie saat dimakan melambangkan rezeki dan keberuntungan yang juga tidak boleh putus. Setelah disantap habis siang tadi tentu saja malam ini jelas lapar ya kan? 

Nah, kami akhirnya memutuskan untuk makan bersama, sebenarnya nggak berdua, cuma menyempatkan berfoto berdua dengan mangkok sotonya. Kali ini yang menjadi pilihan adalah soto kudus, jarang sekali ini di pilih karena soto boyolali biasanya yang jadi langganan. Lagi-lagi saya senang menyambungkan antara makanan dan kehidupan, karena saya menemukan bahwa soto pun memberikan pelajaran.Filosofi soto dalam kehidupan antara lain adalah kehangatan dan kebersamaan karena disajikan panas seperti hangatnya cinta, kesabaran dalam proses pembuatannya yang mirip proses hidup dalam menghadapi berbagai hal, dan penerimaan terhadap perbedaan melalui keberagaman isian yang bersatu dalam satu mangkuk. Penting lho penerimaan antara kita dan pasangan, yang kan?. Nah selain itu soto juga bisa mengajarkan tentang keteguhan hati dari setiap daging yang di pilih disajikan bersama dan juga bagaimana kita bersama menghadapi tantangan hidup seperti yang diwakilkan dari rasa asam jeruk dan pedas sambal. 

Selain perut kenyang, bikin kita tenang tentu saja membuat hari ini menjadi senang. Kebahagiaan perayaan sederhana malam ini terwakili dari kehangatan seporsi soto kudus. Tujuhbelas tahun sudah hari ini bersama dalam kehidupan pernikahan. Semua baik, Tuhan baik! 

08/11/2008 - 08/11/2025
Salam soto 💜

Thursday, January 17, 2019

Semangat (dari yang) Kecil



“Jika Anda ingin bahagia, tetapkan sasaran yang membangkitkan pikiran, membebaskan energi, dan menginspirasi harapan Anda.” – Andrew Carnegie


“Mau yang mana nih? Dibikinin atau bikin sendiri?” Kata si bapak sambil menunjukkan sekaleng susu kental manis dan kopi bubuk tanpa merek yang baunya lumayan enak semerbak. Tentu saja saya jawab, “ya jelas mau dibikinin dong pak? biasa pak  lagi ribet ruwet sendiri ini.” Dan selang beberapa menit kemudian segelas kopi susu tersaji didepan saya, nggak cuma nikmat tapi juga memberi semangat lebih di pagi ini setelah tadi berangkat saya kehujanan. Saya ucapkan terimakasih, dan senyumnya mengembang lebar sambil berlalu mengerjakan bagiannya yang lain lagi, sementara saya masih tidak beranjak dari tempat duduk saya di depan komputer, kemudian saya berpaling memandang kopi yang mengepulkan asap tipis siap di seruput.

Bukan hal yang besar yang mungkin bisa dilakukan oleh seseorang untuk membuat orang lain itu menjadi senang, bahagia atau bertambah semangatnya. Justru kebanyakan hal-hal kecil dan sederhanalah yang membuat orang jadi berubah suasana hati, pikiran dan tindakannya. Persis seperti apa yang dilakukan oleh pak office boy tadi pagi pada saya.

Saturday, January 12, 2019

ULAT

"Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu." Antoine de Saint-Exupery

Secantik-cantiknya ulat tidak akan banyak orang yang akan menyukainya apalagi menjadikannya peliharaan kecuali ulat sutera yang akan diambil kepompongnya untuk dijadikan sutera. Meskipun semua juga tahu bahwa proses dari ulat menjadi kupu-kupu adalah proses yang tidak mudah dan menyakitkan, semua akan mengagumi saat dia menjadi kupu-kupu.

Jadi kalau ketemu ulat cantik seperti yang saya temukan ini, apakah saya sanggup menunggu nanti sampai jadi kupu-kupu? Sejujurnya sih tidak, karena selain lama, sebenarnya ulat ini mengganggu tanaman bunga di pot tanaman sekolahan. Jadi daripada mengganggu anak-anak nantinya lebih baik akhirnya dipindahkan saja.

Kalaupun nanti tidak jadi kupu-kupu, buat saya jadi tahu kadang proses menyakitkan akan makin mematikan bila situasi, kondisi dan banyak hal lain yang mendukung justru berbalik. Terus? Ya, berserah saja, menurut saya kalau sudah jalannya bagaimanapun peran supranatural Illahi saja yang mampu berperan menyelamatkan saya. Itu....