Tuesday, January 26, 2021

Januari hampir berakhir


"Tujuan tahun baru bukanlah bahwa kita harus memiliki tahun baru. Itu adalah bahwa kita harus memiliki jiwa baru." GK Chesterton

Banyak hal yang ingin dituliskan dan berkecamuk dalam pikiran tapi sampai hari ini tidak menemukan kesepakatan dan kesempatan. Jadilah dengan foto makan siang hari ini, sementara masih Work From Home, antara tahu dan telor dengan kuah pedas menghantarkan saya dalam coretan ini.

Tidak ada hubungannya memang antara foto dan quote yang saya comot buat pembuka tulisan, hubungannya cuma saya habis makan dan pengen nulis, terus teringat hampir berakhir bulan Januari di tahun yang baru ini tapi belum menghasilkan tulisan yang sedikit panjang. Tulisan pendek alias puisi bertebaran di twitter setiap hari, sepertinya memang lebih menantang setiap hari merangkai sajak dibandingkan menuliskan pengalaman dari sesuatu yang saya jalani. Well, eniwei sebelum Januari berakhir paling tidak saya sudah menulis hari ini.

Jiwa baru mungkin akan ikut menyeru dan memberi semangat untuk menyuarakan sedikit kenikmatan di antara kesusahan yang belum juga berakhir. 

Friday, January 1, 2021

Hai 2021


"Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu." Yesaya 52:12 (TB)

Akan jadi pengingat sepanjang tahun ini bahwa :
1. Tidak perlu terburu-buru
2. Tidak perlu berlari

Karena :
1. Tuhan akan berjalan didepanku (petunjuk didepan, mempersiapkan jalan, memimpin dan mendampingi perjalanan).
2. Tuhan akan menjadi penutup barisan (mengamankan, menjaga, menutup kemungkinan tidak baik).

Haleluya!

Friday, November 20, 2020

12 Ribu


Menu makan siang tadi karena nggak bawa bekal dari rumah. Dengan 12 Ribu rupiah saya mendapatkan nasi setengah, telor dadar sepotong, sayur kangkung, sambel, dan dua tempe jaket. Lumayan bukan?  Saya membelinya di warteg depan tempat kerja.

Yang lebih nikmat adalah makanya sambil ngeprint dan ngegunting berlembar-lembar kertas sekaligus mengecek layar laptop. Apakah ini yang dinamakan multitasking? Tentu saja tidak, ini adalah mempergunakan waktu sebaik mungkin supaya kerjaannya bisa dikerjakan, ya iyalah namanya juga kerja, ya kan?

Rahasia lainnya adalah, saya tidak mendapatkan sendok dari warteg, tapi saya selalu membawa sendok sendiri dan ada didalam tas. Jadi tetap aman, nggak harus menggunakan jurus tangan kosong.

Well, that's it! TGIF : Thanks God It's Food for my perut hari ini.

Thursday, July 30, 2020

Ketupat Lebaran Idul Adha


Bahagia itu bukan milik sendiri, tapi ketika dibagikan. Kami juga menikmati kebahagiaan Idul Adha hari ini, tetangga sebelah rumah berbagi makanan, jadilah lengkap siang ini, libur, menikmati waktu dengan keluarga, makan enak. Berkah!

Bukan hanya sekali dua kali kami dibagi makanan, bahkan bukan hanya pada momen-momen spesial atau acara saja. Kehidupan saling berbagi memang tidak seperti dulu di kampung, apa saja bisa saling dibagikan antar tetangga, saling memberi dan juga merasakan sesuatu yang kita punya. 

"Berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan." Begitu kata bijak entah siapa yang nulis ya, saya bukan yang berbagi kali ini tapi saya juga bersyukur dengan apa yang saya dapatkan. Jadi kalau masih ada yang mau berbagi dengan saya, boleh banget ya, saya siap menunggu. 

Selamat Idul Adha, selamat merayakannya dengan bahagia, syukur dan berbagi.

Monday, June 1, 2020

KANGKUNG DAN BAYAM


"Setiap pemberian dari seorang teman adalah sebuah harapan akan kebahagiaanmu." Richard Bach

Maghrib baru saja selesai dan kembali rencananya saya dan istri mau keluar rumah, belanja beberapa obat-obatan sekalian beli es krim untuk penyemangat si Pumpkin besok mau ujian. Tiba-tiba suara wanita muncul di depan pintu rumah, dan ternyata tetangga samping rumah membawakan dua ikat sayuran segar, kangkung can bayam. Jadi memang sejak awal bulan puasa kemarin sampai Lebaran, Kita tetangga kanan kiri rumah saling bergantian berbagi makanan. Indah sekali bukan? 

Saling berbagi alias melakukan pemberian yang bergantian ini ternyata bermanfaat lho, meskipun mungkin bukan jadi hal yang besar atau luar biasa, biasanya hal-hal sederhana itu akan lebih bermakna menurut saya. Misalnya saja, manfaat saling berbagi itu membuat Kita yang bertetangga akan lebih akrab satu sama lain. Kita juga berusaha akan memberikan yang baik pada saat berbagi. Hasil yang terlihat adalah kebahagiaan yang menular, percayalah yang berbagi bahagia karena bisa memberikan sesuatu, yang dibagi juga senang bisa mendapatkan sesuatu, dan bisa jadi seperti malam ini, kembali saling memberi, berbagi sesuatu.

Sebuah pepatah dalam bahasa Jawa berkata seperti ini, "Urip kang utama, mateni kang sempurna" yang berarti selama kita hidup, kita melakukan perbuatan yang baik maka akan menemukan kebahagiaan di kehidupan yang selanjutnya. Dan saya kira pelajaran sederhana berbagi ini semakin menjadikan saya bisa menyebutnya sebagai kekuatan kecil yang nyata, berbagi itu bahagia.

Saturday, May 23, 2020

KETUPAT


Malam Takbiran!
Artinya besok Lebaran. Saya bukan Muslim, tapi setiap tahun kita sekeluarga selalu ikut merayakan kemeriahan Hari Raya Idul Fitri. Tapi berbeda dengan tahun ini, biasanya tiap Lebaran kita berkunjung ke keluarga Oma, mengunjungi dari rumah ke rumah, bersalaman bermaaf-maafan, dan tentunya menikmati hidangan khas Lebaran, ketupat, sayur labu siam/pepaya muda, sambal goreng kentang dangan ati ampela dan rendang, kadang juga ada ayam goreng dan juga opor ayam. Lengkap! 

Tahun ini kita nggak kemana-mana karena harus tetap #dirumahaja, jadinya Oma Hari ini pesan ketupat sendiri ke pakdhe sayur, kemudian malam ini juga masak opor dan sambal goreng kentang sendiri. Lumayan besok bisa berlebaran sendiri dirumah. Pas Lebaran pas hari minggu kebaktian, ibadah dirumah juga. Eh, ketupatnya kata oma harus digantung biar nggak basi, biasanya memang nggak dimasukin kulkas, besok bisa diangetin lagi. 

Ngomong-ngomong soal ketupat, ada filosofinya lho. Jaman Sunan Kalijaga dulu, ketupat dipakai sebagai simbol buat orang Jawa memaknai selesainya Bulan Ramadhan atau puasa. Karena ketupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, maka dalam pantun Jawa dikatakan "kupat santen",  kula lepat nyuwun pangapunten (Saya Salah Mohon Maaf). Santan atau santen bagi orang Jawa sebagai “pangapunten” atau memaafkan. Sekalian ya Saya dan keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.


Friday, May 22, 2020

CAKWE


Malam ini padahal saya sudah makan, cukup kenyang dan mengobati kepala pusing setelah lelah melewati percakapan panjang di henpon. Ternyata sudah jam delapam malam lebih, pantesan makin lapar. Selesai makan, Saya diminta untuk mendokumentasikan kegiatan Mami di dapur, ternyata sedang merealisasikan janjinya pada di Pumpkin mau membuat cemilan sederhana, dan diawalnya yang sedikit ragu karena adonannya terlihat lengket dan berbeda dengan yang ada ditutorial. Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya mulai juga dia, memipihkan adonan, memotong-motong adonan, memipihkan dengan sumpit dan kemudian menggorengnya. Beberapa bagian dan posisi sudah diabadikan difoto. Dan akhirnya, taaraaaaaa...akhirnya pas masih anget kita diminta mencicipi dan tentu saja pas makan harus difoto, buat konten Instagram kan harus terlihat okey ocey to? 

Hebat euy, berhasil lagi kali ini masaknya
 Puas banget wajahnya, dan tentu saja Saya juga senang ada cemilan lagi. Bicara soal keberhasilan, memang butuh usaha terus menerus, kalau gagal lagi? Ya udah nggak papa, coba lagi aja, kalau masih nggak bisa, ya wis ganti yang lain. Mungkin bukan bagian kita itu,nggak usah maksa tapi setidaknya sudah mencoba.

Sedikit cerita dibalik Cakwe, bahwa sebenarnya makanan ini adalah sebuah bentuk protes, Cakwe merupakan dialek Hokkian, yang artinya Hantu yang Digoreng merujuk simbolisme Qin Hui dan istrinya sebagai Perdana Menteri Kaisan Tan Gaozong. Di daerah asalnya sana di China, Saya nggak suka pakai kata tiongkok, Cakwe disebut dengan berbagai nama sesuai dengan dialek daerah masing-masing. Lebih lengkapnya gugling aja deh. Tapi memang ya keberhasilan dari Jenderal Yue Fie membuat iri Perdana Menteri Qin Hui, sampai dengan cara licik dan berbagai tuduhan, Yue Fie istrinya dan pengikutnya harus dihukum mati. Seorang pedagang makanan bernama Wang dan Li membuat adonan tepung berbentuk seperti manusia saling membelakangi, adonan itu digoreng dan mengambang dalam minyak panas, saat itulah mereka berteriak, "dijual Hui goreng!" Nah, kata Hui itu mengacu pada Perdana Menteri Qin Hui yang membuat Jenderal Yue dihukum mati. Gitu ceritanya, sedih sih ya, orang baik dan berhasil kadang memang harus kalah demi jabatan dan iri dari orang lain. Tapi jejaknya pasti akan tetap terjaga, dan itu terjadi pada Cakwe!