Monday, June 17, 2019
Belajar Bahagia
Tuesday, April 30, 2019
Besok Sudah Mei
"Life is harder when you complicate the simple things. Enjoy what you have and live your life."
Jangan dibuat susah karena memang sudah susah dan akan memyusahkan. Jadi? Nikmati saja!
Sunday, February 3, 2019
Monday, January 21, 2019
Apa Yang Akan DIA Buat?
Thursday, January 17, 2019
Semangat (dari yang) Kecil
Monday, January 14, 2019
BAKWAN MALANG
Bakso/Bakwan Malang yang tiap hari lewat di kompleks rumah, semangkok paket full hanya Rp 12.000, cocok banget pas hujan-hujan kemarin. Hebatnya mas penjualnya bilang, dalam 1 hari ada 2 shift kerja dan lokasi, lokasi yang sama bisa 2x putaran, siang-sore dan sore-malam, dengan kisaran rata-rata 50porsi mangkok maka omset sehari bisa dapat Rp 600.000. Lumayan kan? Jika pendapatan bersih sehari Rp 200.000 saja maka sebulan bisa mengantongi Rp 6.000.000.
Ini hanya uneg-uneg sederhana sebelum tidur malam ini. Dari tukang bakso keliling ini saya belajar selama orang masih mau makan, jajan dan hidup tentu saja pasti mereka berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan penghasilan bagi kehidupannya. Saya sih ikut optimis ya, ikut terus melihat kebaikan dan hasil kerja nyata. Itu saja sih, buat yang berseberangan selera baksonya bisa kontak saya dan ajak saya makan biar fair sudut pandang kita.
Sunday, January 13, 2019
CABE MATI
"Cabe memang pedas, garam memang asin, bawang memang membuat mata bisa perih, tapi kalau bisa meramunya secara tepat dan pas, dukacita dan perkelahian bisa membuat keluarga jadi kokoh dan kuat, sekaligus bisa membuat keluarga menjadi taman jiwa yang terindah." Gede Prama
Pagi ini datang ke tempat kerja saya menyempatkan diri mengecek tanaman di pot-pot kecil yang biasa anak-anak siram sewaktu nature time dan menemukan pohon cabe kecil yang berbuah hanya satu itu mulai mati. Entah memang harus mati karena sudah saatnya atau karena selalu terlewati tidak mendapat siraman air. Saya berpikir waktu itu bisa jadi contoh pohon kecil yang unik dan menarik, cabe yang kecil saja bisa menghasilkan buah dibandingkan dengan pohon cabe besar dekat dinding pembatas yang memang selalu berbuah. Tapi kenyataan memang berbicara lain, pohonnya harus mati.
Pak Gede Prama mengibaratkan hancurnya cabe dalam cobek dengan teman-teman yang lain adalah sebuah dukacita dan perkelahian yang positif yang hasilnya membuat jiwa semakin indah. Tapi proses dihancurkan itu menyakitkan, apalagi kalau saya menemukan cabe yang mati sebelum di nikmati adalah kesedihan. Terlalu baper hanya gara-gara cabe mati ya saya, iya kali ya, sedihnya adalah belum sempat anak-anak menyaksikan proses dari cabe kecil hijau menjadi matang, dia sudah mati duluan.
Tapi ini adalah hal bagus buat jiwa saya, kenapa? Karena saya mendapat peringatan bahwa segala sesuatu pada waktunya akan ada akhirnya. Jadi baik kapan waktunya entah apapun itu bahkan nyawa saya pun, akan ada akhirnya. Kalau saya sudah berbuah dan bisa "dinikmati" mungkin saya bisa sedikit lega. Tapi kalau belum? Saatnya saya menunjukkan buah saya dan membuatnya matang Dan siap di hancurkan untuk dinikmati.

