Saturday, September 26, 2015

Kardus Untuk Pak Sampah

Terik dan panas siang ini sangat menyengat, saya melihat di aplikasi cuaca menunjukkan 34 derajat. Setelah menyelesaikan bagiam saya menyuci lanjut dengan menikmati soto daging bikinan Oma yang mantap bin laziz jaminan rasanya. Selesai makan sambil leyeh-leyeh dan juga menghilangkan efek pedas xabe rawit buat sambel soto, si bapak tukang sampah datang. Semua sampah sudah ditaruh di bak depan dan tinggal sisa kardus yang ada. Oh iya...setiap kali belanja sayuran dan diwadahi kardus, sengaja saya simpan dan rapikan. Saya tumpuk dulu biar banyak dan hari inilah ternyata waktu yang tepat untuk diserahkan.

Ngomong-ngomong soal kardus bekas, botol dan kertas meskipun sudah tidak terpakai tetap ada nilai tukarnya lho. Meakipun tidak terlalu tinggi dan saya juga tidak sempat bertanya pada pengepul barang bekas, kira-kira sekarang berapa harga perkilonya. Saya bertanya saja pada mbah gugel dan medapatkan jawaban kurang lebih alias kira-kira Rp 1500 sampai Rp 2500 perkilonya tergantung kondisi pasar.

Memang nggak banyak kardus yang saya kumpulkan. Tapi paling tidak bisa jadi tambahan pak sampah. Entah kapan nanti dijualnya yang jelas rejekinya bertambah. Jadi besok saya mulai siap-siap ngumpulin kardus lagi.

"... siapa baik hati kepada orang miskin, akan bahagia."
(Amsal 14:21)

Saturday, September 12, 2015

Maksudnya Cerita Aja Sih...

Seorang wanita sedang menunggu jemputan tampaknya, saya melihatnya sedang bersiap-siap memakai jacket kemudian masker. Tak berapa lama kemudian sebuah motor datang menghampiri. Laki-laki diatas motor kemudian menyerahkan helm dan memindahkan tas ranselnya kedepan. Lalu tiba-tiba menarik gas dan meluncur pergi meninggalkan si wanita yang terbengong...kemudian berteriak, "whooooeeeeeee...."
Eh, nggak tahunya si pembawa motor ternyata kembali dan tertawa, mungkin baru menyadari kalau pasangannya tertinggal dan belum naik keatas sadel motornya.

Ah, masak sih pasangannya sengaja tertinggal pikir saya. Apa mungkin dia sudah merasa pasangannya naik dan duduk nyaman. Atau memang just make a joke gitu? ya sudahlah yaaa. Untunglah saya tetap menunggu sampai istri saya turun. Dan saya akan memastikan dia sudah duduk nyaman diboncengan saya. Itu saja sih ceritanya...

Wednesday, September 2, 2015

7 SUP SEHAT YANG PENUH RASA

1. Belas kasih
Hati yang penuh kasih sayang mutlak dibutuhkan sebab tanpa kasih sayang seseorang rasanya tak layak menjadi manusia.

2. Murah hati
Suka memberi, memiliki kepedulian sosial tinggi, dermawan. Mau menolong dalam menanggung beban.

3. Tulus
Jujur, bermoral lurus, tidak macam-macam, tidak berniat menyakiti/ menipu orang lain, juga bersedia mengakui kesalahan dan kelemahan. Hidup tidak dalam kepura-puraan.

4. Tidak tamak
Merasa diri telah mendapatkan cukup dalam hidup sehingga memberi ruang pada orang lain untuk mendapatkan.

5. Pemaaf
Bersedia mengampuni orang lain dan tidak menyimpan dendam dalam kehidupan ini sehingga persaudaraan terjadi selalu.

6. Tidak iri hati
Tidak cemburu melihat keadaan atau keberhasilan orang lain, meskipun diperoleh dengan cara curang tidak berkenan. Bahkan sebaliknya bersedia mendoakan dan mengingatkan orang tersebut dengan dasar cinta kasih.

7. Melayani.
Melakukan sesuatu dengan motivasi hanya untuk Tuhan, tanpa pamrih, tidak mengharapkan imbalan atas amal atau pelayanan yang telah diberikan.

Inilah tujuh sup yang akan memberi rasa ketenangan dan kedamaian dalam hidup seseorang jika mau dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salam dalam cinta untuk membuat dan menikmati sup ini.

By:Petrusp

Sunday, August 16, 2015

Kopi Tubruk Sidikalang dan HUT RI Ke-70

Kopi Tubruk Sidikalang dan HUT-RI ke-70

Gubraaaaaakkk...suara sesuati yang jatuh terdengar kencang dibelakang rumah. Saya masih tidur didepan tivi dan Oma kemudian teriak dari kamar, "cepetan dilihat Mos, si Cika (kelinci) takut ketindihan tuh...". Dan ternyata, panggangan yang diletakkan di atas kandang buatan saya jatuh. Walhasil...saya harus bereskan semua dan bikin kandangnya lagi dari awal. (Kandang dari bata ringan yang disusun sederhana dengan genteng diatasnya sih...).

Jadi saya mulai siapkan alat-alatnya. Eh, tunggu...ada yang kurang nih. Ahaaa...kopi! Biar mood dan tenaga lebih mantap. Yup, saya bongkar-bongkar tempat penyimpanan dan menemukan plastik ditali karet dan saya tau dari baunya...hmmm...kopi yang khas, ini kopi yang dibawain temen saya pas pulang ke Medan waktu itu. Sementara kopi Palembang seplastik juga belum dibuka. Lumayan buat stok, hahahahaha. Panas mengepul dan bau yang khas tercipta membuat saya pengen sekali segera menyeruputnya.

Sambil menunggu agak sedikit turun bubuk kopinya, saya mulai membongkar kandang si Cika. Pelan tapi pasti akhirnya selesai dan saya pun pelan tapi pasti seteguk demi seteguk kopi yang digelas saya habis.

Aaah, bertepatan dengan hari ini kan ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke 70, jadi sambil menunggu ikut melihat upacara bendera kenegaraan di tivi saya mandi dulu aja. Semangat perayaan kemerdekaan sangat terasa sekali tahun ini, beda dengan tahun kemarin rasanya. Ada banyak kegiatan dan lomba-lomba di kompleks perumahan, ada banyak liputan dan kegiatan di tivi juga acara-acara yang luar biasa membanggakan dan saya senang melihatnya. Saya belum mengisi kemerdekaan dengan sepenuhnya, setidaknya menikmati kopi tubruk buatan anak bangsa ini adalah kebanggan saya sebagai warga negara. Seruputan terakhir...biar dingin tetep aja nikmat! Dan ... Merdekaaaaa!

Bubur

Menghabiskan sisa bubur yang dimasak Oma tadi siang sangatlah mengenyangkan. Sebenarnya buburnya sih buat Abby makan karena si Abby sakit perutnya hingga males makan nasi seperti biasanya. Saya sudah janji tadi kalau Abby mau makan 5 sendok saja untuk makan malamnya, sisanya Papie yang habisin. Dan, ternyata saya harus memegang janji saya, menghabiskan sisa bubur yang masih sepiring penuh.

Dengan tambahan ikan teri, bawang goreng dan rempeyek kedelai dengan semangat menjelang perayaan 70 tahun HUT-RI saya menghabiskan sepiring bubur malam ini!
Yeaaaay...merdeka!!! Saya berhasil...dan kuenyaaaang poll !!!

Friday, August 14, 2015

Meditasi Bersama Si Kepik

Sembari menunggu kepulangan istri, saya duduk dibelakang gedung kantornya. Dipinggir jalan beraspal tetapi bagian yang dekat dengan tembok kantornya berumput segar dengan tanaman besar yang teduh. Rumputnya menghijau pertanda mereka begitu subur pertumbuhannya. Saya duduk dengan begitu saja tanpa alas, dan sembari memperhatikan rerumputan, ternyata disamping saya duduk ada seekor kepik alias ladybug atau ladybird bergerak naik turun dari rumput kerumput yang lainnya.

Memang tidak semua orang menyukai serangga, namun siapa yang tidak menyukai ladybird, sikepik mungil yang hanya hampir setengah sentimeter ini terlihat menarik dengan warna merah cerah bertotol hitam dibagian atas badannya. Dan terlebih lagi, setelah saya membaca beberapa catatan, kepik sangat menguntungkan jika ia berkembang biak di kebun kita. Dia adalah insektisida alami, dia memakan kutu daun yang merusak tanaman, juga memakan kumbang-kumbang perusak tanaman. Bentuknya mungkin kecil, namun ternyata dia punya kemampuan yang luar biasa dan berguna.  

Jika kepik kecil saja begitu berguna, bagaimana dengan kehidupan kita? Paulus menuliskan pesannya kepada Timotius seperti ini, "Orang yang membersihkan dirinya dari semua yang jahat, orang itu akan dipakai untuk keperluan yang istimewa. Ia menjadi milik yang khusus dan berguna bagi tuannya. Ia disediakan untuk dipakai bagi setiap pekerjaan yang baik." (II Timotius 2:21 BIS).

Saya percaya bahwa setiap kita berguna, diperlengkapi dengan kemampuan untuk dipakai Tuan kita, ya Tuhan kita. Dan dipakai untuk pekerjaan yang baik. Mungkin tidak akan seperti kepik pemakan serangga dan kutu daun, tapi contoh kecil seperti berbagi akan menyenangkan hati Allah. Seperti ayat ini berkata, "Orang yang membersihkan dirinya dari semua yang jahat, orang itu akan dipakai untuk keperluan yang istimewa. Ia menjadi milik yang khusus dan berguna bagi tuannya. Ia disediakan untuk dipakai bagi setiap pekerjaan yang baik." (II Timotius 2:21 BIS).

Sungguhlah benar bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu tanpa kesia-siaan, "Betapa banyak karya-Mu, TUHAN, semuanya Kaujadikan dengan bijaksana; bumi penuh dengan ciptaan-Mu." (Mazmur 104:24 BIS). Dan tentunya terlebih kita.

Terimakasih kepik-ladybird untuk sore saya yang bermakna.

Tuesday, August 11, 2015

Pilihan

Jika kita hidup dengan penyesalan akan hari kemarin dan kekhawatiran akan hari esok, kita tidak akan pernah memiliki hari ini untuk bersyukur!”

Pilihan, ya … Selalu ada pilihan dalam hidup ini. Apa yang anda pilih hari ini dalam kehidupan yang anda jalani? Bahkan sebelum kita membuat pilihan, Tuhan sudah membuat pilihan, ya…Dia memilih kita, bukankah itu pilihan yang luar biasa? Simak pernyataan ini, “Allah memilih kita bukan untuk dihukum, tetapi untuk diselamatkan melalui Tuhan kita Yesus Kristus.” (I Tesalonika 5:9 BIS).

Dan inilah sebenarnya bagian kita, kita bisa meniru Yosua untuk memilih bagian yang terbaik, “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah;…..Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15 TB).

Bunda Teresa mengatakan, “Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi tetaplah berbahagia.” Iya, tetaplah bahagia dan bersyukur dengan pilihan yang kita buat hari ini. Karena pilihan yang benar membawa kebaikan. Itu jelas!