Friday, August 22, 2014

Begini Cara Ajarkan Rasa Hormat Pada Anak

Senang ya, jika melihat anak kecil bersikap sangat sopan dengan orang di sekitarnya. Sudahkah anak Anda melakukannya?
Saling menghormati merupakan salah satu kunci hidup harmonis antar sesama. Mengajarkan hal ini pada anak bukanlah hal mudah. Jangan sampai anak memaknai kata “hormat” sebagai sesuatu yang menakutkan atau hanya berlaku jika berhadapan dengan orang yang lebih tua.
Berikut beberapa strategi untuk membantu anak-anak mengembangkan rasa hormat yang lebih besar terhadap orang lain.

Jadilah contohAnak-anak merupakan peniru ulung. Mereka bisa dengan cepat meniru sikap dan perilaku Anda. Jika Anda ingin memberikannya contoh bagaimana menghormati sesama, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan selalu bersikap dan berbicara kepada anak dan orang lain dengan cara hormat.
Misalnya ketika anak ingin mendiskusikan perasaannya (curhat). Cobalah mendengarkan dengan penuh perhatian.

Amati perilaku anak
Apakah ia sudah melakukan hal yang benar sesuai dengan yang Anda ajarkan. Jangan sampai ia berpikir bahwa hal ini hanya bersifat sementara. Katakan dengan tegas kalau itu berlaku seumur hidup.

Buat aturanAda tiga kata kunci yang harus diucapkan anak dalam pelajaran menghormati orang lain ini. Yaitu, meminta “minta maaf” segera setelah melakukan kesalahan, mengucapkan “terima kasih” meski itu untuk sebuah pertolongan kecil, dan “tolong” ketika meminta bantuan kepada orang lain.
Aturan lainnya seperti tidak berkata kasar, mendengarkan dengan seksama lawan bicara (tidak sambil membaca buku main games, atau menonton televisi), tidak menyela saat orang lain sedang bicara, mengucapkan salam saat bertemu/berpisah.

Jika aturan dilanggar:
- Ajak anak diskusi. Ketika anak berkata sarkastik, minta ia memikirkan cara-cara yang lebih terhormat untuk mengkomunikasikan pikiran atau perasaannya.
- Dorong empati. Ajak anak membayangkan jika ia yang mendapatkan perlakuan tidak hormat dari orang lain.

Tips
- Jadilah konsisten ketika mengajar anak-anak berperilaku hormat.
- Beberapa anak mungkin butuh lebih banyak waktu untuk belajar bagaimana berperilaku hormat. Maka dari itu, bersabarlah... (Ester Sondang)

http://female.kompas.com/

Monday, August 4, 2014

Risiko Impoten pada Pria Pecandu Ponsel

Terlalu "lengket" dengan gadget memang bisa membuat kesempatan kita untuk berinteraksi secara langsung dengan orang di sekitar menjadi berkurang. Tetapi keakraban dengan gadget ternyata juga bisa merusak kehidupan seksual.

Sebuah studi teranyar menemukan, pria yang memegang ponselnya lebih dari 4 jam setiap hari lebih rentan mengalami impotensi dibanding mereka yang membatasi memegang gadgetnya kurang dari 2 jam setiap hari.

Penelitian ini dilakukan terhadap 20 pria yang mengalami gangguan ereksi selama 6 bulan penelitian. Mereka juga melibatkan 10 pria sehat yang tidak ada masalah dengan ereksinya. Setiap orang diminta mengisi tes tentang fungsi ereksi dan juga kebiasaan mereka memakai ponsel.

Secara umum memang tidak ada perbedaan nyata pada kedua kelompok itu. Mereka juga memiliki kadar testosteron yang hampir sama, demikian pula dengan durasi waktu mereka menggunakan gadget.

Perbedaan jelas terlihat pada waktu mereka menyimpan ponsel di kantong baju atau celana, atau pun menggenggamnya.

Pria yang sebelumnya diketahui mengalami kesulitan ereksi ternyata membawa ponsel mereka lebih lama dibanding pria dari kelompok B atau pria yang sehat. Jumlahnya cukup berbeda, 4 jam dibanding 1,8 jam.

"Total waktu ketika menggenggam ponsel lebih berpengaruh dibanding dengan yang jarang memakai ponsel," kata peneliti.

Studi lain mengenai penggunaan ponsel dan tingkat kesuburan juga banyak dilakukan. Salah satunya menyebutkan, makin sering pria menggunakan ponselnya, makin buruk kualitas dan jumlah sperma mereka.

http://health.kompas.com

Jangan Tidur Dekat Ponsel

Pernahkah Anda ngobrol dengan teman di grup chatt atau dengan kekasih sampai dini hari? Atau Anda punya kebiasaan meletakkan ponsel di dekat bantal agar bisa cepat mengeceknya jika ada pesan masuk? Anda tak sendiri. Menurut survei, 44 persen pemilik ponsel tidur di dekat ponsel mereka.

Meski Anda beralasan tak bisa jauh-jauh dari ponsel sepanjang hari, tetapi saat tidur sebaiknya simpan ponsel atau gadget jauh dari tempat tidur. Ketahui apa saja bahaya kesehatan jika kita tidur bersama ponsel.

- Risiko terbakar
Sudah cukup sering terjadi kasus ponsel pintar meledak dan terbakar di tempat tidur. Sejauh ini diduga penyebabnya adalah pemakaian baterai yang tidak sesuai dengan spesifikasi ponsel. Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih aksesoris ponsel yang asli dan menjauhkan ponsel dari tempat tidur di malam hari.

- Mengganggu tidur
Ponsel, tablet, TV, dan berbagai perangkat gadget yang menggunakan layar LED akan mengeluarkan cahaya biru. Sinar ini diketahui akan menghambat produksi hormon melatonin yang kita butuhkan agar bisa mengantuk. Terganggunya produksi melatonin juga akan merusak jam biologis tubuh.



- Bahaya radiasi
Memang belum ada riset yang membuktikan penggunan ponsel akan menyebabkan kanker. Tetapi secara umum ponsel dan gadget lain mengeluarkan radiasi elektromagnetik dalam dosis rendah. Jumlah yang sama juga dikeluarkan oleh microwave dan alat rontgen.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan radiasi tersebut bisa bersifat karsinogen pada manusia, terutama pada anak-anak. Itu sebabnya, jika Anda masih memiliki anak kecil, jauhkan perangkat gadget dari kamar tidur.

http://health.kompas.com

Wednesday, July 9, 2014

Kiat Mengasuh Anak Tunggal Supaya Tidak Manja

Anak tunggal umumnya mendapatkan perhatian ekstra dari orang tuanya. Alhasil, tak sedikit anak tunggal tumbuh dewasa menjadi  manja dan memiliki perilaku yang kurang menyenangkan.
Sebagai orang tua, tentunya Anda menginginkan si kecil tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan menyenangkan, baik untuk dirinya sendiri, juga bagi lingkungan sosialnya. Dengan demikian, simak uraian mengenai pola asuh membesarkan si anak tunggal, seperti dikutip Boldsky.

1. Terapkan aturan
Untuk menghindari kebiasaan memanjakan anak tunggal, maka orang tua perlu membuat peraturan  pada anak. Orang tua harus berani tegas mengatakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Seiring dengan itu, jangan pernah lelah untuk memberikan pemahaman dan pengertian mengenai manfaat baik dari aturan yang Anda terapkan pada si kecil. Tujuannya, agar anak menjalani aturan tanpa paksaan dan tekanan.

2.Turuti peraturanMenaati peraturan tak semudah menciptakannya. Namun, sebagai orangtua yang ingin anak tunggalnya tumbuh menjadi sosok yang mandiri, maka Anda sendiri juga harus memberikan contoh positif pada si kecil, dengan cara menaati peraturan yang Anda terapkan padanya. Melihat Anda menuruti aturan, anak pun secara alamiah akan mengikuti sikap Anda tersebut.

3.Bijak menuruti keinginan anak
Salah satu “ujian” terberat orangtua dengan anak tunggal adalah saat si kecil merajuk minta dibelikan sesuatu.  Jika terjadi hal yang demikian, beri waktu pada diri Anda untuk mempertimbangkan keinginannya tersebut. Selama sesuai dengan kebutuhan akademisnya, turutilah. Namun, jika sebaliknya, Anda harus menahan diri. Ingat saja, boros di waktu sekarang bisa membuahkan kesulitan di masa depan.

4.Tanggung jawab
Berikan tanggung jawab pada anak sebagai upaya pendewasaan diri. Mulailah dengan hal mudah seperti membantu Anda di dapur, merapikan kamar dan lemari bajunya, atau merawat hewan peliharaan. Ketika si kecil berhasil menyelesaikan seluruh tugas serta tanggung jawabnya tersebut, Anda jangan lupa mengucapkan terima kasih. Ini merupakan cara praktis dalam mengajarkan rasa menghargai dan pentingnya memberikan apresiasi pada lingkungan sekitar.

5.Dukungan emosional
Menjadi anak tunggal bukanlah hal mudah, tumbuh tanpa saudara kandung untuk berbagi cerita dan tawa, acap kali menimbulkan rasa kesepian pada sang buah hati. Namun, Anda bisa mencegahnya dengan cara menjadi orangtua sekaligus sahabat untuk si kecil. Tentu saja dengan cara yang bijak, supaya anak tidak  manja dan terlalu bergantung pada orangtua.

http://female.kompas.com

Orangtua Jangan Selalu Merasa Lebih Pintar dari Anak

Saat berkomunikasi dengan anak, banyak orangtua yang berpikiran lebih pintar, lebih jago, dan lebih segalanya daripada anak. Mengapa komunikasi merasa lebih pintar itu tidak tepat? Sebab, anak merasa seolah-olah digurui, tidak dihargai, dipermalukan dan direndahkan oleh orangtua.

Misalnya dengan membandingkan anak-anak kita dengan kita dulu. Tugas kita adalah selalu membimbing dan mengarahkan mereka agar tidak salah jalan dan tetap berpegang pada nilai-nilai moral.

Selain itu, ada bentuk komunikasi lain yang perlu dihindari orangtua, itu adalah:

* Hindari perkataan kasar
Menghindari perkataan kasar yang membuat emosi jadi tidak terkendali. Perhatikan intonasi suara. Aturlah nada suara agar tetap teratur, lembut dan tenang. Apabila anak mulai menjengkelkan usahakan tetap tenang dan jangan terpancing emosi, apalagi memukul karena kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru.

* Lihat situasi saat berdiskusi
Hindari mendiskusikan masalah dengan anak saat anak sedang lelah atau rewel. Orangtua sebaiknya mengetahui suasana hati dan jalan pikiran anak-anaknya.

* Jangan bandingkan dengan pola lama
Orangtua hendaknya tidak bersikap otoriter dan memakai “kacamata kuda” dengan pola tradisi lama di mana kita takut untuk mengungkapkan pandapat, terutama kepada orang tua karena anak-anak saat ini sudah mulai lebih memiliki kreativitas, penuh daya cipta, penuh argumentasi, punya cara pandang yang luas.

http://female.kompas.com

Thursday, June 19, 2014

Mengapa Manusia Butuh Pelukan Setiap Hari?

Fakta ilmiah menyimpulkan bahwa manusia butuh berpelukan setiap hari. Pelukan memiliki efek sangat baik bagi kesehatan psikologis maupun fisik pada setiap manusia. Ini enam alasan manusia butuh berpelukan setiap hari.

1. Pelukan 8 kali sehari

Situs mercola mengabarkan, seorang Neuroeconomist, Paul Zak, atau yang lebih dikenal Dr. Cinta, merekomendasikan untuk rutin berpelukan sebanyak 8 kali perhari untuk merasa bahagia dan menikmati hubungan yang lebih baik. Bahkan ahli Psychotherapist, Virginia Satir, menyebutkan bahwa pelukan sebanyak 4 kali sehari untuk bertahan, 8 kali sehari untuk maintenance dan 12 pelukan untuk masa pertumbuhan. Saat berpelukan tubuh kita memproduksi hormon oksitoksin, yang terproduksi akibat respon sentuhan fisik. Hormon ini sangat baik untuk kesehatan dan menjauhkan tubuh dari penyakit.


2. Meningkatkan rasa aman

Penelitian menemukan fakta bahwa setiap sentuhan pelukan memberikan efek rasa aman dan nyaman setiap orang. Dengan pelukan, kita terbantu lebih terbuka dan jujur saat berkomunikasi. Selain itu pelukan juga memberikan efek baik saat seseorang mengalami guncangan hebat. Seperti depresi, kesepian, kehilangan seseorang dan lainnya. Dengan hormone oksitoksin yang dikeluarkan saat berpelukan, perasaan kesepian, terisolasi dan marah bisa mereda serta hilang.

3. Baik untuk kesehatan

Ternyata studi menemukan manfaat saat kita melakukan pelukan selama 10 detik. Saat berpelukan terjadi reaksi fisik dan tubuh mengeluarkan kimia alami sehingga tubuh menjadi sehat. Manfaat berpelukan antara lain mengurangi resiko serangan jantung, mengurangi stres, melawan rasa capek, melawan infeksi, menyembuhkan depresi.

4. Meningkatkan sistem imun

Tingkat imunitas pada tubuh seseorang ternyata bisa dipengaruhi oleh emosional mereka. Dengan tekanan tubuh yang dirasakan saat kita berpelukan, mengaktifkan Solar Plexus Chakra pada tubuh. Sehingga menstimulasi kelenjar timus sehingga tubuh kita menyeimbangkan produksi sel darah putih.

5. Meningkatkan percaya diri

Penelitian membuktikan anak yang sering dipeluk lebih percaya diri daripada yang jarang disentuh orangtua mereka. Selain itu, sentuhan berupa pelukan yang diterima sejak kecil bisa meningkatkan rasa cinta seseorang pada diri sendiri. Sehingga orang itu enggak akan mudah merasa kesepian atau depresi.

6. Bikin kulit halus

Ternyata saat kita berpelukan, kulit kita merespon baik sehingga kulit kita lebih bersinar, sehat dan halus. Bagian tubuh ini efeknya melembabkan tubuh dan mengalirkan listrik positif sehingga menyeimbangkan sistem ketegangan pada kulit.

Nah, itu tadi enam alasan manusia butuh berpelukan setiap hari. Semoga bermanfaat.

http://health.kompas.com

5 Tips Sehat dari Dr.Oz

Sejak muncul di acara bincang-bincang televisi Oprah Winfrey Show tahun 2004, Dr.Mehmet Oz telah dianggap sebagai guru untuk setiap hal yang berkaitan dengan kesehatan.

Berikut adalah beberapa tips kesehatan yang tak pernah ketinggalan zaman dari pria yang disapa Dr.Oz itu.

1. Pentingnya serat
Dalam banyak kesempatan Dr.Oz selalu mengingatkan pentingnya memasukkan serat dalam menu harian. Tak berlebihan memang karena serat punya manfaat besar dalam penurunan berat badan, pencernaan, bahkan mencegah kanker.

Salah satu tips yang diberikan Dr.Oz untuk mengonsumsi serat adalah dalam bentuk "minuman hijau" setiap pagi. Selain kaya akan antioksidan, jus sayuran ini juga akan memenuhi 28 persen kebutuhan serat harian.

2. Pentingnya kehidupan seks
Kehidupan seks yang hangat dan memuaskan sangat berpengaruh pada kesehatan dan kebahagiaan. Seks akan meningkatkan denyut jantung dan juga menurunkan stres. Dr.Oz merekomendasikan hubungan seks 2-3 kali dalam seminggu. Meski begitu, menurutnya yang lebih penting adalah kualitas.

3. Lakukan yoga
Dr.Oz melakukan yoga setiap hari untuk meningkatkan kelenturan, fokus, menjaga bentuk tubuh, dan mengurangi stres.

4. Tak perlu memusuhi lemak
Walau Dr.Oz menyarankan untuk menghindari lemak trans, namun ia mengatakan agar kita tak perlu takut terhadap lemak. Tentunya lemak sehat seperti minyak zaitun atau alpukat. Lemak tersebut juga membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih efisien.

5. Belajar memasak
Jika Anda selalu mengandalkan menu restoran atau makanan siap saji, mulailah belajar memasak. Tak ada cara lebih baik untuk mendukung upaya kita menjalani pola hidup sehat dalam jangka panjang jika kita tidak mengontrol bahan-bahan makanan yang dimasak.

http://health.kompas.com