Wednesday, April 3, 2013

DIURAPI












Tak jadi soal apa tingkat kemampuan kita,
kita sudah diberi potensi lebih besar
daripada yang dapat kita gunakan seumur hidup kita.

Siapapun yang Tuhan panggil,
Ia memperlengkapi dan mengurapi
orang itu untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut.

"Apabila Anak Manusia datang sebagai Tuhan keadaannya juga seperti dalam perumpamaan ini. Seorang laki-laki hendak berangkat ke tempat yang jauh.
Ia memanggil pelayan-pelayannya,
lalu mempercayakan hartanya kepada mereka.
Kepada setiap pelayan itu ia memberi menurut kesanggupan masing-masing.
Kepada yang seorang ia memberi lima ribu uang emas.
Kepada yang lainnya ia memberi dua ribu uang emas.
Dan kepada seorang lagi ia memberi seribu uang emas. Lalu ia berangkat.
Matius 25:14-15

BERSABAR



Ketidaksabaran itu mahal.
Kesalahan besar sering terjadi karena ketidksabaran.
Kebanyakan orang mengalami kegagalan
hanya karena mereka tidak sabar dan tidak dapat
menyatukan awal dengan akhir.

Kita perlu terus dengan sabar
mengerjakan kehendak Tuhan
jika kita ingin Dia mengerjakan melalui kita
semua yang sudah Ia janjikan.

Monday, April 1, 2013

PENILAIAN TUHAN


Kita akan dinilai oleh apa yang kita selesaikan,
bukan apa yang kita mulai.
Jika kita tidak melihat hasilnya seketika,
jangan khawatir.
Tuhan tidak membayar upah mingguan,
tetapi Ia membayar setelah selesai.
Bukan sukses yang Tuhan beri hadiah,
melainkan kesetiaan mengerjakan kehendak-Nya.

Bagus,' kata tuan itu, 'engkau adalah pelayan yang baik dan setia.
Karena engkau dapat dipercayai dengan yang sedikit,
saya akan mempercayakan yang banyak kepadamu.
Masuklah dan ikutlah bersenang-senang dengan saya!'
Matius 25:21 BIS

PENYERTAAN


Betapa indahnya kalau kita tahu
bahwa Tuhan menyertai kita,
bukan saja pada awal perjalanan,
tetapi juga pada akhirnya.
Bukan hanya pada waktu kita berkarya
di awal bulan,
tetapi juga sepanjang hari,
sepanjang bulan,
dan sepanjang tahun.

Sang Pencipta adalah pelindung
dan pemelihara kita.

Saturday, March 30, 2013

"Kure", Ritual Paskah ala Portugis

Perayaan Paskah mungkin menjadi ritual biasa bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Lain halnya dengan 18 pemangku suku adat di Kote, Kecamatan Noemuti, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Mengenang sejarah masuknya agama Katolik dari Portugis di Pulau Timor di daerah setempat, ribuan warga warga merayakan tri hari suci Paskah secara tradisional dengan budaya Portugis. Perpaduan ritual Paskah secara modern (misa dipimpin pastur) dan tradisional warga belasan suku ini, oleh warga disebut 'Kure'.

Prosesi ini diawali dengan pengambilan air dan batu oleh anggota suku di sungai Noemuti untuk membersihkan patung-patung Maria dan Yesus yang dibawa dari Portugis sejak pertama kali bangsa itu datang ke Pulau Timor pada abad ke-15.

Kemudian anggota suku menyerahkan persembahan seperti uang, buah-buahan, sayuran, sirih dan pinang untuk nanti kemudian dipersembahkan bagi Allah dan nenek moyang mereka.

Selanjutnya persembahan tersebut akan dibagikan kepada peziarah, kelompok doa dan pengunjung yang mengikuti prosesi Kure itu di beberapa rumah yang sudah dipersiapkan khusus yang diberi nama rumah Tuhan atau dalam bahasa setempat disebut 'Ume Usineno', sebagai tanda pemberian rahmat kekuatan lahir batin dari Allah dan nenek moyang.

Pemangku adat Suku Noemuti, Raja Alex Yosep Antonio Costa,  ritual Kure, mengatakan ritual Kure sudah berlangsung lama dan tetap dilestarikan sampai saat ini.

"Kure itu adalah istilah dalam bahasa Latin yaitu berdoa sambil mengunjungi keluarga-keluarga yang pada jaman dahulu menerima agama Katolik," kata Costa yang merupakan keturunan kelima dari salah satu penyebar pertama agama Katolik di Pulau Timor.

"Berdoanya juga dilakukan secara singkat dan mereka hanya meminta kekuatan roh Allah dan nenek moyang mereka yang telah menerima datangnya agama Katolik. Dan budaya ini sudah berlangsung lama sejak datangnya Portugis di Noemuti," kata Costa, ditemui Kompas.com di sela-sela penyelenggaraan ritual, Jumat (6/6/2012).

Seorang pengunjung dari Kabupaten Belu, Yanuarius Seran, mengaku senang dengan ritual Kure yang menurutnya merupakan satu satu ritual Paskah di Pulau Timor yang masih dilestarikan sampai saat ini.

"Sebagai umat Katolik pada umumnya dan orang Timor khususnya merasa berbangga karena budaya seperti ini sudah langka di jaman modern seperti ini. Karena itu saya berharap budaya Kure supaya terus dilakukan sampai anak cucu kita,"kata Seran kepada Kompas.com.

Acara ditutup dengan arak-arakan ribuan orang dengan membawa sisa-sisa dekorasi dan hiasan yang dipasang di rumah adat 18 suku, menuju ke sungai untuk dibuang. Ritual ini bermakna simbolis pelepasan segala bala, sial, dan dosa yang dalam bahasa setempat disebut 'Sefmau'. Acara ini sekaligus menjadi akhir ritual Kure.

http://female.kompas.com

Wednesday, March 27, 2013

MENGALIRKAN KUASA


"Kita adalah kabel dan Tuhan adalah listriknya"
satu-satunya kuasa kita
hanyalah membiarkan arus listrik melewatinya.

Jadilah benak yang melaluinya
Kristus berpikir,
hati yang melaluinya Kristus mengasihi,
suara yang melaluinya Kristus berbicara,
dan tangan yang Kristus gunakan untuk menolong.

Kristus mati untuk semua orang,
supaya orang-orang yang hidup,
tidak lagi hidup untuk diri sendiri,
melainkan untuk Kristus yang sudah mati dan dihidupkan kembali
demi kepentingan mereka.
2 Korintus 5:15 BIS

MATA



Tuhan mengingatkan bahwa
Mata adalah pelita tubuh.
Jika mata kita baik
maka teranglah seluruh tubuh kita.
Sebaliknya jika kita tidak hati-hati
apa yang tampak secara kasat mata
bisa menipu kita,
yang akhirnya membuat kita mengambil "keputusan"
yang keliru dan fatal
bagi masa depan kita.

"Mata adalah lampu untuk badan.
 Kalau matamu jernih, seluruh badanmu terang-benderang.
Tetapi kalau matamu kabur, seluruh badanmu gelap-gulita.
Jadi kalau lampu di dalam dirimu itu gelap, alangkah pekatnya kegelapan itu!"
Matius 6:22-23 BIS