Sunday, October 19, 2025

Kipas Angin Baru


"Kipas angin itu sederhana, tapi konsisten. Seperti kebahagiaan kecil yang sering kita lupakan." 

Jadi hampir dua minggu kipas angin dirumah tiba-tiba berbau menyengat seperti terbakar dan matilah dia. Mungkin juga sudah kecapekan karena berputar hampir tanpa berhenti lebih dari tiga tahun lamanya sejak dibeli. Jadilah tanpa angin berputar diruangan depan. Nah, sebenarnya memang kita masih punya cadangan seperti kipas angin kotak dengan isian air supaya lebih dingin, sempat dipakai dan sewaktu mode cool alias dingin malahan bocor airnya. Terus  karena bentuknya yang kotak pendek jadi anginnya nggak bisa keatas dan kurang terasa. 

Siang ini, seperti biasa Oma minta diantar beli lauk makan. Jadilah mengambil keputusan untuk sekalian beli kipas angin meskipun kenyataannya sisa uang tinggal nggak seberapa. Mampir ke toko si Uda langganan, orang Padang ini nggak jualan masakan padang tapi barang elektronik, sudah sejak kita pindah rumah selalu langganan beli ditokonya. Tanya-tanya barangnya mana yang bagus tapi nggak mahal, jadilah ditawarkan produk asli Indonesia dengan merek Pisces. Garansi ganti baru satu tahun kalau sampai rusak. Nah ternyata, produk ini waktu saya cek di websitenya sudah ada sejak tahun 2008 dan sudah bersertifikat SNI. 

Terus terang saja, dengan kondisi Indonesia yang sedang menaikkan derajat kehidupan, eh derajat panas udara yang luar biasa ini, punya kipas angin sangat membantu dan juga menolong meredam emosi akibat panas cuaca dan kelembaban yang menyesakkan dada. Sebuah kutipan mengatakan seperti ini, "Kadang kita tidak perlu harus bergerak jauh untuk memberi sebuah arti. Cukup selalu bergerak meski hanya di satu tempat, tapi selalu memberi manfaat. Kipas angin mengajarkan kita tentang konsistensi dan memberi manfaat tanpa pamrih." Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga ya, tapi memang kasihan juga sih si kipas angin ini, sudah nengok kanan kiri terus tapi nggak nyeberang-nyeberang, hahahahaha! 

Selamat menikmati angin dari kipas, 
tetap bersyukur dan waras 
di Indonesia yang lagi panas 🔥

Tuesday, October 7, 2025

Kemuning Hari Ini


Siang ini panas sekali, padahal kemarin mendengar kabar daerah di dekat rumah hujan badai banyak pohon besar roboh. Setelah selesai menjemur cucian yang sudah kesiangan karena tadi pagi harus ambil obat jantung buat bulan ini dan juga mengantar Oma beli lauk makan akhirnya bisa sedikit menikmati grounding dindepan rumah. Dari semalam sudah terlihat bunga kemuning banyak bermekaran dan sangat harum semerbak baunya. 

Bunga kemuning mekar sebagai bagian dari siklus hidup alami tanaman, tetapi dalam kepercayaan masyarakat, bunga yang mekar ini juga dikaitkan dengan makna simbolis seperti kesucian hati, keberuntungan, kemakmuran, dan simbol kebaikan serta kesucian. Bunga kemuning sering digunakan dalam ritual tradisional, hajatan, dan acara pernikahan, serta sebagai hiasan untuk menarik energi positif dan memberikan perlindungan. 

Kalau kalian punya bunga apa yang mekar di halaman rumah?

Sunday, August 31, 2025

Halo September


Menyambut pagi awal bulan September, melihat bibit binahongvmerah muka bermunculan daunnya dengan cantik. Seperti harapan baru yang juga bermunculan dan memberikan kekuatan untuk menghadapi kehidupan yang penuh perjuangan. Saya beli bibit binahongnya dari toko oren dengan harga cukup murah dan selama seminggu kemarin saya pindahkan kedalam pot yang ada. Ternyata tumbuh juga 🌱. 

Daun binahong merah (juga dikenal sebagai Anredera cordifolia) memiliki beragam khasiat seperti mempercepat penyembuhan luka, mengatasi peradangan, membantu mengontrol diabetes dan kolesterol, meningkatkan kesehatan ginjal dan mata, serta merawat kulit dan menjaga kesehatan jantung, berkat kandungan antioksidan dan senyawa aktifnya. 

Semoga bertumbuh subur dan jadi sumber herbal baru di rumah.

Monday, August 18, 2025

3 Tahun


Kenangan 18 Agustus 2022, difoto pagi jam 7.13 beberapa jam sebelumnya baru sadar setelah efek anestesi hilang. 

Hari ini sudah tahun ke-3 dan penyertaanNya tetap tak berubah. Terima kasih orang-orang baik yang mendukung semuanya. 

Friday, August 1, 2025

Layangan Putus


Tadi pagi, sembari menunggu cucian selesai di mesin cuci dan siap dijemur, saya menyiram tanaman di depan rumah. Eh, nggak tahu ada angin tiba-tiba ada layangan turun dari kanopi. Oh, ternyata layangan sudah putus, jatuh aja diatas pohon Dewandaru. Wah, pertanda apa ini pas tanggal 1 Agustus, bulan baru ada layangan putus jatuh di depan rumah? 

Ternyata, kalau di serial web ada juga judulnya layangan putus. Nah, kisahnya kurang lebih tentang proses menerima kenyataan bahwa ada hal-hal dalam hidup yang berada di luar kendali kita, dan belajar untuk melepaskannya dengan lapang dada. Mungkin itu sisi yang punya layangan  ya, kalau yang nemu layangan putus kayak saya gimana ya? Yang jelas sih saya taruh aja di depan pinggir jalan dekat tempat sampah, siapa tahu ada anak-anak yang ambil dan mau mainin lagi, kan saya juga udah nggak mau main layangan lagi kok, beneran! 

Gitu aja sih cerita awal bulan ini, semoga semua yang tidak baik, hal-hal yang diluar kendali kita, semuanya kita lepaskan dengan tenang. Merdeka! 

Thursday, July 17, 2025

Pisang Di Taman


Foto dekat buah pisang
Biar gendud tetap disayang 🍌

Pagi ini habis mengeluarkan yang perlu dikeluarkan, memnyempatkan diri untuk jalan santai di taman depan rumah sakit. Selain cari udara segar tentu saja mengisi jiwa tetap dengan alam, eh kok pas bangetn ada pohon pisang sedang berbuah. 

Pohon pisang umumnya mulai berbuah setelah berusia sekitar 9 hingga 12 bulan setelah ditanam. Butuhkan waktu sekitar 80-120 hari sejak keluarnya jantung pisang untuk matang dan siap dipanen.

Setiap batang pohon pisang hanya akan menghasilkan satu kali panen buah sebelum akhirnya mati dan digantikan oleh tunas baru. 

Inspirasi pagi yang menarik buat saya, meskipun sekali hidup jika dengan baik dan benar menjalaninya, menghasilkan buah dan bisa menjadi berkat kebahagiaan buat orang lain kenapa tidak. Pisang tidak harus menjadi apel atau anggur yang mahal. Menjadi pisang yang terbaik, itu saja!


Tentang Kuatir


Dari lantai 7 ruang rawat inap, di seberang gedung terdapat sebuah sungai yang sedang dilakukan penanganan penumpukan sedimen oleh tiga eskavator. Alat berat ini bekerja menyusuri sungai dan mengeruk lumpur yang menebal didasar sungai. Nah, penumpukan sedimen sungai adalah pengendapan material seperti lumpur, pasir, dan partikel tanah di dasar atau tepi sungai. Hal ini dapat menyebabkan pendangkalan sungai, penyempitan lebar sungai, dan mengurangi kapasitas tampung sungai. Akibatnya, sungai menjadi lebih rentan terhadap banjir dan aliran air menjadi tidak lancar. 

Sambil menyeruput kopi liong digelas plastik yang saya beli tadi pagi, halaman bacaan saya menunjukkan tentang menghadapi kekhawatiran, siapa yang tidak pernah merasa khawatir dalam hidup? Sepertinya semuanya pasti pernah, kalau masih normal dan hidup sih, hehehehe. Khawatir dan cemas memang perasaan yang normal, namun jika berlebihan akan mengakibatkan mental jadi terganggu. Bahasa kerennya sekarang mental disorder bahkan sampai jadi anxiety. Tentu saja penyebabnya memang banyak,  dari stress jangka panjang, faktor genetik, peristiwa traumatis, gaya hidup dan juga lingkungan berpengaruh. 

Sudah empat hari tiga malam sejak hari Senin siang berada di Rumah Sakit menunggu istri yang sedang di rawat. Bohong kalau saya tidak khawatir atau cemas, entah dari sisi yang mana pasti ada rasa itu. Secara biaya sangat bersyukur karena sudah dicover oleh asuransi, kalau yang lain-lain, hmmm...begitulah, kadang memang tidak mudah dituliskan. "Hidup dengan kekhawatiran berarti hidup melawan kenyataan." Begitu yang ditulis E. Stanley Jones, karena memang pada kenyataannya tidak semua hal perlu dikhawatirkan. Eleanor Roosevelt mengatakan, "Jika hidup dapat diprediksi, maka hidup akan berhenti menjadi hidup dan tidak memiliki rasa." Benar juga kan ya, hidup tidak akan penuh rasa jika berjalan begitu saja, biasa saja dan tanpa naik turun tantangannya. 

Salah satu bagian kotbah di atas bukit yang diperkatakan oleh Tuhan Yesus adalah tentang hal kekuatiran. Di bagian akhir dari Matius 6:34 (TB)  menyatakan, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Tentu saja kebenaran ini yang seharusnya memang saya hidupi dan pegang. Perjalanan iman memang selalu menyegarkan jiwa. Tidak perlu menumpuk kekuatiran menjadi sedimen yang menyebabkan banjir dijiwa dan pikiran kita. Firman-Nya siap mengeruk dan melancarkannya!