Friday, December 23, 2022

Nganter Booster


Hari ini nganter Oma vaksin booster ke-2, berjalan dengan aman dan lancar sekali. Efeknya cuma sedikit pusing dan agak pegal, sore ini sedikit demam saja. Oma sempat terkena variant omicron dan cukup lumayan sakit efeknya karena ada penyakit lain penyertanya. Anak dan istri juga pernah kena. Saya? Mmm...mungkin, sejauh ini masih negatif sih.

Eh, mungkin ada yang nggak percaya adanya virus covid-19 ini. Atau juga nggak percaya dengan vaksin. Teori tentang konspirasi virus buatan, konspirasi angka 666, konspirasi pemerintah, prediksi the simpsons, tubuh kita akan rusak kalau divaksin,  banyak lagi yang lain. Ya nggak papa, hak anda juga sih. Tapi kalau belum kena, belum jadi korban dan belum ngerasain sendiri, ya sudahlah. Namanya juga gitu ya. Saya nggak mau berdebat, anda pro-vac atau no-vac, ya nggak papa. Pokoknya ya jaga kesehatan ajalah.

Yo nek uripku pancene dudu uripmu, ning aku jelas jek pengen urip meskipun meh arep mati. Wis, saiki mung pengen sehat sik. Nek sehat, iso sugih...nek sugih ora sehat arep ngapa? sehat kan ora mung awake, ya pikirane, ya atine, ya dompete, eh halah...wislah.

Mbah dukun laire kemis kliwon, sampun mekaten kemawon 🙏 

Sunday, December 18, 2022

Batu Dan Pasir


19/12/2022
Jalan pagi dan menemukan posisi batu dan pasir yang akan digunakan sebagai pondasi rumah yang saya foto dan mengingatkan sekaligus menjadi perenungan. 

Salah satu bagian khotbah di bukit adalah perumpamaan tentang dua macam dasar, dalam  Matius 7:24-27 Versi Mudah Dibaca tertulis judulnya adalah   Orang Bijak dan Orang Bodoh. Mungkin tahun-tahun lalu saya membangun kehidupan dalam dan dengan kebodohan, sehingga teguran keras Tuhan harus terjadi sehingga harus mengalami "rumah roboh". Salah pondasi dan bahan bangunannya. Akhir tahun ini adalah awal baru yang pas untuk kembali membangun kehidupan dengan dasar yang tepat dan benar. Seperti yang tertulis pada ayat 24-25, “Setiap orang yang mendengarkan dan mematuhi ajaran-Ku, ia seperti orang bijaksana yang membangun rumahnya beralaskan batu yang keras.
Hujan turun sangat deras lalu mulailah banjir. Angin bertiup dan melanda rumah itu, tetapi rumah itu tetap tegak, karena dibangun di atas dasar batu yang keras.

Menuju tahun 2023 dengan, "membangun rumah (hidup, pernikahan, kesehatan, keuangan,   dll)" dengan beralaskan Batu Penjuru yang keras dan kuat. Seharusnya!

Thursday, December 8, 2022

Bekas Luka Di Kaki


Pagi tadi sewaktu jalan kaki saya bertemu dengan bapak-bapak kira-kira enam pulih tahunan usianya. Saat berpapasan hanya tersenyum saja, eh beberapa kali putaran akhirnya lihat-lihatan dan sambil nunjuk bekas luka dikaki, dia bertanya, "habis by pass ya?" "Oh, Iya, Pak! Saya Agustus kemarin Pak. Maaf, bapak kapan by pass-nya? Sembari saya tanya dan lihat bekas luka dikaki kanan dan kirinya. "Saya sudah tahun 2018 lalu, bapak masih muda kok udah by pass?" Sambil tersenyum saya jawab, "Iya, Pak saya sendiri juga bingung kok." "Apa gaya hidup kali ya dulu, atau pola makan?" Tanya dia lagi. "Ya, bisa jadi sih Pak, menumpuk bertahun-tahun ya. Kata dokter juga bisa ada sisi generatifnya gitu!" "Oh,Iya..Iya..betul, bisa jadi sih." Jawabnya, lalu kembali bertanya, "operasinya dimana? Kalau saya di Harapan Kita." "Saya di RSPAD Pak." "Oh, bagus-bagus. Yuk lanjut lagi ya..." Sambil melambaikan tangan, kami berpisah, melanjutkan lagi masing-masing rute dan target langkah hari ini.

Kalau yang sudah lebih berusia dari saya saja masih semangat untuk tetap sehat, apalagi saya. Dan sepertinya memang ketidaksengajaan kadang adalah bahasa yang Tuhan pakai untuk menyampaikan sesuatu, sepertinya khusus buat saya. "Mos, kamu kuat kok. Kamu bisa melaluinya, tenang saja, jalani saja. Nanti pas waktunya selesai pemulihannya akan terlihat hasilnya." 

Sembari pulang, menaiki jalur pematang ladang kecil di sisi jalan kompleks perumahan baru, sisa-sisa embun semalam masih menempel di dedaunan dan rumput, membahasakan kesejukan alam yang menunjukkan pada saya, hari boleh berganti, esok boleh berbeda, tapi kasihNya selalu turun, sama! 

Saturday, December 3, 2022

Berbaik Hatilah Pada Dirimu


"Berbaik hatilah pada dirimu sendiri, itu obat terbaik untuk menyembuhkan dan tumbuh." – Aziz Farheen

Selamat Hari Minggu ☕

Saturday, November 5, 2022

Selamat Ngopi Sabtu Sore


Happy weekend,
Selamat menikmati akhir pekan!

Kemudian yang sebenarnya adalah muncul sebuah pertanyaan, apakah benar dan sebenarnya menikmati waktu di akhir pekan ini? Oh, tentu saja, dengan segala macam keriuhan dan berbagai macam cara tentunya. Ehm, yang saya maksud adalah, apakah diri kita benar-benar menikmati waktu ini dengan sepenuhnya, bukan bagaimana caranya supaya nikmat. Menikmati tanpa gangguan, menikmati tanpa beban, menikmati tanpa perasaan bersalah, menikmati tanpa harus ada tuntutan, iya ... menikmati aja gitu. Mungkin pertanyaan yang muncul ini terlalu merepotkan anda ya, ya sudahlah. 

Kopi hitam sore ini saya nikmati bersamaan dengan biskuit yang sebenarnya saya nggak terlalu suka, tapi begitu tercampur bersama kopi ternyata enak juga. Lumayan jadi teman yang nyaman menjelang sore yang mendung ini. Sembari menulis dan menyeruput, sebuah kutipan dari Debasish Mridha mengatakan, "Saya selalu senang bertemu teman terbaik saya, dan teman saya adalah akhir pekan saya." Demikian juga dengan saya. 

Thursday, November 3, 2022

Penampilan Mangga



"Penampilan seringkali menipu." Aesopus

Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Aesopus diatas, memang tidak sepenuhnya, namun ini kadang adalah sebuah hal yang menjebak banyak orang. Ceritanya Oma beli mangga sudah dimasukkan dalam wadah, dari luar penampakannya terlihat mulus dan bagus. Begitu dikupas, eh ternyata rasa dan isinya tidak sesuai. Satu biji rasanya agak asam, satu lagi manis tapi kecil, satu lagi ternyata dagingnya sudah hampir busuk nggak bisa dimakan. Ya sudahlah ya, memang kalau tidak memilih satu persatu dan dengan kekuatan perkiraan pasti hasilnya tidak akan memuaskan.

Nah, pelajaran buat saya adalah juga mengerti tentang pilihan yang baik, bukan sekedar dilihat dari penampilan yang baik. Seperti yang terjadi pada Nabi Samuel, saat dia diminta untuk mengurapi calon raja Israel. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 1 Samuel 16:7 (TB). Pilihan Tuhan bukan apa yang dipilih manusia, agendaNya beda. Tapi yang terjadi kemudian justru terlihat bahwa secara penampilan Daud sangat baik dan menarik. Tertulis, "Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."" 1 Samuel 16:12 (TB). Lalu apa pelajarannya buat saya? Sederhana saja, hati-hati!

Ya, hati-hati dengan semua hal yang datang, semua bentuk hubungan pertemanan dan pekerjaan. Hanya untuk saya secara pribadi tetap waspada, bahwa nggak semua kebaikan dibungkus keindahan itu baik. Tapi kebaikan Tuhan sajalah yang benar-benar baik, entah berbungkus apapun itu. 

Tuesday, November 1, 2022

FRAGILE



Fragile dalam bahasa Indonesia diartikan rentan. Menurut kbbi rentan memiliki arti yaitu mudah terkena penyakit, peka; mudah merasa dan lekas marah (sakit hati, patah hati).

Sebuah kata bijak manyatakan seperti ini, "Palu menghancurkan kaca, tetapi palu membentuk baja." Sebuah kaca memiliki sifat rentan, mudah retak, pecah, dan hancur bila terkena benturan. Namun sebaliknya, baja memiliki sifat kuat, kokoh, dan tidak mudah pecah. Mungkin saja pada saat ini jiwa kita rapuh seperti kaca, ketika masalah menghantam maka kita akan mudah hancur. Tetapi harapannya adalah jika kita bermental baja, kita akan tetap tangguh di tengah berbagai masalah yang berat yang datang menimpa.

Tidak mudah memang jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Salomo mengatakan, "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." Demikianlah nyatanya mengapa kita bisa menjadi rentan. Untuk itulah kita butuh kekuatan ekstra, kekuatan supernatural, kekuatan diatas kekuatan manusia yaitu kekuatan Tuhan. Daud menuliskan, "TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya." Mazmur 28:7. Mengakui bahwa hanya Dia kekuatan kita, menjadikan kita tidak mudah rentan sehingga kita bisa menjadi kuat.