Friday, February 2, 2018

OYBR 2 Februari

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Kejadian 4-7

Kejadian 5:28-29 (TB)  Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?
Dalam setiap kesusahan selalu ada penghiburan.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Diusianya yang ke 182tahun, Lamekh mendapatkan seorang anak laki-laki yang dinamakan Nuh, nama Nuh penuh dengan doa dan pengharapan besar dari orangtuanya, satu kata yang sangat memberkati saya adalah penghiburan.

Setiap orang tua pasti memikirkan nama anaknya dengan doa dan harapan yang paling baik sehingga bisa menjadi berkat, pengaruh dan perubahan. Demikian juga dengan Lamekh pada Nuh. Hari ini saya mempercayai bahwa saya diberikan kesempatan dalam menikmati penghiburan yang diberikan Tuhan lewat anak saya, bahwa dalam setiap kesusahan, susah payah & kelelahan bekerja saya boleh dikuatkan, dikasihi, disayangi dan dihibur dengan adanya anak saya.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
Bersyukur untuk penghiburan yang Tuhan berikan
Bersyukur untuk anak saya
Bersyukur dan mempercayai janji Tuhan yang baik terjadi dimasa depan seperti Lamekh lakukan pada Nuh



Wednesday, January 31, 2018

OYBR 1 Februari

Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:
Kejadian 1-3

Nats:
_*Kejadian 3:19 (BIMK)  Engkau akan bekerja dengan susah payah dan berkeringat untuk membuat tanah ini menghasilkan sesuatu, sampai engkau kembali kepada tanah, sebab dari tanahlah engkau dibentuk. Engkau dijadikan dari tanah, dan akan kembali ke tanah."*_

1. APA yg Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?
Bekerjalah untuk hidup,bekerjalah menghasilkan sesuatu.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?
Beberapa waktu ini saya merasa kurang bersyukur dan sering mengeluh dengan pekerjaan yang saya jalani, bukan karena pekerjaannya yang saya cintai tapi karena satu hal yang lain. Membaca perikop dan ayat yang saya baca mengingatkan kembali pada saya bahwa konsekuensi dari kehidupan adalah menghasilkan sesuatu. Benar dosa membawa pemisahan dengan Allah tetapi kasih karunia yang menyelamatkan itu memampukan saya untuk menjalani dan mengerjakan bagian saya.

Yang saya dapatkan adalah sebuah perintah besar yang harus saya lakukan, yaitu :
A. *Bekerja keras*
Banyak yang bilang harus kerja cerdas bukan cuma kerja keras, meskipun cerdas haruslah tetap mengandalkan Tuhan.

_Amsal 3:5 (TB)  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri._

B. *Menghasilkan*
Seperti yang Paulus katakan bahwa hidup harus menghasilkan buah uang baik.

_Filipi 1:22 (TB)  Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu._

3. APA yang harus saya LAKUKAN?
- bersyukur masih bisa bekerja
- bersyukur masih bisa menghasilkan sesuatu
- mengandalkan kekuatan Tuhan dalam bekerja sehingga bisa maksimal dalam hidup

_Mazmur 138:3 (TB)  Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku._

Selamat menikmati berkat dan cinta di Februari, Gbus 🙏

Monday, January 29, 2018

Ngopi Pagi

*Ayah :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

*Anak :* Baik, ayah

Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.

*Ayah :* Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

*Anak :* rasanya sangat pahit sekali ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* sangat manis sekali, ayah.

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah

*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

*Anak :* rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah.

*Ayah :* Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab.

*Anak :* Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah

*Ayah :* Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya

*Ayah :* Bagaimana rasanya?

*Anak :* rasanya nikmat, ayah.

*Ayah :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.

*Anak :* Terima kasih atas ilustrasinya, ayah

*Selamat ngopi dgn penuh kenikmatan hari ini...☕*
LUAR BIASA!!!! 👍

sumber: Whatsapp broadcast

Saturday, January 13, 2018

Menghidupi Tahun 2018 Dengan Janji Tuhan

"Meskipun pohon ara tak ada buahnya dan pohon anggur tak ada anggurnya, biarpun panen zaitun menemui kegagalan dan hasil gandum di ladang mengecewakan, walaupun domba-domba mati semua dan kandang ternak tiada isinya,
aku akan gembira selalu, sebab Engkau TUHAN Allah penyelamatku.
Engkau memberi aku kekuatan seperti kaki rusa, kakiku Kaukokohkan. Engkau membimbing aku supaya aman waktu berjalan di pegunungan."
Habakuk 3:17-19 (BIMK) 

Sunday, December 31, 2017

Selamat Datang 2018

“Datanglah kepada-Ku, setiap kalian yang sudah lelah menanggung kesusahan-kesusahan yang berat, karena Aku akan menolongmu mengatasi setiap kesusahanmu itu dan kamu akan merasa lega."
Matius 11:28 (TSI)

Friday, December 29, 2017

Memungut Rejeki

Kaki kanannya tidak bisa di lipat ketika hendak mengambil botol bekas minuman dan gelas plastik bekas di dekat motor yang terparkir. Tangan kanannya menyangga tongkat yang membantu untuk berjalan, bergoyang dan sepertinya sakit dipaksakan untuk terus melangkah. Tangan kirinya dengan sigap mengangkat plastik keresek besar untuk mewadahi hasil pengumpulannya. Beberapa kali berhenti, menengok tumpukan sampah dan mengaisnya, dan saya hanya menatap nanar hingga dia menghilang di pemandangan mata.

Kudu kuat di lakoni! Harus kuat dijalani!

Selama masih kuat jalan...masih bisa berusaha dan menghasilkan tidak ada kata berhenti berusaha! Hasilnya? Serahkan saja pada Yang Maha Mengatur, tugas kita adalah berusaha.

Dan Tuhan berbicara dengan caraNya, kurang bersyukur apa saya dengan keCUKUPan yang saya nikmati saat ini. Sembah nuwun Gusti berkahnya selalu ada dalam kenikmatan saya.

Friday, December 1, 2017

Tuhan di Lembah Landai Saya

Maka tampillah abdi Allah dan berkata kepada raja Israel: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu, bahwa Akulah TUHAN." 1 Raja-raja 20:28 (TB)

Ada saat dan kesempatan dimana saya berada dilantai 10 sebuah gedung bertingkat. Pemandangan dibawah terlihat semua dengan jelas dan kita bisa melihat dari kejauhan berbagai tempat. Apa yang terjadi dari kejauhan semisal kemacetan dan tempat lain begitu mudah dilihat. Namun berbeda dengan saat kami bersama berjalan-jalan kepersawahan disekitar perumahan, tanah yang landai justru menghasilkan. Meskipun harus melewati perjuangan lebih dulu, diolah, dipupuk, ditanami dan ditunggu hingga panen. Tanah yang landai dan datar memang berbeda dengan tanah yang tinggi diatas gunung atau pemandangan diatas gedung.

Ada saat dimana kita semua harus berada di tempat yang datar dan landai, kadang kita merasa terpaksa karena sebenarnya disitulah kita bisa merasakan pengalaman bersama Tuhan. Menikmati dan mengetahui Tuhan yang setiap saat selalu dan berada bersama ditempat yang terendah yang kita rasakan.

Jika kita setia didalam pengalaman dilembah datar dan landai bersama Tuhan kita akan mengalami dimensi baru yang kadang tidak terpikirkan. Ada panenan hikmat dan kebijaksanaan yang bernilai saat kita tertanam dan bertumbuh dilembah landai.

Saya sedang menikmati perjalanan kehidupan menyusuri lembah landai, mengetahui ini adalah sebuah tempat pengujian hingga mengasilkan sebuah panenan. Ini adalah nilai dari sebuah pengetahuan dan pengalaman bersamaNya dan saat melihat pengalaman itu ada dalam hati dan hari-hari kita, maka kita mengerti benar bahwa penyertaan Tuhan itu tidak pernah berhenti.

Tuhan ada dilembah landai saya bahkan yang terdalam sekalipun.