Monday, October 7, 2013

Inilah Alasan Mengapa Dilarang Minum Obat Dengan Susu

Kebanyakan obat terasa sangat pahit di lidah. Sehingga banyak sekali orang sulit untuk menelannya. Untuk mengatasi rasa pahit di lidah biasanya minuman manis, buah atau makanan yang manis diminum atau dimakan setelah menelan obat. Salah satu minuman untuk mengatasi rasa pahit di lidah adalah susu. Tapi ternyata tidak baik meminum obat dengan susu.

Seperti dilansir dari Everyday Health, beberapa jenis obat-obatan seperti antibiotik dapat mengganggu efektivitas kerja obat. Menurut ahli kesehatan Dr Richard Liebowitz dari NewYork Presbyterian Hospital mengatakan bahwa zat-zat yang terkandung dalam antibiotik akan diserap melalui saluran pencernaan dan kemudian diedarkan ke aliran darah dan dikirimkan untuk mengobati daerah yang terinfeksi.

Untuk melakukan tugas ini, penyerapan zat juga dipengaruhi oleh tingkat keasaman relatif pada perut (asam lambung), lemak dan nutrisi lainnya yang ad dalam perut. Salah satu zat yang mempengaruhi penyerapan antibiotik adalah kalsium. Susu sendiri adalah sumber alami dari kalsium.

Hal ini terjadi karena salah satu kandungan dalam obat yang bernama tetrasiklin adalah zat yang akan diikat oleh kalsium. Zat tersebut diikat oleh kalsium sehingga tidak dapat diserap oleh usus dan tidak dapat didistribusikan ke aliran darah untuk mengobati infeksi dan rasa sakit. Dan bisa menyebabkan sakit perut.

Itulah mengapa tidak disarankan untuk minum obat dengan susu ataupun beberapa makanan yang mengandung kalsium. Karena hal tersebut dapat menghilangkan fungsi obat untuk mengobati sakit. Sebaiknya minumlah obat dengan air hangat.

http://id.she.yahoo.com

The First Step

You have heard the law that says, ‘Love your neighbor and hate your enemy. But I say, love your enemies! Pray for those who persecute you!” Matthew 5.43-44 (NLT, emphasis mine)

“Lord, is there any bitterness in my life?” I asked the question half-heartedly knowing that there wouldn’t be. I had just worked through a seven year stretch of bitterness and felt pretty sure that there couldn’t be any more.

How wrong I was! Bitterness had burrowed deep into my soul. With every wrong done to me I allowed it to tunnel deeper and deeper, until it became a part of me. I relished the bitterness. I was sure I must be in the right.

Each heart knows its own bitterness, and no one else can fully share its joy.” (Proverbs 14.10 NLT)
God’s illuminating truth revealed the corruption of my heart. But how do I yank this out of my life? Where do I go?
Come to ME” (Matthew 11:28-29).

Pray for those who have wounded you, for those who have done you wrong. Prayer does the unexplainable, in the heart of the one who prays.

What about you? Have you asked God to show you the bitterness that lurks in your own heart? Are you praying for those who have hurt you and done you wrong?
Lord, I surrender my bitterness to You, all the those things I used to justify my bitterness because I was wronged. I NEVER want to add another brick to my wall of bitterness. Root out this darkness in me and teach me to come to You. Amen.

Tuesday, October 1, 2013

KEBERANIAN

Keberanian
adalah kemampuan kita
menguasai rasa takut,
bukan menghilangkan rasa takut.

Sebab Allah memberikan
kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan
kekuatan, kasih dan ketertiban.

Monday, September 30, 2013

MENIKMATI

TUHAN ingin kita
menikmati pemberian-Nya
(semua yang ada pada kita, termasuk harta)
tetapi Dia ingin
kita menggunakannya dengan bijaksana.

Kita tidak "membeli" sahabat,
tetapi kita dapat membangun
persahabatn.
Persahabatan bagi TUHAN
dengan menggunakan harta secara bijaksana.

Sunday, September 29, 2013

Take Every Thought Captive

Today’s thoughts are tomorrow’s actions.

Today’s jealousy is tomorrow’s temper tantrum.

Today’s bigotry is tomorrow’s hate crime.

Today’s anger is tomorrow’s abuse.

Today’s lust is tomorrow’s adultery.

Today’s greed is tomorrow’s embezzlement.

Today’s guilt is tomorrow’s fear.

source : Max Lucado

Mereka Tua, Kaya, dan Tinggal di Sini

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, pada 2050, jumlah orang tua berusia 60 tahun ke atas mencapai 2 miliar. Berarti satu dari lima orang.
Pada sejumlah negara, para orang tua itu, kini hidup lebih sejahtera dibandingkan anak muda sekarang. Pendapatan tahunannya bisa lebih dari Rp 500 juta setahun.

Di mana saja? Berikut ini daftar yang dibuat oleh CNBC:

10. Finlandia
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 44.132 per tahun atau sekitar Rp 485 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

9. Belanda
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 44.345 per tahun atau sekitar Rp 487,8 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

8. Amerika Serikat
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 46.361 per tahun atau sekitar Rp 509,9 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

7. Austria
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 46.361 per tahun atau sekitar Rp 509,9 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

6. Belgia
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 50.721 per tahun atau sekitar Rp 557,9 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

5. Prancis
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 51.207 per tahun atau sekitar Rp 563,3 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

4. Swedia
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 55.348 per tahun atau sekitar Rp 608,8 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

3. Australia
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 67.829 per tahun atau sekitar Rp 746,1 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

2. Swiss
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 68.736 per tahun atau sekitar Rp 756,1 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

1. Norwegia
Rata-rata pendapatan penduduk berusia 65 tahun ke atas: US$ 78.637 per tahun atau sekitar Rp 865 juta dengan kurs Rp 11.000 per dolar AS.

sumber : http://id.berita.yahoo.com

Monday, September 23, 2013

MENUNGGU-MU

Banyak orang berkata
bahwa pekerjaan yang paling membosankan
adalah menunggu.

Tetapi Sabda Tuhan justru mengatakan sebailiknya,
orang yang menanti-nantikan Tuhan
justru mendapat kekuatan baru.

Selama  kita menanti waktu-Nya
Ia akan menguatkan kita
melalui Roh-Nya.