Wednesday, August 29, 2012

BAKSO MAS GONDRONG



 

“aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa”
Mazmur 57:10

Saya bukan penyuka makanan dari daging berbentuk bola-bola dan berkuah ini, makan sih oke, tapi bukan yang benar-benar seorang penggila bakso. Sudah banyak saya mencoba makanan satu ini, dari yang dipinggir jalan sampai yang ada di mal-mal. Dari yang bermerk ‘asli solo’ atau ‘asli wonogiri’ sampai yang bermerk ‘lapangan tembak’ dan lain-lain saya pernah mencobanya. Ngakunya bukan penyuka ya, ternyata daftar tempat makannya banyak juga.

Yang satu ini memang beda, sejak kami pindah kontrakan kami belum pernah mencoba bakso yang ada dekat rumah ini. Akhirnya beberapa teman   mencoba dan merasakan kalau bakso yan satu ini rasanya memang enak dan berbeda, apa rahasianya ya? Sampai akhirnya saya bisa berbincang dengan yang punya, Mas Gondrong terkenalnya, karena rambutnya memang gondrong J, akhirnya dia berani membuka rahasianya, daging yang dia pakai bukan daging sapi pedaging impor tapi daging sapi lokal, dia tidak pernah memakai pengawet dan pewarna bahkan bumbu-bumbu tambahan yang membuat tambahan rasa jadi sudah tidak alami lagi. Sehari dibikin, habis nggak habis ya dihabisin. Tidak pernah membuat untuk stok berhari-hari.

Dengan berbekal kesederhanaan dan kejujurannya justru warung baksonya tidak pernah sepi, bahkan beberapa bulan yang lalu dia mampu membuka satu cabang lagi. Dari apa yang orang dengar, dan kemudian mereka merasakan sendiri ... akhirnya mereka membuktikan bahwa rasa memang tidak pernah bohong.

Tidak banyak orang yang berani terbuka, menguak ‘resep rahasianya’ dengan semua orang bahkan berani untuk tetap tidak mengubah citarasa bahkan sampai harga demi kepuasan pelanggannya. Jika Tuhan juga tidak berani membuka rahasia untuk kita mendapatkan surga, memberikan jalannya bahkan dengan tetap setia tidak mengubah citarasanya, yaitu mengasihi dan memberkati kita, lalu apa yang semestinya kita lakukan? Hanya bersyukurlah satu-satunya cara untuk menyampaikan betapa baik dan setianya Ia.

KISAH DUA KOTAK


“... bersukacitalah” Filipi 4:4

Suatu waktu seseorang bertemu dengan Tuhan dan berkeluh kesah kepada-Nya, lalu Tuhan memberikan dua buah kotak yang berwarna emas dan hitam. PerintahNya  kepada orang itu apabila dia merasakan kesedihan, kesusahan dan masalah yang terjadi untuk di masukkan kedalam kotak yang berwrna hitam. Sedangkan setiap kegembiraan dan pengalaman yang menyenangkan Tuhan meminta untuk di masukkan ke dalam kotak emas.

Selang beberapa waktu, orang ini merasa terheran-heran karena kotak yang berwarna emas semakin berat sementara kotak yang berwarna hitam tetap saja tidak bertambah beratnya. Dengan penasaran ia meembuka kotak hitam itu, dan ternyata ia menemukan lobang hitam di dasarkotaknya.

Ia bertanya kepada Tuhan,’ mengapa demikian Tuhan?” dan Tuhan pun menjawabnya,” supaya setiap kesedihanmu tidak pernah tersimpan dan terlupakan, yang terpenting adalah menghitung setiap berkat yang kau terima sebagai bukti kemurahanKu padamu.”

“Tuhan itu terus, selalu dan pasti BAIK adanya”

Tuesday, August 14, 2012

TETAP PERCAYA



Kala kita ungkapkan harapan dan impian kepada Allah
Lalu menyerahkan semua itu ke dalam tangan-Nya,
Kita dapat percaya pada kasih pemeliharaan-Nya atas kita
Untuk menggenapi apa yang telah dirancangkan-Nya. —Sper